<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2040832203992827244</id><updated>2011-10-09T23:34:23.347-07:00</updated><category term='ATITUDE'/><category term='KUMPULAN TIPS'/><category term='motivasi'/><category term='PUISI'/><category term='kisah.kisah motivasi'/><category term='Buah Hati'/><category term='PERSAHABATAN'/><category term='PERENUNGAN RELIGI'/><category term='Kisah insfirasi'/><category term='RENUNGAN MOTIVASI'/><category term='Kata mutiara'/><category term='Wawancara'/><category term='ARTIKEL MOTIVASI'/><title type='text'>Pengembaraan hati</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2040832203992827244/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>YOHANNA ARIFIN NOTE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15040018906039989275</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_XZIFKIW2b5Q/S6xY9onUsZI/AAAAAAAAAAU/_wVET1CIAnY/S220/DSC05831.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>95</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2040832203992827244.post-7315991415860780521</id><published>2010-09-12T00:11:00.000-07:00</published><updated>2010-09-12T00:13:25.735-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ARTIKEL MOTIVASI'/><title type='text'>CARA MENGATASI RASA BOSAN 4</title><content type='html'>Siapa pun pasti pernah mengalami rasa bosan dan jenuh dengan pekerjaan. Entah mereka sudah bertahun-tahun bekerja atau baru saja masuk ke dalam dunia kerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada banyak hal yang menyebabkan seseorang bosan dengan pekerjaannya. Bisa karena monoton, lingkungan kerja yang tidak kondusif, rekan kerja yang menyebalkan, atau ada masalah pribadi. Lalu terpikirlah, betapa menyenangkan kalau bekerja di tempat lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, berpindah pekerjaan bukanlah hal yang gampang. Selain itu belum tentu di tempat yang baru kita akan bebas dari persoalan yang menyebabkan kebosanan dan kejenuhan. Bisa jadi keluar dari mulut buaya, masuk ke mulut harimau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, meski bosan sedang melanda, Anda harus bersyukur bisa memperoleh pekerjaan. Apalagi saat ini tidak mudah mencari pekerjaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, lawanlah kebosanan itu dengan kiat-kiat berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Bersikap antusias&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersikap antusias bisa dilakukan dengan cara kita bekerja "seolah-olah menikmatinya", sehingga pada waktunya kita benar-benar menikmati pekerjaan tersebut. Hanya saja, kadang kita tidak bisa menikmati karena pekerjaan itu memerlukan waktu lama dan jam kerjanya ketat. Ada cara sederhana untuk mengatasinya, semisal dengan tersenyum atau berdiri tegap ketika merasa lelah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga perlu diingat bahwa kita bukanlah robot. Hanya saja, ketika bekerja pusatkan perhatian sepenuhnya pada pekerjaan yang sedang kita lakukan. Istirahat dan liburan memang perlu, tapi jangan dipikir ketika sedang bekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Lakukan yang terbaik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski pekerjaan tidak menarik, kita harus melakukan yang terbaik. Mengapa? Karena jika kita bekerja asal-asalan maka pekerjaan akan bertumpuk. Kalau sudah begitu, kita semakin terbebani dan ada kemungkinan melakukan kesalahan. Salah berarti kita harus bekerja dua kali atau lebih, sehingga kita menjadi jengkel yang bisa-bisa bermuara ke stres.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, dengan menyelesaikan suatu pekerjaan tepat waktu dan memberi prioritas kepada pekerjaan yang terpenting, maka kita bisa memiliki waktu lebih. Menurut buku The Joy of Working, pekerjaan yang diselesaikan dengan baik akan menghasilkan kepuasan batin. Untuk memperbaiki mutu pekerjaan, kita bisa menetapkan standar dan tujuan baru agar bisa mengungguli diri kita sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Memperindah pekerjaan kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya pekerjaan yang kita terima dari atasan disertai dengan rangka berisi aturan dan pedoman. Jika kita melakukan pekerjaan tersebut sesuai juklak, maka tidak ada sentuhan pribadi kita pada pekerjaan tersebut. Adanya sentuhan pribadi akan membuat pekerjaan jauh lebih menarik. Karena bersifat pribadi, maka tidak ada aturan baku untuk hal itu. Setiap orang memiliki cara tersendiri dalam memperindah sesuatu. Misalnya, agar bisa menikmati pekerjaannya, seorang pelayan senang menghapal pesanan pelanggan tetap, sementara yang seorang mungkin bersikap lebih baik dan sopan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Teruslah belajar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut buku Tension Turnaround, otak meningkatkan kapasitasnya untuk memproses informasi seraya kita bertumbuh. Untuk itu kita harus memuaskan keinginan otak kita akan informasi baru dengan mempelajari hal-hal baru. Dengan belajar tentang pekerjaan, kita akan sangat terbantu dalam membuat pekerjaan menjadi lebih menarik dan memuaskan. Hal itu karena belajar bisa meningkatkan rasa percaya diri dan kesanggupan kita serta mempengaruhi sikap secara umum terhadap kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak hal yang bisa kita pelajari, terutama yang tidak secara langsung berhubungan dengan pekerjaan. Misalnya hubungan antarmanusia, tentang peralatan pekerjaan kita, cara menulis memo kantor yang lebih baik, memimpin rapat yang lebih efektif, atau cara yang lebih baik dalam berurusan dengan atasan. Untuk mempelajari hal itu mungkin perusahaan tempat kita bekerja memiliki anggaran khusus untuk pelatihan semacam itu. Jika tidak, mengapa tidak memanfaatkan perpustakaan yang ada di kantor? Bisa jadi ada buku-buku yang kita butuhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belajar juga bisa melalui pengalaman orang lain. Kita bisa mengamati rekan sekerja mengenai kekuatan dan kelemahan yang bisa kita jadikan bahan pelajaran. Bahkan dengan belajar dari kesalahan atau keberhasilan kita sendiri, kemudian menganalisisnya sehingga bisa melakukan hal-hal yang tepat di kemudian hari. Dengan melakukan hal ini, kita bisa memperoleh pelajaran yang tidak mungkin bisa kita dapatkan di sekolah ataupun dengan membaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah beberapa hal yang bisa dilakukan dalam memerangi rasa bosan terhadap pekerjaan. Singkirkan pikiran negatif yang bisa membuat liburan kita terbebani oleh pekerjaan. Jangan memikirkan kegagalan di masa lalu sembari mencemaskan pendapat orang tentang diri kita. Berikan perhatian penuh pada pekerjaan, menjadi asyik dengannya, dan melakukan upaya yang terbaik sehingga kita bisa merasakan suatu kegembiraan karena telah menyelesaikan pekerjaan kita. (intisari)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2040832203992827244-7315991415860780521?l=yohannaarifin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/feeds/7315991415860780521/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/2010/09/cara-mengatasi-rasa-bosan-4.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2040832203992827244/posts/default/7315991415860780521'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2040832203992827244/posts/default/7315991415860780521'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/2010/09/cara-mengatasi-rasa-bosan-4.html' title='CARA MENGATASI RASA BOSAN 4'/><author><name>YOHANNA ARIFIN NOTE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15040018906039989275</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_XZIFKIW2b5Q/S6xY9onUsZI/AAAAAAAAAAU/_wVET1CIAnY/S220/DSC05831.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2040832203992827244.post-4227895265451456081</id><published>2010-09-12T00:09:00.000-07:00</published><updated>2010-09-12T00:11:45.242-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ARTIKEL MOTIVASI'/><title type='text'>MENGATASI RASA BOSAN 3</title><content type='html'>Saat pacaran merupakan saat terindah bagi sepasang kekasih di mana mereka merasa dunia milik mereka berdua saja. Kebosanan tentu saja jarang ditemukan. Berbunga-bunga rasanya bila dapat bertemu dengan idaman hati. Tetapi setelah beberapa tahun menikah mulai timbul kebosanan terhadap apa yang dikerjakan sehari-hari.&lt;br /&gt;Mungkin Anda bertanya dalam hati, mengapa keadaan cinta tidak seperti saat-saat pacaran dan di awal-awal kehidupan pernikahan. Tidak ada lagi perasaan berbunga-bunga untuk segera menemui sang pujaan hati.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Hal ini bisa terjadi karena di saat pacaran Anda tidak selalu bersama pasangan dalam arti Anda melakukan kegiatan masing-masing yang berbeda satu sama lain. Paling bertemu beberapa jam saja dalam sehari bahkan seminggu. Karena kegiatan berbeda maka ada timbul gairah terhadap pasangan, apa yang dikerjakannya,dsb.&lt;br /&gt;Begitu pula di saat awal pernikahan, Anda berdua mungkin sedang senang-senangnya karena ada pengalaman baru dan kehidupan yang baru pula. Gairah cinta terus berlanjut. Tetapi setelah beberapa tahun sering dijumpai para istri mengeluh mengalami kebosanan terhadap aktivitas yang dilakukannya setiap hari.&lt;br /&gt; Kerutinan merupakan salah satu penyebab munculnya kebosanan. Bukan hanya dalam kehidupan keluarga saja bisa timbul kebosanan, dalam pekerjaan di kantor juga begitu adanya.&lt;br /&gt;Penyebab kebosanan sebenarnya adalah diri kita sendiri, pikiran Anda yang menyatakan Anda bosan. Bagaimana memerangi kebosanan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada 6 cara yang mudah :&lt;br /&gt; Cobalah menemukan sesuatu hal yang menarik dari rutinitas Anda sehari-hari. Tertariklah bukan hanya pada diri Anda sendiri tetapi juga pada sekitar, pada teman-teman, yang terpenting suami dan anak-anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Terlibatlah dalam kegiatan di lingkungan misalnya kelompok PKK, senam, ikut dalam kegiatan sosial,dll. Dengan terlibat dalam kegiatan tersebut Anda akan dapat bertemu dengan banyak orang dan memiliki sesuatu yang baru yang dapat diceritakan dengan suami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Bersemangatlah dalam melakukan segala sesuatu. Bila Anda bersemangat, Anda akan menemukan kegembiraan baru. Orang yang gembira pastilah akan menularkan keceriaan bagi orang sekitarnya terutama suami. Ubahlah segala kebiasaan Anda yang malas bangun, selalu lelah, dan katakan pada diri Anda sendiri di saat bangun tidur, “Saya bersemangat hari ini”, “Saya bahagia hari ini”, “Kehidupan keluarga saya lebih baik hari ini”, “Suami saya lebih mencintai saya demikian pula saya” dan masih banyak lagi kata-kata motivasi yang dapat Anda gunakan. Tetapi perlu diingat janganlah menggunakan kata-kata negatif meskipun Anda telah menambahkan kata ‘Tidak’ , contohnya “Saya tidak malas hari ini.” Kalimat tersebut akan lebih baik bila diganti “Saya rajin hari ini”. Karena kata ‘malas’lah yang akan terdengar di telinga Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Cintailah semua orang. Anda peduli pada keluarga Anda, menghargai perasaan orang lain dan diri Anda sendiri. Berusahalah ‘mencintai’ setiap hari. Bila Anda kesal pada anak atau suami segeralah dicari penyebab kekesalan tersebut dan selesaikanlah dengan segera. Jangan sampai kekesalan tersebut mematikan cinta Anda pada mereka yang akhirnya menimbulkan dendam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kembangkanlah minat baru. Anda bisa mengikuti kursus memasak, menjahit, membuat kue atau yang lainnya. Temukanlah hal-hal yang ingin Anda ketahui dan carilah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Mulailah hobi yang baru. Bila Anda tidak suka berolahraga tidak ada salahnya mencoba salah satu olahraga yang ringan. Selain memerangi kebosanan juga dapat memelihara kondisi tubuh. Misalnya Anda diajak suami berenang, tapi karena Anda tidak pandai berenang (dalam arti gaya dalam berenang belum Anda kuasai sepenuhnya) Anda enggan menemaninya. Cobalah untuk turut serta sekali, Anda akan merasakan manfaat yang begitu besar dari kegiatan bersama tersebut baik bagi hubungan Anda berdua, juga bagi diri Anda. Anda akan menemukan begitu menyenangkannya berenang. Melalui ketertarikan pada suatu bidang barulah seseorang bisa menjadi ahli di bidangnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2040832203992827244-4227895265451456081?l=yohannaarifin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/feeds/4227895265451456081/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/2010/09/mengatasi-rasa-bosan-3.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2040832203992827244/posts/default/4227895265451456081'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2040832203992827244/posts/default/4227895265451456081'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/2010/09/mengatasi-rasa-bosan-3.html' title='MENGATASI RASA BOSAN 3'/><author><name>YOHANNA ARIFIN NOTE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15040018906039989275</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_XZIFKIW2b5Q/S6xY9onUsZI/AAAAAAAAAAU/_wVET1CIAnY/S220/DSC05831.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2040832203992827244.post-7754156471576469445</id><published>2010-09-12T00:07:00.000-07:00</published><updated>2010-09-12T00:09:08.291-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ARTIKEL MOTIVASI'/><title type='text'>MENGATASI RASA MALAS</title><content type='html'>Malas adalah penyakit mental. Siapa dihinggapi rasa malas, sukses pasti jauh dari gapaian.&lt;br /&gt;Rasa malas diartikan sebagai keengganan seseorang untuk melakukan sesuatu yang seharusnya atau sebaiknya dia lakukan. Masuk dalam keluarga besar rasa malas adalah menolak tugas, tidak disiplin, tidak tekun, rasa sungkan, suka menunda sesuatu, mengalihkan diri dari kewajiban, dll. Jika keluarga besar dari rasa malas ini mudah sekali muncul dalam aktivitas sehari-hari kita, maka dijamin kinerja kita akan jauh menurun. Bahkan bisa jadi kita tidak pernah bisa mencapai sesuatu yang lebih baik sebagaimana yang kita inginkan.&lt;br /&gt;Rasa malas sejatinya merupakan sejenis penyakit mental. Mengapa disebut penyakit mental? Disebut demikian karena akibat buruk dari rasa malas memang sangat merugikan. Siapa pun yang dihinggapi rasa malas akan kacau kinerjanya dan ini jelas-jelas sangat merugikan. Sukses dalam karir, bisnis, dan kehidupan umumnya tidak pernah datang pada orang yang malas. Masyarakat yang dipenuhi oleh individu-individu yang malas tidak jelas tidak akan pernah maju.&lt;br /&gt;Rasa malas juga menggambarkan hilangnya motivasi seseorang untuk melakukan pekerjaan atau apa yang sesungguhnya dia inginkan. Rasa malas jenis yang satu ini relatif lebih bisa ditanggulangi. Nah, bagaimana cara mengatasinya? Berikut kiat-kiatnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Membuat Tujuan&lt;br /&gt;Orang yang malas biasanya tidak memiliki motivasi untuk berkembang ke arah kehidupan yang lebih baik. Sementara orang yang tidak memiliki motivasi biasanya tidak memiliki tujuan-tujuan hidup yang pantas dan layak untuk diraih. Dan orang yang tidak memiliki tujuan-tujuan hidup, biasanya sangat jarang bahkan mungkin tidak pernah menuliskan resolusi atau komitmen-komitmen pencapaian hidup.&lt;br /&gt;Di sinilah pangkal persoalannya. Tanpa tujuan, resolusi, atau komitmen-komitmen pencapaian hidup, maka seseorang hanya bergerak secara naluriah dan sangat rentan diombang-ambingkan situasi di sekelilingnya. Posisi seperti ini membuatnya menjadi pasif, menunggu, tergantung pada situasi, dan cenderung menyerah pada nasib. Dalam keadaan seperti ini, tidak akan ada motivasi untuk meraih atau mencapai sesuatu. Tidak adanya sumber-sumber motivasi hidup menyebabkan kemalasan.&lt;br /&gt;Supaya motivasi muncul, seseorang harus berani memutuskan tujuan-tujuan hidupnya. Menurut Andrias Harefa dalam bukunya Agenda Refleksi dan Tindakan Untuk Hidup Yang Lebih Baik (GPU, 2004), dia harus membuat komitmen atas apa saja yang ingin diselesaikan, dicapai, dimiliki, dilakukan, dan dinikmati (disingkat secamilanik). Contoh komitmen; “pada ulang tahun yang ke …. saya sudah harus menyelesaikan buku yang saya tulis, meraih promosi pekerjaan, mencapai gelar S-3, memiliki rumah dan mobil, melakukan sejumlah kunjungan ke mancanegara, dan menikmati kebahagiaan bersama keluarga.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Mengasah Kemampuan&lt;br /&gt;Orang yang memiliki tujuan-tujuan hidup yang pasti, membuat resolusi dan komitmen-komitmen pencapaian biasanya memiliki motivasi tinggi. Tetapi tujuan yang samar-samar jelas tidak memberikan dampak motivasional yang signifikan. Nah, akan lebih baik lagi jika tujuan-tujuan dilengkapi dengan aktivitas-aktivitas pembelajaran, seperti mencari cara-cara yang efisien dan efektif untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut. Kita juga perlu sekali mengasah kemampuan atau ketrampilan-ketrampilan supaya langkah-langkah yang diambil itu akan membawa kita pada pencapaian tujuan secara efektif dan efisien.&lt;br /&gt;Contoh; jika pada tahun yang sudah ditargetkan kita ingin menjadi konsultan, maka sejak sekarang aktivitas-aktivitas kita sudah harus difokuskan ke arah tujuan tersebut. Kita harus terus mengasah kemampuan mendiagnosa masalah, menemukan penyebab, menganalisis, mengkomunikasikan gagasan, menawarkan solusi, dan memperbaiki kemampuan presentasi.&lt;br /&gt;Jika aktivitas-aktivitas pembelajaran itu dilakukan secara konsisten dan dengan komitmen sepenuhnya, maka kita telah berada di jalur yang benar. Aktivitas-aktivitas pembelajaran akan menempatkan kita pada posisi dan lingkungan yang dinamis. Kemampuan kita dalam menghadapi dan menyelesaikan masalah juga akan meningkat. Dengan sendirinya ini akan semakin memperkuat rasa percaya diri kita, menebalkan komitmen pencapaian tujuan, dan tentu saja menumbuhkan semangat.&lt;br /&gt;Sebaliknya, jika kita sama sekali menolak aktivitas-aktivitas pembelajaran, komitmen akan semakin melemah, semangat turun, dan kemalasan akan datang dengan cepat. Pada titik ini, tujuan-tujuan, resolusi atau komitmen yang sudah kita buat sudah tidak memiliki arti lagi. Sayang sekali.&lt;br /&gt;3. Pergaulan Dinamis&lt;br /&gt;Para pemenang berkumpul dengan sesama pemenang, sementara para pecundang cenderung berkumpul dengan sesama pecundang. Ungkapan tersebut mengandung kebenaran. Sulit sekali bagi seorang pemalas untuk hidup di lingkungan para pemenang. Sulit bagi orang malas untuk berada secara nyaman di tengah-tengah orang yang sangat optimis, sibuk, giat bekerja, dan bersemangat mengejar prestasi. Demikian sebaliknya. Sulit sekali bagi para high achiever untuk betah berlama-lama dengan para orang malas dan pesimistik.&lt;br /&gt;Situasi atau lingkungan di mana kita berada sungguh ada pengaruhnya. Orang yang mulai dihinggapi rasa malas sangat dianjurkan agar menjauhi mereka yang juga mulai diserang kebosanan, putus asa, rasa enggan, apalagi negative thinking. Sepintas, berkeluh kesah dengan mereka dengan orang-orang seperti itu dapat melegakan hati. Ada semacam rasa pelepasan dari belenggu psikologis. Walau demikian, dalam situasi malas sedang menyerang, mendekati orang-orang yang sedang down sama sekali tidak menolong satu sama lain. Rasa malas dan kebuntuan justru bisa tambah menjadi-jadi. Ini bisa menjerumuskan masing-masing pihak pada pesimisme, keputusasaan, dan kemalasan total.&lt;br /&gt;Jika rasa malas mulai menyerbu kita, jangan berlama-lama duduk berdiam diri. Cara paling ampuh menghilangkan kemalasan adalah bangkit berdiri dan menghampiri orang-orang yang sedang tekun dan bersemangat melakukan sesuatu. Dekati mereka yang sedang bekerja keras untuk meraih impian-impiannya. Manusia-manusia optimis, self-motivated, punya ambisi, positive thinking, dan memiliki tujuan hidup pasti, umumnya memancarkan aura positif kepada apa pun dan siapa pun di sekelilingnya. Pancaran optimisme dan semangat itulah yang bisa menginspirasi orang lain, bahkan menularkan semangat yang sama sehingga orang lain jadi ikut tergerak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Disiplin Diri&lt;br /&gt;Ada sebuah ungkapan yang sangat dalam maknanya dari Andrie Wongso, Motivator No.1 Indonesia, yang bunyinya; “Jika kita lunak di dalam, maka dunia luar akan keras kepada kita. Tapi jika kita keras di dalam, maka dunia luar akan lunak kepada kita”. Kata-kata mutiara yang luar biasa ini menegaskan, bahwa jika kita mau bersikap keras pada diri sendiri, dalam arti menempa rasa disiplin dalam berbagai hal, maka banyak hal akan bisa kita kerjakan dengan baik. Sikap keras pada diri sendiri atau disiplin itulah yang umumnya membawa kesuksesan bagi karir para olahragawan dan pekerja profesional yang memang menuntut sikap disiplin dalam banyak hal. Bayangkan, bagaimana seorang atlet bisa menjadi juara jika dia tidak disiplin berlatih? Bagaimana mungkin ada pekerja profesional yang bagus karirnya jika dia sering mangkir atau bolos kerja?&lt;br /&gt;Sebaliknya, jika kita terlalu lunak atau memanjakan diri sendiri, memelihara kemalasan, mentolerir kinerja buruk, tidak merasa bersalah jika lalai atau gagal dalam tugas, maka dunia luar akan sangat tidak bersahabat. Olahragawan yang manja pasti tidak akan pernah jadi juara. Seorang sales yang malas tidak akan pernah besar penjualannya. Seorang konsultan yang menolerir kinerja buruk pasti ditinggalkan kliennya. Dan pekerja yang tidak disiplin pasti mudah jadi sasaran PHK. Jika kita lunak pada diri sendiri, maka dunia akan keras pada kita.&lt;br /&gt;Rasa malas jelas merugikan. Obat mujarabnya adalah menumbuhkan kebiasaan mendisiplinkan diri dan menjaga kebiasaan positif tersebut.&lt;br /&gt;Sekalipun seseorang memiliki cita-cita atau impian yang besar, jika kemalasannya mudah muncul, maka cita-cita atau impian besar itu akan tetap tinggal di alam impian. Jadi, kalau Anda ingin sukses, jangan mempermudah munculnya rasa malas.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2040832203992827244-7754156471576469445?l=yohannaarifin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/feeds/7754156471576469445/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/2010/09/mengatasi-rasa-malas.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2040832203992827244/posts/default/7754156471576469445'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2040832203992827244/posts/default/7754156471576469445'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/2010/09/mengatasi-rasa-malas.html' title='MENGATASI RASA MALAS'/><author><name>YOHANNA ARIFIN NOTE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15040018906039989275</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_XZIFKIW2b5Q/S6xY9onUsZI/AAAAAAAAAAU/_wVET1CIAnY/S220/DSC05831.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2040832203992827244.post-4351872047757824833</id><published>2010-09-12T00:05:00.000-07:00</published><updated>2010-09-12T00:07:10.627-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ARTIKEL MOTIVASI'/><title type='text'>RASA MALAS DAN CARA MENGATASI NYA</title><content type='html'>Waduh libur dua hari kok jadi males gini. Hari minggu malesnya minta ampun, tadinya mau nerusin oprek coding (situs toko buku) ehh kok males ya. Jam sudah menunjukkan pukul 23.00. Konsisi rumah sunyi senyap. Anak-istri dah pada tidur. Gak tahu kenape kok jadi males dan dikit kesepian.. Untung ada om google, googling sana-sini pake kata kunci “obat males”, nah dapet neh. Jadi punya sedikit motivasi lagi…seger juga abis baca ini. Kesimpulannya : “Jika kita lunak di dalam (berleha-leha), maka dunia luar akan keras kepada kita. Tapi jika kita keras di dalam (disiplin), maka dunia luar akan lunak kepada kita” . Ah masih perlu latihan neh pepatah dari mas Adrie Wongso ini. Any way artikelnya moga bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~0~&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malas adalah penyakit mental. Siapa dihinggapi rasa malas, sukses&lt;br /&gt;pasti jauh dari gapaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa malas diartikan sebagai keengganan seseorang untuk melakukan&lt;br /&gt;sesuatu yang seharusnya atau sebaiknya dia lakukan. Masuk dalam&lt;br /&gt;keluarga besar rasa malas adalah menolak tugas, tidak disiplin, tidak&lt;br /&gt;tekun, rasa sungkan, suka menunda sesuatu, mengalihkan diri dari&lt;br /&gt;kewajiban, dll. Jika keluarga besar dari rasa malas ini mudah sekali&lt;br /&gt;muncul dalam aktivitas sehari-hari kita, maka dijamin kinerja kita&lt;br /&gt;akan jauh menurun. Bahkan bisa jadi kita tidak pernah bisa mencapai&lt;br /&gt;sesuatu yang lebih baik sebagaimana yang kita inginkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa malas sejatinya merupakan sejenis penyakit mental. Mengapa&lt;br /&gt;disebut penyakit mental? Disebut demikian karena akibat buruk dari&lt;br /&gt;rasa malas memang sangat merugikan. Siapa pun yang dihinggapi rasa&lt;br /&gt;malas akan kacau kinerjanya dan ini jelas-jelas sangat merugikan.&lt;br /&gt;Sukses dalam karir, bisnis, dan kehidupan umumnya tidak pernah datang&lt;br /&gt;pada orang yang malas. Masyarakat yang dipenuhi oleh individu-&lt;br /&gt;individu yang malas tidak jelas tidak akan pernah maju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa malas juga menggambarkan hilangnya motivasi seseorang untuk&lt;br /&gt;melakukan pekerjaan atau apa yang sesungguhnya dia inginkan. Rasa&lt;br /&gt;malas jenis yang satu ini relatif lebih bisa ditanggulangi. Nah,&lt;br /&gt;bagaimana cara mengatasinya? Berikut kiat-kiatnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Membuat Tujuan&lt;br /&gt;Orang yang malas biasanya tidak memiliki motivasi untuk berkembang ke&lt;br /&gt;arah kehidupan yang lebih baik. Sementara orang yang tidak memiliki&lt;br /&gt;motivasi biasanya tidak memiliki tujuan-tujuan hidup yang pantas dan&lt;br /&gt;layak untuk diraih. Dan orang yang tidak memiliki tujuan-tujuan&lt;br /&gt;hidup, biasanya sangat jarang bahkan mungkin tidak pernah menuliskan&lt;br /&gt;resolusi atau komitmen-komitmen pencapaian hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sinilah pangkal persoalannya. Tanpa tujuan, resolusi, atau&lt;br /&gt;komitmen-komitmen pencapaian hidup, maka seseorang hanya bergerak&lt;br /&gt;secara naluriah dan sangat rentan diombang-ambingkan situasi di&lt;br /&gt;sekelilingnya. Posisi seperti ini membuatnya menjadi pasif, menunggu,&lt;br /&gt;tergantung pada situasi, dan cenderung menyerah pada nasib. Dalam&lt;br /&gt;keadaan seperti ini, tidak akan ada motivasi untuk meraih atau&lt;br /&gt;mencapai sesuatu. Tidak adanya sumber-sumber motivasi hidup&lt;br /&gt;menyebabkan kemalasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Supaya motivasi muncul, seseorang harus berani memutuskan tujuan-&lt;br /&gt;tujuan hidupnya. Menurut Andrias Harefa dalam bukunya Agenda Refleksi&lt;br /&gt;dan Tindakan Untuk Hidup Yang Lebih Baik (GPU, 2004), dia harus&lt;br /&gt;membuat komitmen atas apa saja yang ingin diselesaikan, dicapai,&lt;br /&gt;dimiliki, dilakukan, dan dinikmati (disingkat secamilanik). Contoh&lt;br /&gt;komitmen; “pada ulang tahun yang ke …. saya sudah harus&lt;br /&gt;menyelesaikan buku yang saya tulis, meraih promosi pekerjaan,&lt;br /&gt;mencapai gelar S-3, memiliki rumah dan mobil, melakukan sejumlah&lt;br /&gt;kunjungan ke mancanegara, dan menikmati kebahagiaan bersama&lt;br /&gt;keluarga.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Mengasah Kemampuan&lt;br /&gt;Orang yang memiliki tujuan-tujuan hidup yang pasti, membuat resolusi&lt;br /&gt;dan komitmen-komitmen pencapaian biasanya memiliki motivasi tinggi.&lt;br /&gt;Tetapi tujuan yang samar-samar jelas tidak memberikan dampak&lt;br /&gt;motivasional yang signifikan. Nah, akan lebih baik lagi jika tujuan-&lt;br /&gt;tujuan dilengkapi dengan aktivitas-aktivitas pembelajaran, seperti&lt;br /&gt;mencari cara-cara yang efisien dan efektif untuk mencapai tujuan-&lt;br /&gt;tujuan tersebut. Kita juga perlu sekali mengasah kemampuan atau&lt;br /&gt;ketrampilan-ketrampilan supaya langkah-langkah yang diambil itu akan&lt;br /&gt;membawa kita pada pencapaian tujuan secara efektif dan efisien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh; jika pada tahun yang sudah ditargetkan kita ingin menjadi&lt;br /&gt;konsultan, maka sejak sekarang aktivitas-aktivitas kita sudah harus&lt;br /&gt;difokuskan ke arah tujuan tersebut. Kita harus terus mengasah&lt;br /&gt;kemampuan mendiagnosa masalah, menemukan penyebab, menganalisis,&lt;br /&gt;mengkomunikasikan gagasan, menawarkan solusi, dan memperbaiki&lt;br /&gt;kemampuan presentasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika aktivitas-aktivitas pembelajaran itu dilakukan secara konsisten&lt;br /&gt;dan dengan komitmen sepenuhnya, maka kita telah berada di jalur yang&lt;br /&gt;benar. Aktivitas-aktivitas pembelajaran akan menempatkan kita pada&lt;br /&gt;posisi dan lingkungan yang dinamis. Kemampuan kita dalam menghadapi&lt;br /&gt;dan menyelesaikan masalah juga akan meningkat. Dengan sendirinya ini&lt;br /&gt;akan semakin memperkuat rasa percaya diri kita, menebalkan komitmen&lt;br /&gt;pencapaian tujuan, dan tentu saja menumbuhkan semangat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, jika kita sama sekali menolak aktivitas-aktivitas&lt;br /&gt;pembelajaran, komitmen akan semakin melemah, semangat turun, dan&lt;br /&gt;kemalasan akan datang dengan cepat. Pada titik ini, tujuan-tujuan,&lt;br /&gt;resolusi atau komitmen yang sudah kita buat sudah tidak memiliki arti&lt;br /&gt;lagi. Sayang sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Pergaulan Dinamis&lt;br /&gt;Para pemenang berkumpul dengan sesama pemenang, sementara para&lt;br /&gt;pecundang cenderung berkumpul dengan sesama pecundang. Ungkapan&lt;br /&gt;tersebut mengandung kebenaran. Sulit sekali bagi seorang pemalas&lt;br /&gt;untuk hidup di lingkungan para pemenang. Sulit bagi orang malas untuk&lt;br /&gt;berada secara nyaman di tengah-tengah orang yang sangat optimis,&lt;br /&gt;sibuk, giat bekerja, dan bersemangat mengejar prestasi. Demikian&lt;br /&gt;sebaliknya. Sulit sekali bagi para high achiever untuk betah berlama-&lt;br /&gt;lama dengan para orang malas dan pesimistik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Situasi atau lingkungan di mana kita berada sungguh ada pengaruhnya.&lt;br /&gt;Orang yang mulai dihinggapi rasa malas sangat dianjurkan agar&lt;br /&gt;menjauhi mereka yang juga mulai diserang kebosanan, putus asa, rasa&lt;br /&gt;enggan, apalagi negative thinking. Sepintas, berkeluh kesah dengan&lt;br /&gt;mereka dengan orang-orang seperti itu dapat melegakan hati. Ada&lt;br /&gt;semacam rasa pelepasan dari belenggu psikologis. Walau demikian,&lt;br /&gt;dalam situasi malas sedang menyerang, mendekati orang-orang yang&lt;br /&gt;sedang down sama sekali tidak menolong satu sama lain. Rasa malas dan&lt;br /&gt;kebuntuan justru bisa tambah menjadi-jadi. Ini bisa menjerumuskan&lt;br /&gt;masing-masing pihak pada pesimisme, keputusasaan, dan kemalasan&lt;br /&gt;total.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika rasa malas mulai menyerbu kita, jangan berlama-lama duduk&lt;br /&gt;berdiam diri. Cara paling ampuh menghilangkan kemalasan adalah&lt;br /&gt;bangkit berdiri dan menghampiri orang-orang yang sedang tekun dan&lt;br /&gt;bersemangat melakukan sesuatu. Dekati mereka yang sedang bekerja&lt;br /&gt;keras untuk meraih impian-impiannya. Manusia-manusia optimis, self-&lt;br /&gt;motivated, punya ambisi, positive thinking, dan memiliki tujuan hidup&lt;br /&gt;pasti, umumnya memancarkan aura positif kepada apa pun dan siapa pun&lt;br /&gt;di sekelilingnya. Pancaran optimisme dan semangat itulah yang bisa&lt;br /&gt;menginspirasi orang lain, bahkan menularkan semangat yang sama&lt;br /&gt;sehingga orang lain jadi ikut tergerak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Disiplin Diri&lt;br /&gt;Ada sebuah ungkapan yang sangat dalam maknanya dari Andrie Wongso,&lt;br /&gt;Motivator No.1 Indonesia, yang bunyinya; “Jika kita lunak di dalam,&lt;br /&gt;maka dunia luar akan keras kepada kita. Tapi jika kita keras di&lt;br /&gt;dalam, maka dunia luar akan lunak kepada kita”. Kata-kata mutiara&lt;br /&gt;yang luar biasa ini menegaskan, bahwa jika kita mau bersikap keras&lt;br /&gt;pada diri sendiri, dalam arti menempa rasa disiplin dalam berbagai&lt;br /&gt;hal, maka banyak hal akan bisa kita kerjakan dengan baik. Sikap keras&lt;br /&gt;pada diri sendiri atau disiplin itulah yang umumnya membawa&lt;br /&gt;kesuksesan bagi karir para olahragawan dan pekerja profesional yang&lt;br /&gt;memang menuntut sikap disiplin dalam banyak hal. Bayangkan, bagaimana&lt;br /&gt;seorang atlet bisa menjadi juara jika dia tidak disiplin berlatih?&lt;br /&gt;Bagaimana mungkin ada pekerja profesional yang bagus karirnya jika&lt;br /&gt;dia sering mangkir atau bolos kerja?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, jika kita terlalu lunak atau memanjakan diri sendiri,&lt;br /&gt;memelihara kemalasan, mentolerir kinerja buruk, tidak merasa bersalah&lt;br /&gt;jika lalai atau gagal dalam tugas, maka dunia luar akan sangat tidak&lt;br /&gt;bersahabat. Olahragawan yang manja pasti tidak akan pernah jadi&lt;br /&gt;juara. Seorang sales yang malas tidak akan pernah besar penjualannya.&lt;br /&gt;Seorang konsultan yang menolerir kinerja buruk pasti ditinggalkan&lt;br /&gt;kliennya. Dan pekerja yang tidak disiplin pasti mudah jadi sasaran&lt;br /&gt;PHK. Jika kita lunak pada diri sendiri, maka dunia akan keras pada&lt;br /&gt;kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa malas jelas merugikan. Obat mujarabnya adalah menumbuhkan&lt;br /&gt;kebiasaan mendisiplinkan diri dan menjaga kebiasaan positif tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekalipun seseorang memiliki cita-cita atau impian yang besar, jika&lt;br /&gt;kemalasannya mudah muncul, maka cita-cita atau impian besar itu akan&lt;br /&gt;tetap tinggal di alam impian. Jadi, kalau Anda ingin sukses, jangan&lt;br /&gt;mempermudah munculnya rasa malas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Rasa Malas dan Cara Mengatasinya oleh Edy Zaqeus. Edy Zaqeus&lt;br /&gt;telah menelorkan buku “Kontekstualisasi Ajaran I Ching” (Grasindo,&lt;br /&gt;2004), dan dua buku lainnya yaitu “Kalau Mau Kaya Ngapain Sekolah”&lt;br /&gt;(Gradien, 2004), dan “Resep Cespleng Berwirausaha” (Gradien, 2004).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2040832203992827244-4351872047757824833?l=yohannaarifin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/feeds/4351872047757824833/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/2010/09/rasa-malas-dan-cara-mengatasi-nya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2040832203992827244/posts/default/4351872047757824833'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2040832203992827244/posts/default/4351872047757824833'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/2010/09/rasa-malas-dan-cara-mengatasi-nya.html' title='RASA MALAS DAN CARA MENGATASI NYA'/><author><name>YOHANNA ARIFIN NOTE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15040018906039989275</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_XZIFKIW2b5Q/S6xY9onUsZI/AAAAAAAAAAU/_wVET1CIAnY/S220/DSC05831.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2040832203992827244.post-4810771768553660786</id><published>2010-09-11T23:58:00.000-07:00</published><updated>2010-09-12T00:05:02.553-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ARTIKEL MOTIVASI'/><title type='text'>Tiga Tips untuk Menghindari Kemalasan</title><content type='html'>Rasanya banyak diantara kita yang punya “penyakit” suka menunda-nunda pekerjaan. Penyakit ini, yang sebetulnya adalah kebiasaan, seringkali disebabkan karena kita malas mengerjakan sesuatu. Malas bangun dari tempat tidur, malas pergi olahraga, malas menyelesaikan tugas kantor, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut penelitian, kebiasaan malas merupakan penyakit mental yang timbul karena kita takut menghadapi konsekuensi masa depan. Yang dimaksud dengan masa depan ini bukan hanya satu atau dua tahun kedepan tetapi satu atau dua menit dari sekarang. Contohnya saja ketika Anda malas dari bangun, Anda akan berkata dalam hati: “Satu menit lagi saya akan bangun”, tetapi kenyataannya barangkali Anda akan berlama-lama di tempat tidur sampai akhirnya memang waktunya tiba untuk siap-siap pergi ke kantor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebiasaan malas timbul karena kita cenderung mengaitkan masa depan dengan persepsi negatif. Anda menunda-nunda pekerjaan karena cenderung membayangkan setumpuk tugas yang harus dilakukan di kantor. Belum lagi berhubungan dengan orang-orang yang Anda tidak sukai, misalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, menunda-nunda pekerjaan pada akhirnya akan mengundang stress karena mau tidak mau satu saat Anda harus mengerjakannya. Di waktu yang sama Anda juga mungkin punya banyak pekerjaan lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam beberapa hal, Anda pun mungkin akan kehilangan momen untuk berkembang ketika Anda mengatakan “tidak” terhadap sebuah kesempatan –Anda malas bertindak karena bayangan negatif tentang hal-hal yang memberatkan didepan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di artikel ini saya ingin memberikan beberapa tips untuk mengatasi rasa malas. Tips ini bisa Anda praktekkan di tempat kerja ataupun lingkungan keluarga:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ganti “Kapan Selesainya” dengan “Saya Mulai Sekarang”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila Anda dihadapkan pada satu tugas besar atau proyek, Anda sebaiknya JANGAN berpikir mengenai rumitnya tugas tersebut dan membayangkan kapan bisa diselesaikan. Sebaliknya, fokuslah pada pikiran positif dengan membagi tugas besar tersebut menjadi bagian-bagian yang lebih kecil dan menyelesaikannya satu demi satu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katakan setiap kali Anda bekerja: “Saya mulai sekarang”.&lt;br /&gt;Cara pandang ini akan menghindarkan Anda dari perasaan terbebani, stress, dan kesulitan. Anda membuat sederhana tugas didepan Anda dengan bertindak positif. Fokus Anda hanya pada satu hal pada satu waktu, bukan banyak hal pada saat yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ganti “Saya Harus” dengan “Saya Ingin”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berpikir bahwa Anda harus mengerjakan sesuatu secara otomatis akan mengundang perasaan terbebani dan Anda menjadi malas mengerjakannya. Anda akan mencari seribu alasan untuk menghindari tugas tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu tip yang bisa Anda gunakan adalah mengganti “saya harus mengerjakannya” dengan “saya ingin mengerjakannya”. Cara pikir seperti ini akan menghilangkan mental blok dengan menerima bahwa Anda tidak harus melakukan pekerjaan yang Anda tidak mau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda mau mengerjakan tugas karena memang Anda ingin mengerjakannya, bukan karena paksaan pihak lain. Anda selalu punya pilihan dalam kehidupan ini. Tentunya pilihan Anda sebaiknya dibuat dengan sadar dan tidak merugikan orang lain. Intinya adalah tidak ada seorang pun di dunia ini yang memaksa Anda melakukan apa saja yang Anda tidak mau lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda Bukan Manusia Sempurna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berpikir bahwa Anda harus menyelesaikan pekerjaan sesempurna mungkin akan membawa Anda dalam kondisi mental tertekan. Akibatnya Anda mungkin akan malas memulainya. Anda harus bisa menerima bahwa Anda pun bisa berbuat salah dan tidak semua harus sempurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam konteks pekerjaan, Anda punya kesempatan untuk melakukan perbaikan berulang kali. Anda selalu bisa negosiasi dengan boss Anda untuk meminta waktu tambahan dengan alasan yang masuk akal. Mulai pekerjaan dari hal yang kecil dan sederhana, kemudian tingkatkan seiring dengan waktu. Berpikir bahwa pekerjaan harus diselesaikan secara sempurna akan membuat Anda memandang pekerjaan tersebut dari hal yang besar dan rumit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya harap tulisan ini berguna. Kemalasan merupakan sesuatu yang normal dalam hidup Anda. Karena dia normal maka dia pun bisa diatasi. Tiga tips diatas bisa menjadi awal untuk berpikir dan bertindak berbeda dari biasanya sehingga Anda tidak menyia-nyiakan kesempatan yang datang hanya karena malas mengerjakannya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2040832203992827244-4810771768553660786?l=yohannaarifin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/feeds/4810771768553660786/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/2010/09/tiga-tips-untuk-menghindari-kemalasan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2040832203992827244/posts/default/4810771768553660786'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2040832203992827244/posts/default/4810771768553660786'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/2010/09/tiga-tips-untuk-menghindari-kemalasan.html' title='Tiga Tips untuk Menghindari Kemalasan'/><author><name>YOHANNA ARIFIN NOTE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15040018906039989275</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_XZIFKIW2b5Q/S6xY9onUsZI/AAAAAAAAAAU/_wVET1CIAnY/S220/DSC05831.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2040832203992827244.post-8576326182908400504</id><published>2010-09-11T23:56:00.000-07:00</published><updated>2010-09-11T23:58:29.981-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ARTIKEL MOTIVASI'/><title type='text'>6 CARA AGAR TETAP SEMANGAT</title><content type='html'>Rutinitas yang monoton seringkali menimbulkan KEJENUHAN. Hal itu sebetulnya manusiawi. Meski demikian, kita tidak boleh membiarkannya berlarut-larut. Kejenuhan yang dibiarkan mengendap dapat merusak kualitas kerja dan mengganggu secara psikologis. Paling tidak, ada 6 hal yang perlu dilakukan untuk mengatasi kejenuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Perluas Cakrawala&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia terus berkembang, termasuk otak kita. Karena itu otak perlu ditambahi hal-hal baru. Untuk keperluan itu, perluaslah pengetahuan dengan cara terus belajar terhadap hal-hal baru. Menimba ilmu tidak harus melalui sebuah instansi. Tetapi bisa dilakukan sendiri, misalnya membaca buku atau belajar dari lingkungan sekitar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Buat Tantangan Baru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti saat kita masih kanak-kanak, setiap kali mendapat mainan baru, hari-hari akan dilewati bergelut dengan barang-barang baru tersebut. Tapi setelah seminggu berlalu, akan muncul kebosanan. Demikian juga tentang rutinitas sehari-hari yang digeluti orang dewasa. Bedanya dengan anak-anak, sebagai orang dewasa dituntut untuk bertahan dan menyesuaikan diri dengan kebosanan itu. Untuk mengatasi hal ini, anda bisa mencari tantangan baru diluar pekerjaan rutin, misalnya ikut yoga atau hal-hal lain yang belum dikuasai. Hal ini dimaksudkan untuk menstimulasi minat anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Membuat Perubahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertemu, melihat dan melakukan hal-hal yang sama dari hari ke hari pasti membuat bosan. Untuk menepis kebosanan itu, anda bisa melakukan perubahan pada hal-hal kecil yang anda jumpai setiap hari. Misalnya, letak meja di kantor, atau mungkin wallpaper di komputer yang anda gunakan setiap hari, dandanan rambut, atau bahkan rute anda menuju tempat kerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Ubah Bahasa Tubuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin bahas tubuh merupakan hal paling sederhana yang jarang kita perhatikan. Namun, sikap tubuh memiliki efek nyata terhadap suasana hati seseorang. Orang yang merasa bosan biasanya duduk merosot, menekuk wajah dan terlihat muram. Ketika kebosanan mulai menyergap, cobalah untuk duduk tegak dan tebarkan senyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Ciptakan Kenyamanan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap orang secara alamiah menyukai keadaan yang membuatnya nyaman. Suasana yang cozzy mendorong orang untuk selalu senang. Jika anda penggemar musik, dapat mendengarkan musik kesayangan anda sembari bekerja. Atau mungkin anda bisa merubah ruang kerja sebagai tempat yang nyaman. Bisa juga menciptakan suasana yang ramah dan penuh canda tawa bersama rekan kerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Ambil Libur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika semua hal diatas telah anda lakukan dan kejenuhan masih melanda, manfaatkan setiap Sabtu dan Minggu untuk benar-benar menikmati liburan. Tak perlu pergi ke tempat wisata, anda bisa berlibur dan bersantai dengan keluarga di rumah. Banyak hal yang dapat anda lakukan untuk membuat rileks, misalnya nonton film atau mungkin sekedar jalan-jalan ke mall bersama keluarga. Dijamin kejenuhan akan hilang dan anda makin dekat dengan keluarga.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2040832203992827244-8576326182908400504?l=yohannaarifin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/feeds/8576326182908400504/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/2010/09/6-cara-agar-tetap-semangat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2040832203992827244/posts/default/8576326182908400504'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2040832203992827244/posts/default/8576326182908400504'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/2010/09/6-cara-agar-tetap-semangat.html' title='6 CARA AGAR TETAP SEMANGAT'/><author><name>YOHANNA ARIFIN NOTE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15040018906039989275</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_XZIFKIW2b5Q/S6xY9onUsZI/AAAAAAAAAAU/_wVET1CIAnY/S220/DSC05831.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2040832203992827244.post-6300777667723969211</id><published>2010-09-11T23:54:00.000-07:00</published><updated>2010-09-11T23:55:45.386-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ARTIKEL MOTIVASI'/><title type='text'>TIPS AGAR SEMANGAT MENJALANI HIDUP</title><content type='html'>1. Biasakan membaca banyak buku positif, selama hidup anda.  Saya sangat serius dengan ini, apa yang masuk adalah apa yang keluar. Jika anda tidak pernah, atau jarang membaca buku pengembangan kepribadian, buku motivasi, bagaimana anda bisa membiasakan diri anda untuk selalu bersemangat? jawabannya adalah tidak bisa, karena otak kita harus dilatih. Dan berkumpul dengan orang-orang sukses, dan membaca buku-buku yang menginspirasi akan menjadi pikiran kita terbiasa bersemangat…dan cepat sekali pulih jikapun mengalami hilang sikap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Berolah raga secara teratur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Olahraga bisa membuat kita senang dan semangat. Heran? tidak bukan? karena pada beberapa saat setelah olahraga, otak kita, atau kelenjar tertentu di otak kita mengeluarkan yang namanya zat endorfin, yang membuat kita senang, optimis, ceria, waspada, lebih muda, dan tentu sangat semangat!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cobalah, lakukan olahraga ringan kesukaan anda selama minimal 30 menit, dan anda akan merasa jauh lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya memilih berjalan kaki di alun-alun atau taman kota. Selain menghirup udara dari banyak pepohonan, alun-alun atau taman juga memberikan pandangan yang luas, menyenangkan karena bertemu dengan banyak orang tua muda, tentu saja, banyak gadis manis juga disana , dan banyak hewan peliharaan juga. Melihat banyak orang sedang berolah raga dan senang, membuat saya juga senang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Ingat selalu apa IMPIAN anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika mata anda sedang tidak tertuju ke impian anda, maka biasanya ia sedang melihat kepada masalah. Melihat kepada keadaan sekarang yang belum sesuai dengan impian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diperlukan mata seorang visioner untuk bisa melihat apa yang belum terjadi, dan ini bisa dilatih. Dengan memandang jauh kedepan kepada IMPIAN kita, apa yang akan kita rasakan, nikmati dan lakukan jika impian menjadi kenyataan, maka akan memberikan kekuatan dan semangat disaat sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Miliki Impian, punya target kapan mau mencapai apa.. dan buat perencanaan setiap hari. Ukur dan perbaiki rencana secara periodik. Ini semua akan menjadikan anda terfokus kepada impian, dan bukan kepada masalah dan keadaan sekarang saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Carilah teman, tempat, keadaan yang membuat anda feel good.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika anda sedang ada di tempat, suasana, dengan orang yang membuat anda merasa feel bad, maka anda juga akan cenderung menjadi tidak bersemangat dan bisa ketularan feel bad juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah daripada kita merubah mereka, mendingan kita pergi saja, mencari suasana, tempat, lingkungan yang sesuai dengan keperluan kita yang bisa membuat kita merasa nyaman, enak, feel good dan bersemangat kembali. Jika lingkungan anda negatif, maka say good bye saja, dan cari penggantinya yang jauh lebih positif…. it’s about a choice kan, jika tidak anda akan terkungkung dan potensi anda sulit keluar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Cari bidang keunggulan anda dan fokus disana!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika anda fokus dengan betapa lemahnya dan kurang bagusnya anda dibidang tertentu… tentu anda akan feel bad. Sebaliknya, jika anda fokus dengan beberapa kelebihan anda yang sudah Tuhan berikan, maka anda akan merasa senang dan feel good.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah apa bidang keunggulan anda? dimana anda merasa bangga? bagaimana anda bisa memaksimalkan bidang itu dan melupakan sejenak kekurangan anda?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua orang memunyai kelebihan dan kekurangan, PASTI! Tidak ada yang 100% sempurna di dunia ini. Seberapa cantik dan rupawannya dia tampaknya, tetap saja ada kekurangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tugas kita adalah mencari diantara kekurangan-kekurangan itu, mengumpulkan sisanya yang masih bisa diberdayakan dan bangkit serta fokus dengan kelebihan yang tersisa itu, lalu buatlah sebuah karya besar dari sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi daripada menangisi kekurangan dan selalu membandingkan kelemahan anda dengan kelebihan orang lain, kenapa tidak melihat betapa cakapnya anda di bidang-bidang tertentu dan mengeluarkan musik dan tarian anda itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih ingat bukan, bahkan Michael Jackson sendiri awalnya juga merasa minder dan mempunyai kekurangan dalam dirinya yang dia ingin hindari… tetapi dia fokus kepada segudang kelebihannya dan menjadikannya berlian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah apa kelebihan anda, apa passion anda, dimana anda bisa menjadi yang terbaik… jika menemukannya, keluarkan itu, gosok terus sampai menjadi berlian dan perlihatkan kepada dunia… bahwa anda cantik, anda berharga, bahkan anda adalah seorang pemenang dan terbaik di bidang pilihan anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak apa menjadi tidak semangat terkadang, hilang sikap, pertanyaannya adalah seberapa lama anda mengalaminya dan seberapa sering? Lakukan langkah-langkah diatas, dan anda tidak akan sering mengalaminya, bahkan untuk jangka waktu yang panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jikapun anda mengalaminya, anda akan cepat bangkit. Ingatlah, bahwa ada malaikat dalam diri anda sedang menunggu dikeluarkan! Supaya seluruh dunia bisa menikmatinya… ya, seluruh dunia… tidak peduli latar belakang, suku agama mereka. Karena anda dibuat oleh dan untuk kesempurnaan !!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2040832203992827244-6300777667723969211?l=yohannaarifin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/feeds/6300777667723969211/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/2010/09/tips-agar-semangat-menjalani-hidup.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2040832203992827244/posts/default/6300777667723969211'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2040832203992827244/posts/default/6300777667723969211'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/2010/09/tips-agar-semangat-menjalani-hidup.html' title='TIPS AGAR SEMANGAT MENJALANI HIDUP'/><author><name>YOHANNA ARIFIN NOTE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15040018906039989275</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_XZIFKIW2b5Q/S6xY9onUsZI/AAAAAAAAAAU/_wVET1CIAnY/S220/DSC05831.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2040832203992827244.post-5933840347407643424</id><published>2010-09-10T01:40:00.000-07:00</published><updated>2010-09-10T01:43:15.127-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KUMPULAN TIPS'/><title type='text'>Tips menghilangkan rasa malas</title><content type='html'>“Tugas kuliah masih menumpuk di meja, Menghafalkan surat, yah…… hanya dapat ayat pertama saja sudah bosen, mau membaca tetapi mengantuk akhirnya buku-buku kajian beralih fungsi menjadi bantal, kasur empuk selalu menyapaku di malam hari, hmm… apa yang bisa diperbuat agar malas jauh dari diriku?! Akankah hidup yang bagaikan musafir ini disia-siakan begitu saja? Tidak… tidak boleh hal itu terjadi padaku, aku harus bisa memusuhi 5 huruf itu yaitu MALAS.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malas bisa kita hindari ketika ia datang menyerang kemauan dan semangat kita, di bawah ini ada beberapa tips antara lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Membasuh muka atau mandi ketika kantuk menyerang.&lt;br /&gt;   2. Mengubah posisi duduk ketika membaca. Misalnya dari duduk berubah menjadi berdiri, namun disarankan jangan dari duduk terus berbaring bisa berbahaya atau bisa kebablasan tidur.&lt;br /&gt;   3. Berpindah dari ruang baca ke kamar yang lain. Kalau sebagai anak kos bisa disiasati, berpindah dari kamar kita ke beranda kos, ruang tamu atau bahkan bisa juga ke dapur.&lt;br /&gt;   4. Menghirup udara yang segar dengan cara berdiri di dekat jendela atau membuka jendela-jendela kamar lain untuk menambah kesegaran. Sebagai anak kos bisa disiasati dengan menciptakan aroma terapi, misalnya dengan menyemprot ruangan dengan wangi-wangian dan jika ada kipas angin, bisa menyetel kipas untuk menyebarkan wangi-wangian tersebut ke segala ruang. Karena mungkin tidak semua anak kos mempunyai jendela kamar.&lt;br /&gt;   5. Berjalan-jalan sebentar di sekeliling rumah. Bisa diganti dengan kegiatan yang lain misalnya merapikan rak yang berantakan, atau kegiatan yang lain yang bisa menggerakkan otot-otot kita.&lt;br /&gt;   6. Berbincang-bincang sebentar dengan keluarga atau teman sekos namun mengenai hal mubah bukan keharoman. Hati-hati jangan sampai lupa tujuan utama dalam berbincang-bincang yaitu untuk menumbuhkan semangat, bukan untuk ngobrol bahkan meng-ghibah.&lt;br /&gt;   7. Berdiri membuat secangkir kopi, teh, susu atau juice untuk menghilangkan kebosanan dan menjernihkan akal.&lt;br /&gt;   8. Mengubah kegiatan ketaatan. Misal bosan menghafalkan surat berganti dengan membaca, jika membaca bosan bisa diganti dengan mendengarkan kajian lewat CD.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah beberapa tips agar kita bisa terjauh dari penyakit malas. Akan tetapi yang paling utama jangan sampai kita lupa berdo’a agar Alloh senantiasa memberi kita semangat dan agar menjauhkan diri kita dari penyakit malas tersebut. Wallohu A’lam bishowab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga tips di atas dapat bermanfaat bagi penulis ataupun bagi pembaca. Selamat tinggal Malas…&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2040832203992827244-5933840347407643424?l=yohannaarifin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/feeds/5933840347407643424/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/2010/09/tips-menghilangkan-rasa-malas.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2040832203992827244/posts/default/5933840347407643424'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2040832203992827244/posts/default/5933840347407643424'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/2010/09/tips-menghilangkan-rasa-malas.html' title='Tips menghilangkan rasa malas'/><author><name>YOHANNA ARIFIN NOTE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15040018906039989275</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_XZIFKIW2b5Q/S6xY9onUsZI/AAAAAAAAAAU/_wVET1CIAnY/S220/DSC05831.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2040832203992827244.post-3065481436122850447</id><published>2010-09-10T01:39:00.000-07:00</published><updated>2010-09-10T01:40:34.343-07:00</updated><title type='text'>TIPS MENGATASI RASA BOSAN 2</title><content type='html'>Siapa pun pasti pernah mengalami rasa bosan dan jenuh dengan pekerjaan. Entah mereka sudah bertahun-tahun bekerja atau baru saja masuk ke dalam dunia kerja. Ada banyak hal yang menyebabkan seseorang bosan dengan pekerjaannya. Bisa karena monoton, lingkungan kerja yang tidak kondusif, rekan kerja yang menyebalkan, atau ada masalah pribadi. Lalu terpikirlah, betapa menyenangkan kalau bekerja di tempat lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, berpindah pekerjaan bukanlah hal yang gampang. Selain itu belum tentu di tempat yang baru kita akan bebas dari persoalan yang menyebabkan kebosanan dan kejenuhan.Bisa jadi keluar dari mulut buaya, masuk ke mulut harimau. Nah, meski bosan sedang melanda, Anda harus bersyukur bisa memperoleh pekerjaan. Apalagi saat ini tidak mudah mencari pekerjaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, lawanlah kebosanan itu dengan kiat-kiat berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Bersikap antusias&lt;br /&gt;Bersikap antusias bisa dilakukan dengan cara kita bekerja “seolah-olah menikmatinya”, sehingga pada waktunya kita benar-benar menikmati pekerjaan tersebut. Hanya saja, kadang kita tidak bisa menikmati karena pekerjaan itu memerlukan waktu lama dan jam kerjanya ketat. Ada cara sederhana untuk mengatasinya, semisal dengan tersenyum atau berdiri tegap ketika merasa lelah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga perlu diingat bahwa kita bukanlah robot. Hanya saja, ketika bekerja pusatkan perhatian sepenuhnya pada pekerjaan yang sedang kita lakukan. Istirahat dan liburan memang perlu, tapi jangan dipikir ketika sedang bekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Lakukan yang terbaik&lt;br /&gt;Meski pekerjaan tidak menarik, kita harus melakukan yang terbaik. Mengapa? Karena jika kita bekerja asal-asalan maka pekerjaan akan bertumpuk. Kalau sudah begitu, kita semakin terbebani dan ada kemungkinan melakukan kesalahan. Salah berarti kita harus bekerja dua kali atau lebih, sehingga kita menjadi jengkel yang bisa-bisa bermuara ke stres.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, dengan menyelesaikan suatu pekerjaan tepat waktu dan memberi prioritas kepada pekerjaan yang terpenting, maka kita bisa memiliki waktu lebih. Menurut buku The Joy of Working, pekerjaan yang diselesaikan dengan baik akan menghasilkan kepuasan batin. Untuk memperbaiki mutu pekerjaan, kita bisa menetapkan standar dan tujuan baru agar bisa mengungguli diri kita sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Memperindah pekerjaan kita&lt;br /&gt;Biasanya pekerjaan yang kita terima dari atasan disertai dengan rangka berisi aturan dan pedoman. Jika kita melakukan pekerjaan tersebut sesuai juklak, maka tidak ada sentuhan pribadi kita pada pekerjaan tersebut. Adanya sentuhan pribadi akan membuat pekerjaan jauh lebih menarik. Karena bersifat pribadi, maka tidak ada aturan baku untuk hal itu.&lt;br /&gt;Setiap orang memiliki cara tersendiri dalam memperindah sesuatu. Misalnya, agar bisa menikmati pekerjaannya, seorang pelayan senang menghapal pesanan pelanggan tetap, sementara yang seorang mungkin bersikap lebih baik dan sopan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Teruslah belajar&lt;br /&gt;Menurut buku Tension Turnaround, otak meningkatkan kapasitasnya untuk memproses informasi seraya kita bertumbuh. Untuk itu kita harus memuaskan keinginan otak kita akan informasi baru dengan mempelajari hal-hal baru. Dengan belajar tentang pekerjaan, kita akan sangat terbantu dalam membuat pekerjaan menjadi lebih menarik dan memuaskan. Hal itu karena belajar bisa meningkatkan rasa percaya diri dan kesanggupan kita serta mempengaruhi sikap secara umum terhadap kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak hal yang bisa kita pelajari, terutama yang tidak secara langsung berhubungan dengan pekerjaan. Misalnya hubungan antarmanusia, tentang peralatan pekerjaan kita, cara menulis memo kantor yang lebih baik, memimpin rapat yang lebih efektif, atau cara yang lebih baik dalam berurusan dengan atasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mempelajari hal itu mungkin perusahaan tempat kita bekerja memiliki anggaran khusus untuk pelatihan semacam itu. Jika tidak, mengapa tidak memanfaatkan perpustakaan yang ada di kantor? Bisa jadi ada buku-buku yang kita butuhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belajar juga bisa melalui pengalaman orang lain. Kita bisa mengamati rekan sekerja mengenai kekuatan dan kelemahan yang bisa kita jadikan bahan pelajaran. Bahkan dengan belajar dari kesalahan atau keberhasilan kita sendiri, kemudian menganalisisnya sehingga bisa melakukan hal-hal yang tepat di kemudian hari. Dengan melakukan hal ini, kita bisa memperoleh pelajaran yang tidak mungkin bisa kita dapatkan di sekolah ataupun dengan membaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah beberapa hal yang bisa dilakukan dalam memerangi rasa bosan terhadap pekerjaan. Singkirkan pikiran negatif yang bisa membuat liburan kita terbebani oleh pekerjaan. Jangan memikirkan kegagalan di masa lalu sembari mencemaskan pendapat orang tentang diri kita. Berikan perhatian penuh pada pekerjaan, menjadi asyik dengannya, dan melakukan upaya yang terbaik sehingga kita bisa merasakan suatu kegembiraan karena telah menyelesaikan pekerjaan kita.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2040832203992827244-3065481436122850447?l=yohannaarifin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/feeds/3065481436122850447/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/2010/09/tips-mengatasi-rasa-bosan-2.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2040832203992827244/posts/default/3065481436122850447'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2040832203992827244/posts/default/3065481436122850447'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/2010/09/tips-mengatasi-rasa-bosan-2.html' title='TIPS MENGATASI RASA BOSAN 2'/><author><name>YOHANNA ARIFIN NOTE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15040018906039989275</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_XZIFKIW2b5Q/S6xY9onUsZI/AAAAAAAAAAU/_wVET1CIAnY/S220/DSC05831.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2040832203992827244.post-5771012402023543891</id><published>2010-09-10T01:38:00.000-07:00</published><updated>2010-09-10T01:39:06.749-07:00</updated><title type='text'>TIPS MENGATASI RASA BOSAN</title><content type='html'>Setiap orang pasti pernah mengalami kebosanan. Apakah bosan dengan pekerjaannya. Bosan dengan sekolahnya. Bahkan ada juga yang bosan dengan hidupnya. Rasa bosan itu timbul karena kita cenderung melakukan suatu aktifitas yang berulang-ulang. Istilah programmingnya Looping. Itu wajar dan manusiawi. Tapi, jangan dibiarkan berlarut-larut. Tidak baik untuk kesehatan Psikis dan Fisik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana cara mengatasi kebosanan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Istirahat Sebentar&lt;br /&gt;Yup, cobalah istirahat sebentar dari aktivitas kamu. Lakukan kegiatan lain yang menyegarkan. Seperti minum kopi dulu, lihat pemandangan, atau tidur-tiduran sambil mendengarkan musik. Tapi, breaknya jangan kebablasan ya. Kalau dah fresh kembali selesaikan pekerjaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Ubah Ritme aktivitas&lt;br /&gt;Untuk mengurangi kebosanan coba ubah ritme aktivitas mu. Misal, kalau biasanya bangun jam 7 pagi. Sekali-kali ubanh dengan bangun jam 5 pagi. Kalau biasanya pergi sekolah lewat jalan A sekarang ganti dengan lewat jalan B. Kalau ke kantor biasa naik Motor, coba sekali-kali naik sepeda. Bike To work. ;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Perubahan Total&lt;br /&gt;Lakukan perubahan total dalam hidupmu. Misal, kalau kamu suka rambut panjang kenapa tidak sekali-kali cukur gundul. Kalau kamu bosan kerja di kantor kenapa tidak berwiraswasta kayak Om Bob Sadino. Lakukan perubahan total kalau kamu siap dengan segala resikonya. Kalau belum, ya lakukan 2 tips sebelumnya saja.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2040832203992827244-5771012402023543891?l=yohannaarifin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/feeds/5771012402023543891/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/2010/09/tips-mengatasi-rasa-bosan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2040832203992827244/posts/default/5771012402023543891'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2040832203992827244/posts/default/5771012402023543891'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/2010/09/tips-mengatasi-rasa-bosan.html' title='TIPS MENGATASI RASA BOSAN'/><author><name>YOHANNA ARIFIN NOTE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15040018906039989275</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_XZIFKIW2b5Q/S6xY9onUsZI/AAAAAAAAAAU/_wVET1CIAnY/S220/DSC05831.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2040832203992827244.post-3168871198250894378</id><published>2010-09-10T01:36:00.000-07:00</published><updated>2010-09-10T01:38:02.429-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='motivasi'/><title type='text'>CARA MENGATASI RASA BOSAN</title><content type='html'>Nikmati Hari dengan Inspirasi dan Kreasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melakukan hal kecil yang berarti lebih berharga daripada sekedar mengharapkan hal besar tanpa upaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jenuh magesSetiap hari kita melakukan berbagai kegiatan mulai dari bangun tidur hingga tidur lagi. Belajar, bermain, berangkat sekolah, bekerja atau sekedar duduk merenung. Pernahkah kita menghayati makna semua kegiatan yang kita lakukan, menikmatinya atau sekedar menjalaninya? Seringkah kita merasa bosan dengan apa yang kita alami?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita sudah memiliki pertanyaan-pertanyaan itu, SELAMAT!…berarti kita masih memiliki keinginan untuk tahu dan daya pikir yang dinamis. Pertanyaan itu pasti akan muncul ketika kita merasa jenuh dengan apa yang kita alami. Jenuh, bosan. Untuk mengatasinya, kita harus mencari tahu akar dari rasa jenuh itu, sehingga bisa menemukan cara untuk menyiasatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umumnya, kita merasa jenuh karena ada yang kosong di hati kita. Itu bisa terjadi karena sesuatu yang bersifat monoton, rutinitas, dan gak ada harmoni. Tidak semua orang suka keteraturan, banyak yang menyukai tantangan. Sesuatu yang kita cari untuk mengatasi rasa jenuh ialah inspirasi. Sedangkan celah yang mampu menghilangkan rasa jenuh ialah kreasi. Inspirasi dan kreasi merupakan dua nilai idé yang bisa menyentuh rasa dan jiwa untuk berselera. Mengayuh pikir untuk terus mengalir dan bermuara pada satu karya yang bisa, biasa bahkan luar biasa. Inspirasi lahir dari penglihatan, pendengaran yang diteruskan ke ladang keinginan, harapan, impian dan cita-cita. Kreasi tumbuh karena adanya dorongan inspirasi untuk berani menciptakan dan mewujudkan sesuatu itu menjadi nyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak membaca bisa merangsang tumbuhnya inspirasi. Dengan banyak membaca, kita menjadi banyak belajar. Dengan banyak belajar, kita bisa menghasilkan kreasi dan karya. Membaca di sini bukan sekedar membaca serangkaian aksara, melainkan membaca dengan melibatkan unsur kepekaan telinga, hati dan pikiran, sehingga jiwa kita tergugah untuk mencipta. Medium seperti ini, tidak harus selalu hal-hal yang kelihatan besar, tetapi bisa dimulai dari hal-hal kecil yang kita alami sehari-hari yang justru membuat kita merasa jenuh tadi. Sebagai ilustrasi, kita sering merasa bosan makan cireng (penganan yang terbuat dari adonan tepung sagu yang digoreng) dengan rasa yang standard (asin gurih). Kebosanan itu bisa membuat kita berpikir untuk membuat aneka rasa cireng. Cireng isi oncom, isi ayam, isi keju, isi daging, dan isi sosis. Ketika pikiran ini menggugah perasaan dan keinginan kita untuk mencoba, maka inilah inspirasi. Inspirasi ini dapat dikembangkan menjadi sebuah ide kreatif dan menghasilkan karya yang disukai dan dinikmati orang lain. Ide kreatif inilah yang akan menjadi sebuah kreasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kreasi lahir dari keberanian mencoba dan berani tampil beda. Sesuatu yang dianggap kreatif ialah yang berbeda dari kebanyakan dan tak biasa. Pada awalnya, ilustrasi seperti cireng aneka rasa mungkin hanya satu atau dua orang saja yang mengembangkan, sehingga banyak penikmat kuliner yang berburu penganan tersebut sampai ke luar kota. Penganan yang berbeda dari rasa, kemasan, bahkan harga yang biasa. Dalam perkembangannya, banyak orang yang kemudian terinspirasi dan menciptakan rasa yang lebih variatif. So, orang yang mau membaca, berani mencoba dan menciptakan sesuatu dapat mengasah kecerdasan pikiran, perasaan dan tindakannya agar lepas dari kejenuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bacalah dari sesuatu yang kita lihat, bacalah dari pribadi yang sering kita temui, bacalah dari pengalaman yang pernah dialami siapapun dan bacalah dari seluruh keinginan dan kenyataan. Lalu, cobalah melakukan sesuatu yang kita bisa, kita harapkan dan kita inginkan. Cobalah mewujudkan sesuatu yang kita baca menjadi nyata. Niscaya hidup lebih bermakna meskipun itu sederhana. Ide itu tidak pernah mati selagi kita masih memiliki rasa ingin tahu, mau berpikir dan mau berupaya mewujudkannya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2040832203992827244-3168871198250894378?l=yohannaarifin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/feeds/3168871198250894378/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/2010/09/cara-mengatasi-rasa-bosan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2040832203992827244/posts/default/3168871198250894378'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2040832203992827244/posts/default/3168871198250894378'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/2010/09/cara-mengatasi-rasa-bosan.html' title='CARA MENGATASI RASA BOSAN'/><author><name>YOHANNA ARIFIN NOTE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15040018906039989275</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_XZIFKIW2b5Q/S6xY9onUsZI/AAAAAAAAAAU/_wVET1CIAnY/S220/DSC05831.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2040832203992827244.post-3123617642700129655</id><published>2010-05-23T08:10:00.000-07:00</published><updated>2010-05-23T08:11:16.035-07:00</updated><title type='text'>CINTA YG TERSEMBUNYI</title><content type='html'>Kenapa kita menutup mata ketika kita tidur? ketika kita menangis?&lt;br /&gt;ketika kita membayangkan? Ini karena hal terindah di dunia tidak&lt;br /&gt;terlihat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kita menemukan seseorang yang keunikannya sejalan dengan kita,&lt;br /&gt;kita bergabung dengannya dan jatuh ke dalam suatu keanehan serupa&lt;br /&gt;yang dinamakan Cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada hal-hal yang tidak ingin kita lepaskan, seseorang yang tidak&lt;br /&gt;ingin kita tinggalkan, tapi melepaskan bukan akhir dari dunia,&lt;br /&gt;melainkan awal suatu kehidupan baru, kebahagiaan ada untuk mereka&lt;br /&gt;yang menangis, mereka yang tersakiti, mereka yang telah dan tengah&lt;br /&gt;mencari, dan mereka yang telah mencoba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena merekalah yang bisa menghargai betapa pentingnya orang yang&lt;br /&gt;telah menyentuh kehidupan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta yang sebenarnya adalah ketika kamu menitikkan air mata dan&lt;br /&gt;masih peduli terhadapnya, adalah ketika dia tidak mempedulikanmu dan&lt;br /&gt;kamu masih menunggunya dengan setia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah ketika dia mulai mencintai orang lain dan kamu masih bisa&lt;br /&gt;tersenyum dan berkata 'aku turut berbahagia untukmu'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila cinta tidak bertemu, bebaskan dirimu, biarkan hatimu kembali&lt;br /&gt;ke alam bebas lagi, kau mungkin menyadari, bahwa kamu menemukan cinta&lt;br /&gt;dan kehilangannya, tapi ketika cinta itu mati kamu tidak perlu mati&lt;br /&gt;bersama cinta itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang bahagia bukanlah mereka yang selalu mendapatkan&lt;br /&gt;keinginannya, melainkan mereka yang tetap bangkit ketika mereka&lt;br /&gt;jatuh, entah bagaimana dalam perjalanan kehidupan, kamu belajar lebih&lt;br /&gt;banyak tentang dirimu sendiri dan menyadari bahwa penyesalan tidak&lt;br /&gt;seharusnya ada, cintamu akan tetap dihatinya, sebagai penghargaan&lt;br /&gt;abadi atas pilihan2 hidup yang telah kau buat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman sejati, mengerti ketika kamu berkata 'aku lupa..' Menunggu&lt;br /&gt;selamanya ketika kamu berkata 'tunggu sebentar'. Tetap tinggal ketika&lt;br /&gt;kamu berkata 'tinggalkan aku sendiri'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membuka pintu meski kamu belum mengetuk dan belum berkata 'bolehkah&lt;br /&gt;saya masuk?' Mencintai juga bukanlah bagaimana kamu melupakan dia&lt;br /&gt;bila ia berbuat kesalahan, melainkan bagaimana kamu memaafkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukanlah bagaimana kamu mendengarkan, melainkan bagaimana kamu&lt;br /&gt;mengerti, bukanlah apa yang kamu lihat, melainkan apa yang kamu rasa,&lt;br /&gt;bukanlah bagaimana kamu melepaskan, melainkan bagaimana kamu bertahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih menyakitkan menangis dalam hati dari pada menangis tersedu atau&lt;br /&gt;mengadu, air mata yang keluar dapat dihapus, sementara air mata yang&lt;br /&gt;tersembunyi menggoreskan luka dihatimu yang tidak akan pernah hilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayang dalam cinta, kita sangat jarang peduli, tapi ketika cinta itu&lt;br /&gt;tulus, meskipun kau acuhkan, cinta tetap mulia, dan kamu seharusnya&lt;br /&gt;berbahagia, hatimu dapat mencintai seseorang yang kau sayang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin akan tiba saatnya dimana kamu harus berhenti mencintai&lt;br /&gt;seseorang, bukan karena orang itu berhenti mencintai kita melainkan&lt;br /&gt;karena kita menyadari bahwa orang itu akan lebih berbahagia apabila&lt;br /&gt;kita melepaskannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun bila pun kau benar2 mencintai seseorang, jangan lepaskan dia,&lt;br /&gt;bila dia tak membalasmu, barangkali dia tengah ragu dan mencari,&lt;br /&gt;jangan percaya bahwa melepaskan berarti kamu benar2 mencintai tanpa&lt;br /&gt;suatu balasan, mengapa tak berjuang demi cintamu? mungkin itulah&lt;br /&gt;cinta sejatimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang kala, orang yang paling mencintaimu adalah orang yang tak&lt;br /&gt;pernah menyatakan cinta padamu, karena kau takut berpaling dan&lt;br /&gt;memberi jarak, dan bila ia suatu saat pergi, kau akan menyadari ia&lt;br /&gt;adalah cinta yang tidak kamu sadari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka mengapa kau tak mengungkapkan cintamu, bila kau memang&lt;br /&gt;mencintainya, meskipun kau tak tahu apakah cinta itu ada juga padanya?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2040832203992827244-3123617642700129655?l=yohannaarifin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/feeds/3123617642700129655/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/2010/05/cinta-yg-tersembunyi.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2040832203992827244/posts/default/3123617642700129655'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2040832203992827244/posts/default/3123617642700129655'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/2010/05/cinta-yg-tersembunyi.html' title='CINTA YG TERSEMBUNYI'/><author><name>YOHANNA ARIFIN NOTE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15040018906039989275</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_XZIFKIW2b5Q/S6xY9onUsZI/AAAAAAAAAAU/_wVET1CIAnY/S220/DSC05831.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2040832203992827244.post-5455323251493931984</id><published>2010-05-15T06:56:00.001-07:00</published><updated>2010-05-15T06:56:56.142-07:00</updated><title type='text'>KETIKA AKU BICARA PERIHAL CINTA</title><content type='html'>AKU bicara perihal Cinta????…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila cinta memberi isyarat kepadamu, ikutilah dia,&lt;br /&gt;Walau jalannya sukar dan curam.&lt;br /&gt;Dan pabila sayapnva memelukmu menyerahlah kepadanya.&lt;br /&gt;Walau pedang tersembunyi di antara ujung-ujung sayapnya bisa melukaimu.&lt;br /&gt;Dan kalau dia bicara padamu percayalah padanya.&lt;br /&gt;Walau suaranya bisa membuyarkan mimpi-mimpimu bagai angin utara mengobrak-abrik taman.&lt;br /&gt;Karena sebagaimana cinta memahkotai engkau, demikian pula dia&lt;br /&gt;kan menyalibmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana dia ada untuk pertumbuhanmu, demikian pula dia ada untuk pemanakasanmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana dia mendaki kepuncakmu dan membelai mesra ranting-rantingmu nan paling lembut yang bergetar dalam cahaya matahari.&lt;br /&gt;Demikian pula dia akan menghunjam ke akarmu dan mengguncang-guncangnya di dalam cengkeraman mereka kepada kami.&lt;br /&gt;Laksana ikatan-ikatan dia menghimpun engkau pada dirinya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menebah engkau hingga engkau telanjang.&lt;br /&gt;Dia mengetam engkau demi membebaskan engkau dari kulit arimu.&lt;br /&gt;Dia menggosok-gosokkan engkau sampai putih bersih.&lt;br /&gt;Dia merembas engkau hingga kau menjadi liar;&lt;br /&gt;Dan kemudian dia mengangkat engkau ke api sucinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga engkau bisa menjadi roti suci untuk pesta kudus Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua ini akan ditunaikan padamu oleh Sang Cinta, supaya bisa kaupahami rahasia hatimu, dan di dalam pemahaman dia menjadi sekeping hati Kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun pabila dalam ketakutanmu kau hanya akan mencari kedamaian dan kenikmatan cinta.Maka lebih baiklah bagimu kalau kaututupi ketelanjanganmu dan menyingkir dari lantai-penebah cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memasuki dunia tanpa musim tempat kaudapat tertawa, tapi tak seluruh gelak tawamu, dan menangis, tapi tak sehabis semua airmatamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Cinta tak memberikan apa-apa kecuali dirinya sendiri dan tiada mengambil apa pun kecuali dari dirinya sendiri.&lt;br /&gt;    Cinta tiada memiliki, pun tiada ingin dimiliki; Karena cinta telah cukup bagi cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Pabila kau mencintai kau takkan berkata, “Tuhan ada di dalam hatiku,” tapi sebaliknya, “Aku berada di dalam hati Tuhan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Dan jangan mengira kaudapat mengarahkan jalannya Cinta, sebab cinta, pabila dia menilaimu memang pantas, mengarahkan jalanmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Cinta tak menginginkan yang lain kecuali memenuhi dirinya. Namun pabila kau mencintai dan terpaksa memiliki berbagai keinginan, biarlah ini menjadi aneka keinginanmu: Meluluhkan diri dan mengalir bagaikan kali, yang menyanyikan melodinya bagai sang malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenali penderitaan dari kelembutan yang begitu jauh.&lt;br /&gt;Merasa dilukai akibat pemahamanmu sendiri tenung cinta;&lt;br /&gt;Dan meneteskan darah dengan ikhlas dan gembira.&lt;br /&gt;Terjaga di kala fajar dengan hati seringan awan dan mensyukuri hari haru penuh cahaya kasih;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istirah di kala siang dan merenungkan kegembiraan cinta yang meluap-luap;Kembali ke rumah di kala senja dengan rasa syukur;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan lalu tertidur dengan doa bagi kekasih di dalam hatimu dan sebuah gita puji pada bibirmu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2040832203992827244-5455323251493931984?l=yohannaarifin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/feeds/5455323251493931984/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/2010/05/ketika-aku-bicara-perihal-cinta.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2040832203992827244/posts/default/5455323251493931984'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2040832203992827244/posts/default/5455323251493931984'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/2010/05/ketika-aku-bicara-perihal-cinta.html' title='KETIKA AKU BICARA PERIHAL CINTA'/><author><name>YOHANNA ARIFIN NOTE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15040018906039989275</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_XZIFKIW2b5Q/S6xY9onUsZI/AAAAAAAAAAU/_wVET1CIAnY/S220/DSC05831.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2040832203992827244.post-2231392328190301020</id><published>2010-05-07T08:56:00.001-07:00</published><updated>2010-05-07T08:56:52.282-07:00</updated><title type='text'>Fakta Fakta Lady Diana</title><content type='html'>Diana dilahirkan dengan nama Diana Frances Spencer, anak bungsu dari Edward Spencer dari isteri pertamanya Frances Spencer pada tanggal 1 July 1961 di Park House, Sandringham Estate. Beliau dibaptis di gereja St Mary Magdalene di Sandringham, oleh Percy Herbert. Diana mendapatkan pendidikannya di Riddlesworth Hall di Norfolk dan di west Heath Girl's School, di Sevenoaks,Kent, dimana beliau diangggap sebagai seorang pelajar berprestasi rendah. Saat berusia 16 tahun, Diana meninggalkan sekolah West Heath untuk melanjutkan studinya di Institut Alpin Videmanette di Switzerland, sebuah sekolah yang menitikberatkan pada pendidikan budaya diamana disitu juga terdapat wadah bagi para pelajarnya untuk kegiatan - kegiatan sosial. Walaupun Diana tidak cemerlang dalam pelajarannya tapi beliau merupakan seorang penyanyi amatir yang baik.&lt;br /&gt;http://www.martinfrost.ws/htmlfiles/diana2.jpg&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.solarnavigator.net/images/princess_lady_diana_spencer_of_wales.jpg&lt;br /&gt;Pada tanggal 24 Februari 1981 Lady Di bertunangan dengan Pangeran Charles, dan tanggal 29 Juli 1981 mereka menikah di Kathedral St Paul, London, dalam upacara yang sedemikian meriah. Keberuntungan Lady Di seolah mewakili wanita muda di seluruh dunia pada umumnya yang memperoleh jodoh dan bersama-sama mengarungi bahtera perkimpoian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun selang beberapa tahun kemudian mulai muncul benih-benih keretakan keluarga dengan berpalingnya Charles ke cinta pertamanya, Camilia Parker Bowles. Selain itu ternyata Diana ternyata menderita bulimia, tercatat sampai lima kali mencoba bunuh diri seperti dalam biografi yang ditulis Andrew Morton.Bukan hanya Charles yang main affair dengan wanita idaman lain (WIL), tetapi Diana pun terang-terangan punya affair dengan pria idaman lain (PIL). Harapan dan sekaligus 'kepercayaan' yang diberikan oleh masyarakat dunia agar pasangan ini bahagia selamanya tidak mampu mereka pertahankan. Setelah diumumkan oleh PM Inggris John Major pada 9 Desember 1992 bahwa pasangan itu hidup berpisah, pada 28 Agustus 1996 keduanya benar-benar berpisah. Kisah bak dongeng yang (diharapkan) serba indah pun berakhir.&lt;br /&gt;http://j.bdbphotos.com/fashion/pictures/0L/05/3005_large.jpg&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://dianasjewels.net/Earrings/AADS001949.jpg&lt;br /&gt;MENJADI seorang publik figur, apalagi seorang wanita cantik yang pada waktu itu menjadi istri seorang calon pewaris tahta kerajaan, memang tidak mudah bagi Lady Di. Di mana saja dia berada, sorotan kamera televisi, kilatan blitz foto, dan coretan pena di atas notes-notes, senantiasa mengiringi. Seolah apa saja yang dia lakukan, apalagi setelah mulai melakukan affair, menarik dijadikan berita. Belum lagi -- dan ini yang justru lebih banyak dan lebih merepotkan -- kehadiran pa-parazzi yang selalu membuntuti orang - orang penting dan kaya untuk difoto paling eksklusif dengan imbalan honor tinggi dari media yang bersedia membelinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Sun, The Mirror, dan Daily Mail, adalah tiga tabloid di Inggris yang langganan membayar tinggi foto-foto eksklusif kiriman paparazzi. Salah satu penyulut kecelakaan maut Diana dan Dodi itu adalah akibat ulah paparazzi yang bertindak berlebihan dan pantang menyerah karena mengejar honor tinggi. Toh masyarakat dunia tidak dapat menyalahkan sepenuhnya ulah paparazzi maupun media yang terus memberitakan perkembangan kisah Lady Di karena mereka memang tertarik menikmati perkembangan berita terbaru cerita putri itu.&lt;br /&gt;http://www.mylifetime.com/files/imagecache/photo_gallery_featured/files/images/mov-4113-395x298-wed1.jpg&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://img.dailymail.co.uk/i/pix/2007/08_03/charlesdianaDM2608_468x810.jpg&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maraknya pemberitaan dan duka dunia atas meninggalnya Lady Di, menunjukkan bahwa wanita itu memang memiliki kharisma luar biasa. Komitmennya terhadap kemanusiaan, dan perjuangannya mewujudkan keluarga yang berbahagia, memberikan inspirasi dan semangat bagi kaum wanita dunia untuk tidak mengenal lelah melakukan hal yang sama. Menjadi istri, ibu, dan sekaligus publik figur yang baik dan bermakna bagi sesama&lt;br /&gt;memang tidak mudah dilakukan oleh setiap orang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2040832203992827244-2231392328190301020?l=yohannaarifin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/feeds/2231392328190301020/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/2010/05/fakta-fakta-lady-diana.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2040832203992827244/posts/default/2231392328190301020'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2040832203992827244/posts/default/2231392328190301020'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/2010/05/fakta-fakta-lady-diana.html' title='Fakta Fakta Lady Diana'/><author><name>YOHANNA ARIFIN NOTE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15040018906039989275</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_XZIFKIW2b5Q/S6xY9onUsZI/AAAAAAAAAAU/_wVET1CIAnY/S220/DSC05831.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2040832203992827244.post-863649820075457217</id><published>2010-05-03T04:58:00.001-07:00</published><updated>2010-05-03T04:58:45.365-07:00</updated><title type='text'>PUISI UNTUK AYAH........</title><content type='html'>AYAH.....,&lt;br /&gt;ADA YG INGIN AKU KATAKAN,&lt;br /&gt;SAKITNYA DITINGGALKAN,&lt;br /&gt;TAKUTNYA MERASA SENDIRIAN,&lt;br /&gt;DAN LUKANYA KARENA KEHILANGAN,&lt;br /&gt;TAPI AYAH.......,&lt;br /&gt;SETELAH AYAH PERGI BARU AKU MENYADARI.....,&lt;br /&gt;HARUS TERLUKA SEBELUM SEMBUH,&lt;br /&gt;UNTUK KUAT HARUS RAPUH,&lt;br /&gt;UNTUK TEGAK HARUS JATUH,&lt;br /&gt;DAN UNTUK JERNIH HARUS KERUH,&lt;br /&gt;AYAH........,&lt;br /&gt;SETELAH KAU PERGI BARU AKU MEMAHAMI,&lt;br /&gt;SEBELUM KUAT HARUS HANCUR,&lt;br /&gt;SEBELUM SATU HARUS LEBUR,&lt;br /&gt;SEBELUM BANGKIT HARUS GUGUR,&lt;br /&gt;AYAH........,&lt;br /&gt;SETELAH ENGKAU PERGI BARU AKU MENGERTI,&lt;br /&gt;SELAMA INI KAU BERUSAHA MENGAJARI KAMI,HIDUP HARUS DI SYUKURI,&lt;br /&gt;APAPUN YG DI BERI,&lt;br /&gt;ENGKAULAH YG MENGAJARKAN,&lt;br /&gt;HIDUP ADALAH PILIHAN DAN PILIHAN ADL KEKUATAN,&lt;br /&gt;AYAH........,&lt;br /&gt;UNTUK ITU AKU MEMUTUSKAN SEBUAH PILIHAN,&lt;br /&gt;YANG AKAN AKU JALANKAN......&lt;br /&gt;AKU MEMILIH......&lt;br /&gt;MENGINGAT KEPERGIANMU DENGAN SENYUMAN,&lt;br /&gt;MELEPASMU DENGAN UCAPAN''SYUKUR'' PADA TUHAN YG TELAH MEMBERIKAN&lt;br /&gt;LELAKI LUARBIASA SEPERTIMU UNTUK MENJADI AYAHKU.......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MENGENANG 4 TAHUN KEPERGIANMU ABAH KU&lt;br /&gt;ALM JOHAN ARIFIN&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2040832203992827244-863649820075457217?l=yohannaarifin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/feeds/863649820075457217/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/2010/05/puisi-untuk-ayah.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2040832203992827244/posts/default/863649820075457217'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2040832203992827244/posts/default/863649820075457217'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/2010/05/puisi-untuk-ayah.html' title='PUISI UNTUK AYAH........'/><author><name>YOHANNA ARIFIN NOTE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15040018906039989275</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_XZIFKIW2b5Q/S6xY9onUsZI/AAAAAAAAAAU/_wVET1CIAnY/S220/DSC05831.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2040832203992827244.post-4905466302148135048</id><published>2010-04-27T23:12:00.000-07:00</published><updated>2010-04-27T23:16:20.464-07:00</updated><title type='text'>HIDUP ADL ANUGERAH</title><content type='html'>Hari ini sebelum engkau berpikir untuk mengucapkan kata-kata kasar - Ingatlah akan seseorang yang tidak bisa berbicara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum engkau mengeluh mengenai cita rasa makananmu - Ingatlah akan seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum engkau mengeluh tentang pacar, suami atau isterimu - Ingatlah akan seseorang yang menangis kepada Tuhan meminta pasangan hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini sebelum engkau mengeluh tentang hidupmu - Ingatlah akan seseorang yang begitu cepat dipanggil Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum engkau mengeluh tentang anak-anakmu - Ingatlah akan seseorang yang begitu mengaharapkan kehadiran seorang anak, tetapi tidak mendapatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum engkau bertengkar karena rumahmu yang kotor, dan tidak ada yang membersihkan atau menyapu lantai - Ingatlah akan orang gelandangan yang tinggal di jalanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum merengek karena harus menyopir terlalu jauh - Ingatlah akan sesorang yang harus berjalan kaki untuk menempuh jarak yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ketika engkau lelah dan mengeluh tentang pekerjaanmu - Ingatlah akan para penganguran, orang cacat dan mereka yang menginginkan pekerjaanmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum engkau menuding atau menyalahkan orang lain - Ingatlah bahwa tidak ada seorang pun yang tidak berdosa dan kita harus menghadap pengadilan Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ketika beban hidup tampaknya akan menjatuhkanmu - Pasanglah senyuman di wajahmu dan berterima kasihlah pada Tuhan karena engkau masih hidup dan ada di dunia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup adalah anugerah, jalanilah, nikmatilah, rayakan dan isilah itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup adalah semata-mata untuk mengasihi, dikasihi dan saling berbagi kasih..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2040832203992827244-4905466302148135048?l=yohannaarifin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/feeds/4905466302148135048/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/2010/04/hidup-adl-anugerah.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2040832203992827244/posts/default/4905466302148135048'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2040832203992827244/posts/default/4905466302148135048'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/2010/04/hidup-adl-anugerah.html' title='HIDUP ADL ANUGERAH'/><author><name>YOHANNA ARIFIN NOTE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15040018906039989275</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_XZIFKIW2b5Q/S6xY9onUsZI/AAAAAAAAAAU/_wVET1CIAnY/S220/DSC05831.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2040832203992827244.post-5523288095678306253</id><published>2010-04-22T10:25:00.000-07:00</published><updated>2010-04-22T10:26:21.428-07:00</updated><title type='text'>Puisi utk suami tercinta</title><content type='html'>Sebagai seorang wanita yang bergelar isteri takhta ibu sebagai tempat pertama yang perlu dihormati telah bertukar kepada suami... memang sebak hati ibu untuk menerima keadaan ini. Tapi itulah hakikat yang mana ibu kita pun telah melalui situasi seperti ini suatu ketika dulu... tapi ini tak bererti kasih sayang kita kepada ibu juga telah berkurangan. Malah ia tetap utuh dan semakin bertambah tambahan pula bila kita juga sudah bergelar ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan wahai para suami gunakanlah kuasa yang telah bertukar tangan itu untuk kau jadikan wanita iaitu isterimu sebagai seorang yang paling istimewa dihatimu. Hargailah mereka, kasihilah mereka, kasihanilah mereka, didiklah mereka dan ucapkanlah apa saja yang boleh melembutkan hati mereka. Pasti mereka akan menghadiahkan pusi ini untukmu.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WAHAI SUAMIKU........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai Suamiku,,, Sepertinya,suami adalah,&lt;br /&gt;Bila dipandang tak menyakiti&lt;br /&gt;Bila dilirik, manis sekali,&lt;br /&gt;Bila tertawa ada yang menemani,&lt;br /&gt;Bila menangis ada yang menaungi,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tegurannya membukakan hati,&lt;br /&gt;Ucapannya ubat pelipur hati.&lt;br /&gt;Hasratnya selalu menyayangi,&lt;br /&gt;Dan kasih Sayangnya tak bertepi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai suamiku..&lt;br /&gt;Datanglah..&lt;br /&gt;Masuklah dalam rumah bilik yang indah ini,&lt;br /&gt;Walaupun tak berharta, tapi ianya menentramkan hati..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai suamiku..&lt;br /&gt;Duduklah dikerusi ini,&lt;br /&gt;Walaupun bukan dari jati, tapi dudukmu dapat menghilangkan kepenatan sehari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai suamiku..&lt;br /&gt;Marilah kubukakan sepatu dan pakaianmu,&lt;br /&gt;Walaupun tangan- tangan ini tak selembut bidadari, tapi mudah2 an dapat melonggarkan jasmani..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai suamiku..&lt;br /&gt;Minum dan teguklah air jernih ini,&lt;br /&gt;Mungkin tak sesegar air pegunungan tapi Insya Allah dapat melenyapkan dahaga..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai suamiku..&lt;br /&gt;Duduklah di kerusi ini, dan mari kutemani engkau makan,&lt;br /&gt;Mungkin makanan ini tak selazat seperti direstoran2 mahal dikota, tapi kebaikan dan kehalalannya telah teruji..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai suamiku..&lt;br /&gt;Kenyangkah dirimu.. segarkah dirimu..&lt;br /&gt;Mintalah apa yang kau mau ..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai suamiku..&lt;br /&gt;Bila sakit hati menerpamu,&lt;br /&gt;Berilah ampun pada diri ini,&lt;br /&gt;Tanpa ampunan mu, sengsaralah diri ini..&lt;br /&gt;Berjuta-juta malaikat mengutuk ku tanpa henti ..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai suamiku..&lt;br /&gt;Bila pedih menghampirimu..&lt;br /&gt;Marilah… rebahlah dalam bahuku ini&lt;br /&gt;letakkanlah kepalamu disisiku, menangislah.. mudah2an bahu kecil ini dapat meringankan kepedihanmu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai suamiku..&lt;br /&gt;Bila marah menerjangmu,&lt;br /&gt;Pandangilah diriku, kutundukan mata ini seraya meminta ampunan dari mu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai suamiku,&lt;br /&gt;Jika kau berikan harta kepadaku,&lt;br /&gt;Alhamdulilah, seraya berucap pada AllahurRabbi, berkatilah rezeki ini dan cukupkanlah hamba atasnya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai suamiku,&lt;br /&gt;JIka kau nyatakan kesulitan di hadapanku..&lt;br /&gt;Ingin secepatnya ku peluk dirimu, seraya berkata, jangan sedih suamiku, Mari kita ringankan kesulitan itu…&lt;br /&gt;Setelah kesulitan pasti ada kemudahan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai suami ku..&lt;br /&gt;Apapun yang kan kulakukan, asalkan jalan pada Allah yang sebenarnya,&lt;br /&gt;Redha mu mempermudah Redha Allah pada ku,&lt;br /&gt;Syurgaku ada di bawah naunganmu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peganglah erat2 tangan ini, umpama tangan ini tercipta untuk membantumu..&lt;br /&gt;Tataplah mata ini seraya menyajikan lautan kedamaian..&lt;br /&gt;Senyumlah, karena diriku tak rela sekejap pun terhalang dari mu..&lt;br /&gt;Bawalah diriku kemana kau tuju..&lt;br /&gt;Sertakan diriku disetiap langkahmu..&lt;br /&gt;Kepada Allah lah kita menuju..&lt;br /&gt;Ampunilah daku suamiku......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isterimu...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2040832203992827244-5523288095678306253?l=yohannaarifin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/feeds/5523288095678306253/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/2010/04/puisi-utk-suami-tercinta.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2040832203992827244/posts/default/5523288095678306253'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2040832203992827244/posts/default/5523288095678306253'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/2010/04/puisi-utk-suami-tercinta.html' title='Puisi utk suami tercinta'/><author><name>YOHANNA ARIFIN NOTE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15040018906039989275</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_XZIFKIW2b5Q/S6xY9onUsZI/AAAAAAAAAAU/_wVET1CIAnY/S220/DSC05831.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2040832203992827244.post-2333082703756804765</id><published>2010-04-22T08:48:00.001-07:00</published><updated>2010-04-22T08:48:44.754-07:00</updated><title type='text'>Kata_kata......</title><content type='html'>-Kita tidak dapat memperoleh pikiran yang damai kecuali kita dapat berhubungan dengan Sumber kedamaian yang ada di dalam diri kita. Damai yang kamu miliki dalam dirimu, dan jika kamu mencarinya di luar, kamu tidak akan pernah menemukannya.&lt;br /&gt;-Segala sesuatu merupakan suatu kebiasaan. Kita mempelajari cara keariefan yang merupakan cara kelenturan. Apabila kita terbiasa dengan kelenturan, maka (kita) terbiasa dengan berbagai perubahan dadakan, kita terbiasa dengan tindakan segera, tindakan spontan, bukan tindakan prasangka, itulah cara yang terbaik.&lt;br /&gt;-Janganlah merasa terlalu kecewa, tetapi jalanilah hidup setiap saat dengan sepenuh hati kamu. Apapun yang mesti kamu lakukan, lakukan dengan kebaktian penuh. Miliki iman pada Tuhan dan rencana agung seluruh alam semesta.&lt;br /&gt;-Jika kita melayani dengan penyerahan penuh (bhakti), kita selamanya terpuaskan, dan merasa terpenuhi. Kita tidak akan berpikir untuk meminta apapun, karena kita merasa bahwa kita memiliki segala sesuatu dalam kelimpahan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2040832203992827244-2333082703756804765?l=yohannaarifin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/feeds/2333082703756804765/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/2010/04/katakata.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2040832203992827244/posts/default/2333082703756804765'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2040832203992827244/posts/default/2333082703756804765'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/2010/04/katakata.html' title='Kata_kata......'/><author><name>YOHANNA ARIFIN NOTE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15040018906039989275</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_XZIFKIW2b5Q/S6xY9onUsZI/AAAAAAAAAAU/_wVET1CIAnY/S220/DSC05831.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2040832203992827244.post-2292474951128097924</id><published>2010-04-11T02:31:00.000-07:00</published><updated>2010-04-11T02:32:43.856-07:00</updated><title type='text'>SIAPAKAH AKU?WHO I AM?</title><content type='html'>Siapakah aku yang sebenarnya, kita selama ini kan bisanya hanya mengaku-aku, inilah aku, ini mobilku, ini rumahku, ini anakku dll….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo kita mengira bahwa aku ini ya tubuh ini lengkap dengan otak dan pikiran kita….eitsss…tunggu dulu, kalo misalnya aku mati, siapakah yang mati???? Yang mati itu kan tubuhku, bukan aku…. lho dimanakah aku, siapa aku sebenarnya???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita sering mengalami sakit, ya karena sering mengaku-aku itu sebenarnya, coba anda perhatikan beda sopir angkot dan seorang BOSS Besar dalam mengendarai kendaraannya. Si sopir angkot dalam mengendarai mobilnya enjoy aja lagi…. mobilnya kesrempet kendaraan lain misalnya… cuek aja… nggak jadi beban. Sebaliknya si BOSS tadi… baru mau keluar garasi rumahnya, hati-hatinya bukan main, takut kalo mobilnya nyrempet pagar kaleee. … eh begitu sampai dijalan ujung gang, tiba-tiba ada bajaj nyeruduk mobilnya…. aduh…. mobilku, … teriaknya. Nah lho yang ketabrak mobilnya, kok yang kesakitan dianya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati-hati…. kalo kita sudah mencintai sesuatu….bersiap-siaplah karena kita akan disakiti oleh sesuatu itu. SIAPAKAH AKU INI ????????????? (tunggu artikel kami berikutnya, beserta cara melatih diri untuk lebih mengenal sang aku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nuwun Wass&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2040832203992827244-2292474951128097924?l=yohannaarifin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/feeds/2292474951128097924/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/2010/04/siapakah-akuwho-i-am.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2040832203992827244/posts/default/2292474951128097924'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2040832203992827244/posts/default/2292474951128097924'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/2010/04/siapakah-akuwho-i-am.html' title='SIAPAKAH AKU?WHO I AM?'/><author><name>YOHANNA ARIFIN NOTE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15040018906039989275</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_XZIFKIW2b5Q/S6xY9onUsZI/AAAAAAAAAAU/_wVET1CIAnY/S220/DSC05831.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2040832203992827244.post-9188646697887292817</id><published>2010-04-11T02:21:00.000-07:00</published><updated>2010-04-11T02:28:30.224-07:00</updated><title type='text'>ttg reinkarnasi</title><content type='html'>Pertanyaan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dh Pak Sangkan,&lt;br /&gt;Salam kenal pak,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkenalkan, saya anggota milis Dzikrullah, cuman pengen nanya per&lt;br /&gt;japri ... berkaitan dengan roh &amp; jiwa, kita memang terbatas sekali&lt;br /&gt;pengetahuan tentang roh, dan memang sesuai firman Allah kita diberi&lt;br /&gt;pengetahuan ttg roh sedikit sekali (mungkin hamba Allah yang&lt;br /&gt;terpilih sajalah yang bisa tahu lebih banyak).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam agama lain mengenal tentang adanya reinkarnasi, bagaimana&lt;br /&gt;menurut Islam Pak??? Setahu saya di Quran dan Hadits tidak&lt;br /&gt;dijelaskan ttg reinkarnasi dan juga tidak membantahnya. Apakah bener&lt;br /&gt;begitu??? Mohon koreksi &amp; penjelasan jika ini keliru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih banyak Pak..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalamualaikum...&lt;br /&gt;Rafiudayyin&lt;br /&gt;Surabaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;--------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;Jawaban:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;From: sangkan  &lt;[EMAIL PROTECTED]&gt;&lt;br /&gt;Date: Tue Oct 10, 2000 6:00am&lt;br /&gt;Subject: RE: Reikarnasi u/ Sdr. Rafiudayyin&lt;br /&gt;Assalamu'alaikkum warahmatullahi wabarakaatuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sdr. Rafiudayyin &amp; anggota Dzikrullah Yth,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya akan bercerita tentang pemahaman reinkarnasi agar kita menjadi&lt;br /&gt;jelas :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Seperti halnya seseorang mengenakan pakaian baru, dengan&lt;br /&gt;meninggalkan pakaian lama, begitu pula, sang roh menerima badan-&lt;br /&gt;badan jasmani yang baru, dengan meninggalkan badan-badan tua yang&lt;br /&gt;tidak berguna lagi" (Bhagavad-gita 2.22)&lt;br /&gt;Srimad-Bhagavatam, tersusun tiga ribu tahun sebelum masa ovid,&lt;br /&gt;berisi cerita istimewa berikut yang mengungkapkan prinsip-prinsip&lt;br /&gt;reinkarnasi dalam pelaksanaan dengan cara mengesankan. Maharaja&lt;br /&gt;Bharata, seorang raja yang mulia dan suci di India, terpaksa&lt;br /&gt;menjelma satu kali didalam badan sesekor rusa sebelum mencapai&lt;br /&gt;bentuk manusia lagi karena ikatan yang sangat keras terhadap seekor&lt;br /&gt;rusa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maharaja Bharata adalah seorang Maharaja yang bijaksana dan&lt;br /&gt;berpengalaman, dan orang dapat berpikir bahwa dia akan memerintah&lt;br /&gt;selama beratus-ratus tahun, tetapi pada waktu beliau masih muda,&lt;br /&gt;beliau melepaskan ikatan terhadap segala sesuatu --permaisuri,&lt;br /&gt;keluarga, dan kerajaan yang luas, lalu dia pergi kehutan. Dengan&lt;br /&gt;melakukan demikian, beliau mengikuti nasehat para resi yang mulia&lt;br /&gt;dari jaman purbakala, yang menganjurkan supaya orang mempersembahkan&lt;br /&gt;bagian terakhir dari hidupnya untuk keinsyafan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maharaja mengetahui bahwa jabatannya sebagai seorang raja yang besar&lt;br /&gt;bukanlah kedudukan yang kekal, karena itu, beliau tidak berusaha&lt;br /&gt;duduk diatas tahta kerajaan sampai meninggal. Bagaimanapun juga,&lt;br /&gt;badan raja pun akhirnya menjadi abu, debu atau makanan untuk ulat&lt;br /&gt;dan binatang yang lain. Tetapi didalam badan ada roh yang tidak&lt;br /&gt;termusnahkan, sang diri yang sejati. Melalui proses Yoga sang diri&lt;br /&gt;dapat disadarkan terhadap identitas rohaninya yang sejati. Setelah&lt;br /&gt;sang roh menjadi sadar akan identitas rohaninya yang sejati, ia&lt;br /&gt;tidak perlu menjalani masa tahanan lagi didalam badan jasmani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maharaja mengerti tujuan hidup yang sejati, yakni membebaskan diri&lt;br /&gt;dari peredaran reinkarnasi, karena itu beliau berjalan ke tempat&lt;br /&gt;suci bernama pulaha asrama, dikaki pegunungan Himalaya, disana bekas&lt;br /&gt;raja itu tinggal sendirian di hutan di tepi sungai Gandaki. Maharaja&lt;br /&gt;tidak memakai pakaian kerajaan lagi melainkan dia hanya memakai&lt;br /&gt;pakaian terbuat dari kulit rusa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari, Bharata sedang bersemadi dekat tepi sungai, lalu&lt;br /&gt;seekor rusa betina datang kesana untuk minum air. Pada saat rusa&lt;br /&gt;betina itu sedang minum air, tiba-tiba ada seekor harimau dihutan&lt;br /&gt;dekat tempat itu, mengaum dengan keras. Rusa itu sedang bunting, dan&lt;br /&gt;begitu dia dengar takut sekali, untuk kemudian melompat dan berlari&lt;br /&gt;dari sungai, seekor anak rusa gugur dari kandungannya jatuh kedalam&lt;br /&gt;air yang mengalir cepat. Rusa betina itu gemetar karena merasa takut&lt;br /&gt;dan lemah karena keguguran. Rusa betina itu kemudian masuk goa, dan&lt;br /&gt;beberapa waktu kemudian mati. Bharata melihat anak rusa itu terapung&lt;br /&gt;di sungai, dan dia merasa kasihan. Bharata mengangkat binatang itu&lt;br /&gt;dari air, dan oleh karena dia mengetahui bahwa anak rusa itu tidak&lt;br /&gt;mempunyai induk, kemudian dia bawa anak rusa itu ke asramanya.&lt;br /&gt;Perbedaan jasmani tidak ada artinya dari segi pandangan seorang&lt;br /&gt;rohaniawan yang bijaksana: oleh karena Bharata sudah insyaf akan&lt;br /&gt;dirinya, ia melihat semua makhluk hidup dengan pandangan yang sama,&lt;br /&gt;dengan mengetahui bahwa roh dan roh yang utama (Tuhan Yang Maha Esa)&lt;br /&gt;berada didalam badan semua makhluk. Setiap hari ia memberikan rumput&lt;br /&gt;segar kepada anak rusa itu sebagai makanan dan berusaha menyenangkan&lt;br /&gt;hatinya. Akan tetapi, sesudah beberapa waktu, ikatan kuat terhadap&lt;br /&gt;rusa itu mulai timbul didalam hatinya. Dia berbaring bersama anak&lt;br /&gt;rusa itu, berjalan dengan anak rusa, mandi bersama-sama. Apabila dia&lt;br /&gt;ingin masuk hutan untuk mengumpulkan buah, bunga dan akar, dia&lt;br /&gt;membawa anak rusa itu bersama dirinya. Karena dia takut bahwa kalau&lt;br /&gt;anak rusa itu ditinggalkan, anak rusa itu akan dibunuh oleh anjing,&lt;br /&gt;serigala atau harimau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bharata senang sekali melihat anak rusa itu melompat dan bermain-&lt;br /&gt;main di hutan seperti anak. Kadang-kadang dia membawa anak rusa itu&lt;br /&gt;diatas bahunya, hatinya begitu penuh dengan kasih sayang terhadap&lt;br /&gt;anak rusa itu sehingga dia memangku rusa itu pada waktu siang, dan&lt;br /&gt;pada waktu tidur, rusa itu tidur diatas dadanya, setiap hari dia&lt;br /&gt;memeluk rusa itu dan kadang-kadang menciuminya. Dengan demikian,&lt;br /&gt;hatinya menjadi terikat terhadap rusa itu dalam kasih sayang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, walaupun Bharata menyadari pertimbangan tersebut, dia&lt;br /&gt;berfikir dalam hatinya, "karena rusa ini telah berlindung kepada&lt;br /&gt;saya, bagaimana mungkin saya alpa akan rusa itu? Walaupun rusa itu&lt;br /&gt;mengganggu kehidupan saya, saya tidak dapat mengabaikan dia. Kalau&lt;br /&gt;saya acuh terhadap makhluk tak berdaya yang telah berlindung kepada&lt;br /&gt;saya, maka itu akan menjadi kesalahan besar"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari Bharata sedang semedi, dan seperti biasa dia mulai&lt;br /&gt;memikirkan si rusa dan tidak berfikir tentang Tuhan. Konsentrasinya&lt;br /&gt;terputus, dan dia memandang kesana kemari untuk melihat dimana anak&lt;br /&gt;rusa, dan dan ketika dia tidak dapat menemukan rusa itu, pikirannya&lt;br /&gt;menjadi goyah, bagaikan orang pelit yang telah kehilangan uangnya.&lt;br /&gt;Dia bangun dan mencari-cari didaerah sekitar asrama-nya. Tetapi rusa&lt;br /&gt;itu tidak dapat diemukan dimana-mana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bharata berfikir," kapan rusaku kembali? Apakah dia selamat dari&lt;br /&gt;harimau dan binatang lainnya? Kapankah saya akan melihat si rusa&lt;br /&gt;sekali lagi mengembara di tamanku dan makan rumput hijau yang segar?&lt;br /&gt;Bharata tidak menahan dirinya. karena itu, ia keluar mencari rusa&lt;br /&gt;itu. Dengan mengikuti jejak telapak kakinya. Dalam kegilaannya,&lt;br /&gt;Bharata mulai bicara dengan dirinya sendiri: "makhluk itu begitu&lt;br /&gt;tercinta sehingga saya berpikir seolah-olah saya kehilangan anakku&lt;br /&gt;sendiri. Oleh karena demam kerinduan yang membakar didalam hatiku,&lt;br /&gt;saya merasa seolah-olah berada di tengah-tengah kebakaran yang&lt;br /&gt;berkobar di hutan, sekarang hatiku berkobar dengan api keduka-citaan"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bharata sangat bingung mencari rusa yang hilang di jalan-jalan yang&lt;br /&gt;berbahaya di hutan, dan tiba-tiba dia jatuh dan mendapat luka parah.&lt;br /&gt;Bharata tergeletak di sana pada saat hampir meninggal, dan dia&lt;br /&gt;melihat bahwa rusa nya tiba-tiba muncul dan duduk di sisinya,&lt;br /&gt;menjaga dirinya seperti putra mencintai ayahnya. Demikian, pada saat&lt;br /&gt;menemui ajalnya, pikiran sang Raja Bharata berpusat sepenuhnya&lt;br /&gt;kepada rusa itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Bhagavad-gita kita dapat belajar, keadaan manapun yang di ingat&lt;br /&gt;seseorang pada saat ia meninggalkan badannya, pasti keadaan itulah&lt;br /&gt;yang akan dicapainya ... dalam penjelmaan berikutnya, maharaja&lt;br /&gt;Bharata masuk ke dalam tubuh seekor rusa. kebanyakan mahluk hidup&lt;br /&gt;tidak mengingat penjelmaannya yang lalu, tetapi oleh karena kemajuan&lt;br /&gt;rohani yang telah di capai sang raja dalam penjelmaan sebelumnya,&lt;br /&gt;walaupun dia didalam badan seekor rusa, dia dapat mengerti mengapa&lt;br /&gt;ia lahir dalam badan itu. Dia mulai menyesal "saya telah&lt;br /&gt;meninggalkan keluarga dan kerajaan lalu pergi ke tempat sunyi di&lt;br /&gt;hutan untuk bersemadi, dan di tempat itu saya merenungkan Tuhan yang&lt;br /&gt;menguasai alam semesta. Tetapi oleh karena kebodohan saya, ... saya&lt;br /&gt;membiarkan pikiran menjadi terikat kepada ... anehnya ... seekor&lt;br /&gt;rusa. Sekarang saya telah menerima badan seperti itu sesuai dengan&lt;br /&gt;peraturan. Tiada orang yang dapat selain diriku sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bharata sudah mendapat pelajaran yang berharga, karena itu walaupun&lt;br /&gt;dia sudah menjadi rusa, dia dapat melanjutkan kemajuannya dalam&lt;br /&gt;keinsyafan diri. Dia menjadi lepas dari segala keinginan material.&lt;br /&gt;Dia tidak lagi memperdulikan rumput hijau yang enak, ataupun&lt;br /&gt;memikirkan panjang tanduknya. Begitu pula, ia meninggalkan pergaulan&lt;br /&gt;dengan segala rusa, jantan maupun betina, meninggalkan ibunya di&lt;br /&gt;pegunungan Kalanjara, tempat lahirnya. Ia kembali ke pulaha-asrama,&lt;br /&gt;tempat ia telah mempraktekkan semedi didalam penjelmaan yang lalu.&lt;br /&gt;Tetapi kali ini dia hati-hati supaya tidak pernah lupa kepada&lt;br /&gt;kepribadian Tuhan Yang Maha Esa. Ia tinggal dekat asrama orang-orang&lt;br /&gt;suci dan resi-resi yang mulia, dan menghindari segala hubungan&lt;br /&gt;dengan orang duniawi, hidup dengan sederhana sekali, dan hanya makan&lt;br /&gt;daun yang keras dan kering. Pada saat meninggal, Bharata&lt;br /&gt;meninggalkan badan rusa, dan dengan suara keras ia mengucapkan doa&lt;br /&gt;berikut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa adalah sumber segala pengetahuan,&lt;br /&gt;penguasa seluruh ciptaan, dan roh yang utama didalam hati setiap&lt;br /&gt;makhluk hidup."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam penjelmaan berikutnya, maharaja Bharata lahir dalam keluarga&lt;br /&gt;seorang Brahmana yang suci dan murni, dan didalam penjelmaan itu dia&lt;br /&gt;bernama Jada Bharata. Atas karunia Tuhan, sekali lagi dia dapat&lt;br /&gt;ingat kepada penjelmaan-penjelmaan yang lalu ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ilustrasi diatas saya kutib dari sebuah kitab yang dikarang oleh Om&lt;br /&gt;Visnupada, sebagai arahan untuk mengerti apa itu reinkarnasi ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didalam diri manusia ada roh pribadi yang abadi, tidak mati, namun&lt;br /&gt;bukan berarti kita akan hidup seperti yang digambarkan oleh Om&lt;br /&gt;Visnupada, sebab pendapat ini terdapat kelemahan yang akan timbul.&lt;br /&gt;Bagaimana halnya orang yang sudah sampai moksa, ... mencapai&lt;br /&gt;tuhan ... karena baginya tidak akan mengalami reinkarnasi lagi. Jika&lt;br /&gt;demikian halnya roh-roh orang yang hidupnya bersih, sebagai resi,&lt;br /&gt;pendeta yang tidak terikat oleh alam nafsunya, maka ia akan kembali&lt;br /&gt;kepada roh utama (Tuhan Yang Maha Esa), maka jika hal ini terjadi&lt;br /&gt;populasi manusia akan berkurang...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggaplah pada suatu zaman nabi Adam ada sepuluh orang yang&lt;br /&gt;dilahirkan oleh beliau, diantaranya ada yang baik dan ada yang&lt;br /&gt;jahat ... kalau jumlah yang baik itu ada lima orang maka yang lima&lt;br /&gt;lagi akan reinkarnasi ... menjadi binatang ... atau tergantung&lt;br /&gt;kecintaannya kepada materi dia akan menjelma. Dan jika didalam&lt;br /&gt;penjelmaannya dia ternyata menginsyafi dirinya akan kesalahan,&lt;br /&gt;sebagaimana raja Bharata menginsyafi kesalahannya, maka mereka akan&lt;br /&gt;kembali sebagai manusia suci dan akan mati sebagai orang suci yang&lt;br /&gt;tidak kembali mengalami reinkarnasi. Artinya lama-kelamaan roh akan&lt;br /&gt;habis di karenakan roh itu kembali kepada roh Utama (Tuhan Yang maha&lt;br /&gt;esa)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sebagian orang mengutip Al Qur'an untuk mendukung ajaran&lt;br /&gt;reinkarnasi yang sekarang lagi semarak, didalam surat Al Baqarah :28&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mengapa kamu kafir kepada Allah, padahal kamu tadinya mati, lalu&lt;br /&gt;Allah menghidupkan kamu, kemudian kamu dimatikan dan di hidupkan-Nya&lt;br /&gt;kembali, kemudian kepada-Nya lah kamu di kembalikan."&lt;br /&gt;Pada awalnya manusia tidak ada (mati) ... lalu Allah menciptakan&lt;br /&gt;manusia dari sari/ekstrak alam kemudian menghembuskan roh dari-Nya&lt;br /&gt;kedalam tubuh (lihat Al hijir 28-29) dan ia menjadi hidup ...&lt;br /&gt;didalam alam rahim ... kemudian ia melepaskan dari ikatan alam rahim&lt;br /&gt;menuju alam dunia ... kemudian ia melepaskan dari ikatan alam&lt;br /&gt;dunia ... menuju alam barzah ... kemudian ia melepaskan alam barzah&lt;br /&gt;menuju alam syurga atau neraka, kemudian ia melepaskan kembali&lt;br /&gt;menuju Allah Azza wajalla. (bisa di baca dalam tafsir Shafwatut&lt;br /&gt;Tafaasir, karangan Prof Ali As Shabuni, Beirut)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bandingkan dengan pendapat tentang reinkarnasi, didalam ajaran&lt;br /&gt;reinkarnasi, jika ia masih terikat oleh kehidupan alam materi, maka&lt;br /&gt;ia akan menjalani kehidupan pada apa yang ia pikirkan, misalnya&lt;br /&gt;kepada binatang: kuda, tumbuhan, dll. Sebaliknya didalam Islam jika&lt;br /&gt;manusia terikat oleh alamnya (hubbud dunya cinta dunia) maka ia akan&lt;br /&gt;tertolak kembali kepada Allah, ... rohnya tetap pada kesadaran&lt;br /&gt;sebagai manusia namun roh yang tersiksa oleh karena Tuhan&lt;br /&gt;menolaknya, ... dan keadaan ini disebut siksa atau kesengsaraan alam&lt;br /&gt;barzah (siksan kubur). Ia tidak menjelma menjadi binatang, akan&lt;br /&gt;tetapi ia hanya terikat oleh karena masih cinta kepada binatang atau&lt;br /&gt;dunia yang dipikirkannya ... memang pendapat ini hampir sama,&lt;br /&gt;perbedaannya adalah jika pada reinkarnasi terikat kepada dunia akan&lt;br /&gt;menimbulkan jelmaan makhluk baru, sedangkan dalam Islam&lt;br /&gt;keterikatannya kepada alam ,ia akan terhalang menuju Tuhannya, namun&lt;br /&gt;ia tidak menjelma sebagai alam ... kesamaanya adalah keabadian&lt;br /&gt;roh, ... perbedaannya roh manusia bagi Hindu adalah roh Tuhan yang&lt;br /&gt;menitis menjelma sebagai manusia.(emanasi), hal ini di idealisasikan&lt;br /&gt;kepada Sri Krisna, dimana orang banyak menyembah Sang Krisna sebagai&lt;br /&gt;perwujudan Tuhan, sebab jika manusia sudah terlepas dari keterikatan&lt;br /&gt;pada dunia materi, maka ia adalah Tuhan itu sendiri yaitu roh utama,&lt;br /&gt;atau sukma kawekas ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan itulah kira-kira yang banyak mempengaruhi sufisme di Jawa dan di&lt;br /&gt;India yang mengaku Anal Haq (Akulah kebenaran/Tuhan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikan uraian saya masalah reinkarnasi, ... dan saya mohon maaf&lt;br /&gt;kepada saudaraku yang beragama Hindu. Bukan saya mengusik faham yang&lt;br /&gt;anda yakini, akan tetapi saya akan menjelaskan kepastian pendapat&lt;br /&gt;untuk membedakan agama Islam dan Hindu ... jadi biar tidak simpang&lt;br /&gt;siur ... Islam adalah Islam, Hindu adalah Hindu. Karena saya sadar&lt;br /&gt;pengetahuan masalah reinkarnasi banyak tidak dijelaskan oleh ulama&lt;br /&gt;kami, padahal di Jawa pengetahuan ini sudah menjadi budaya&lt;br /&gt;masyarakat. dengan adanya istilah menitis atau ketitisan roh ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya juga minta maaf juga kepada saudaraku, yang telah meminta saya&lt;br /&gt;untuk menjelaskan masalah reinkarnasi ini, karena&lt;br /&gt;tulisannya 'kebanyakan', ...mudah-mudahan tidak menjadikan anda&lt;br /&gt;jenuh ....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalamu'alaikkum warahmatullahi wabarakaatuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Sangkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya Allah, Ajari Kami Untuk Selalu Ingat Kepada-Mu, Bersyukur &amp;&lt;br /&gt;Khusyu' Beribadah" (Al Hadits)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2040832203992827244-9188646697887292817?l=yohannaarifin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/feeds/9188646697887292817/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/2010/04/ttg-reinkarnasi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2040832203992827244/posts/default/9188646697887292817'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2040832203992827244/posts/default/9188646697887292817'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/2010/04/ttg-reinkarnasi.html' title='ttg reinkarnasi'/><author><name>YOHANNA ARIFIN NOTE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15040018906039989275</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_XZIFKIW2b5Q/S6xY9onUsZI/AAAAAAAAAAU/_wVET1CIAnY/S220/DSC05831.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2040832203992827244.post-1174566434066332774</id><published>2010-04-11T02:19:00.000-07:00</published><updated>2010-04-11T02:21:21.632-07:00</updated><title type='text'>10 KESALAHAN YANG TERKADANG DILAKUKAN ISTRI</title><content type='html'>sebuah kisah nyata pertengkaran hebat suami istri yg gak sepantasnya&lt;br /&gt;dicontoh...apalagi melibatkan anak2 ...&lt;br /&gt;mohon dijadikan pelajaran..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begini ceritanya...&lt;br /&gt;Ratna adalah seorang ibu rumah tangga yg selalu setia pd suaminya..dia selalu&lt;br /&gt;menunggu kedatangan suaminya pulang dr kantor utk menyambutnya dgn cinta dan&lt;br /&gt;kasih sayang....&lt;br /&gt;suatu hari, ratna ingin memasakkan makanan istimewa utk suaminya..dia&lt;br /&gt;menelpon Handphone sang suami utk menanyakan apa makanan yg diinginkan nya&lt;br /&gt;hari ini..&lt;br /&gt;Aahh...ternyata pulsa ratna habis...&lt;br /&gt;dia berteriak pd tono, anaknya yg lagi maen PS di lantai atas..&lt;br /&gt;Ton...tolong telponin HP Papa mu, pulsa mama habis nih...bilang Papa, "Mama&lt;br /&gt;nanyain mo makan apa papa hari ini..."&lt;br /&gt;"iya ma..." jawab tono...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lama kemudian tono turun...&lt;br /&gt;"udah 3 kali tono telpon..papa gak jawab ma..yg jawab malah cewek" ujar tono..&lt;br /&gt;muka ratna merah padam..tapi dia berusaha menahan kemarahan di depan&lt;br /&gt;anaknya..&lt;br /&gt;"ya sudah kamu naik ke atas" katanya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sore sang suami pulang..&lt;br /&gt;tanpa ba...bi...bu... ratna lsg memukulnya dengan sapu di rumah..&lt;br /&gt;tanpa ampun..&lt;br /&gt;sang suami berteriak teriak kesakitan...&lt;br /&gt;ratna tdk peduli lagi , kemarahannya memuncak....&lt;br /&gt;para tetangga berdatangan dan melerai...&lt;br /&gt;pak RT juga datang..&lt;br /&gt;setelah disabarkan.. ratna menanyakan pada suaminya..siapa wanita yg&lt;br /&gt;diselingkuhinya..&lt;br /&gt;sang suami membantah...mereka saling tuduh..&lt;br /&gt;Akhirnya tono dipanggil. "Ini saksinya..anakmu...3 kali dia menelpon hp&lt;br /&gt;mu...yg jawab pelacurmu itu.." ujar ratna kasar...&lt;br /&gt;"Bilang ton....apa bener kamu denger cewek ngangkat hp papa... !!!!"&lt;br /&gt;"i..i..i..yaaa.. pa..."&lt;br /&gt;"Hahh...bohong kamu,...!!!!!!..emang cewek itu bilang apa ?"...&lt;br /&gt;Di..di....di..aa bilang...:&lt;br /&gt;"nomor yang anda tuju sedang tidak aktif atau berada di luar servis&lt;br /&gt;area..cobalah beberapa saat lagi...."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*******************************************************&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membaca kisah di atas, mungkin kita (para ibu2/istri) tertawa/ senyum2 sendiri. Mungkin banyak kejadian2 lain di dalam rumah tangga yang tanpa kita sadari adalah kesalahan kita sendiri.&lt;br /&gt;Catatan ini bukan bermaksud mengurui hanya sekedar saling mengingatkan.&lt;br /&gt;Karena kita adalah matahari dalam rumah kita yang selalu menyinari dan memberikan semangat para penghuninya.&lt;br /&gt;Walau ada pepatah mulia yang mengatakan "surga ada di bawah telapak kaki ibu", tapi kita menyadari ibu adalah manusia biasa yang bisa salah dan khilaf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diantara kesalahan-kesalahan yang terkadang dilakukan seorang istri sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Menuntut keluarga yang ideal dan sempurna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum menikah, seorang wanita membayangkan pernikahan yang begitu indah, kehidupan yang sangat romantis sebagaimana ia baca dalam novel maupun ia saksikan dalam sinetron-sinetron.&lt;br /&gt;Ia memiliki gambaran yang sangat ideal dari sebuah pernikahan. Kelelahan yang sangat, cape, masalah keuangan, dan segudang problematika di dalam sebuah keluarga luput dari gambaran nya.&lt;br /&gt;Ia hanya membayangkan yang indah-indah dan enak-enak dalam sebuah perkawinan.&lt;br /&gt;Akhirnya, ketika ia harus menghadapi semua itu, ia tidak siap. Ia kurang bisa menerima keadaan, hal ini terjadi berlarut-larut, ia selalu saja menuntut suaminya agar keluarga yang mereka bina sesuai dengan gambaran ideal yang senantiasa ia impikan sejak muda.&lt;br /&gt;Seorang wanita yang hendak menikah, alangkah baiknya jika ia melihat lembaga perkawinan dengan pemahaman yang utuh, tidak sepotong-potong, romantika keluarga beserta problematika yang ada di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Nusyus (tidak taat kepada suami)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nusyus adalah sikap membangkang, tidak patuh dan tidak taat kepada suami. Wanita yang melakukan nusyus adalah wanita yang melawan suami, melanggar perintahnya, tidak taat kepadanya, dan tidak ridha pada kedudukan yang Allah Subhanahu wa Ta'ala telah tetapkan untuknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nusyus memiliki beberapa bentuk, diantaranya adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Menolak ajakan suami ketika mengajaknya ke tempat tidur, dengan terang-terangan maupun secara samar.&lt;br /&gt;2. Mengkhianati suami, misalnya dengan menjalin hubungan gelap dengan pria lain.&lt;br /&gt;3. Memasukkan seseorang yang tidak disenangi suami ke dalam rumah&lt;br /&gt;4. Lalai dalam melayani suami&lt;br /&gt;5. Mubazir dan menghambur-hamburkan uang pada yang bukan tempatnya&lt;br /&gt;6. Menyakiti suami dengan tutur kata yang buruk, mencela, dan mengejeknya&lt;br /&gt;7. Keluar rumah tanpa izin suami&lt;br /&gt;8. Menyebarkan dan mencela rahasia-rahasia suami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang istri shalihah akan senantiasa menempatkan ketaatan kepada suami di atas segala-galanya. Tentu saja bukan ketaatan dalam kedurhakaan kepada Allah, karena tidak ada ketaatan dalam maksiat kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Ia akan taat kapan pun, dalam situasi apapun, senang maupun susah, lapang maupun sempit, suka ataupun duka. Ketaatan istri seperti ini sangat besar pengaruhnya dalam menumbuhkan cinta dan memelihara kesetiaan suami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Tidak menyukai keluarga suami&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkadang seorang istri menginginkan agar seluruh perhatian dan kasih sayang sang suami hanya tercurah pada dirinya. Tak boleh sedikit pun waktu dan perhatian diberikan kepada selainnya. Termasuk juga kepada orang tua suami. Padahal, di satu sisi, suami harus berbakti dan memuliakan orang tuanya, terlebih ibunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu bentuknya adalah cemburu terhadap ibu mertuanya. Ia menganggap ibu mertua sebagai pesaing utama dalam mendapatkan cinta, perhatian, dan kasih sayang suami. Terkadang, sebagian istri berani menghina dan melecehkan orang tua suami, bahkan ia tak jarang berusaha merayu suami untuk berbuat durhaka kepada orang tuanya. Terkadang istri sengaja mencari-cari kesalahan dan kelemahan orang tua dan keluarga suami, atau membesar-besarkan suatu masalah, bahkan tak segan untuk memfitnah keluarga suami.&lt;br /&gt;Ada juga seorang istri yang menuntut suaminya agar lebih menyukai keluarga istri, ia berusaha menjauhkan suami dari keluarganya dengan berbagai cara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikatan pernikahan bukan hanya menyatukan dua insan dalam sebuah lembaga pernikahan, namun juga 'pernikahan antar keluarga'. Kedua orang tua suami adalah orang tua istri, keluarga suami adalah keluarga istri, demikian sebaliknya. Menjalin hubungan baik dengan keluarga suami merupakan salah satu keharmonisan keluarga. Suami akan merasa tenang dan bahagia jika istrinya mampu memposisikan dirinya dalam kelurga suami. Hal ini akan menambah cinta dan kasih sayang suami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Tidak menjaga penampilan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkadang, seorang istri berhias, berdandan, dan mengenakan pakaian yang indah hanya ketika ia keluar rumah, ketika hendak bepergian, menghadiri undangan, ke kantor, mengunjungi saudara maupun teman-temannya, pergi ke tempat perbelanjaan, atau ketika ada acara lainnya di luar rumah. Keadaan ini sungguh berbalik ketika ia di depan suaminya. Ia tidak peduli dengan tubuhnya yang kotor, cukup hanya mengenakan pakaian seadanya: terkadang kotor, lusuh, dan berbau, rambutnya kusut masai, ia juga hanya mencukupkan dengan aroma dapur yang menyengat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika keadaan ini terus menerus dipelihara oleh istri, jangan heran jika suami tidak betah di rumah, ia lebih suka menghabiskan waktunya di luar ketimbang di rumah. Semestinya, berhiasnya dia lebih ditujukan kepada suami Janganlah keindahan yang telah dianugerahkan oleh Allah diberikan kepada orang lain, padahal suami nya di rumah lebih berhak untuk itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Kurang berterima kasih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak jarang, seorang suami tidak mampu memenuhi keinginan sang istri. Apa yang diberikan suami jauh dari apa yang ia harapkan. Ia tidak puas dengan apa yang diberikan suami, meskipun suaminya sudah berusaha secara maksimal untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan keinginan-keinginan istrinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istri kurang bahkan tidak memiliki rasa terima kasih kepada suaminya. Ia tidak bersyukur atas karunia Allah yang diberikan kepadanya lewat suaminya. Ia senantiasa merasa sempit dan kekurangan. Sifat qona'ah dan ridho terhadap apa yang diberikan Allah kepadanya sangat jauh dari dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang istri yang shalihah tentunya mampu memahami keterbatasan kemampuan suami. Ia tidak akan membebani suami dengan sesuatu yang tidak mampu dilakukan suami. Ia akan berterima kasih dan mensyukuri apa yang telah diberikan suami. Ia bersyukur atas nikmat yang dikaruniakan Allah kepadanya, dengan bersyukur, insya Allah, nikmat Allah akan bertambah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya adzab-Ku sangat pedih."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Mengingkari kebaikan suami&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wanita merupakan mayoritas penduduk neraka."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian disampaikan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam setelah shalat gerhana ketika terjadi gerhana matahari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ajaib� !! wanita sangat dimuliakan di mata Islam, bahkan seorang ibu memperoleh hak untuk dihormati tiga kali lebih besar ketimbang ayah. Sosok yang dimuliakan, namun malah menjadi penghuni mayoritas neraka. Bagaimana ini terjadi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Karena kekufuran mereka," jawab Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam ketika para sabahat bertanya mengapa hal itu bisa terjadi. Apakah mereka mengingkari Allah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan, mereka tidak mengingkari Allah, tapi mereka mengingkari suami dan kebaikan-kebaikan yang telah diperbuat suaminya. Andaikata seorang suami berbuat kebaikan sepanjang masa, kemudian seorang istri melihat sesuatu yang tidak disenanginya dari seorang suami, maka si istri akan mengatakan bahwa ia tidak melihat kebaikan sedikitpun dari suaminya. Demikian penjelasan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam dalam hadits yang diriwayatkan Bukhari (5197).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengingkari suami dan kebaikan-kebaikan yang telah dilakukan suami!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah penyebab banyaknya kaum wanita berada di dalam neraka. Mari kita lihat diri setiap kita� kita saling introspeksi � apa dan bagaimana yang telah kita lakukan kepada suami-suami kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita terbebas dari yang demikian, alhamdulillah. Itulah yang kita harapkan. Berita gembira untukmu wahai saudariku.&lt;br /&gt;Namun jika tidak, kita (sering) mengingkari suami, mengingkari kebaikan-kebaikannya� maka berhati-hatilah dengan apa yang telah disinyalir oleh Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam. Bertobat� satu-satunya pilihan utuk terhindar dari pedihnya siksa neraka. Selama matahari belum terbit dari barat, atau nafas telah ada di kerongkongan� masih ada waktu untuk bertobat. Tapi mengapa mesti nanti? Mengapa mesti menunggu sakaratul maut?&lt;br /&gt;Janganlah engkau katakan besok dan besok wahai saudariku; kejarlah ajalmu� bukankah engkau tidak tahu kapan engkau akan menemui Robb mu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidaklah seorang isteri yang menyakiti suaminya di dunia, melainkan isterinya (di akhirat kelak): bidadari yang menjadi pasangan suaminya (berkata): "Jangan engkau menyakitinya, kelak kamu dimurkai Allah, seorang suami begimu hanyalah seorang tamu yang bisa segera berpisah dengan kamu menuju kami." (HR. At Tirmidzi, hasan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai saudariku, mari kita lihat� apa yang telah kita lakukan selama ini � jangan pernah bosan dan henti untuk introspeksi diri� jangan sampai apa yang kita lakukan tanpa kita sadari membawa kita kepada neraka, yang kedahsyatannya� tentu sudah Engkau ketahui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika suatu saat, muncul sesuatu yang tidak kita sukai dari suami; janganlah kita mengingkari dan melupakan semua kebaikan yang telah suami kita lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maka lihatlah kedudukanmu di sisinya. Sesungguhnya suamimu adalah surga dan nerakamu." (HR.Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Mengungkit-ungkit kebaikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap orang tentunya memiliki kebaikan, tak terkecuali seorang istri. Yang jadi masalah adalah jika seorang istri menyebut kebaikan-kebaikannya di depan suami dalam rangka mengungkit-ungkit kebaikannya semata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima)." [Al Baqarah: 264]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Dzar radhiyallahu 'Anhu meriwayatkan, bahwasanya Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda, "Ada tiga kelompok manusia dimana Allah tidak akan berbicara dan tak akan memandang mereka pada hari kiamat. Dia tidak mensucikan mereka dan untuk mereka adzab yang pedih."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Dzar radhiyallahu 'anhu berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengatakannya sebanyak tiga kali." Lalu Abu Dzar bertanya, "Siapakah mereka yang rugi itu, wahai Rasulullah?" Beliau menjawab, "Orang yang menjulurkan kain sarungnya ke bawah mata kaki (isbal), orang yang suka mengungkit-ungkit kebaikannya dan orang yang suka bersumpah palsu ketika menjual. " [HR. Muslim]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Sibuk di luar rumah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang istri terkadang memiliki banyak kesibukan di luar rumah. Kesibukan ini tidak ada salahnya, asalkan mendapat izin suami dan tidak sampai mengabaikan tugas dan tanggung jawabnya.&lt;br /&gt;Jangan sampai aktivitas tersebut melalaikan tanggung jawab nya sebagai seorang istri. Jangan sampai amanah yang sudah dipikulnya terabaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika suami pulang dari mencari nafkah, ia mendapati rumah belum beres, cucian masih menumpuk, hidangan belum siap, anak-anak belum mandi, dan lain sebagainya. Jika ini terjadi terus menerus, bisa jadi suami tidak betah di rumah, ia lebih suka menghabiskan waktunya di luar atau di kantor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Cemburu buta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cemburu merupakan tabiat wanita, ia merupakan suatu ekspresi cinta. Dalam batas-batas tertentu, dapat dikatakan wajar bila seorang istri merasa cemburu dan memendam rasa curiga kepada suami yang jarang berada di rumah. Namun jika rasa cemburu ini berlebihan, melampaui batas, tidak mendasar, dan hanya berasal dari praduga; maka rasa cemburu ini dapat berubah menjadi cemburu yang tercela.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cemburu yang disyariatkan adalah cemburunya istri terhadap suami karena kemaksiatan yang dilakukannya, misalnya: berzina, mengurangi hak-hak nya, menzhaliminya, atau lebih mendahulukan istri lain ketimbang dirinya. Jika terdapat tanda-tanda yang membenarkan hal ini, maka ini adalah cemburu yang terpuji. Jika hanya dugaan belaka tanpa fakta dan bukti, maka ini adalah cemburu yang tercela.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kecurigaan istri berlebihan, tidak berdasar pada fakta dan bukti, cemburu buta, hal ini tentunya akan mengundang kekesalan dan kejengkelan suami. Ia tidak akan pernah merasa nyaman ketika ada di rumah. Bahkan, tidak menutup kemungkinan, kejengkelannya akan dilampiaskan dengan cara melakukan apa yang disangkakan istri kepada dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Kurang menjaga perasaan suami&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepekaan suami maupun istri terhadap perasaan pasangannya sangat diperlukan untuk menghindari terjadinya konflik, kesalahpahaman, dan ketersinggungan. Seorang istri hendaknya senantiasa berhati-hati dalam setiap ucapan dan perbuatannya agar tidak menyakiti perasaan suami, ia mampu menjaga lisannya dari kebiasaan mencaci, berkata keras, dan mengkritik dengan cara memojokkan. Istri selalu berusaha untuk menampakkan wajah yang ramah, menyenangkan, tidak bermuka masam, dan menyejukkan ketika dipandang suaminya&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2040832203992827244-1174566434066332774?l=yohannaarifin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/feeds/1174566434066332774/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/2010/04/10-kesalahan-yang-terkadang-dilakukan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2040832203992827244/posts/default/1174566434066332774'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2040832203992827244/posts/default/1174566434066332774'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/2010/04/10-kesalahan-yang-terkadang-dilakukan.html' title='10 KESALAHAN YANG TERKADANG DILAKUKAN ISTRI'/><author><name>YOHANNA ARIFIN NOTE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15040018906039989275</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_XZIFKIW2b5Q/S6xY9onUsZI/AAAAAAAAAAU/_wVET1CIAnY/S220/DSC05831.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2040832203992827244.post-6020672814102106389</id><published>2010-04-11T02:16:00.000-07:00</published><updated>2010-04-11T02:19:11.226-07:00</updated><title type='text'>berterimakasih lah pd org2 yg menyakiti anda</title><content type='html'>Halo Semua pembaca blog ataupun yang baru mampir.. Pakabarnya? Wah, senang sekali saya akhir-akhir ini, blog antonhuang.com ini, blog sharing motivasi dan inspirasi bisnis, cerita motivasi, kata-kata mutiara, kata bijak,cerita bijak, cerita hikmah, kata motivasi dan cerita seru, xxx files, ini meningkat kunjungannya. Jumlah visit perhari ke webblog ini tembus di atas 200 visits per hari. Yah, ini kegembiraan buat saya, karena goalsetting saya untuk jumlah visit tembus &gt; 200 per hari, selama beberapa bulan kemarin berkisar 100an visits. Ini semua berkat para pembaca, terima kasih saya ucapkan. Mungkin bagi banyak orang yang webnya rame, ada yang bahkan sampe ribuan visits per hari, visits saya yang 200an per hari ini masih kecil, saya berterimakasih pada web yang rame itu, karena jadi motivasi buat saya untuk selalu meningkatkan jumlah visits dengan meningkatkan mutu isi webblog ini (Maklum, saya gaptek soal internet dan pemrograman web, hehe… jadi kurang mengerti tentang SEO web, saya belajar autodidak aja.., sambil nyontek kanan kiri dengan blog-blog yang tingkat kunjungannya rame yang mau membagikan ilmu-ilmunya pada saya. Ehmmm… kalo soal belajar, ada banyak tempat belajar, belajar apapun itu. Ada banyak orang tempat kita bisa belajar. Kita bukan cuma bisa belajar dari seorang professor, kita pun bahkan bisa belajar pada orang-orang yang sudah menyusahkan kita, pada orang-orang yang sudah menyakiti kita. Saya sendiri (anton huang…) mendapatkan pelajaran tentang properti ketika berurusan dengan seseorang yang rasanya waktu itu sakit menyebalkan, menyakitkan saya. Sebuah pelajaran berharga tentang jual beli properti saya dapatkan dari orang ini. Nah, ini ada catatan harian seorang tokoh sukses yang bernama Gede Prama (bukan saya loh, masih jauh dari sukses….). Catatan Harian Gede Prama ini mengingatkan lagi bahwa kita bisa belajar banyak justru pada orang-orang yang mungkin terasa menyakitkan, tidak enak bagi anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sewaktu mahasiswa saya pernah membaca sebuah buku berjudul Pedogogy for the Oppress (Pendidikan bagi Kaum Tertindas) yang ditulis oleh Paulo Freire, peneliti Amerika Latin. Salah satu kalimat yang masih saya ingat sampai sekarang berbunyi, “Setiap orang pada dasarnya adalah guru, dan setiap tempat adalah sekolah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja saya tidak setuju dengan kata-kata itu. Bagaimana tidak, saya mempunyai kriteria yang cukup tinggi mengenai seseorang yang pantas disebut guru. Seorang guru haruslah bisa digugu dan ditiru. Ia haruslah menjadi role model. Selain itu ia juga harus memiliki kemampuan yang lebih dibandingkan dengan saya sendiri, paling tidak ia menguasai sesuatu yang tidak saya kuasai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun itu pendapat saya dahulu. Belakangan saya harus merevisi kembali pandangan itu. Pengalaman hidup justru mengajarkan pada saya bahwa pendapat Freire benar adanya. Saya belajar bukan hanya dari orang-orang yang saya hormati, melainkan justru dari orang-orang yang menyusahkan. Bahkan, pelajaran yang saya terima dari orang-orang yang menyusahkan jauh lebih powerful karena merasuk jauh kedalam pikiran dan sanubari saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bilamana orang-orang baik memberikan pelajaran melalui pengalaman yang menyenangkan, maka orang-orang yang menyusahkan justru memberikan pengalaman yang pahit dan getir, sebuah pelajaran yang tak akan terlupakan sepanjang hidup kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belakangan saya membaca sebuah buku yang menarik berjudul Thank You for Being Such A Pain karya Mark I Rosen. Buku ini makin memperkuat pendapat saya mengenai betapa pentingnya peranan yang dimainkan oleh orang-orang yang menyusahkan dalam hidup kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengalaman yang menyenangkan lebih mudah kita kupakan, karena hal itu tidak masuk terlalu dalam ke dalam memori kita atau bahkan kita menganggap sepele (taken for granted). Kalau bawahan melayani kita dengan sepenuh hati, kita mungkin berpikir bahwa itu sudah merupakan tugasnya. Kalau atasan kita ramah, baik hati dan mau mengerti, kita mungkin berpikir bahwa memang seperti itulah yang harus dilakukan seorang atasan. Kalau rekan kerja kita kooperatif, kita mungkin beragumentasi bahwa memang kewajiban setiap orang adalah saling membantu. Kalau pasangan hidup kita penuh perhatian, mungkin kita akan berpikir bahwa ini sudah merupakan hak kita. Bahwa kita memang berhak menerima perlakuan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau begitu, pelajaran apakah yang dapat kita ambil dari orang-orang yang menyenangkan tersebut ? Mungkin ada, tetapi pasti tidak akan semendalam pelajaran dari pengalaman yang menyakitkan. Misalkan saja, ada seseorang yang menghina Anda, mengeluarkan kata-kata yang menyakiti Anda. Mudahkan Anda melupakannya ? Kemungkinan tidak. Biasanya kita malah memikirkan bagimana membalas sakit hati kita. Namun justru disinilah manfaat yang diberikan orang-orang ini. Mereka sebenarnya telah memberikan experential learning yang tidak akan mungkin kita lupakan, yaitu mengenai betapa sakit rasanya diperlakukan seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa sakit yang luar biasa ini sangat kita perlukan untuk membantu kita memahami perasaan yang akan dirasakan orang lain bila kita melakukan tindakan yang sama. Memahami lebih dari sekedar mengetahui. Kalau Anda mengetahui sesuatu, Anda belum paham karena Anda baru masuk ke ‘teorinya’, tapi kalau Anda sudah merasakannya, Anda akan memahami. Anda bahkan akan masuk ke alam kesadaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pernah mempunyai atasan yang senang memaki-maki dan merendahkan harga diri orang lain. Namun, ia sangat berjasa kepada saya karena memberikan pelajaran mengenai betapa sakitnya diperlakukan demikian. Saya kemudian berjanji kepada diri sendiri untuk tidak akan pernah menyakiti dan merendahkan harga diri orang lain dalam situasi apa pun. Saya benar-benar sadar bahwa setiap orang ingin dianggap penting dan diperlakukan dengan penuh hormat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang teman yang suka menjelek-jelekkan saya di belakang juga telah menjadi guru besar saya. Ia telah menyadarkan saya akan pentingnya bersikap loyal terhadap orang yang tidak hadir (loyal to the absent). Tentu saja, saya sudah pernah mempelajari buruknya menggosipkan orang lain dari buku-buku, kitab suci ataupun beberapa pelatihan perilaku, tetapi pelajaran yang paling merasuk jiwa saya justru saya dapatkan dari kawan saya itu. Rasa sakit yang saya alami justru membuat saya ‘bersumpah’ untuk tidak akan pernah melakukan perilaku yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu alih-alih membenci orang ini, kita seharusnya malah berterimakasih kepada mereka. Berterima kasih disini bukan dalam pengertian sinisme. Melainkan berterima kasih secara tulus dan dari lubuk hati kita yang paling dalam. Bukankah hanya orang-orang ini yang berani mengambil resiko untuk menjadi orang yang tidak disukai ? Bukankah mereka telah mengajarkan kepada kita untuk menjadi jauh lebih baik dari hari ke hari ? Bukankah dengan pengalaman pahit yang mereka berikan, kita dapat tumbuh secara spiritual ? Bahkan dalam konteks yang lebih luas, orang-orang itu sebenarnya telah diutus oleh Tuhan untuk berjumpa dengan kita di dunia ini, dan mengajarkan sesuatu yang tak dapat diajarkan oleh kawan-kawan dan sahabat-sahabat kita yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, Sekarang ini, jumpai atau hubungi orang-orang yang sudah menyakitkan hati anda, dan berjabatan tangan dan ucapkan terima kasih yang tulus pada mereka, karena berkat mereka, anda mendapatkan suatu pelajaran yang paling berharga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini sering membantu saya pribadi (anton huang). Saya merasa sangat termotivasi justru ketika saya mendapatkan ejekan-ejekan. Jadi beruntunglah anda yang pernah merasa terhina, diejek, anda ambil energinya dan pelajarannya, sehingga anda bisa sukses besar nantinya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2040832203992827244-6020672814102106389?l=yohannaarifin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/feeds/6020672814102106389/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/2010/04/berterimakasih-lah-pd-org2-yg-menyakiti.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2040832203992827244/posts/default/6020672814102106389'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2040832203992827244/posts/default/6020672814102106389'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/2010/04/berterimakasih-lah-pd-org2-yg-menyakiti.html' title='berterimakasih lah pd org2 yg menyakiti anda'/><author><name>YOHANNA ARIFIN NOTE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15040018906039989275</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_XZIFKIW2b5Q/S6xY9onUsZI/AAAAAAAAAAU/_wVET1CIAnY/S220/DSC05831.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2040832203992827244.post-6817670058941908493</id><published>2010-04-11T02:15:00.000-07:00</published><updated>2010-04-11T02:16:51.561-07:00</updated><title type='text'>mengenal kesempurnaan manusia(1)</title><content type='html'>1. Tentang Kesempurnaan&lt;br /&gt;Pengenalan Kesempurnaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Untuk mengenal kesempurnaan apapun, langkah awal yang harus dilakukan adalah mengenal substansi dan hakikat sesuatu tersebut, karena apabila hakikat sesuatu tidak menjadi jelas, maka mustahil ada kemungkinan untuk mengenal kesempurnaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Tuhan Yang Maha Mengetahui mencipta beragam eksistensi berdasarkan hikmah-Nya. Dalam mekanisme penciptaan tersebut, masing-masing eksistensi memiliki karakteristik dan kecenderungan tertentu dengan fungsi dan manfaat dalam syarat-syarat yang tertentu pula, sedemikian sehingga tujuan khusus dari masing-masing mereka berbeda dari selainnya dan masing-masing mereka pasti akan melakukan aktifitasnya dalam ruang lingkup dan asas yang telah ditentukan oleh Tuhan. Demikian juga, menghilangkan batasan dan ruang lingkup aktifitas masing-masing perangkat eksistensi atau bahkan pemusnahan salah satu dari wujud mereka ini senantiasa akan diiringi dengan kerugian global yang tidak bisa tergantikan. Dan karena di alam eksistensi ini mustahil terjadi perulangan penciptaan, dan setiap batas dan bentuk dengan seluruh syarat-syarat wujudnya mempunyai karakteristik dan pengaruh yang khas, maka tujuan dari maujud masing-masing penciptaan sama sekali tidak akan bisa digantikan oleh selainnya. Dalam ilmu tasawuf dan irfan teoritis, masalah ini dituangkan dalam bentuk sebuah kaidah yang mengatakan bahwa perulangan dalam tajalli dan penampakan adalah mustahil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Dari keempat poin di atas, yaitu 1. pengenalan kesempurnaan bergantung pada pengenalan substansi dan hakikat benda, 2. masing-masing eksistensi memiliki karakteristik, pengaruh dan manfaat tertentu dalam koridor syarat-syarat tertentu pula, 3. menghilangkan salah satu eksistensi dalam mekanisme penciptaan adalah mustahil dan akan menimbulkan kerusakan sistem, 4. pengulangan dalam penciptaan maujud-maujud tertentu adalah mustahil atau pengulangan dalam manifestasi adalah mustahil; akan bisa mengantarkan kita kepada pemahaman tentang mekanisme dan sistem penciptaan yang penuh dengan hikmah, agung, rapi dan teratur yang berujung pada dimensi yang menakjubkan akan kebesaran Sang Pencipta Alam Eksistensi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Di bawah ini kami akan menganalisa dan mengkaji satu persatu dari keempat poin di atas:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;1. Mengenal Kesempurnaan lewat Pengenalan Hakikat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengenalan kesempurnaan bergantung pada pengenalan hakikat, yaitu kita akan menemukan arah dan tujuan serta dimensi kesempurnaan wujud sesuatu sebatas kemampuan kita dalam mengenal hakikat dan esensinya. Pengetahuan manusia pun seluruhnya berputar mengelilingi tolok ukur ini, sedemikian sehingga setiap cabang ilmu hanya akan mengalami kemajuan dan perkembangan ketika telah mampu mengenal subyek-subyek yang ada di dalamnya secara mendetail dan telah mampu menemukan lebih banyak karakteristik dan keistimewaan serta pengaruh-pengaruh yang ditimbulkannya. Seorang ahli botani, selama dia belum mampu mengenali substansi sesuatu dan belum melakukan analisa dan eksperimen terhadap wujud sesuatu, maka dia tidak akan mampu menentukan khasiat dan karakteristik wujudnya dan memhami kesempurnaannya. Seseorang yang hingga saat ini tidak pernah melihat jeruk nipis dan tidak mengenal wujudnya, dia tidak akan mengetahui bahwa kesempurnaan jeruk nipis terletak pada keasamannya, semakin asam rasanya akan semakin sempurna keberadaan dan eksistensinya. Seseorang yang mengetahui substansi air, dia akan mengetahui bahwa paling sempurnanya air adalah yang tidak berasa, tidak berwarna, dan memiliki massa tertentu. Tentunya, terkadang pengenalan seperti ini diperoleh dari pengalaman berturut-turut dalam mengamati pengaruh-pengaruh suatu benda, dimana metodologi ini sama sekali tidak bertentangan dengan asumsi kami, karena dengan eksperimen terkadang esensi sesuatu dapat dikenali baik secara mutlak ataupun nisbi dan kemudian menentukan kesempurnaan dan tujuan wujudnya dengan berpijak pada pengenalan esensinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;2. Performansi Khas Setiap Eksistensi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap eksistensi di alam penciptaan mempunyai fungsi, manfaat, dan tanggung jawab khusus untuk melakukan suatu aktifitas dalam syarat-syarat yang tertentu. Kita mengetahui bahwa seekor kambing tidak akan terlahir dari seekor rubah dan biji kurma tidak akan pernah berbuah anggur, karena setiap wujud memiliki batasan, sifat, dan karakteristik khas yang membuatnya hanya bergerak dan beraktifitas pada batasan tertentu tersebut. Hal ini sedemikian sehingga ketika seorang ahli pertanian hendak memulai menanam bibit dan biji tertentu di lahan pertanian, pada awal tahapan itu juga dia telah mampu menggambarkan pekerjaan-pekerjaan yang akan dia hadapi pada sekian tahun yang akan datang, dia telah bisa menggambarkan keuntungannya, bentuk, dan kondisi buah serta panennya. Petani ini mengetahui tahapan pembibitan, penanaman, dan panennya, dan pengetahuannya ini tidak lain karena adanya pengenalan hakiki terhadap kesempurnaan wujud biji itu, hal ini terbukti dengan keberhasilan panen. Apabila pengetahuan ini tidak mendetail, maka tidak ada satu pekerjaanpun yang akan membawa ketenangan dalam kehidupan manusia dan tidak seorangpun akan rela melakukan suatu pekerjaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, kemudahan perputaran roda kehidupan masyarakat bergantung pada satu poin berikut bahwa seluruh pengaturan program-program kehidupan telah didesain berdasarkan fungsi dan peran penciptaan. Oleh karena itu, dengan mengenal manfaat setiap maujud berarti ia telah menetapkan asas usaha berdasarkan pengaturan di atas, yang hal ini akan mengantarakannya pada hasil yang sesuai. Sebagai misal, apabila seseorang menanam gandum akan tetapi yang keluar adalah padi, maka ketidakjelasan dan kebingungan yang muncul dari peristiwa ini sedemikian berat sehingga hal ini akan bisa mengakibatkan destruksi dan musnahnya generasi manusia pada masa yang akan datang.&lt;br /&gt;3. Pemusnahan Salah Satu Ciptaan Menyebabkan Kekacauan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Penghapusan salah satu asas penciptaan atau  pemusnahan salah satu wujud ciptaan niscaya akan menyebabkan kekacauan dan kehancuran mekanisme penciptaan. Mekanisme eksistensi merupakan satu realitas yang tunggal, dimana seluruh partikel-partikel dan anggota-anggota dalam mekanisme tersebut, beroperasi dan berjalan secara serasi, teratur, dan saling memberikan efek dan pengaruh, dan yang menakjubkan adalah bahwa seluruh realitas alam mengarah pada satu tujuan universal dan  senantiasa mengalami kesatuan dan keterikatan alami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Mengenai masalah ini, dalam filsafat Hikmah Muta'aliyah, Mulla Sadra menjelaskan bahwa alam eksistensi merupakan hakikat tunggal yang kemajemukan dan keberagamannya kembali kepada kemanunggalannya.[1] Alamah Thabathabai pada beberapa tempat dalam kitabnya al-Mizan menekankan tentang kesatuan alam eksistensi, keragaman aktifitas maujud, dan kesatuan tujuan dari majemuk eksistensi. Dari sini disimpulkan bahwa menghilangkan salah satu dari anggota eksistensi akan merusak sistem operasional global yang berlangsung pada seluruh eksistensi dan akan memicu ketidakseimbangan dalam seluruh dimensi mekanisme penciptaan. Tentunya menghapuskan salah satu realitas, fungsi, dan manfaat sesuatu dari alam eksistensi adalah berbeda dengan perubahan salah satu substansi menjadi substansi yang lain, dengan kata lain, kemungkinan terbakar dan musnahnya sebuah pohon adalah sangat mungkin terjadi, akan tetapi pohon yang telah terbakar itu tidak berarti bahwa ia telah menjadi tiada dan musnah dari alam wujud, melainkan ia hanya mengalami perubahan dari satu wujud ke wujud yang ain, dan persoalan ini secara normal terjadi pada seluruh maujud dan eksistensi alam. Yang mustahil terjadi adalah musnahnya satu satu eksistensi yakni keberadaannya terhapus dan hilang sama sekali dari mata rantai eksistensi, dan tidak mengalami perubahan ke dalam bentuk yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Beberapa waktu yang lalu pada salah satu negara barat, pihak pemerintah mengubah sebuah hutan menjadi sebuah jalan yang hal ini menjadi bahan aksi dan protes sekelompok ilmuwan, mereka mengatakan bahwa pemanfaatan yang tidak logis ini akan menyebabkan perubahan pada mekanisme ekosistim alam dan akan menciptakan lingkungan kehidupan yang tidak seimbang bagi generasi manusia mendatang. Demikian juga terdapat beberapa kelompok ilmuwan yang mengutarakan keberatannya ketika sekelompok lainnya hendak menciptakan obat-obatan untuk memusnahkan dan menghilangkan generasi nyamuk dan lalat dari alam eksistensi, para penentang mengatakan bahwa nyamuk dan lalat merupakan salah satu realitas penciptaan alam dan kita tidak boleh semudah itu untuk menghapuskannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah melakukan beberapa kali pengkajian ulang, akhirnya mereka sampai pada kesimpulan penting berikut bahwa apabila hal ini dilaksanakan maka manusia akan kehilangan anggota inti mekanisme penyerbukan, karena fertilisasi dan penyerbukan pada sekelompok besar tumbuhan dilakukan oleh makhluk-makhluk kecil ini. Jadi, setiap eksistensi wujud yang berada di alam ini, masing-masing bergerak sesuai dengan arah, tujuan, fungsi, karakter, sifat, manfaat, dan kewajiban mereka, dan aktifitas mereka di alam natural ini begitu jelas dan bertujuan, yang hal ini telah tertetapkan sebelumnya. Jadi, sebenarnya mereka semua bergerak ke tujuan satu dengan langkah-langkah yang berbeda, jelas, dan rasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;4. Kemustahilan Pengulangan Penciptaan Maujud Tertentu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernyataan ini mempunyai makna bahwa di alam mekanisme penciptaan eksistensi ini tidak diciptakan dua wujud yang memiliki sifat dan karakter yang mutlak sama. Dua helai daun dari sebuah pohon tidak akan pernah sama secara sempurna. Dua butir kacang, dua tangkai anggur, dua biji delima dalam sebuah delima, mustahil memiliki kesamaan secara mutlak, dan minimal mereka memiliki perbedaan pada ruang dan waktu. Pada poin ini, al-Quran mengisyarahkan dengan firman-Nya, "Setiap waktu Dia berada dalam kesibukan".[2] Yakni setiap "detik" Tuhan memencarkan rahmat-Nya dan mencipta suatu realitas yang khusus.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah 'akibat' senantiasa mengikuti 'sebabnya', dengan ini setiap maujud merupakan hasil dan 'akibat' dari 'sebabnya' sendiri dan senantiasa mengikuti rangkaian kausalitas wujud, dan pada dasarnya 'akibat' yang khas merupakan intisari dari 'sebab' khas, dimana bentuk dan karakteristik wujud 'akibat' pun memiliki kekhususan sesuai dengan yang diciptakan oleh sebab yang khas pula, karena itu 'akibat' juga mempunyai fungsi, manfaat, dan kecenderungan tertentu. Jadi, jelaslah bahwa kondisi, waktu, dan tingkatan wujud setiap 'sebab-sebab' memiliki perbedaan satu sama lain, dengan demikian konsekuensinya adalah juga terjadi perbedaan alami pada masing-masing 'akibat' yang diwujudkan oleh 'sebab-sebab' tersebut. Sebagai contoh, setiap orang tua akan melahirkan anak, dan anak-anak yang kelak merupakan orang tua masa datang ini akan melahirkan anak-anak pula yang memiliki keistimewaan dan karakteristik tertentu yang berbeda dengan anak-anak lain. Atau setiap biji dan batang akan mengeluarkan buah sesuai dengan kondisi tanah dan iklim, dan setiap hasil dan buah akan mempunyai karakteristik dan keistimewaan tersendiri sesuai dengan tanah dan iklim dimana dia tumbuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Dari pendahuluan di atas, bisa dipahami dengan baik bahwa tingkat kesempurnaan setiap eksistensi terletak pada tujuan khas yang telah tertetapkan dalam perjalanan wujudnya secara alami. Dari sini, kesempurnaan setiap eksistensi bergantung pada tujuan dan maksud yang telah ditetapkan padanya dalam mekanisme alam penciptaan, dan mengimplementasikan tujuan pada batas yang sesuai tersebut merupakan suatu kesempurnaan bagi setiap realitas wujud dalam kesatuan majemuk eksistensi. Rasa dan bau obat-obatan penyembuh yang terdapat di dalam buah-buahan dan makanan bukan hanya tidak sesuai dengan selera manusia bahkan bisa menimbulkan ketidaksenangan dan phobia pada manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, pengaruh dari tujuan yang telah diatur pada beragam eksistensi alam sedemikian kuatnya sehingga masing-masing memiliki tanggung jawab dalam aktifitasnya sendiri tanpa menunggu pengaruh dari eksistensi lain. Bahkan apabila orang menyangka bahwa rasa obat-obatan yang pahit sebagaimana pengaruh dan efek rasa madu yang manis dan lezat, demikian juga menganggap rusa sebagaimana karakter singa, kambing dan rubah, berarti dia tidak memiliki informasi dan pengetahuan tentang mekanisme Ilahi yang sangat mendetail ini dan juga tidak memiliki ilmu terhadap aturan dan hukum dalam tingkatan eksistensi. Kebodohan semacam inilah yang telah menyebabkan persoalan 'kesempurnaan' menjadi sangat sulit dijelaskan bagi sebagian kelompok, sehingga mereka mengingkari kesempurnaan universal dalam mekanisme penciptaan atau menolak kesempurnaan masing-masing maujud atau mereka menggambarkan makna kesempurnaan secara universal kemudian membandingkannya dengan eksistensi-eksistensi partikular sehingga mendefenisikan kesempurnaan setiap maujud sebagai sesuatu yang relatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Relatifitas  Kesempurnaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Karena berpijak pada pandangan bahwa kesempurnaan itu bersifat mutlak dan umum, akhirnya mereka beranggapan bahwa apakah rasa asam bisa dikatakan sebagai sebuah kesempurnaan? Jawabannya adalah negatif, karena meskipun keasaman tersebut merupakan kesempurnaan pada jeruk nipis, akan tetapi pada banyak buah-buahan, asam dan kecut kadangkala merupakan cacat dan tidak sempurna. Demikian juga keganasan singa, meskipun bagi singa merupakan sebuah kesempurnaan, akan tetapi karakter keganasan bukan merupakan sifat kesempurnaan bagi kambing dan rusa. Kegemukan pada kambing merupakan kesempurnaan baginya akan tetapi pada kuda merupakan suatu ketidaksempurnaan. Jadi kesimpulannya, kesempurnaan secara mutlak merupakan suatu gambaran pikiran yang memiliki individu-individu di alam nyata, atau bisa dikatakan bahwa kesempurnaan itu sendiri (bukan gambaran dalam pikiran) berada di alam nyata dan bersifat nisbi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sebuah Kritikan dan Solusinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Kritikan dan sanggahan ini muncul karena adanya anggapan bahwa kesempurnaan merupakan makna yang mutlak atau umum, sehingga mereka kemudian mencari makna mutlak tersebut di alam eksternal, akan tetapi tidak menemukannya. Dari sinilah kemudian mereka beranggapan tentang kesempurnaan bersifat relatif atau bersifat ideal. Akan tetapi mereka tidak mengetahui bahwa pada mekanisme alam eksistensi ini, kesempurnaan setiap maujud atau eksistensi mempunyai karakteristik dan batasan tertentu yang telah ditetapkan oleh perangkat penciptaan - sebagaimana yang telah kami katakan sebelumnya - dan akal sama sekali tidak akan menggambarkan lahirnya kesempurnaan khusus sebuah eksistensi dari eksistensi yang lain. Bahkan pada sistem alam eksistensi, keistimewaan dan karakteristik saling berbeda dan bisa jadi keistimewaan dan kesempurnaan yang sangat sesuai untuk sebuah eksistensi tertentu, merupakan ketidaksempurnaan dan aib bagi eksistensi yang lain. Jadi, pada mekanisme yang dinamakan sebagai mekanisme paling sempurna oleh al-Quran ini, sebagaimana fenomena-fenomena di alam eksistensi memiliki keragaman, maka kesempurnaan setiap sesuatu adalah berbeda dengan kesempurnaan-kesempurnaan maujud lainnya, dengan ungkapan lain, akar kesempurnaan dalam maujud-maujud di alam ini adalah berbeda dan beragam, bukan nisbi dan bertambah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Definisi Kesempurnaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Jadi, dalam bentuk sebuah kaidah bisa dikatakan sebagai berikut bahwa kesempurnaan setiap eksistensi dan maujud adalah mengaktualnya potensi-potensi khusus yang diletakkan oleh mekanisme alam penciptaan atasnya dan tidak adanya penyimpangan dan halangan pada perjalanan dan gerak menuju kesempurnaan dan pengaktualan potensi-potensi yang telah ditentukan untuk mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;2. Dimensi Kesempurnaan Manusia&lt;br /&gt;Pendahuluan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Sebagaimana yang telah kami katakan, kesempurnaan setiap eksistensi harus ditemukan dalam mekanisme penciptaan wujud tersebut di alam. Untuk melakukan hal ini, pada langkah pertama harus dilakukan pengenalan terhadap eksistensi tersebut untuk menemukan kedudukannya dalam alam penciptaan, setelah itu dibutuhkan spesialisasi yang untuk mengetahui, memperkirakan, dan terakhir memberikan kesimpulan yang layak. Tentunya persoalan ini tidak bisa dilakukan dengan merujuk pada pendapat masyarakat umum, dengan misalnya bertanya siapakah manusia yang sempurna dan berhasil, atau merujuk pada adat istiadat dan peradaban yang ada pada setiap zaman dan menerima apa yang diterima oleh setiap zaman secara taklid buta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Mengenal Kesempurnaan Manusia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Dengan memperhatikan pemikiran di atas, maka hal-hal yang diperlukan untuk mengenal kesempurnaan manusia, adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.          Mengenal dimensi kesempurnaan manusia;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.          Menetapkan dimensi terbaik di antara seluruh dimensi wujud yang dimilik manusia;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.          Mencari kesempurnaan yang layak dari poin terbaik;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.          Menemukan metodologi pendidikan dan pembinaan untuk mengarahkan manusia menuju titik kesempurnaan tertinggi;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.          Cerdas dalam melangkah, mengenal, dan memilih jalan dan tarikat di antara jalan-jalan yang telah dikenali;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.          Menemukan derajat dan kedudukan yang harus diperoleh pada perjalanan menyempurna ini,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7.          Memperoleh akhir kedudukan yang ditempuh oleh seorang pesuluk dan sampai pada titik akhir kesempurnaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pencapaian Tujuan Tertinggi Manusia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarat pertama untuk melakukan perjalanan ke arah tujuan tertinggi manusia adalah melaksanakan ketujuh poin di atas, dimana ketiadaan perhatian pada salah satu atau meninggalkan seluruhnya akan menyebabkan kebingungan dan kesesatan bahkan pada perjalanan yang pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Poin pertama, sebagaimana yang telah kami katakan sebelumnya, manusia merupakan sebuah majemuk dari seluruh tingkatan eksistensi dan merupakan contoh atau miniatur dari seluruh keberadaaan. Manusia yang paling sempurna akan memiliki seluruh kesempurnaan yang dimiliki oleh Sang Penciptanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Poin kedua, telah dikatakan bahwa dimensi terbaik dan terunggul yang dimiliki oleh manusia adalah dimensi non-materinya (akalnya) yang menyebabkan seluruh malaikat bersujud padanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Poin ketiga, kesempurnaan yang layak untuk kedudukan manusia ini adalah dia merupakan dan menjadi maujud yang terbaik dan paling sempurna di antara seluruh eksistensi, tidak menganggap dirinya kecil, rendah, dan tidak menjual dirinya untuk tingkatan yang lebih rendah seperti materi, melainkan memanfaatkan dan meletakkan seluruhnya sebagai alat dan wasilah dalam perjalanan menuju tingkatan tertinggi dan untuk mencapai kedudukan yang lebih tinggi dan paling sempurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Poin keempat, melewati dan meniti jalan yang diperintahkan oleh Tuhan yang telah ditetapkan oleh-Nya dengan diturunkannya agama Islam lewat Nabi dan Rasul-Nya. Dimana hal ini harus ia lakukan dengan menghiasi aspek lahir dan dimensi batin dengan mengamalkan perintah-perintah dan aturan-aturan Tuhan (baca: syariat) serta tidak melakukan perlawanan terhadap aturan-aturan Ilahi tersebut sekecil apapun, dan pada langkah pertama dia harus menegaskan dirinya untuk melaksanakan lima hukum (wajib, mushtahab, mubah, haram, dan makruh) dan berusaha untuk menyebarkan dan mendakwakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Poin kelima, meletakkan setiap jejak dan langkahnya dalam mengikuti orang-orang yang shaleh dan berilmu, berjalan sendiri sangat besar kemungkinan untuk tersesat karena dia tidak mampu mengenali jalan yang hak dan benar, sebagaimana yang dikatakan oleh Imam Musa bin Ja'far as dalam salah satu haditsnya, "Binasalah orang yang tidak memiliki pembimbing yang membimbingnya" dan sebagaimana yang dikatakan oleh Amirul Mukminin Ali as, sebelum manusia mencapai tingkatan alim rabbani (orang yang mengenal Tuhan) dan mengetahui derajatnya, terlebih dahulu dia harus belajar untuk mendapatkan jalan keselamatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Poin keenam, mengetahui setiap tahap dari masing-masing derajat dan kedudukan spiritual, supaya dia tidak menghentikan langkahnya pada posisi yang telah didapatkannya, karena setiap kedudukan memiliki pengaruh yang sebegitu agung dan menakjubkan kadangkala hal ini memunculkan sangkaan pada seseorang bahwa dia telah sampai pada titik tertinggi dari kesempurnaan, sementara dia tidak mengetahui bahwa saat ini dia baru saja memulai perjalanannya yang begitu panjang. Salah satu persoalan yang paling urgen dalam melakukan perjalanan ke arah tujuan yang benar dan hakiki adalah terletak pada kesalahan dalam menentukan kedudukan dan derajat spiritual ini, yang tentu saja akan menyebabkan stagnasi dalam perjalanan ke tahapan selanjutnya. Pada tahapan ini, diharuskan ada seorang guru untuk membimbingnya ke derajat dan kedudukan tertinggi. Melakukan perjalanan spiritual seorang sendiri dengan tanpa guru sebagai pembimbing spiritual, kadangkala akan mengakibatkan perjalanan justru mengarah ke ambang kesesatan, kehilangan akal sehat, dan munculnya kebingungan. Apabila untuk melakukan perjalanan di alam ini saja kita harus mengetahui dan mengenal lintasannya, bagaimana mungkin kita akan bisa berjalan di alam transenden dan spiritual tanpa terlebih dahulu mengetahui dan mengenal lintasan perjalanannya dan tanpa adanya guru pembimbing?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Poin ketujuh, akhir dari derajat dan kedudukan manusia adalah perjalanan menuju ke Realitas Tak Terbatas, hal ini yang akan kami jelaskan secara panjang lebar pada bab mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Hakikat Insan dan Kesempurnaan Hakikinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Faktor paling besar penyebab kesalahan dalam perjalanan manusia saat ini adalah ketidakjelasan dan ketiadaan perhatian terhadap hakikat manusia. Persoalan ini telah menyebabkan manusia meninggalkan fitrah yang benar dan terjerumus ke lembah kesesatan. Dalam keadaan seperti ini, kesalahan, kesesatan, dan keburukan telah termanifestasi dalam bentuk tujuan yang tinggi sedangkan tujuan asli dan hakiki mereka lupakan. Dalam keadaan ini, hawa nafsu dan khayalan kosong dari sekelompok pengikut kesesatan akan menempati arah dan tujuan yang sebenarnya. Jadi, para ulama yang akan duduk sebagai pemimpin kafilah manusia dan memperkenalkan dirinya sebagai pemimpin masyarakat adalah penting bagi mereka untuk terlebih dahulu berpikir tentang hakikat manusia dan berusaha menentukan identitas hakiki manusia untuk mengetahui poin-poin kesempurnaan yang layak untuk mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia yang sifat dasarnya adalah dari malaikat dan ruh Ilahi, "Dan telah Aku tiupkan ke dalamnya ruh-Ku",[3] untuk apa mengarahkan dirinya pada suatu realitas yang bukan tujuan suci penciptaannya? Manusia yang Tuhan menyebut kedudukannya dengan firman-Nya, "Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya, kemudian Kami kembalikan Dia ke tempat yang serendah-rendahnya",[4] tidak seharusnya menjadikan tempat tinggal abadinya di asfalus-safilin (paling rendahnya kedudukan), melainkan tempat terendah tersebut (baca: alam materi) harus dianggap sebagai batu loncatan menuju ke langit suci makrifat dan derajat tertinggi. Burung-burung angkasa yang sayapnya lebar yang tidak bisa tertampung dalam sebuah sangkar dan sarang manapun, sama sekali tidak layak terpenjara dalam sebuah sangkar yang sempit. Dia harus terbang bebas mengarungi angkasa, lautan, dan hutan-hutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia yang kalbunya tidak dapat dipenuhi dan dipuaskan oleh realitas apapun, sehingga apabila planet bumi ini diserahkan kepadanya, ia tetap akan memikirkan untuk menguasai planet-planet lainnya, dan apabila telah menguasai seluruh alam, masih tetap memiliki keinginan untuk menguasai apa yang berada di luar alam, apakah dia akan merasa beruntung dan bahagia dengan hanya mengenyangkan perut dan syahwatnya? Tidak, sama sekali tidak demikian, apabila dia memiliki kapasitas wujud yang tidak terbatas, maka dia hanya layak untuk sesuatu yang juga tidak terbatas, dan kesempurnaan hakikat yang tak terbatas ini menuntut kehadiran realitas kesempurnaan yang tidak terbatas pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibarat di atas adalah kandungan dari ayat, "Yaitu orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram",[5] yang dengan beberapa penegasan mengatakan bahwa satu-satunya yang mampu menenangkan hati dan memberi ketentraman serta kepuasaan pada kalbu dan jiwa manusia tidak lain adalah Sang Penciptanya sendiri. Dalam sebuah hadits mulia dikatakan, jiwa mukmin adalah 'rumah' Tuhan, maka janganlah kalian menerima selain Tuhan di dalam rumah ini. Kesempurnaan yang layak untuk manusia adalah tidak melepaskan diri dari mengingat Tuhannya dan mencintai-Nya dengan setulus hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Para Nabi dan Rasul sebagai Pembimbing Kesempurnaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Karena Tuhan mengajak manusia ke arah kesempurnaan-Nya dan menjaminnya keamanan, ketenangan, dan kehancuran dunia serta juga memberikan kemudahan untuk menggapai realitas alam malakuti, maka Dia menciptakan teladan-teladan suci berupa Nabi, Rasul, dan Ahlulbait dan mengajak seluruh manusia untuk berjalan bersama mereka dan meniti jalan yang mereka lalui, teladan-teladan suci tersebut diletakkan sebagai contoh dari kalangan manusia yang telah mampu mencapai derajat dan kedudukan manusia yang paling tinggi.  Dalam keadaan ini, karena kita belum menjadi manusia sempurna adalah logis apabila segala gerak dan langkah kita sebagaimana gerak dan langkah para manusia sempurna tersebut, dan kita bergerak dan berjalan di bawah hidayah dan bimbingan mereka. Hal ini persis seperti keadaan orang buta yang melakukan perjalanannya dengan meletakkan tangannya pada genggaman orang yang tidak buta. Sudah pasti orang buta tersebut akan melangkah sebagaimana orang yang tidak buta, dia akan aman dari bahaya kebutaan, karena meskipun dia buta, akan tetapi gerak dan langkahnya bukan gerak dan langkah orang buta. Dalam lingkup tujuan yang sangat agung dan berharga inilah kemudian tercipta maktab suci Ilahi untuk memberikan bimbingan dan mengarahkan keinginan mulia manusia, dan mengingatkan bahwa apabila keinginan hakiki manusia tidak diiringi dengan hidayah khusus dengan perantara para teladan suci dan manusia sempurna, maka kesempurnaan tertinggi dan tujuan suci penciptaan manusia tidak akan pernah tergapai dan terwujud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dosa, Penghalang Perjalanan Menyempurna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Almarhum Allamah Thabathabai ra sepakat bahwa melakukan maksiat dan dosa sekecil apapun, akan mampu menjadi penghalang bagi perjalanan memasuki medan makrifat Ilahi, dan mengetahui kewajiban berkenaan dengan perintah-perintah suci Ilahi adalah syarat awal menuju kesempurnaan dan langkah awal seorang pesuluk. Tentu saja puncak kesempurnaan ini tidak dapat dengan mudah diperoleh karena menuntut penjagaan ketat dan kehati-hatian sempurna. Almarhum Allamah dalam risalahnya al-Wilayah menukilkan bahwa gurunya, almarhum Ayatullah Sayyid Ali Qadhi Thabathabai, mengatakan bahwa para pertapa India yang hanya memakan sebutir kacang dalam setiap minggunya, tidak tidur pada hari-hari tertentu, berdiri di atas satu kaki dengan merentangkan kedua tangan dalam sehari semalam, atau hal ajaib lainnya, pada dasarnya mereka telah lari dari amanah dan tanggung jawab yang besar dan beralih pada hal-hal yang mudah. Tanggung jawab yang besar dan perbuatan yang mulia adalah dalam waktu selama 70 tahun sama sekali tidak berbohong, ghibah, riya, memandang perempuan non-mahram, dan lain-lain. Sebagian dari murid almarhum Ayatullah Ogho Rahim Arbab menukilkan bahwa beliau berkata, sejak umur lima belas tahun hingga sekarang, aku tidak pernah satu kali pun memandang perempuan non mahram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Jadi, kemestian pengamalan seluruh kewajiban dan perintah Ilahi merupakan syarat pertama untuk memasuki wilayah suci Ilahi dan secara bertahap dia akan mengalami perluasan kapasitas wujudnya. Amirul Mukminin Ali as dalam kitab Nahjul Balaghah mengatakan, kalbu dan jiwa manusia merupakan wadah-wadah dan terbaiknya wadah adalah yang memiliki kapasitas yang terbanyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Program-program yang telah difirmankan oleh Tuhan untuk manusia dan tertuang di dalam agama suci Islam mengatakan bahwa badan materi merupakan sebuah eksistensi yang tidak abadi dan fana, maka jadikanlah badan-badan tersebut menjadi realitas ruhani dan Ilahi (yakni jiwa melesak ke alam tinggi malakuti), karena tidak mengikuti aturan-aturan Ilahi hanya akan menjadikan ruh menjadi realitas materi (yakni jiwa akan turun ke alam terendah materi). Kebodohan dan kejahilan yang tidak memberikan manfaat sedikitpun, lantas berperan dan berusaha dalam membumi hanguskan program-program Ilahi dan meletakkan segala sesuatu untuk berkhidmat kepada alam materi dan dunia, dan kejahilan ini dengan seluruh usahanya berupaya untuk menyimpangkan agama Islam supaya manusia-manusia malang terjebak dan terkubur dalam sifat dan prilaku hewan. Mereka menganggap bahwa tolok ukur kebahagiaan dan kesempurnaan manusia terletak pada motivasi-motivasi dalam memenuhi tuntutan syahwat dan perut, dan mereka tidak mengetahui sesuatu lebih dari hal itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Penyakit tanpa Rasa Sakit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Penyakit-penyakit tubuh terbagi menjadi dua kelompok, sebagian penyakit tubuh diikuti dengan rasa sakit yang tidak menyenangkan seperti penyakit pada sistem pencernaan atau infeksi-infeksi pada sistem-sistem organ yang diikuti dengan rasa sakit yang luar biasa pada anggota badan. Akan tetapi terdapat jenis penyakit lain yang mampu mengalami perkembangan sangat pesat di dalam tubuh manusia akan tetapi sama sekali tidak diikuti dengan rasa sakit, dan penderita penyakit semacam ini biasanya tidak mengetahui adanya kerusakan di dalam tubuhnya, seperti kejang yang terjadi pada pembuluh kapiler atau pengentalan darah yang timbulkan oleh sedimen bahan-bahan seperti lemak yang akan menekan jantung, hal ini secara bertahap dan tanpa diketahui oleh manusia akan mampu menghentikan detak jantung secara tiba-tiba dan hal ini berarti berakhirnya sebuah kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Penyakit-penyakit ruh yang muncul karena tidak adanya kesempurnaan spiritual pun memiliki keadaan seperti tersebut di atas. Manusia tidak pernah merasakan adanya aib dan kekurangan di dalam dirinya karena dia telah terkekang dalam mekanisme materi. Dan karena manusia tidak mengetahui bahwa kecintaan atas materi tidak terhitung sebagai kesempurnaan dirinya, tidak bisa memuaskan fitrahnya, dan tidak bisa menjadi solusi bagi tuntutan potensi-potensinya, oleh karena itu dia sama sekali tak merasakan ketersiksaan sedikitpun. Dia hanya berpikir pada pemenuhan kebutuhan-kebutuhan tabiat dan badannya dan dia tidak mengenal kebutuhan ruhani yang lebih tinggi dari itu. Orang-orang semacam ini tidak akan mendapatkan kesempurnaan hakiki, bersamaan dengan itu ia tak pula merasakan sakit dan kekurangan. Penyebab dari masalah ini adalah hati mereka sibuk, larut dan tenggelaman dalam lautan dunia materi. Al-Quran menamakan orang-orang semacam ini dengan orang-orang yang buta dan tuli dan saking tuli dan butanya sehingga dia tidak mengetahui penyakit yang diderita di dalam dirinya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Akan tetapi ketika mereka melihat jarak yang begitu jauh dan penuh bahaya disertai dengan segala ketegangan dan ketakutan yang terjadi di alam akhirat, memahami bahwa dia tidak memiliki kendaraan dan alat untuk bergerak dan melihat betapa banyak nikmat-nikmat tak terbatas yang tercecer akan tetapi dia tidak mampu mengumpulkan dan memanfaatkannya, dan dia tidak mempersiapkan tempat tinggal dan kediaman abadi untuk dirinya, keadaan ini persis seperti seorang anak yang lahir dari ibu dan tidak memiliki mata, telinga, tangan, kaki, hidung, dan mata untuk melihat, mendengar, berjalan, bernapas, dan makan. Sebenarnya harus diketahui bahwa seluruh perintah dan aturan-aturan suci Tuhan hanyalah untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan spiritual manusia di alam akhirat dan mempersiapkan kediaman abadinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;3. Tahapan Akhir Kesempurnaan&lt;br /&gt;Lintasan Gerak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Gerak manusia adalah ke arah realitas tak terbatas. Allamah Thabathabai ra dalam risalahnya al-Wilayah mengutarakan isyarah-isyarah yang diungkapkan oleh al-Quran dan hadits tentang tingkatan dan derajat akhir manusia ini.  Pada risalah itu disinggung tentang lima tingkatan dan menentukan garis lintasan manusia:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama: Hukum-hukum agama dan syariat suci Islam memiliki dimensi lahir dan batin;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua: Mekanisme batin alam tidak berdasar pada mekanisme alam natural ini karena dia memiliki mekanisme tersendiri yang khusus dan tertentu;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga: Tidak ada sedikitpun keraguan bahwa para Nabi memiliki hubungan dan keterkaitan dengan batin alam ini;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat: Pintu ke arah batin alam tersebut terbuka pula untuk umat manusia dan terdapat kemungkinan untuk melakukan hubungan dengan tingkatan dan derajat alam tersebut;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima: Apa yang dicapai manusia dalam perjalanan suci ini adalah menggapai puncak kesempurnaan wujud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Allamah Thabathabai ra pada masing-masing poin tersebut menyertakan juga sanad-sanad yang sesuai dari al-Quran dan hadits, bisa dikatakan bahwa risalah ini merupakan hasil karya yang sangat berharga pada kurun ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Almarhum Allamah pada poin keempat dari risalah tersebut mengatakan, "Sesungguhnya jalan paling dekat dan paling bermanfaat untuk bergerak ke arah kesempurnaan mutlak adalah perjalanan jiwa (seir anfusi)",[6] dengan makna bahwa pada lintasan ini, manusia sama sekali tidak akan bergelut dengan defenisi-defenisi dan pemikiran. Yang akan dihadapi hanyalah hakikat-hakikat wujud yang bisa ditemukan dalam jiwa manusia dimana hal ini akan menambah keluasan wujudnya. Pada topik ini, Allamah menyandarkannya pada salah satu ayat yang berbunyi, "… Tiadalah orang yang sesat itu akan memberi mudharat kepadamu apabila kamu telah mendapat petunjuk …".[7]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Sedangkan pada poin kelima, beliau mengatakan,[8] "Manusia akan sampai pada suatu realitas dimana Tuhan akan menyingkap tabir dari mata-mata mereka dan meletakkan mereka pada golongan muqarribin (orang-orang yang didekatkan pada-Nya), Tuhan berfirman, "Tahukah kamu apakah 'Illiyyin itu? (yaitu) kitab yang bertulis, yang disaksikan oleh malaikat-malaikat yang didekatkan (kepada Allah)",[9] dimana pada posisi ini mereka akan 'menyaksikan' alam-alam keberadaan yang tertinggi dimana merupakan sebuah lembaran dimana keberadaan dan segala sesuatu yang terjadi di alam itu telah tertulis dan terjaga dengan rapi. Juga manusia akan mengalami penyempurnaan hingga sampai pada sebuah derajat yang jauh dari jangkauan dan pengaruh setan, karena setan berkata, "Demi kekuasaan-Mu aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba-Mu yang mukhlas (orang yang disucikan dan diikhlaskan) di antara mereka".[10]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Demikian juga akan sampai pada suatu tempat dimana mereka akan memperoleh balasan atas segala amal dan perbuatan sebagaimana manusia-manusia lainnya, dalam salah satu ayat-Nya berfirman, "Dan kamu tidak diberi pembalasan melainkan terhadap kejahatan yang telah kamu kerjakan",[11] akan tetapi pada kelanjutan ayat tersebut Tuhan berfirman, "Kecuali hamba-hamba Allah yang dibersihkan (dari dosa)."[12]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Imam Ali as dalam salah satu khutbahnya, mengatakan, "Ya Allah! Mata manakah yang akan mampu bertahan ketika berhadapan dengan pancaran cahaya dan kodrat-Mu, dan akal manakah yang mampu menggapai kodrat dan cahaya-Mu, kecuali mata yang telah tersibak dari tabir dan hijab yang membutakan."[13]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Imam Ali as dalam munajat Sya'baniyah juga menganjurkan kepada kita untuk memanjatkan doa kepada Allah Swt sebagai berikut, "Ya Allah! Terangkanlah mata hati kami untuk memandang kemuliaan-Mu supaya terbuka hijab-hijab yang ada di antara kami sehingga kami akan sampai kepada keagungan-Mu dan ruh-ruh kami bergantung pada seluruh kemuliaan suci-Mu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Pada bagian yang lain, dari munajat yang sama, beliau bersabda, "Ya Allah! Sampaikanlah kami kepada cahaya kemuliaan dan cahaya menakjubkan yang Engkau miliki, sehingga kami mampu mengenal-Mu dan memalingkan wajah dari selain-Mu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Allamah Thabathabai ra pada akhir risalahnya menyatakan, "Apabila kita berpikir dan bertadabbur dengan baik pada ayat-ayat dan hadits-hadits, maka akan kita temukan bahwa ternyata kita masih belum mendapatkan informasi sempurna tentang wilayah suci Ilahi dan apa yang akan mereka gapai dari kesempurnaan-kesempurnaan Ilahi tersebut, tak satupun ibarat dan ungkapan yang bisa digunakan untuk menceritakan secara utuh maqam, derajat dan kedudukannya sama sekali."[14]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Manusia merupakan satu-satunya eksistensi yang memiliki potensi dan kapasitas yang mampu meletakkan seluruh alam ini di dalam jiwa dan kalbunya, dan - sebagaimana yang telah kami katakana - apabila Allah menyebut seluruh alam dengan sebutan mikrokosmos dan dalam al-Quran memperkenalkan dunia dengan sebutan "sedikit" akan tetapi pada ayat lainnya menyebutnya sebagai sebuah "komoditi", dan mendefinisikannya sebagai sesuatu yang tidak berharga dan kecil, bukan disebabkan karena dunia ini memang tidak berharga dan kecil, melainkan karena kedudukan manusia yang besar, agung, dan sangat berharga, dan kapasitasnya yang sedemikian besar sehingga kalbunya merupakan arsy Ar-Rahman dan 'rumah' Tuhan, dimana pada salah satu hadits dikatakan, "Kalbu para mukmin merupakan tempat suci Tuhan" dan seluruh alam ini tidak berharga ketika berdampingan dengan realitas yang bisa menampung arsy Ilahi atau tempat suci Tuhan."[15]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Dari sinilah Amirul Mukminin Ali As mengatakan, "Perdagangan yang tidak beruntung adalah manusia yang menganggap dirinya memiliki nilai tertentu dan terbatas lalu dia menjual dirinya dengan nilai tersebut".[16] Perdagangan seperti ini hanya akan menghasilkan penyesalan tak terbatas. Betapa indahnya, apabila manusia mengetahui citra, hakikat, dan nilai dirinya, dan melakukan amal dan perbuatan sedemikian sehingga dia mampu menyibakkan tabir yang menutupinya dan menggapai kesempurnaan dirinya dengan penuh kebahagiaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;4. Pendidikan dan Pertumbuhan Akhlak dalam Islam&lt;br /&gt;Makna Pertumbuhan dan Pendidikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Kata pendidikan mempunyai makna menghasilkan dan menambah. Sedangkan kata pertumbuhan memiliki makna menjadi sesuat yang lebih baik, berkembang, dan berproses menuju posisi yang lebih sempurna. Jelaslah bahwa yang dimaksud dengan pembinaan - dalam proses pengajaran dan pendidikan - seorang manusia bukan berarti mengarahkan pertumbuhan badan dan menaikkan berat badannya, melainkan yang dimaksud adalah menyelamatkan manusia dari keterjebakan dalam dunia materi dan memberikan pemahaman akan arah dan tujuan yang lebih tinggi, lebih mulia, lebih agung, dan lebih sempurna dari sekedar memuaskan instink dan syahwat semacam makan, tidur, berpakaian dan kebutuhan jasmani lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jelaslah bahwa di atas mekanisme jasmani manusia terdapat mekanisme lain yang berkedudukan lebih tinggi dan lebih suci, dimana struktur dan pondasi derajat tersebut berada pada salah satu tingkatan wujud yang terletak lebih tinggi dari alam materi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Manusia yang berkedudukan tinggi dan suci bukanlah mereka yang lebih baik dalam hal makan, minum, tidur, dan kelebihan dalam fasilitas-fasilitas materi lainnya, melainkan apabila mereka hanya mencukupkan pada persoalan-persoalan ini, berarti mereka malah telah terjerembab dari derajat insaniah menuju derajat hewaniah, dan kemerosotan manusia yang semacam ini tidak bisa dianggap sebagai sebuah pertumbuhan atau kesempurnaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Hal ini sama artinya ketika kita menganggap alam eksistensi ini hanya sebatas alam materi - sebagaimana yang diungkapkan oleh kaum materialis - karena dengan anggapan seperti ini berarti proses menyempurna yang ada pada alam eksistensi sama sekali tidak bermakna. Meskipun mereka telah merasionalisasikan kemunculan makhluk-makhluk hidup bahkan manusia dan mengatakan apabila di dalam alam natural ditemukan makhluk hidup, maka sebenarnya unsur-unsur maujud di alam eksistensi akan terkomposisi dan terwujud dalam bentuk yang lebih rumit dan lebih mendetail. Dengan ungkapan lain, partikel atom alam ini tetap konstan dan permanen, akan tetapi kadangkala mereka saling berbaur dalam bentuk yang sederhana, dimana dalam keadaan ini akan muncul eksistensi yang sederhana pula seperti in-organik dan tumbuhan; terkadang pula, atom-atom ini berkomposisi dengan sangat rumit dimana akan menghasilkan spesis hewan. Jadi perbedaan antara katak dengan batu, bunga, dan tumbuhan hanya terletak pada komposisi partikel atom atau unsur-unsurnya dalam bentuk yang lebih rumit, dan apabila kemudian terwujud manusia, hal ini terjadi pula dengan cara yang sama yaitu karena pengaruh penggabungan unsur-unsur dan partikel-partikel atom alam ini sedemikian mendetail dan lebih rumit dari makhluk lainnya, dengan ini terbentuklah eksistensi yang menakjubkan berupa manusia, akan tetapi tetap saja berada dalam lingkup unsur-unsur pertama materi dan tidak keluar darinya, dan apabila seluruh maujud yang terdapat di alam ini dikembalikan semula dalam bentuk atom-atom, maka jumlah atom-atom tersebut niscaya akan tetap dan konstan, tidak terkurangi dan tidak pula bertambah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Dari penjelasan di atas, secara pasti bisa dikatakan bahwa perspektif ini tidak sesuai dengan proses kesempurnaan maujud-maujud, dan bahkan pernyataan mereka tentang kesempurnaan dalam bentuk di atas tidak diterima oleh aliran filsafat manapun, karena perubahan dari satu materi ke materi yang lain tidak bisa dikatakan sebagai sebuah proses kesempurnaan, melainkan hanya sebuah rangkaian penjumlahan dan pembagian dimana pada satu kondisi akan menggabung dan pada kondisi lain akan memisah. Dengan ibarat lain, sekedar perubahan kondisi tidak bisa dikatakan sebagai kenaikan derajat sebuah maujud. Suatu gerak akan bisa dikatakan sebagai gerak ke arah kesempurnaan ketika ada hasil pada setiap lintasan perjalanan yang dilaluinya, dimana hasil itu sebelumnya tidak dimiliki dan sekarang mengalami pertambahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Ibnu Sina menganggap bahwa setiap gerak merupakan kesempurnaan awal, yaitu langkah pertama untuk mencapai segala yang dikehendaki ialah gerak, dimana manusia atau setiap maujud akan bergerak dan mengarah pada tujuan. Bila tujuan yang akan dicapai tidak ada, melainkan antara wujud awal dan wujud akhirnya adalah sama dan tidak ada satu hal baru yang dihasilkan, maka aksi-reaksi semacam ini tidak bisa dikatakan sebagai sebuah proses kesempurnaan.[bersambung]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2040832203992827244-6817670058941908493?l=yohannaarifin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/feeds/6817670058941908493/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/2010/04/mengenal-kesempurnaan-manusia1.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2040832203992827244/posts/default/6817670058941908493'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2040832203992827244/posts/default/6817670058941908493'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/2010/04/mengenal-kesempurnaan-manusia1.html' title='mengenal kesempurnaan manusia(1)'/><author><name>YOHANNA ARIFIN NOTE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15040018906039989275</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_XZIFKIW2b5Q/S6xY9onUsZI/AAAAAAAAAAU/_wVET1CIAnY/S220/DSC05831.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2040832203992827244.post-8485546248323623108</id><published>2010-04-05T07:17:00.000-07:00</published><updated>2010-04-05T07:18:59.792-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah insfirasi'/><title type='text'>Hidup adl anugrah</title><content type='html'>Hidup adalah anugerah&lt;br /&gt;Hari ini sebelum engkau berpikir untuk mengucapkan kata-kata kasar, ingatlah akan seseorang yang tidak bisa berbicara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum engkau mengeluh mengenai cita rasa makananmu, ingatlah akan seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum engkau mengeluh tentang suami atau isterimu, ingatlah akan seseorang yang menangis kepada Tuhan meminta pasangan hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini sebelum engkau mengeluh tentang hidupmu, ingatlah akan seseorang yang begitu cepat pergi ke pangkuan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum engkau mengeluh tentang anak-anakmu, ingatlah akan seseorang yang begitu mengharapkan kehadiran seorang anak tetapi tidak mendapatkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum engkau bertengkar karena rumahmu yang kotor, dan tidak ada yang membersihkan atau menyapu lantai, ingatlah akan gelandangan yang tinggal dijalanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum merengek karena harus menyopir terlalu jauh, ingatlah akan seseorang yang harus berjalan kaki untuk menempuh jarak yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ketika engkau lelah dan mengeluh tentang pekerjaanmu, ingatlah akan para pengangguran, orang cacat dan mereka yang menginginkan pekerjaanmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum engkau menuding atau menyalahkan orang lain, ingatlah bahwa tidak ada seorangpun yang tidak berdosa dan kita harus menghadap pengadilan Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ketika beban hidup tampaknya akan menjatuhkanmu, pasanglah senyum di wajahmu dan berterimakasihlah pada Tuhan karena engkau masih hidup dan ada di dunia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;posted by L.U.P.I.N at 10:52 PM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;&lt; Home&lt;br /&gt;Contributors&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * L U P I N&lt;br /&gt;    * L.U.P.I.N&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Previous Posts&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Senyumlah&lt;br /&gt;    * Point of View&lt;br /&gt;    * Saya ingin seperti Ayah saya&lt;br /&gt;    * Mohon maaf lahir dan batin&lt;br /&gt;    * Aku Mencintaimu Karena Engkau Adalah Jalanku Untuk...&lt;br /&gt;    * Kasih dan Komitmen&lt;br /&gt;    * Cukup&lt;br /&gt;    * Wortel, Telur atau Kopi?&lt;br /&gt;    * Dirgahayu Indonesia ke 63 thn&lt;br /&gt;    * A Lesson from Maths&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2040832203992827244-8485546248323623108?l=yohannaarifin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/feeds/8485546248323623108/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/2010/04/hidup-adl-anugrah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2040832203992827244/posts/default/8485546248323623108'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2040832203992827244/posts/default/8485546248323623108'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/2010/04/hidup-adl-anugrah.html' title='Hidup adl anugrah'/><author><name>YOHANNA ARIFIN NOTE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15040018906039989275</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_XZIFKIW2b5Q/S6xY9onUsZI/AAAAAAAAAAU/_wVET1CIAnY/S220/DSC05831.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2040832203992827244.post-3724964979736850473</id><published>2010-04-05T07:14:00.000-07:00</published><updated>2010-04-05T07:17:06.010-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PERENUNGAN RELIGI'/><title type='text'>JALAN MENUJU CINTANYA</title><content type='html'>Jalan Menjadi Pencinta-Nya&lt;br /&gt;Ada kalanya hidup tidak berjalan sebagaimana kita harapkan. Gelombang ujian dan cobaan seakan tak henti menerpa. Dari yang hanya membuat kita tertegun sejenak hingga yang menjadikan kita terkapar tak berdaya karenanya. Pedih dan getir pun menjadi rasa yang tertuai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku, yang perlu terus kita yakini bahwa getirnya hidup tidaklah menandakan rahmat Allah telah sirna. Perihnya cobaan, bukanlah isyarat bahwa kemurkaan Allah sedang menggelayuti kehidupan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, getir dan perihnya rasa yang kita alami itu, dapat menjadi tanda bahwa Allah sedang menghapus dosa-dosa yang pernah kita perbuat. Karena ada dosa yang tidak bisa dihapuskan kecuali oleh rasa getir dan perih. Ada dosa yang tak terhapus hanya oleh air mata penyesalan. Ketika pedihnya terasa, disanalah dosa akan terampuni. Saat getirnya membuncah, disitulah kesucian akan tertuai. Hasilnya, hati pun menjadi tenang dan keberkahan hidup menjadi jaminan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau bisa jadi, itu semua menjadi tanda bahwa kita sedang dipersiapkan untuk menerima nikmat yang lebih besar, yaitu menjadi kekasih Allah atau para pencinta-Nya. Dan untuk menjadi para pencinta-Nya, haruslah siap diuji. Itu adalah harga yang tak bisa ditawar-tawar lagi. Sebuah keniscayaan yang telah menjadi sunatulllah-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita harus siap-siap digerinda, yang merupakan syarat untuk bisa dekat pada Allah. Gerindaan yang berbentuk ujian dan cobaan, akan terus-menerus menghampiri. Ia tidak akan hilang hingga segala karat-karat dosa kita, terkikis olehnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti buah kelapa, untuk dapat diambil santannya, ia harus dijatuhkan terlebih dahulu dari pohonnya yang tinggi. Kemudian, kulitnya harus dikelupas dengan paksa hingga tak tersisa lagi. Setelah bersih, ia lalu dibelah menjadi beberapa bagian. Setelah itu, potongan-potongan kelapa tersebut lalu diparut hingga hancur dan hanya menyisakan ampasnya. Apakah telah selesai? Tentu saja belum, karena ampas kelapa itu akan diperas hingga keluarlah santan, yang disana manfaatnya baru terasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga sifat dari cobaan dan ujian. Ia akan terus melumat dan menghancurkan segalanya, hingga yang tersisa adalah bagian-bagian dari diri kita yang secara kualitas, telah siap menjadi para pencinta-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, saat gerinda telah datang, segeralah bertobat agar tak hanya pintu tobat yang terbuka, namun status menjadi pencinta-Nya pun akan menjadi milik kita. Tetapi bila gerinda itu belum tiba, jangan terlena olehnya. Tetaplah mendekatkan diri pada-Nya dengan selalu menempatkan Allah sebagai satu-satunya tujuan dalam hidup kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;----------sumber:cyberMQ.com&lt;br /&gt;Jadikanlah Sabar dan Shalat Sebagai Penolongmu. Dan Sesungguhnya Yang Demikian itu Sungguh Berat, Kecuali Bagi Orang-Orang yang Khusyu [ Al Baqarah : 45 ]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2040832203992827244-3724964979736850473?l=yohannaarifin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/feeds/3724964979736850473/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/2010/04/jalan-menuju-cintanya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2040832203992827244/posts/default/3724964979736850473'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2040832203992827244/posts/default/3724964979736850473'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/2010/04/jalan-menuju-cintanya.html' title='JALAN MENUJU CINTANYA'/><author><name>YOHANNA ARIFIN NOTE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15040018906039989275</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_XZIFKIW2b5Q/S6xY9onUsZI/AAAAAAAAAAU/_wVET1CIAnY/S220/DSC05831.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2040832203992827244.post-1555109776878353696</id><published>2010-04-05T07:13:00.000-07:00</published><updated>2010-04-05T07:14:46.386-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ATITUDE'/><title type='text'>KEBIASAAN YG MERUSAK OTAK</title><content type='html'>Kebiasaan yg merusak otak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Tidak Sarapan Pagi&lt;br /&gt;Mereka yang tidak mengkonsumsi sarapan pagi memiliki kadar gula Darah yang rendah, yang akibatnya suplai nutrisi ke otak menjadi&lt;br /&gt;Kurang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Makan Terlalu Banyak&lt;br /&gt;Terlalu banyak makan, apalagi yang kadar lemaknya tinggi, dapat Berakibat mengerasnya pembuluh darah otak karena penimbunan lemak pada Dinding dalam pembuluh darah. Akibatnya kemampuan kerja otak akan Menurun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Merokok&lt;br /&gt;Zat dalam rokok yang terhisap akan mengakibatkan penyusutan otak Secara cepat, serta dapat mengakibatkan penyakit Alzheimer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Mengkonsumsi gula terlalu banyak&lt;br /&gt;Konsumsi gula yang terlalu banyak akan menyebabkan terganggunya Penyerapan protein Dan nutrisi, sehingga terjadi ketidakseimbangan&lt;br /&gt;Gizi yang akan mengganggu perkembangan otak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Polusi Udara&lt;br /&gt;Otak adalah konsumen oksigen terbesar dalam tubuh manusia. Menghirup udara yang berpolusi menurunkan suplai oksigen ke otak&lt;br /&gt;Sehingga dapat menurunkan efisiensi otak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Kurang Tidur&lt;br /&gt;Otak memerlukan tidur sebagai saat beristirahat Dan memulihkan Kemampuannya. Kekurangan tidur dalam jangka waktu lama akan&lt;br /&gt;Mempercepat kerusakan sel-sel otak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Menutup kepala saat tidur&lt;br /&gt;Kebiasaan tidur dengan menutup kepala meningkatkan konsentrasi Zat karbondioksida Dan menurunkan konsentrasi oksigen yang dapat&lt;br /&gt;Menimbulkan efek kerusakan pada otak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Menggunakan pikiran saat sakit&lt;br /&gt;Bekerja terlalu keras atau memaksakan untuk menggunakan pikiran Kita saat sedang sakit dapat menyebabkan berkurangnya efektifitas otak&lt;br /&gt;Serta dapat merusak otak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Kurang menstimulasi pikiran&lt;br /&gt;Berpikir adalah cara yang paling tepat untuk melatih otak Kita. Kurangnya stimulasi pada otak dapat menyebabkan mengkerutnya otak&lt;br /&gt;Kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Jarang berkomunikasi&lt;br /&gt;Komunikasi diperlukan sebagai salah satu sarana memacu kemampuan Kerja otak. Berkomunikasi secara intelektual dapat memicu efisiensi&lt;br /&gt;Otak. Jarangnya berkomunikasi akan menyebabkan kemampuan intelektual Otak jadi kurang terlatih.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2040832203992827244-1555109776878353696?l=yohannaarifin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/feeds/1555109776878353696/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/2010/04/kebiasaan-yg-merusak-otak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2040832203992827244/posts/default/1555109776878353696'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2040832203992827244/posts/default/1555109776878353696'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/2010/04/kebiasaan-yg-merusak-otak.html' title='KEBIASAAN YG MERUSAK OTAK'/><author><name>YOHANNA ARIFIN NOTE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15040018906039989275</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_XZIFKIW2b5Q/S6xY9onUsZI/AAAAAAAAAAU/_wVET1CIAnY/S220/DSC05831.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2040832203992827244.post-4947840261144667968</id><published>2010-04-05T07:12:00.000-07:00</published><updated>2010-04-05T07:13:50.221-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah insfirasi'/><title type='text'>KISAH TELUR ELANG</title><content type='html'>Kisah Sang Elang&lt;br /&gt;Seorang petani menemukan sebuah telur di sawahnya, dan ternyata telur yang ditemukannya itu adalah telur elang. Namun si petani tersebut tidak menyadarinya. Wah, lumayan nih dapet sebutir telur, bisa untuk tambahan menu makanan hari ini, pikir si petani. Sesampainya di rumah, petani tersebut urung melakukan niatnya, melihat bentuk telur itu yang agak besar dan berbeda dengan telur ayam biasanya. Akhirnya si petani tersebut menaruh telur elang tersebut di kandang seekor ayam betina di belakang rumahnya untuk di-erami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari berganti hari, dan akhirnya telur elang itupun menetas bersama dengan telur-telur ayam lainnya. Masa kanak-kanak elang tersebut dihabiskan dengan anak-anak ayam yang lain. Dan akhirnya tingkah elang tersebut pun seperti layaknya ayam yang lain. Si anak elang menjalani kehidupannya seperti ayam, seperti yang dilakukan sang saudara tirinya, mencari cacing, bermain dengan ayam-ayam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga suatu saat dia melihat ada seekor elang terbang diatas mereka, sang anak elang pun terpana melihat elang tersebut terbang bebas diangkasa. “wah enak ya si elang bisa terbang bebas,” kata si anak elang tersebut. ”Jangan mimpi deh, kamu kan ayam ngga bisa terbang seperti mereka,” kata saudara tiri si elang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak elang tumbuh dewasa. Badannya semakin tegar, sayapnya semakin kokoh, kuat paruhnya semakin tajam, dan kakinya semakin mencengkram. Tapi dia masih saja bertingkah seperti ayam. Dia tidak berani tuk mengepakkan sayapnya, hanya bersedih melihat dirinya berbeda dengan ayam-ayam lainnya dan hanya bisa memandang ke langit memperhatikan burung-burung lain yang terbang. Hingga akhirnya si elang itupun mati tanpa ia bisa mengepakkan sayapnya dan terbang tinggi di angkasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;—————————-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah pelajaran yang berharga dari cerita di atas. Tentang diibaratkannya diri kita adalah seekor elang yang sebetulnya mampu untuk terbang, melayang tinggi, dan bermain di angkasa. Hanya tinggal kemauan untuk mencoba mengepakkan sayap, maka kita akan bisa terbang bersama burung-burung yang lain dan malah bisa lebih tinggi kalau kita menyadari bahwa diri kita memiliki kelebihan dan kekuatan untuk melakukan hal itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi sayang, kadang-kadang mental kita masih berada jauh dari impian, masih berkutat di dalam lingkungan yang sempit, kuno, dan tidak mau berubah seperti eleng tadi. Untuk keluar mencoba melakukan sesuatu hal yang baru masih belum bisa dan tidak berani melakukannya. Kita masih terkondisikan oleh lingkungan, tanpa mau tahu sebetulnya kita juga bisa menciptakan kondisi lingkungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang berat menjadi seekor elang di lingkungan ayam, karena memang sudah menjadi kebiasaan, menjadi sebuah tabiat, semua dilakukan atas asas tradisi. Tapi tidak ada salahnya tuk mencoba, tidak ada salahnya tuk bisa berubah. Hidup adalah sebuah alur yang tidak selalu lurus. Ia bergerak dinamis mengikuti arah perkembangan jaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak rintangan dan hambatan menjadikan sebuah pelajaran buat kita tuk bisa menghadapinya. Kesabaran tuk belajar mengepakkan sayap secara perlahan-lahan tapi pasti akan menunjukkan jati diri bahwa kita adalah manusia yang diciptakan oleh Allah secara sempurna yang diberikan akal untuk berpikir, tuk bertahan hidup, dan juga tuk bisa merasakan setiap perbedaan dengan perubahan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2040832203992827244-4947840261144667968?l=yohannaarifin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/feeds/4947840261144667968/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/2010/04/kisah-telur-elang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2040832203992827244/posts/default/4947840261144667968'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2040832203992827244/posts/default/4947840261144667968'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/2010/04/kisah-telur-elang.html' title='KISAH TELUR ELANG'/><author><name>YOHANNA ARIFIN NOTE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15040018906039989275</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_XZIFKIW2b5Q/S6xY9onUsZI/AAAAAAAAAAU/_wVET1CIAnY/S220/DSC05831.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2040832203992827244.post-4081742234132194810</id><published>2010-04-05T07:11:00.000-07:00</published><updated>2010-04-05T07:12:45.237-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah insfirasi'/><title type='text'>ALASAN NABI MENYUKAI KUCING</title><content type='html'>Alasan Nabi Sayang Sekali Terhadap Kucing, Fakta Ilmiah Bicara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Spoiler for Nabi dan kucing:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agan-agan pasti sering denger kalau Nabi suka banget sama kucing,&lt;br /&gt;tapi emg nabi sayang semua binatang dan mereka semua diperlakukan mulia.&lt;br /&gt;Bnyk kisah2 ttg kucing (karena kucing memang binatang&lt;br /&gt;yang banyak berkeliaran disekitar manusia).&lt;br /&gt;Bahkan nabi juga memiliki kucing peliharaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stiap Nabi menerima tamu di rumah, nabi SELALU ngegendong mueeza (nama kucingnya) dan ditaruh dipahanya.&lt;br /&gt;Salah satu sifat Mueeza yang paling nabi demen:&lt;br /&gt;'Mueeza selalu mengeong ketika mendengar azan, seolah-olah ngeongnya ky ngikutin lantunan suara adzan'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi berpesan untuk menyayangi kucing peliharaan layaknya menyanyangi keluarga sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus, pernah juga nabi mau ngambil jubahnya, eh ada Muezza lagi bobo diatasnya.. Nabi pun memotong belahan lengan yang ditiduri mueeza dari jubahnya supaya ga ngebangunin Muezza.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pas Nabi pulang ke rumah, Muezza terbangun dan merunduk kepada majikannya.&lt;br /&gt;Sebagai balasan, nabi menyatakan kasih sayangnya dengan mengelus lembut ke badan kucing itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Spoiler for pertanyaaan:&lt;br /&gt;Nabi menekankan di beberapa hadis bahwa kucing itu tidak najis.&lt;br /&gt;Bahkan diperbolehkan untuk berwudhu menggunakan air bekas minum kucing karena dianggap suci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa Rasulullah Saw yang buta baca-tulis, berani mengatakan bahwa kucing suci, tidak najis?&lt;br /&gt;Lalu, bagaimana Nabi mengetahui kalau pada badan kucing tidak terdapat najis?&lt;br /&gt;Kesuperistimewaan dari KUCING&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Spoiler for fakta2 ilmiah:&lt;br /&gt;Spoiler for fakta 1:&lt;br /&gt;Pada kulit kucing terdapat otot yang berfungsi untuk menolak telur bakteri.&lt;br /&gt;Otot kucing itu juga dapat menyesuaikan dengan sentuhan otot manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permukaan lidah kucing tertutupi oleh berbagai benjolan kecil yang runcing, benjolan ini bengkok mengerucut seperti kikir atau gergaji. Bentuk ini sangat berguna untuk membersihkan kulit. Ketika kucing minum, tidak ada setetes pun cairan yang jatuh dari lidahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan lidah kucing sendiri merupakan alat pembersih yang paling canggih, permukaannya yang kasar bisa membuang bulu-bulu mati dan membersihkan bulu-bulu yang tersisa di badannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Spoiler for fakta 2:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah dilakukan berbagai penelitian terhadap kucing dan berbagai perbedaan usia, perbedaan posisi kulit, punggung, bagian dalam telapak kaki, pelindung mulut, dan ekor.&lt;br /&gt;Pada bagian-bagian tersebut dilakukan pengambilan sample dengan usapan.&lt;br /&gt;Di samping itu, dilakukan juga penanaman kuman pada bagian-bagian khusus.&lt;br /&gt;Terus diambil juga cairan khusus yang ada pada dinding dalam mulut dan lidahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil yang didapatkan adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Hasil yang diambil dari kulit luar tenyata negatif berkuman, meskipun dilakukan berulang-ulang.&lt;br /&gt;2. Perbandingan yang ditanamkan kuman memberikan hasil negatif sekitar 80% jika dilihat dari cairan yang diambil dari dinding mulut.&lt;br /&gt;3. Cairan yang diambil dari permukaan lidah juga memberikan hasil negatif berkuman.&lt;br /&gt;4. Sekalinya ada kuman yang ditemukan saat proses penelitian, kuman itu masuk kelompok kuman yang dianggap sebagai kuman biasa yang berkembang pada tubuh manusia dalam jumlah yang terbatas seperti, enterobacter, streptococcus, dan taphylococcus. Jumlahnya kurang dan 50 ribu pertumbuhan.&lt;br /&gt;5. Tidak ditemukan kelompok kuman yang beragam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai sumber yang dapat dipercaya dan hasil penelitian laboratorium menyimpulkan bahwa kucing tidak memiliki kuman dan mikroba.&lt;br /&gt;Liurnya bersih dan membersihkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komentar Para Dokter yang Bergelut dalam Bidang Kuman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Dr. George Maqshud, ketua laboratorium di Rumah Sakit Hewan Baitharah, jarang sekali ditemukan adanya kuman pada lidah kucing.&lt;br /&gt;Jika kuman itu ada, maka kucing itu akan sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr. Gen Gustafsirl menemukan bahwa kuman yang paling banyak terdapat pada anjing,&lt;br /&gt;manusia 1/4 anjing, kucing 1/2 manusia.&lt;br /&gt;Dokter hewan di rumah sakit hewan Damaskus, Sa’id Rafah menegaskan bahwa kucing memiliki perangkat pembersih yang bemama lysozyme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kucing tidak suka air karena air merupakan tempat yang sangat subur untuk pertumbuhan bakteri, terlebih pada genangan air (lumpur, genangan hujan, dll)&lt;br /&gt;Kucing juga sangat menjaga kestabilan kehangatan tubuhnya. Ia tdk banyak berjemur dan tidak dekat2 dgn air.&lt;br /&gt;Tujuannya agar bakteri tidak berpindah kepadanya. Inilah yang menjadi faktor tidak adanya kuman pada tubuh kucing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Spoiler for fakta 3:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan hasil penelitian kedokteran dan percobaan yang telah di lakukan di laboratorium hewan, ditemukan bahwa badan kucing bersih secara keseluruhan. Ia lebih bersih dari manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sisa makanan kucing hukumnya suci.&lt;br /&gt;Hadis Kabsyah binti Ka’b bin Malik menceritakan bahwa Abu Qatadah, mertua Kabsyah, masuk ke rumahnya lalu ia menuangkan air untuk wudhu.&lt;br /&gt;Pada saat itu, datang seekor kucing yang ingin minum.&lt;br /&gt;Lantas ia menuangkan air di bejana sampai kucing itu minum.&lt;br /&gt;Kabsyah berkata, “Perhatikanlah.” Abu Qatadah berkata, “Apakah kamu heran?”&lt;br /&gt;Ia menjawab, “Ya.”&lt;br /&gt;Lalu, Abu Qatadah berkata bahwa Nabi SAW prnh bersabda, “Kucing itu tidak najis. Ia binatang yang suka berkeliling di rumah (binatang rumahan),”&lt;br /&gt;(HR At-Tirmidzi, An-Nasa’i, Abu Dawud, dan Ibnu Majah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan dan Ali bin Al-Hasan, dan Anas yang menceritakan bahwa Nabi Saw pergi ke Bathhan suatu daerah di Madinah.&lt;br /&gt;Lalu, beliau berkata, “Ya Anas, tuangkan air wudhu untukku ke dalam bejana.”&lt;br /&gt;Lalu, Anas menuangkan air. Ketika sudah selesai, Nabi menuju bejana.&lt;br /&gt;Namun, seekor kucing datang dan menjilati bejana. Melihat itu, Nabi berhenti sampai kucing tersebut berhenti minum lalu berwudhu.&lt;br /&gt;Nabi ditanya mengenai kejadian tersebut, beliau menjawab, “Ya Anas, kucing termasuk perhiasan rumah tangga, ia tidak dikotori sesuatu, bahkan tidak ada najis.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Dawud bin Shalih At-Tammar dan ibunya yang menerangkan bahwa budaknya memberikan Aisyah semangkuk bubur.&lt;br /&gt;Namun, ketika ia sampai di rumah Aisyah, tenyata Aisyah sedang shalat. Lalu, ia memberikan isyarat untuk menaruhnya.&lt;br /&gt;Sayangnya, setelah Aisyah menyelesaikan shalat, ia lupa ada bubur. Datanglah seekor kucing, lalu memakan sedikit bubur tersebut.&lt;br /&gt;Ketika ia melihat bubur tersebut dimakan kucing, Aisyah lalu membersihkan bagian yang disentuh kucing, dan Aisyah memakannya.&lt;br /&gt;Rasulullah Saw bersabda, “Ia tidak najis. Ia binatang yang berkeliling.” Aisyah pernah melihat Rasulullah Saw berwudhu dari sisa jilatan kucing,&lt;br /&gt;(HR AlBaihaqi, Abd Al-Razzaq, dan Al-Daruquthni).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis ini diriwayatkari Malik, Ahmad, dan imam hadis yang lain. Oleh karena itu, kucing adalah binatang, yang badan, keringat, bekas dari sisa makanannya suci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Spoiler for tambahan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zaman dahulu kucing dipakai untuk terapi..&lt;br /&gt;dengkuran kucing yang 50Hz baik buat kesehatan&lt;br /&gt;selain itu mengelus kucing juga bisa menurunkan tingkat stress&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2040832203992827244-4081742234132194810?l=yohannaarifin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/feeds/4081742234132194810/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/2010/04/alasan-nabi-menyukai-kucing.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2040832203992827244/posts/default/4081742234132194810'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2040832203992827244/posts/default/4081742234132194810'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/2010/04/alasan-nabi-menyukai-kucing.html' title='ALASAN NABI MENYUKAI KUCING'/><author><name>YOHANNA ARIFIN NOTE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15040018906039989275</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_XZIFKIW2b5Q/S6xY9onUsZI/AAAAAAAAAAU/_wVET1CIAnY/S220/DSC05831.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2040832203992827244.post-8456916137996351464</id><published>2010-04-05T07:09:00.002-07:00</published><updated>2010-04-05T07:11:41.376-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kisah.kisah motivasi'/><title type='text'>TOPLES KEHIDUPAN</title><content type='html'>Toples Kehidupan&lt;br /&gt;Seorang profesor berdiri di depan kelas Filsafat...&lt;br /&gt;Tanpa mengucapkan sepatah kata, dia mengambil toples kosong yang besar dan mulai mengisi dengan golf.&lt;br /&gt;Lalu dia bertanya kepada muridnya, apakah toples itu sudah penuh. Semua berteriak bersama ..."penuuuh"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu dia mengambil sekotak batu koral dan menuangkanya ke dalam toples. Dia menguncang dengan ringan. Batu2 koral masuk ,mengisi tempat yg kosong d antara bola� golf. Dia kembali bertanya, apakah toples itu sudah penuh. Mereka semua mengangguk. Berarti nampaknya penuh pertama kali, namun masih ada sela2 untuk koral....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya prof mengambil sekotak pasir dan menebarkan ke dalam toples.Tentu saja pasir itu masuk dan mengisi sela2 koral dan bola golf, hingga menutup segala sesuatunya. Toples terlihat sudah penuh Prof lalu menuangkan 2 cangkir bubuk kopi ke dalam toples dan bubuk kopi tsb masih bisa mengisi ruangan kosong di antara bola golf, koral dan pasir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para murid tertawa...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pahami,bahwa toples ini menggambarkan kehidupanmu .&lt;br /&gt;"Bola� golf adalah hal� yg penting : Tuhan, keluarga, anak�, kesehatan&lt;br /&gt;Batu� koral adalah pekerjaan, rumah dan mobil.&lt;br /&gt;Sedangkan pasir adalah hal� lainnya yang sepele.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kalian pertama kali memasukan pasir ke dalam toples,maka tidak akan tersisa ruangan untuk batu� koral ataupun bola� golf...Kalian akan menghabiskan energi untuk hal� yang sepele.&lt;br /&gt;Jadi... Beri perhatian untuk hal� yg utama. Beribadah, berdoa. Sayangilah keluargamu. Bermainlah dengan anak�mu. Luangkan waktu untuk check up kesehatan. Berikan perhatian terlebih dahulu pada 'BOLA� GOLF'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah seorang murid bertanya "Kopi mewakili apa?"&lt;br /&gt;Prof:"itu untuk menunjukkan bahwa sekalipun hidupmu tampak begitu penuh, masih tersedia tempat untuk secangkir kopi bersama sahabat...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2040832203992827244-8456916137996351464?l=yohannaarifin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/feeds/8456916137996351464/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/2010/04/toples-kehidupan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2040832203992827244/posts/default/8456916137996351464'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2040832203992827244/posts/default/8456916137996351464'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/2010/04/toples-kehidupan.html' title='TOPLES KEHIDUPAN'/><author><name>YOHANNA ARIFIN NOTE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15040018906039989275</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_XZIFKIW2b5Q/S6xY9onUsZI/AAAAAAAAAAU/_wVET1CIAnY/S220/DSC05831.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2040832203992827244.post-5141768703354270580</id><published>2010-04-05T07:09:00.001-07:00</published><updated>2010-04-05T07:09:54.667-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kata mutiara'/><title type='text'>KATA2 MUTIARA</title><content type='html'>Young men's knocks old men feel. - Proverb, (english)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;You have to stay in shape. My grandmother, she started walking five miles a day when she was 60. She's 97 today and we don't know where the hell she is. - Ellen Degeneres&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Trying is a part of failing. If you are afraid to fail then you're afraid to try. - Mrs. Cunningham&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The darkest hour of a man's life is when he sits down to plan how to get money without earning it. - Horace Greeley&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A restive morsel needs a spur of wine. - Proverb, (french)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Whatever is worth doing at all, is worth doing well. - Lord Chesterfield&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The most thoroughly wasted of all days is that on which one has not laughed. - Nicolas Chamfort&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A blow with a reed makes a noise but hurts not. - Proverb, (spanish)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Count your blessings. - Proverb, (german)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In the looking-glass we see our form, in wine the heart. - Proverb, (german)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A hug a day keeps the demons at bay. - Proverb, (german)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A man he seems of cheerful yesterdays, And confident to-morrows. - William Wordsworth, The Excursion&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Be this our wall of brass, to be conscious of having done no evil, and to grow pale at no accusation. - Proverb&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Too late is tomorrow's life; live for today. - Martial&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And now am I, if a man should speak truly, little better than one of the wicked. -King Henry IV. Part I. Act i. Sc. 2. - William Shakespeare&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;On a fool's beard all learn to shave. - Proverb, (portuguese, Spanish)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Every Communist must grasp the truth: "Political power grows out of the barrel of a gun.". - Mao Tse-tung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;We cannot really love anybody with whom we never laugh. - Mary Roberts Rhinehart&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The lazy man who goes to borrow a spade says, "I hope I will not find one." - Proverb, (madagasy)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Better one living word than a hundred dead ones. - Proverb, (german)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2040832203992827244-5141768703354270580?l=yohannaarifin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/feeds/5141768703354270580/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/2010/04/kata2-mutiara_5158.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2040832203992827244/posts/default/5141768703354270580'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2040832203992827244/posts/default/5141768703354270580'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/2010/04/kata2-mutiara_5158.html' title='KATA2 MUTIARA'/><author><name>YOHANNA ARIFIN NOTE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15040018906039989275</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_XZIFKIW2b5Q/S6xY9onUsZI/AAAAAAAAAAU/_wVET1CIAnY/S220/DSC05831.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2040832203992827244.post-864113890160371500</id><published>2010-04-05T07:08:00.000-07:00</published><updated>2010-04-05T07:09:09.058-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kata mutiara'/><title type='text'>KATA2 MUTIARA</title><content type='html'>Bersikap jujur terhadap orang lain adalah perlindungan terbaik bagi martabat dan hati nurani kita. Itulah jalan yang terbaik buat kita. - Guru Ching Hai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita harus berbagi pahala yang muncul dari latihan rohani kita dengan dunia. Kita tidak berlatih hanya untuk kepentingan diri kita sendiri saja. - Guru Ching Hai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benda-benda di dunia ini akan kita nikmati jika benda-benda tersebut ada.Jika benda-benda itu tidak ada, ianya tiada perbedaan bagi kita. Itulah caranya dari roh yang tercerahkan. - Guru Ching Hai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala sesuatu diciptakan oleh kita. Sehingga jika kita ingin menjalani kehidupan yang bahagia, kita harus menciptakan suasana yang bahagia. - Guru Ching Hai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta sejati berarti pihak lainnya tidak merasa kita itu ada, bahwa kita tidak berada di sekitarnya, tidak mengambil ruangannya, tidak membuatnya merasa terikat. Dia merasa lebih menyenangkan di dekat kita. - Guru Ching Hai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya apabila Anda menemukan keindahan, kemuliaan dari Kerajaan Tuhan, barulah dapat Anda melupakan ambisi untuk keberhasilan di dunia ini. Itulah sebabnya saya menawarkan Anda Metode Quan Yin, sehingga Anda dapat melihat kemuliaan Tuhan, kemuliaan Surga, dan lalu menghilangkan nafsu keinginan atas keuntungan materi dan ketenaran. Hal tersebut seperti seorang bayi, jika Anda memberinya susu maka ia tidak akan lagi menyedot yang palsu. - Guru Ching Hai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila hati kita tulus, ego berkurang, dinding ketidaktahuan dapat retak, kita dapat melihat banyak alam yang berbeda-beda. - Guru Ching Hai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Enyahkanlah ego kecilmu, maka Anda akan menjadi Agung. - Guru Ching Hai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama Anda tulus dan mengingat Ajaran Guru, itu adalah penghormatan yang terbaik. - Guru Ching Hai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaikan anak, kita harus menjaga kepolosan hati dan menerima dengan tangan terbuka, dengan demikian kita akan maju dengan pesat. - Guru Ching Hai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya, tidak ada sesuatu yang disebut Nasib, itu hanyalah masalah kurang berlatih rohani. - Guru Ching Hai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegagalan atau keberhasilan duniawi bukanlah tujuan yang penting. Kadang-kadang kegagalan adalah keberhasilan, sebaliknya keberhasilan adalah kegagalan. Kita harus menilainya dengan mata kebijaksanaan. - Guru Ching Hai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan suka saling memuji, hal ini akan saling meracuni diri, karenanya akan menurunkan tingkat seseorang, dengan sendirinya ia telah menciptakan karma perintang bagi dirinya. - Guru Ching Hai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita banyak berutang budi kepada dunia, andaikan kita memberikan sedikit sedekah kepada orang lain, itu hanya merupakan pembayaran hutang, bukanlah amal. - Guru Ching Hai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebahagiaan adalah karena diri kita tidak berubah, dalam situasi apapun kita tetap stabil, tetap sama. - Guru Ching Hai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk melakukan hal-hal yang besar, kita mesti sempurnakan hal-hal yang kecil. Orang-orang yang termasyur sangat penuh perhatian pada rincian yang kecil. Itulah bagaimana mereka menjadi termasyur. - Guru Ching Hai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda mesti bekerja sendiri, kalian semua, sampai Anda memahami apa adanya dirimu, dan tidak tergantung pada segala sesuatu. Bersikap teguhlah. Jangan terlalu banyak menaruh kepentingan pada keberadaan fisik Anda. Berikan makanan secukupnya; berikan tubuh makanan secukupnya, pakaian secukupnya, latihan secukupnya, hanya itu saja. Jadikan tubuh itu menyenangkan dan itu sudah cukup. Kalau tidak kita akan selamanya terikat pada dimensi fisik. Apapun yang terlalu kita perhatikan, kita akan terikat dengannya. Saya juga harus bekerja untuk pemahamanku. Kemungkinan saya bekerja lebih cepat dari Anda, tetapi cepat atau lambat Anda akan sampai. - Guru Ching Hai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan membeda-bedakan pekerjaan mana yang baik dan mana yang buruk. Masalah muncul jika kita membeda-bedakan dan memihak sesuatu. - Guru Ching Hai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerjakanlah sesuatu secara tulus dan wajar, dan segalanya akan baik. Kesempurnaan terletak pada motivasi kerja, bukan pada pekerjaan. - Guru Ching Hai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita mengerjakan segala sesuatu haruslah dengan tuntas, sempurna. Jangan sampai dicela, dikeluh orang, itulah yang terbaik. - Guru Ching Hai&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2040832203992827244-864113890160371500?l=yohannaarifin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/feeds/864113890160371500/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/2010/04/kata2-mutiara_5258.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2040832203992827244/posts/default/864113890160371500'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2040832203992827244/posts/default/864113890160371500'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/2010/04/kata2-mutiara_5258.html' title='KATA2 MUTIARA'/><author><name>YOHANNA ARIFIN NOTE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15040018906039989275</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_XZIFKIW2b5Q/S6xY9onUsZI/AAAAAAAAAAU/_wVET1CIAnY/S220/DSC05831.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2040832203992827244.post-6433554700123854218</id><published>2010-04-05T07:07:00.002-07:00</published><updated>2010-04-05T07:08:26.700-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kata mutiara'/><title type='text'>KATA2 MUTIARA</title><content type='html'>Yang Maha Kuasa menempatkan kita di mana saja, dan hal itu pasti merupakan yang terbaik, yang mana kita harus puas atas penempatanNya. - Guru Ching Hai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingin mengetahui Anda ada kemajuan atau tidak, cukup melihat perubahan watak diri Anda, keluasan wawasan Anda dan pengembangan kemurahan hati Anda. Itulah kemajuan dan tingkat Anda sesungguhnya. - Guru Ching Hai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wadag manusia ini hanyalah kumpulan dari kebiasaan dan pikiran yang berasal dari kehidupan satu ke kehidupan berikutnya. Kita bukanlah wadag manusia ini, kita tidak pernah berpisah, kita adalah kebijaksanaan, kita adalah cinta kasih, yang memenuhi seluruh alam semesta, bagaimana mungkin dapat dipisahkan oleh selapis kulit? - Guru Ching Hai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adakalanya, setelah Anda mengikuti retret 7 hari, 2 hari atau 1 hari, Anda merasakan tingkat rohani Anda terangkat. Karena kita telah mencurahkan seluruh perhatian kita untuk menembusi tingkat rohani yang kita miliki sekarang. Kita mengetahui itulah satu-satunya tujuan untuk mengikuti retret, maka tingkat rohani kita terangkat dan karma kita akan tertinggal di belakang. - Guru Ching Hai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Retret sangatlah penting, ianya dapat menenangkan hati kita, dan menyaring pencemaran kehidupan duniawi. - Guru Ching Hai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa itu semangat Zen? Hayatilah hari ini. Lakukan apa yang perlu dilakukan hari ini, betapapun susahnya atau senangnya adalah hari ini, pahamkah? Jangan peduli masa lampau, karena yang lalu tidak dapat ditarik kembali! Dan masa depan belum menjelma. Karena sangat jarang orang yang dapat dengan sepenuh hati menempatkan mentalnya pada saat kini, sehingga kita begitu menderita. - Guru Ching Hai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangatlah penting untuk bertobat dan bersahaja, tetapi adalah lebih penting untuk mengasihi dirimu sendiri. Jika Anda tidak dapat mengasihi dirimu sendiri, siapakah yang dapat Anda kasihi? - Guru Ching Hai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersahajalah! Hidup akan lebih mudah buat Anda, dan Anda menghemat seluruh energi Anda untuk naik (ke atas) daripada memboroskannya pada bidang intelektual yang berpencaran di sini dan di sana, dan melekatkan diri Anda di sana. Anda cantik, sungguh cantik. Bebaskan diri Anda. Anda terlalu membebani diri; itu tidak perlu. Jadilah dirimu sendiri. Bebaskanlah. - Guru Ching Hai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang menikmati kebebasan yang terbesar adalah ia yang paling bertanggung-jawab karena ia bertanggung-jawab sehingga ianya merasa bebas. - Guru Ching Hai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tao tidak dapat diuraikan dengan pengetahuan; Tao adalah pemahaman batin dan suatu pencerahan batin. Rileks sehingga Anda akan maju dalam latihan Anda. Bersifat alami. Jangan mengharapkan bahwa segala sesuatu akan berakhir secara sempurna. Namun demikian, Anda jangan malas. - Guru Ching Hai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan selamanya menyalahkan orang lain, harus menyalahkan diri kita. Apapun yang terjadi pada diri kita, itu semua adalah akibat karma kita. - Guru Ching Hai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita harus peduli pada orang lain. Itulah tujuan hidup. Semakin kita peduli pada orang lain, semakin kita mengembangkan diri kita, berkembang hingga kita menjadi satu dengan segalanya, dan kita menjadi Buddha. Semakin Anda peduli pada diri sendiri, semakin sempit jadinya Anda. - Guru Ching Hai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebersihan adalah semacam pemberian derma karena hal tersebut memberikan orang-orang sekitar suatu perasaan yang menyenangkan. - Guru Ching Hai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang hanya dapat membebaskan kita adalah Kebenaran. Jika kita tidak memahami itu kita senantiasa merasa cemas. - Guru Ching Hai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imanmu harus lebih kuat dari rasa takutmu; itulah pelajaranmu, karena Tuhan senantiasa lebih kuat dari kekuatan negatif. Jadi jika kamu bersama Tuhan, kamu tidak perlu merasa takut. - Guru Ching Hai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang terbaik adalah tidak merasa takut akan apapun, karena kita adalah duta dari Kebenaran, dan segala hal yang palsu (maya) pasti berembus cepat atau lambat. Itulah semua yang harus Anda percayai. - Guru Ching Hai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuatu yang baik selalu sederhana dan tanpa pamrih. Cinta kasih dan tanpa pamrih adalah pandangan hidup yang seharusnya menuntun kehidupan kita. Dengan atau tanpa inisiasi, dengan atau tanpa kesadaran Tuhan. - Guru Ching Hai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita tidak mengendalikan pikiran kita dengan Hakekat Kebuddhaan kita, tidak berlatih secara sungguh-sungguh, tidak jujur terhadap diri kita dan tidak mengkaji tingkah laku kita secara ketat, maka kita akan pasti dikuasai oleh Maya. Menjadi dikuasai bukanlah berarti bahwa kita menjadi seperti orang gila (berbicara tidak karuan) atau wajah kita berubah menjadi mengerikan. Apabila kita tidak melangkah di jalur yang tepat, maka kita akan melangkah di jalur Maya. - Guru Ching Hai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin kita berlatih, maka semakin mawas kita harusnya; kalau tidak kita akan dengan mudah jatuh ke dalam suatu pojok. Jika kita terperosok di pojok tersebut, kita tidak akan mampu untuk mempelajari dari aspek lainnya. Jadi kita janganlah menuruti hati (kita) dalam segala tingkat pengalaman. Oleh karena hal ini maka Sutra Intan menyatakan: "Biarlah tiada ketagihan (kelekatan), biarlah hati kita bebas adanya. - Guru Ching Hai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiada siapapun selain orang itu sendiri yang dapat melaksanakan latihan rohaninya, menyalakan pelita dan menjalani jalur tersebut. - Guru Ching Hai&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2040832203992827244-6433554700123854218?l=yohannaarifin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/feeds/6433554700123854218/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/2010/04/kata2-mutiara_9142.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2040832203992827244/posts/default/6433554700123854218'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2040832203992827244/posts/default/6433554700123854218'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/2010/04/kata2-mutiara_9142.html' title='KATA2 MUTIARA'/><author><name>YOHANNA ARIFIN NOTE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15040018906039989275</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_XZIFKIW2b5Q/S6xY9onUsZI/AAAAAAAAAAU/_wVET1CIAnY/S220/DSC05831.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2040832203992827244.post-2992204124798697718</id><published>2010-04-05T07:07:00.001-07:00</published><updated>2010-04-05T07:07:48.386-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kata mutiara'/><title type='text'>KATA2 MUTIARA</title><content type='html'>Sifat Cinta: 1. Tidak membeda-bedakan 2. Cuma-cuma atau tanpa pamrih 3. Ketidaksadaran diri 4. Bebas - Anthony De Mello Sj&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya ikan yang bodoh yang bisa dua kali kena pancing dengan umpan yang sama. -&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebanyakan dari kita yakin bisa membuat orang lain bahagia dengan cara yang kita tentukan. - Robert S. Lynd&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita sungguh-sungguh menginginkan cinta, maka cintalah pada akhirnya yang justru menunggu kita. - Oscar Wilde&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang tidak bisa memaafkan orang lain sama saja dengan orang yang memutuskan jembatan yang harus dilaluinya, karena semua orang perlu di maafkan. - Thomas Fuller&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada dua hal yang harus Anda lupakan: Kebaikan yang Anda lakukan kepada orang lain dan kesalahan orang lain kepada Anda. - Sai Baba&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu kehidupan yang penuh kesalahan tak hanya lebih berharga namun juga lebih berguna dibandingkan hidup tanpa melakukan apapun. - George Bernard Shaw&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengetahuan ada dua macam : yang telah kita ketahui dengan sendirinya atau yang hanya kita ketahui dimana ia bisa didapatkan. - Samuel Johnson&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tidak dapat memperoleh pikiran yang damai kecuali kita dapat berhubungan dengan Sumber kedamaian yang ada di dalam diri kita. Damai yang kamu miliki dalam dirimu, dan jika kamu mencarinya di luar, kamu tidak akan pernah menemukannya. - Maha Guru Ching Hai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita melayani dengan penyerahan penuh (bhakti), kita selamanya terpuaskan, dan merasa terpenuhi. Kita tidak akan berpikir untuk meminta apapun, karena kita merasa bahwa kita memiliki segala sesuatu dalam kelimpahan. - Guru Ching Hai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janganlah merasa terlalu kecewa, tetapi jalanilah hidup setiap saat dengan sepenuh hati kamu. Apapun yang mesti kamu lakukan, lakukan dengan kebaktian penuh. Miliki iman pada Tuhan dan rencana agung seluruh alam semesta. - Guru Ching Hai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala sesuatu merupakan suatu kebiasaan. Kita mempelajari cara keariefan yang merupakan cara kelenturan. Apabila kita terbiasa dengan kelenturan, maka (kita) terbiasa dengan berbagai perubahan dadakan, kita terbiasa dengan tindakan segera, tindakan spontan, bukan tindakan prasangka, itulah cara yang terbaik. - Guru Ching Hai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang kala kita dilahirkan dalam keadaan fakir miskin (sengsara), karena Tuhan menghendaki kita belajar bersemangat pantang mundur dan berlatih keberanian diri. - Guru Ching Hai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita seharusnya menjadi se-agung sang Pencipta. Dia bisa mewadahi semua ciptaanNya, mengapa kita tidak bisa bertoleransi terhadap pemikiran-pemikiran saudara kita, teman kita, atau orang lain yang kita kenal? Kita harus bisa berbuat yang sama untuk mencapai Anuttara-Samyak-Samboddhi, dimensi tertinggi, tingkat tertinggi. - Guru Ching Hai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat kita lancar atau sukses, santai; justru harus lebih waspada, jangan menjadikannya sesuatu terjadi karena kemampuan kita, hingga kehilangan rendah hati, rasa penyesalan, lalu mulai malas, tidak dapat maju. - Guru Ching Hai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap hari jika kita berpikir seperti Buddha, bertindak seperti Buddha, bertutur kata seperti Buddha, maka pada hari itu Anda adalah Buddha. - Guru Ching Hai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda harus ungkapkan perasaan hati Anda. Agar orang lain dapat mengetahui bahwa ia telah melukai hati Anda. Kemudian segera menyelesaikannya. Jangan menyimpannya. Berapa lamakah Anda dapat menyimpannya? Hawa kemarahan yang tertimbun dalam hati Anda dapat terbawa dari satu kelahiran ke kelahiran berikutnya. Hingga suatu saat, jika hawa itu sangat besar, Anda bisa terlahir menjadi binatang. Jenis binatang yang sangat buas. Itu hanya disebabkan sentimen marah Anda tidak segera dihapuskan. Maka janganlah meremehkan hal ini. Itu adalah konsep pikiran yang salah. - Guru Ching Hai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda memiliki keluarga, tetapi Anda membaktikan diri Anda dan seluruh keluarga Anda dalam pemeliharaan Tuhan. Anda adalah pemelihara keluarga ini untuk kepentingan Tuhan; itu juga pembiaraan (menepikan hal-hal yang bersifat duniawi). Lebih sulit membiara dengan cara itu daripada mencukur rambutmu dan menyembunyikan dirimu di biara. Jika Anda dapat melakukan itu, Anda adalah para suci sejati. - Guru Ching Hai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita menjadi biarawan demi pengabdian kepada sesama makhluk hidup, bukanlah ingin lebih cepat menjadi Buddha untuk mengungguli orang lain. - Guru Ching Hai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi biarawan atau tidak, kita tetap dapat berlatih rohani, yang terpenting harus mencapai kebebasan abadi dan memperoleh kebijaksanaan ilahi dahulu, barulah kita dapat menolong dunia. - Guru Ching Hai&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2040832203992827244-2992204124798697718?l=yohannaarifin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/feeds/2992204124798697718/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/2010/04/kata2-mutiara_9624.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2040832203992827244/posts/default/2992204124798697718'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2040832203992827244/posts/default/2992204124798697718'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/2010/04/kata2-mutiara_9624.html' title='KATA2 MUTIARA'/><author><name>YOHANNA ARIFIN NOTE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15040018906039989275</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_XZIFKIW2b5Q/S6xY9onUsZI/AAAAAAAAAAU/_wVET1CIAnY/S220/DSC05831.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2040832203992827244.post-5826231603936924420</id><published>2010-04-05T07:06:00.000-07:00</published><updated>2010-04-05T07:07:05.327-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kata mutiara'/><title type='text'>KATA2 MUTIARA</title><content type='html'>Semua penemuan besar selalu berasal dari orang-orang yang perasaannya berlari mendahului pemikirannya. - C.h. Oarkhurst&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup seekor lebah lebih bernilai daripada binatang lain bukan lantaran ia pekerja giat, tapi karena ia lebih suka bekerja (menghasilkan madu) untuk kenikmatan pihak lain. - Anonim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu fungsi diplomasi adalah untuk menutupi kenyataan dalam bentuk moralitas. - Will Dan Ariel Dunant&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah, apapun yang menjadikanmu tergetar, itulah Yang Terbaik untukmu ! Dan karena itulah, Qalbu seorang pecinta-Nya lebih besar daripada Singgasana-Nya. - Jalaludin Rumi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua penemuan besar selalu berasal dari orang-orang yang perasaannya berlari mendahului pemikirannya. - C.h. Oarkhurst&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang tua memimpikan mimpi-mimpinya, orang muda memikirkan pikiran-pikirannya. - Joel&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketidakadilan bukan apa-apa, bila orang bisa melakukannya. - Conficius&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tidak bisa menjadi bijaksana dengan kebijaksanaan orang lain, tapi kita bisa berpengetahuan dengan pengetahuan orang lain. - Michel De Montaigne&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita ada di sini bukan untuk saling bersaing. Kita ada di sini untuk saling melengkapi. - Bill Mccartney&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat menghadapi kesulitan, beberapa orang tumbuh sayap, sedang yang lain mencari tongkat penyangga. - Harold W. Ruoff&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita sungguh-sungguh menginginkan cinta, maka cintalah pada akhirnya yang justru menunggu kita. - Oscar Wilde&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebebasan itu berasal dari manusia, tidak dari undang-undang atau institusi. - Clarence Darrow&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih mudah menambahkan sesuatu pada reputasi yang besar daripada untuk memperoleh reputasi itu sendiri. - Publius Syrus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kita menjadi tua, waktu akan membuat kita dikelilingi oleh orang-orang yang mencintai kita, sebagai ganti dari orang-orang yang kita cintai. - J. Petit Senn&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak melakukan apa-apa merupakan kekuatan setiap orang. - Samuel Johnson&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberanian bukanlah ketidakhadiran rasa takut, tetapi melakukannya - Montaigne&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegagalan biasanya merupakan langkah awal menuju sukses, tapi sukses itu sendiri sesungguhnya baru merupakan jalan tak berketentuan menuju puncak sukses. - Lambert Jeffries&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pastikanlah bahwa kepala Anda tidak lebih tinggi dari topi Anda. - Vergill&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tempat untuk berbahagia itu di sini. Waktu untuk berbahagia itu kini. Cara untuk berbahagia ialah dengan membuat orang lain berbahagia. - Robert G. Ingersoll&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberanian bukanlah ketidakhadiran rasa takut, tetapi melakukannya. - Montaigne&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2040832203992827244-5826231603936924420?l=yohannaarifin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/feeds/5826231603936924420/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/2010/04/kata2-mutiara_4910.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2040832203992827244/posts/default/5826231603936924420'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2040832203992827244/posts/default/5826231603936924420'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/2010/04/kata2-mutiara_4910.html' title='KATA2 MUTIARA'/><author><name>YOHANNA ARIFIN NOTE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15040018906039989275</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_XZIFKIW2b5Q/S6xY9onUsZI/AAAAAAAAAAU/_wVET1CIAnY/S220/DSC05831.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2040832203992827244.post-3647651710432124729</id><published>2010-04-05T07:05:00.000-07:00</published><updated>2010-04-05T07:06:16.336-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kata mutiara'/><title type='text'>KATA2 MUTIARA</title><content type='html'>Hari ini Anda adalah orang yang sama dengan Anda di lima tahun mendatang, kecuali dua hal : orang-orang di sekeliling Anda dan buku-buku yang Anda baca. - Charles "tremendeous" Jones&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika pekerjaan Anda lenyap, jati diri Anda tidak akan pernah hilang. - Gordon Van Sauter&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan biarkan jati diri menyatu dengan pekerjaan Anda. - Gordon Van Sauter&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika satu pintu tertutup, pintu lain terbuka; namun terkadang kita melihat dan menyesali pintu tertutup tersebut terlalu lama hingga kita tidak melihat pintu lain yang telah terbuka. - Alexander Graham Bell&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenius adalah 1 % inspirasi dan 99 % keringat. Tidak ada yang dapat menggantikan kerja keras. Keberuntungan adalah sesuatu yang terjadi ketika kesempatan bertemu dengan kesiapan. - Thomas A. Edison&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber kekuatan baru bukanlah uang yang berada dalam genggaman tangan beberapa orang, namun informasi di tangan orang banyak. - John Naisbitt&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uang merupakan hamba yang sangat baik, tetapi tuan yang sangat buruk. - P.t. Barnum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatlah, semua ini diawali dengan seekor tikus, Tanpa inspirasi.... kita akan binasa. - Walt Disney&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda dapat memimpikannya, Anda dapat melakukannnya. - Walt Disney&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan kritik dapat membangun rasa percaya diri saat "disisipkan" di antara pujian. - May Kay Ash&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejujuran adalah batu penjuru dari segala kesuksesan, Pengakuan adalah motivasi terkuat. - May Kay Ash&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepemimpinan adalah Anda sendiri dan apa yang Anda lakukan. - Frederick Smith&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Takut akan kegagalan seharusnya tidak menjadi alasan untuk tidak mencoba sesuatu. - Frederick Smith&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pastikanlah bahwa kepala Anda tidak lebih tinggi dari topi Anda. - Vergill&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang berpikir untuk menipu Tuhan, telah menipu dirinya sendiri. - Vergill&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu kunci hidup bahagia : setiap kali seseorang membuat kesalahan segera hapuskan dari ingatan. - Anonim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu fungsi diplomasi adalah untuk menutupi kenyataan dalam bentuk moralitas. - Will Dan Ariel Dunant&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tempat Cinta adalah Hati dan Hati adalah emas murni. Keagungan Ilahiah menggosoknya dengan menatapnya, menjadikannya terang dan murni. Jejak-jejak cahaya keindahan Cinta yang tiada terperi muncul di dalam cermin keshalihan Hati. Cinta manusiawi hidup melalui Cinta Ilahi. - Samani&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lukman sang filsuf ditanya dari siapa ia belajar kebijaksanaan. Jawabnya : "Dari orang buta, yang tidak melangkah sebelum meraba suatu tempat". - Ulama Arif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sindiran itu seperti kaca. Umumnya para penonton benar-benar dapat menemukan semua wajah orang lain yang terpantul di dalamnya, kecuali wajah mereka sendiri. - Jonathan Swift&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2040832203992827244-3647651710432124729?l=yohannaarifin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/feeds/3647651710432124729/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/2010/04/kata2-mutiara_4453.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2040832203992827244/posts/default/3647651710432124729'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2040832203992827244/posts/default/3647651710432124729'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/2010/04/kata2-mutiara_4453.html' title='KATA2 MUTIARA'/><author><name>YOHANNA ARIFIN NOTE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15040018906039989275</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_XZIFKIW2b5Q/S6xY9onUsZI/AAAAAAAAAAU/_wVET1CIAnY/S220/DSC05831.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2040832203992827244.post-7816201891554391858</id><published>2010-04-05T07:04:00.000-07:00</published><updated>2010-04-05T07:05:36.913-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kata mutiara'/><title type='text'>KATA2 MUTIARA</title><content type='html'>Force not favours on the unwilling. - Proverb (latin)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Desperate cuts must have desperate cures. - Proverb (english)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Man's life is a sojourn in a strange land. - Proverb (latin)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Endurance is the crowning quality, And patience all the passion of great hearts. - James Russell Lowell&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Little beard, little modesty. - Proverb (spanish)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;We have not the love of greatness, but the love of the love of greatness. - Thomas Carlyle&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A fool hath no dialogue within himself, the first thought carrieth him without the reply of a second. - Lord Halifax&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;History is past politics; and politics present history. - John Seeley&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia adalah komedi bagi mereka yang melakukannya, atau tragedi bagi mereka yang merasakannya. - Horace Walpole&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah, apapun yang menjadikanmu tergetar, itulah Yang Terbaik untukmu ! Dan karena itulah, Qalbu seorang pecinta-Nya lebih besar daripada Singgasana-Nya. - Jalaludin Rumi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya seseorang bisa disebut mandiri bukan lantaran ia sudah tidak lagi meminta, tapi lebih karena ia sudah bisa memberi harapan akan kembali diberi. - Anonim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta yang sejati tidak terletak pada apa yang telah dikerjakan dan diketahui, namun pada apa yang telah dikerjakan namun tidak diketahui. - Anonim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada orang yang terlalu miskin sehingga tidak bisa memberikan pujian. - Anonim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesehatan selalu tampak lebih berharga setelah kita kehilangannya. - Jonathan Swift&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tidak bisa menjadi bijaksana dengan kebijaksanaan orang lain, tapi kita bisa berpengetahuan dengan pengetahuan orang lain. - Michel De Montaigne&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang konsultan psikologi paling jenius sekalipun tidak lebih mengerti tentang pikiran dan keinginan kita lebih daripada diri kita sendiri. - Anonim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu fungsi diplomasi adalah untuk menutupi kenyataan dalam bentuk moralitas. - Will Dan Ariel Dunant&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Do all the goods you can, All the best you can, In all times you can, In all places you can, For all the creatures you can. - Anonim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang terpenting dari kehidupan bukanlah kemenangan namun bagaimana bertanding dengan baik. - Baron Pierre De Coubertin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang terpenting dalam Olimpiade bukanlah kemenangan, tetapi keikutsertaan ... - Baron Pierre De Coubertin&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2040832203992827244-7816201891554391858?l=yohannaarifin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/feeds/7816201891554391858/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/2010/04/kata2-mutiara_8688.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2040832203992827244/posts/default/7816201891554391858'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2040832203992827244/posts/default/7816201891554391858'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/2010/04/kata2-mutiara_8688.html' title='KATA2 MUTIARA'/><author><name>YOHANNA ARIFIN NOTE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15040018906039989275</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_XZIFKIW2b5Q/S6xY9onUsZI/AAAAAAAAAAU/_wVET1CIAnY/S220/DSC05831.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2040832203992827244.post-4338560496758482065</id><published>2010-04-05T07:03:00.000-07:00</published><updated>2010-04-05T07:04:47.436-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kata mutiara'/><title type='text'>KATA2 MUTIARA</title><content type='html'>Pikiranmu mempunyai andil yang sangat penting dalam membentuk kehidupanmu. - Sri Sathya Sai Baba&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa adanya hati yang murni, maka tidak akan mungkin terdapat batin dan intellect (buddhi) yang murni. - Sri Sathya Sai Baba&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lupakanlah perbuatan negatif yang telah diperbuat oleh orang lain terhadapmu, dan sebaliknya, lupakanlah perbuatan positif yang telah engkau perbuat terhadap orang lain. - Sri Sathya Sai Baba&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati yang murni merupakan pencapaian tertinggi dari seluruh upaya keras yang dilakukan oleh manusia. - Sri Sathya Sai Baba&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perjalanan spiritual, hanya terdapat satu jalan mulia, yaitu jalan CINTA-KASIH. - Sri Sathya Sai Baba&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atma menjaga kelangsungan hidup manusia berdasarkan kesehatan yang dimiliki badan jasmani dan rohani. - Sri Sathya Sai Baba&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Kepatuhan terhadap) ajaran agama membentuk tiga-per-empat karakter kita. - Sri Sathya Sai Baba&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Habit causes love. - Proverb (latin)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;You're not supposed to be so blind with patriotism that you can't face reality. Wrong is wrong, no matter who says it. - Malcolm X&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Each man must ride the road of his own fate. - Proverb (darkovan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;We always love those who admire us, and we do not always love those whom we admire. - Francois Duc De La Rochefoucauld&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;To teach is to learn twice. - Joseph Joubert&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When a mouse has fallen into a meal sack, he thinks he is the miller himself. - Proverb (dutch)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;He is not poore that hath little, but he that desireth much. - George Herbert&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Who wives for a dower, resigns his own power. - Proverb (french)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It is more dangerous that even a guilty person should be punished without the forms of law than that he should escape. - Thomas Jefferson&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Having seen and felt the end, you have willed the means to the realization of the end. - Thomas Troward&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The way to a man's heart is through his stomach. - Sara Payson Willis Parton&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;No arsenal or no weapon in the arsenals of the world is so formidable as the will and moral courage of free men and women. - Ronald Reagan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Good day to you all! said the fox, when he got into the goose-pen. - Proverb (dutch)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2040832203992827244-4338560496758482065?l=yohannaarifin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/feeds/4338560496758482065/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/2010/04/kata2-mutiara_1106.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2040832203992827244/posts/default/4338560496758482065'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2040832203992827244/posts/default/4338560496758482065'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/2010/04/kata2-mutiara_1106.html' title='KATA2 MUTIARA'/><author><name>YOHANNA ARIFIN NOTE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15040018906039989275</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_XZIFKIW2b5Q/S6xY9onUsZI/AAAAAAAAAAU/_wVET1CIAnY/S220/DSC05831.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2040832203992827244.post-7146437972619156459</id><published>2010-04-05T07:02:00.000-07:00</published><updated>2010-04-05T07:03:53.496-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kata mutiara'/><title type='text'>KATA2 MUTIARA</title><content type='html'>Cinta-kasih bersifat tanpa pamrih. Sedangkan di dalam diri yang selalu mementingkan dirinya sendiri, di sana tidak terdapat cinta-kasih. - Sri Sathya Sai Baba&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan tidak akan pernah menyebabkan siapapun menderita. - Sri Sathya Sai Baba&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua pekerjaan adalah milik Tuhan: Beliau-lah yang memberi aspirasi, menolong, melaksanakan, menikmati, menjadi senang, memetik hasilnya dan Beliau-lah yang menanamnya/menyemainya. - Sri Sathya Sai Baba&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya apabila engkau telah berhasil menyadari bahwa dirimu sudah bersatu dengan-Nya, maka di momen seperti itu engkau tidak perlu lagi berdoa. - Sri Sathya Sai Baba&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedamaian hati yang tidak mudah tergoncang oleh alasan apapun; inilah jenis kedamaian yang sebenarnya. - Sri Sathya Sai Baba&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doa secara individu, keluarga dan komunitas - semua ketiga jenis doa tersebut sangatlah penting. - Sri Sathya Sai Baba&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cintailah semua mahluk hidup; maka itu saja sudah cukup. - Sri Sathya Sai Baba&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun manusia saling berbeda dalam wujud dan nama, namun hati nurani hanya satu dan sama adanya. - Sri Sathya Sai Baba&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rahmat Tuhan adalah bagaikan asuransi. Beliau akan menolongmu di kala engkau membutuhkan pertolongan. - Sri Sathya Sai Baba&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sadhana spiritual bukan hanya sekedar diartikan sebagai melakukan meditasi atau japa (pengulangan nama Tuhan). Memahami tindakan-tindakan luhur adalah sadhana yang sebenarnya. - Sri Sathya Sai Baba&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang terpenting bukanlah standar kehidupan, melainkan cara menjalani kehidupan. - Sri Sathya Sai Baba&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika gelombang yang muncul dari pemikiranmu yang positif menyebar ke mulutmu, maka engkau hanya akan mengucapkan kata-kata yang bajik. - Sri Sathya Sai Baba&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tindakan pelayanan yang engkau lakukan haruslah berdasarkan dorongan spontan dari dalam dirimu sendiri, yaitu dari hati yang penuh dengan cinta-kasih. - Sri Sathya Sai Baba&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan dari aktivitas-aktivitas spiritual adalah untuk mencapai unifikasi dengan Tuhan. - Sri Sathya Sai Baba&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu lapisan masyarakat hendaknya dileburkan menjadi satu melalui kesadaran bersama dalam ketuhanan. - Sri Sathya Sai Baba&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu-satunya jalan untuk melayani Tuhan adalah dengan cara melayani sesama manusia. - Sri Sathya Sai Baba&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan ada di dalam dirimu. Tuhan ada di dalam setiap ucapan, perbuatan dan pikiranmu. Oleh sebab itu, berbicaralah, berperilaku dan berpikir secara pantas untuk-Nya. - Sri Sathya Sai Baba&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membuang kualitas-kualitas diri yang jahat merupakan praktek spiritual yang sejati. Itulah yang disebut sebagai pengorbanan dan yoga yang sebenarnya. - Sri Sathya Sai Baba&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jikalau satu orang siswa jelek perilakunya, maka hanya siswa itu saja yang terpengaruh... Tetapi jikalau satu orang guru berperilaku tak pantas, maka ratusan siswanya akan ikut ternodai. - Sri Sathya Sai Baba&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan tanpa pengetahuan tentang diri sejati (Atma) adalah tak berguna sama sekali, persis seperti pohon tanpa akar, pohon tanpa buah dan buah yang tidak mempunyai sari manisnya. - Sri Sathya Sai Baba&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2040832203992827244-7146437972619156459?l=yohannaarifin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/feeds/7146437972619156459/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/2010/04/kata2-mutiara_05.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2040832203992827244/posts/default/7146437972619156459'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2040832203992827244/posts/default/7146437972619156459'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/2010/04/kata2-mutiara_05.html' title='KATA2 MUTIARA'/><author><name>YOHANNA ARIFIN NOTE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15040018906039989275</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_XZIFKIW2b5Q/S6xY9onUsZI/AAAAAAAAAAU/_wVET1CIAnY/S220/DSC05831.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2040832203992827244.post-2430208256437980214</id><published>2010-04-05T07:00:00.000-07:00</published><updated>2010-04-05T07:02:51.290-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kata mutiara'/><title type='text'>KATA2 MUTIARA</title><content type='html'>Tiada jalan lain untuk mengenali Tuhan selain dari mengenal diri sendiri terlebih dahulu. - Sri Sathya Sai Baba&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun menjadi baru, hari menjadi suci, yaitu ketika engkau mensucikannya dengan melalui disiplin spiritual dan bukan yang lainnya. - Sri Sathya Sai Baba&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya ada satu teman sejati yang senantiasa bersamamu, di dalam dirimu dan di sekitarmu. Dan Dia adalah Tuhan. - Sri Sathya Sai Baba&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua kehidupan adalah sama adanya, oleh sebab itu, wahai Anak-Ku, perlakukanlah setiap orang secara sama rata. - Sri Sathya Sai Baba&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dunia ini tidak ada obat yang bisa menyembuhkan rasa sakit yang ditimbulkan oleh ucapan-ucapan yang kasar. - Sri Sathya Sai Baba&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uang datang dan pergi; tetapi apabila engkau memupuk moralitas, maka nilai-nilai tersebut akan tetap tertanam di dalam dirimu. - Sri Sathya Sai Baba&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila engkau menerima umpatan/kata-kata yang kasar dari orang lain, maka janganlah engkau berperilaku yang sama terhadap orang tersebut; melainkan berbicaralah secara lembut dan penuh cinta-kasih. - Sri Sathya Sai Baba&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Engkau tidak perlu mencari-cari ketenaran maupun penghormatan dari orang lain; yang jauh lebih penting adalah lakukanlah upaya untuk memenangkan rahmat dari Tuhan. - Sri Sathya Sai Baba&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Engkau mungkin saja merasa jenuh bila terus-menerus meminum nectar; tetapi tidaklah demikian halnya bila menyangkut cinta-kasih. - Sri Sathya Sai Baba&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan akan senantiasa mengamati aktivitas-aktivitas manusia bahkan yang terkecil sekalipun untuk menemukan ada/tidaknya jejak-jejak cinta-kasih. - Sri Sathya Sai Baba&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali engkau merasakan kebahagiaan Ilahi, maka batinmu tidak akan pernah lagi mencari-cari kenikmatan duniawi. - Sri Sathya Sai Baba&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali engkau menyadari bahwa dirimu adalah satu bersama-sama dengan Tuhan, maka engkau tidak akan pernah terpisah lagi (dari-Nya). - Sri Sathya Sai Baba&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Do good, see good, be good - inilah jalan untuk menuju kepada Tuhan. - Sri Sathya Sai Baba&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Engkau tidak akan pernah gagal dalam kehidupanmu ini jikalau saja engkau mempunyai cinta-kasih terhadap Tuhan. - Sri Sathya Sai Baba&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Badan fisik ini akan tampil menawan jikalau karakter kita bagus; pelayanan kepada sesama serta ibadah kepada Tuhan akan memelihara pesonanya. - Sri Sathya Sai Baba&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Engkau akan dapat memurnikan tutur-katamu dengan mengucapkan kebenaran, mengikuti ajaran Dharma serta memupuk cinta-kasih dan kedamaian. - Sri Sathya Sai Baba&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila engkau memahami bahwa Aham (I/aku), mind dan ucapanmu adalah merupakan bagian dari Divine family dan engkau juga bertindak sebagamana mestinya, maka dengan demikian, kehidupanmu akan disucikan. - Sri Sathya Sai Baba&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Batin yang tenteram akan menghasilkan badan yang sehat; sebaliknya badan yang sehat juga akan menghasilkan batin yang damai. - Sri Sathya Sai Baba&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena manusia telah melupakan hubungannya dengan Tuhan, maka itulah sebabnya mengapa ia dihantui oleh ketakutan dan terjerat dalam kegelisahan berkepanjangan. - Sri Sathya Sai Baba&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta-kasih senantiasa memberi dan memaafkan. Sedangkan diri (ego) senantiasa menerima dan melupakan (jasa baik orang lain). - Sri Sathya Sai Baba&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2040832203992827244-2430208256437980214?l=yohannaarifin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/feeds/2430208256437980214/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/2010/04/kata2-mutiara.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2040832203992827244/posts/default/2430208256437980214'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2040832203992827244/posts/default/2430208256437980214'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/2010/04/kata2-mutiara.html' title='KATA2 MUTIARA'/><author><name>YOHANNA ARIFIN NOTE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15040018906039989275</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_XZIFKIW2b5Q/S6xY9onUsZI/AAAAAAAAAAU/_wVET1CIAnY/S220/DSC05831.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2040832203992827244.post-907228232415135095</id><published>2010-04-05T06:59:00.000-07:00</published><updated>2010-04-05T07:00:22.246-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='RENUNGAN MOTIVASI'/><title type='text'>MASYARAKAT PEDAGANG CENDOL</title><content type='html'>Mengejutkan', demikian status yang diberikan tajuk rencana Kompas tanggal 1 Agustus 1997 atas penjualan saham bank Niaga yang menjadi pembicaraan banyak kalangan itu. Demikian ramainya orang yang membicarakan soal ini, seolah-olah timbul kesan bahwa ini telah menjadi isu nasional. Melebar jauh dari sekadar isu tentang sebuah keluarga pengusaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai konsultan, saya sependapat dengan mereka yang mengemukakan bahwa penjualan saham bank Niaga oleh keluarga Tahija, membawa nuansa persoalan yang lain dibandingkan penjualan saham perusahaan pada umumnya. Sebabnya, selain bank Niaga terkenal sebagai bank sehat dengan kinerja yang tidak jelek, keluarga Tahija adalah salah satu diantara sangat sedikit pengusaha warisan orde lama yang masih berkibar sampai sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari segi manajemen, kejadian ini membawa preseden yang tidak terlalu menggembirakan. Mungkin terlalu berlebihan menyebut kasus ini sebagai cermin lemahnya manajemen pengusaha melayu. Namun, bila kasus ini diakumulasikan dengan kasus sejenis seperti pengusaha banteng yang bayangannya saja sudah tak kelihatan, teramat langkanya perusahaan melayu yang sampai di generasi kedua , masih banyaknya jumlah perusahaan yang sedikit-sedikit minta bantuan pemerintah, tidak bisa dihindari kalau ada sejumlah pihak yang meragukan kompetensi manajemen kaum melayu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena keterbatasan data dan informasi, saya tidak berani membenarkan sekaligus menyalahkan sinyalemen tentang lemahnya manajemen kaum melayu tadi. Namun, pengalaman saya berinteraksi secara dekat dengan sejumlah perusahaan keluarga menunjukkan bahwa tidak sedikit pengusaha yang berhasil di bisnis, namun tidak terlalu berhasil di keluarga. Ini membawa konsekwensi yang tidak kecil terhadap kelangsungan hidup perusahaan kemudian. Begitu memasuki generasi kedua, perusahaan terlalu sibuk dengan konflik-konflik internal di puncak. Bahkan, ada yang sengaja memperlakukan perusahaan yang ditinggalkan generasi pertama sebagai sapi perah. Masih untung kalau sapi tadi diberi makan. Ada yang memerah sapi tanpa memberi makan sedikitpun. Sebagai hasilnya, kalau kita kelangkaan perusahaan yang bisa sampai ke generasi kedua dan seterusnya, saya tidak terlalu heran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disamping itu, lokasi kita secara geografis yang terletak di pusat lalu lintas perdagangan dunia, membuat sejarah bisnis republik ini banyak sekali berinteraksi dengan para pedagang. Akibatnya, mind set yang terbentuk sejauh ini sangat dominan diwarnai oleh mental pedagang. Hanya berani mengambil keputusan, bila untungnya sudah kelihatan di pelupuk mata. Investasi, apa lagi di sektor yang tak jelas seperti sumber daya manusia, adalah sebuah kata yang terlalu muluk bagi kaum pedagang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konflik internal - yang menempatkan perusahaan sebagai sapi perah - dan mental pedagang tadi kemudian berinteraksi dengan lingkungan bisnis yang hanya memberi reward pada mereka yang adaptif dan inovatif. Sebagaimana kita pelajari dari industri komputer, tiada hari tanpa penemuan baru di sektor hard ware dan soft ware. Ini terjadi bukan karena pemain-pemain di sektor ini sombong-sombongan, namun karena konsumen melalui mekanisme pasar, hanya memberi ruang hidup pada mereka yang bisa melakukan inovasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena tidak ada pasar yang mau berbelas kasihan terhadap mereka yang tidak inovatif, maka dibiarkan saja tukang perah sapi yang bermental pedagang tadi bergelimpangan tanpa diselamatkan oleh siapapun. Ini yang bisa menjelaskan kenapa kita kelangkaan perusahaan yang langgeng sampai generasi kedua dan seterusnya. Kenapa bayang-bayang pengusaha banteng mulai tak kelihatan. Kenapa bank-bank pemerintah ditinggalkan bank-bank swasta. Kenapa di sektor-sektor pembentuk masa depan seperti teknologi informasi kita hanya menjadi kacung dari kekuatan-kekuatan asing. Kenapa kita merasa kecolongan setelah tahu hanya menjadi tukang jahit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi saya, ada perbedaan mendasar antara pengusaha dengan pedagang cendol di pinggir jalan. Pedagang cendol, sebagaimana kita tahu, membeli bahan hari ini, dimasak hari ini, memperoleh untung hari ini, dan dimakan hari ini. Hidup dalam pengertian mereka hanya sepanjang matahari hari ini. Bila pedagang cendol memiliki pola bisnis seperti itu, dan kemudian mudah lenyap ditiup angin persaingan, daya radiasinya hanya sebatas keluarga mereka dan segelintir konsumen yang merasa kehilangan sebentar, dan kemudian lupa oleh luasnya alternatif belanja di pasar modern.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, bila pengusaha-pengusaha yang menjadi pilar-pilar perekonomian bermental seperti itu, saya khawatir kita sebagai bangsa sedang berada di ambang kebangkrutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih-lebih bila hal terakhir ini dikaitkan dengan tuntutan-tuntutan ke depan. Kita dituntut lebih dari sekadar inovatif. Kemajuan dunia bisnis mempersyaratkan pimpinan-pimpinan puncak yang bisa membuat arsitektur sosial, yang memungkinkan kekayaan intelektual yang paling bernilai dalam bentuk kreativitas manusia, dihargai dan terkelola secara baik. Dan, hal terakhir ini memerlukan pengusaha-pengusaha yang hidupnya tidak sependek pedagang cendol di pinggir jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, suka atau tidak suka, setuju atau tidak setuju, kita masih kelangkaan mahluk yang bernama pengusaha. Lihat saja, setiap kali ada masalah di banyak industri, hal pertama yang dilakukan adalah meminta perlindungan pemerintah. Respon pertama dari pasar perbankan yang membengkak akibat pakto adalah pembajakan manajer di mana-mana. Tidak sedikit pengusaha yang mengeluarkan biaya promosi ratusan juta perharinya, sangat pelit diajak melatih karyawannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba bandingkan antara biaya promosi yang berakibat langsung terhadap penjualan dengan investasi di sektor pengembangan dan sumber daya manusia. Bila hasilnya sangat timpang, saya khawatir kita bukannya komuniti pengusaha yang bisa diandalkan sebagai pilar-pilar perekonomian. Melainkan, sebuah masyarakat pedagang cendol, yang lebih dari cukup untuk digunakan modal guna membuat bangsa ini bangkrut suatu saat kelak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Gede Prama&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2040832203992827244-907228232415135095?l=yohannaarifin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/feeds/907228232415135095/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/2010/04/masyarakat-pedagang-cendol.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2040832203992827244/posts/default/907228232415135095'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2040832203992827244/posts/default/907228232415135095'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/2010/04/masyarakat-pedagang-cendol.html' title='MASYARAKAT PEDAGANG CENDOL'/><author><name>YOHANNA ARIFIN NOTE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15040018906039989275</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_XZIFKIW2b5Q/S6xY9onUsZI/AAAAAAAAAAU/_wVET1CIAnY/S220/DSC05831.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2040832203992827244.post-5595521197883766819</id><published>2010-04-05T06:57:00.000-07:00</published><updated>2010-04-05T06:58:57.444-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='RENUNGAN MOTIVASI'/><title type='text'>MESIN-MESIN PEMBUAT MANUSIA</title><content type='html'>Dulu, ketika masih melanjutkan studi di Lancaster Inggris, dan mendalami sebuah bidang yang bernama the social construction of technology, banyak sahabat dan profesor yang meragukan kalau bidang ini memiliki masa depan yang meyakinkan. Entah dari mana datangnya keyakinan saat itu, saya cuek saja dengan keraguan sahabat-sahabat di atas. Sekian tahun setelah semua itu berlalu, ternyata pilihan saya tidak keliru. Di tahun-tahun terakhir, saya berhadapan dengan antrean panjang undangan menjadi nara sumber di bidang teknologi informasi (TI). Bukan karena saya seorang pakar TI, tetapi karena segi sosial dari teknologi menarik minat banyak sekali orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini juga terjadi ketika Microsoft Indonesia meluncurkan produk baru mereka dengan nama Microsoft XP awal Juni 2001. Di depan ratusan pimpinan puncak perusahaan serta manusia-manusia TI, saya harus bertutur tentang pergeseran-pergeseran peran TI dalam komunitas manusia. Sebagaimana pernah saya tulis sebelumnya, terjadi pergeseran yang amat meyakinkan, dari fungsi TI yang paling tradisional dalam bentuk supporting function kemudian menuju automating, informating, reformatting dan kemudian enlightening.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi saya fungsi-fungsi supporting, automating, informating, secara meyakinkan sedang berlalu dan siap-siap untuk lenyap dari peredaran. Dan tanpa kesadaran yang meyakinkan, umat manusia sedang diformat ulang (reformatting) oleh TI. Lihat cara kita bekerja, cara kita hidup, cara anak-anak kita berpacaran, semua dirubah secara meyakinkan oleh TI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mengelola sebuah perusahaan dengan dua ribu orang karyawan di Jawa Tengah dan sebuah perusahaan konsultan di Jakarta, serta melaksanakan tugas sebagai pembicara publik di banyak kota, plus hobi harus menulis tujuh tulisan dalam sebulan. Semua itu tidak hanya berjalan relatif tanpa hambatan, tetapi bergerak dari satu kemajuan menuju kemajuan yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di satu kesempatan harus menunaikan tugas sebagai anak yang harus menengok orang tua di kampung yang tidak dijangkau telepon di Bali Utara sana, toh semua pekerjaan dan kegiatan di atas bisa berjalan. Tidak ada dunia kiamat kalau kantor ditinggalkan seminggu lebih. Bahkan kerap tidak ada bawahan yang tahu kalau saya berada di kampung sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini baru cara kerja. Cara hidup saya berubah total oleh TI. Menelepon isteri di rumah – terutama karena hampir setiap minggu terbang meninggalkan Jakarta – hampir dilakukan setiap hari. Puteri saya kerap mengirim pesan-pesan SMS yang menyejukkan. Putera saya yang kedua kadang mengirim ‘bunga’ lewat e-mail. Sebelum pulang melakukan synchronize terhadap personal digital assistant, kemudian mengerjakan semua sisa e-mail di tengah kemacetan Jakarta. Sehingga sampai di rumah, kepala sudah kosong dengan pekerjaan, kemudian hanya memikirkan anak-anak dan anak mertua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara anak-anak kita berpacaran diformat lain lagi oleh teknologi. Dulu, ketika saya berpacaran dengan seorang wanita yang sekarang sudah menjadi Ibunya anak-anak, setiap Sabtu malam harus datang bertamu, bercakap-cakap seperlunya denga calon mertua, dan seterusnya. Sekarang, tidak sedikit anak-anak remaja yang berpacaran dengan cara chatting. Tidak keluar rumah, hanya duduk di depan komputer, namun jangan pikir tidak ada resiko. Kata-kata yang digunakan, tidak sedikit kata-kata kotor yang tidak pernah digunakan orang tua mereka dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam totalitas, TI sudah menjadi serangkaian mesin yang sedang membuat kita. Tanpa kesiapan yang memadai, merekalah yang akan menguasai kita. Bukan tidak mungkin, kalau suatu saat TI akan menjadi pemerintah komunitas manusia. Dan celakalah kita dibuat oleh teknologi yang kita buat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena kekhawatiran inilah, kemudian saya mengajak banyak sahabat-sahabat TI untuk masuk ke enlightening function of IT. Di mana, TI tidak saja perlu kita ‘nikahi’, tetapi juga digunakan sebagai sumber-sumber yang bisa mencerahkan hidup dan kehidupan. Sebut saja situs-situs internet yang mengajarkan Yoga, meditasi, atau pengetahuan-pengetahuan agama. Dan lebih dari sekadar menghadirkan pengetahuan-pengetahuan yang mencerahkan, kemanjaan-kemanjaan yang dihadirkan TI (sebagai contoh Microsoft XP yang baru diluncurkan), bisa memberi kita banyak waktu untuk beryoga, meditasi, pergi ke Mesjid, Gereja atau memberi kita lebih banyak waktu untuk melakukan refleksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya bisa melakukan meditasi setidak-tidaknya dua kali sehari, menemui anak dan isteri setiap hari dari tempat yang amat jauh sekalipun, dan bisa mengerjakan pekerjaan apapun tanpa batas ruang dan waktu yang terlalu mengganggu. Dan semua itu bisa dilakukan, karena ada dukungan-dukungan TI. Maka dari itulah, sejalan dengan Compaq yang menempatkan TI sebagai inspiration technology, saya menempatkannya sebagai enlightening technology. Sebagai kendaraan untuk mencapai tujuan-tujuan hidup yang mencerahkan. Dengan semakin banyak waktu untuk keluarga, membaca, bermeditasi, beryoga – dan ini sangat dimungkinkan oleh kehadiran TI, bukankah hidup dan kehidupan kemudian membawa kemungkinan pencerahan yang lebih tinggi ?. Dan yang lebih penting lagi, dengan cara itu, kita bisa mengurangi kemungkinan dibuat ulang oleh mesin-mesin yang bernama teknologi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2040832203992827244-5595521197883766819?l=yohannaarifin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/feeds/5595521197883766819/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/2010/04/mesin-mesin-pembuat-manusia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2040832203992827244/posts/default/5595521197883766819'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2040832203992827244/posts/default/5595521197883766819'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/2010/04/mesin-mesin-pembuat-manusia.html' title='MESIN-MESIN PEMBUAT MANUSIA'/><author><name>YOHANNA ARIFIN NOTE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15040018906039989275</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_XZIFKIW2b5Q/S6xY9onUsZI/AAAAAAAAAAU/_wVET1CIAnY/S220/DSC05831.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2040832203992827244.post-299606534450532361</id><published>2010-04-05T06:56:00.000-07:00</published><updated>2010-04-05T06:57:44.976-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='RENUNGAN MOTIVASI'/><title type='text'>MANAGING THE HEART CAPITAL</title><content type='html'>Bisa jadi, benar kata sejumlah sahabat jernih, sejarah adalah cara sang kehidupan berpetuah ke kita. Jika saja, setiap manusia cermat mengamati bentangan sejarah yang demikian panjang, mungkin tidak ada putaran sejarah yang kembali ke tempat semula. Mungkin sejarah akan bergerak seperti spiral misalnya, atau malah ditandai oleh gerakan yang kebanyakan naik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebut saja modal kemajuan sebagai contoh. Modal material semata, oleh sejarah sudah diberitahu jauh-jauh hari, kalau jauh dari cukup untuk sebagai pendorong kemajuan. Namun, tetap saja ada penguasa dan pengusaha yang mau lari di atas roda-roda modal material semata. Tidak hanya Indonesia, hampir semua negara berkembang ditandai oleh kekeroposan perekonomian terutama karena bertumpu pada modal material semata. Belakangan, munculnya mega skandal seperti Enron dan Worldcom di AS bahkan membuka tabir, bahkan di negeri maju sekalipun, modal material semata tidak cukup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih dari sekadar keropos, sejumlah negara bahkan tidak maju-maju hanya karena berkonsentrasi pada modal material seperti utang semata. Sebagian negara bahkan dililit lingkaran setan hutang tanpa mengenal batas waktu kapan berakhirnya. Ada juga negara dan perusahaan yang justru runtuh di tengah limpahan modal material semata. Sebab, di tengah limpahan materi kemudian orang hanya berebut uang dan kekuasaan. Lupa tugas-tugas lain yang lebih penting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah-tengah keterbatasan modal material seperti inilah, kemudian hadir modal intelektual. Di mana intelek, teknologi, rasionalitas berada memimpin di depan. Hadirnya teknologi informasi dan teknik-teknik manajemen masuk dalam kategori ini. Untuk alasan inilah hadir organisasi yang berbasiskan intelektualitas di mana-mana. On line organization, mobile corporation, e-banking, m-insurance belum lagi termasuk flat organization, knowledge based corporation semuanya termasuk bagian dari menyongsong modal intelektual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fundamental dalam modal intelektual ini, semuanya dihubungkan melalui jejaring yang bernama intelektualitas. Lebih pintar, lebih cerdas, lebih cepat, lebih cermat dan kata lebih lainnya adalah standar dan ukuran-ukuran keberhasilan. Di sini juga muncul kata benchmarking, di mana kemajuan orang lain menjadi ukuran kita dalam berlari. Competition juga muncul dan berkembang pesat dalam hal ini. Apapun dan bagaimanapun caranya, kemenangan dalam persaingan mutlak didapatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk alasan itulah maka teknologi, pengetahuan, cara dan teknologi mengelola diburu dan dikejar kemana-mana. Ada yang rela membelinya dengan harga yang amat mahal. Bisnis konsultan berkembang seperti jamur di musim hujan dalam hal ini. Demikian juga dengan usaha memata-matai lawan. Ia tidak lagi dilakukan secara malu-malu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian dahsyatnya peran modal intelektual, banyak pemilik modal material yang mencium bau kemajuan ini. Maka bergabunglah dua modal ini sebagai mesin kemajuan. Hasilnya memang dahsyat. Lompatan-lompatan memang terjadi di mana-mana. Tidak hanya lompatan prestasi perusahaan, lompatan prestasi bangsa juga terjadi. Ingat, sebelum krisis, Asia disebut sebagai kawasan dengan lompatan prestasi yang mengagumkan. Di kawasan ini juga muncul pengusaha-pengusaha dadakan yang muncul mengagetkan. Jumlah kekayaan bank, tiba-tiba menggelembung demikian cepatnya tidak bisa diketahui dari mana sumbernya. Pengusaha-pengusaha baru tiba-tiba secara mengagetkan muncul ke permukaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sebagaimana telah dicatat rapi oleh sejarah, semua yang serba dadakan ini kemudian runtuh tanpa sepenuhnya bisa dijelaskan. Setelah runtuh, bahkan membukakan luka-luka lebar yang berbahaya. Dari sinilah, timbul pemikiran untuk mencari another source of capital. Dan the heart capital, layak dipikirkan dalam hal ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agak berbeda dengan pemuja-pemuja modal material dan modal intelektual yang menempatkan the heart capital sebagai rem kemajuan, sebenarnya modal alternatif ini berwajah jauh lebih luas dari sekadar rem. Dalam kerangka sederhana, hati bisa bermuara pada dua hal: kekuatan dan kebijaksanaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tataran hati sebagai sumber kekuatan, hati menjadi sumber energi bagi hadirnya strong will. Mahatma Gandhi, Bunda Theresa, Konosuke Matsushita adalah sebagian contoh bagaimana hati menjadi sumber energi yang amat mengagumkan. Mengacu pada pengalamannya Mahatma Gandhi, bahkan penjajah terkuatpun bisa diusir oleh kekuatan yang datang dari dalam hati. Bercermin pada pengalaman Konosuke Matsushita, sebuah toko elektronika bisa ditransformasikan menjadi kekuatan multi nasional yang mengagumkan. Inilah yang kerap saya sebut dengan light of will. Sebab kekuatan hati telah menjadi cahaya penerang bagi banyak upaya penciptaan kemudian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahap hati sebagai sumber kebijaksanaan, muncul light of sacred. Sinar-sinar sakral yang suci. Pada tahapan tertentu, tidak tertutup kemungkinan melalui sinar-sinar jenis ini manusia bisa bertemu the co-creator of life. Bila itu terjadi, doa tidak lagi berarti rangkaian permintaan. Melainkan hanyalah konfirmasi dari apa yang didoakan. Berbeda dengan tahapan sebelumnya, tahap ini ditandai oleh banyaknya energi-energi keikhlasan di depan sang kehidupan. Bahkan, banyak sahabat jernih mengungkapkan, kalau keikhlasan adalah ujungnya setiap pengetahuan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekilas dari penjelasan ini tampak muncul semacam paradoks. Sebab, di satu sisi hati memproduksi strong will, di lain sisi ia menghasilkan enormous capacity of acceptance. Dan memang demikianlah hakekat kehidupan. Orang Cina menggambarkannya dengan Yin-Yang. Dan berbeda dengan banyak pengetahuan yang menempatkannya dalam posisi saling berseberangan (baca: dualitas), bahkan ada yang berani memberinya sebutan paradoks (salah satunya Naisbitt), sebenarnya keduanya hadir sebagai dua hal yang saling berpelukan dan saling melengkapi. Malam ada untuk membuat siang lebih indah. Orang jelek ada untuk membuat orang cantik tampak lebih menawan. Kegagalan ada untuk meningkatkan cita rasa kesuksesan kemudian. Demikian juga dengan keikhlasan, ia bukan lawannya strong will, melainkan memberi energi-energi baru bagi strong will berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada catatan berikutnya: the beauty of balance! Tidak hanya dalam mengelola hati, dalam setiap aspek kehidupan manusia memerlukan keindahan keseimbangan. Dan ini bukanlah ilmu eksak yang bisa direduksi ke dalam teknik dan rumus yang kaku. Setiap keseimbangan bersifat dinamis, berubah sejalan dengan berputarnya sang waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agak berbeda dengan modal material dan modal intelektual, atau kombinasi diantara keduanya, di mana semuanya berjalan di atas mesin-mesin akal sehat, pengetahuan, rasionalitas, dst. Dalam the heart capital, akal sehat dan pengetahuan bukanlah segala-galanya. Ia bisa dilampaui melalui dua hal sederhana: love and compassion. Seorang sahabat pengusaha terkemuka pernah menyebut beda antara orang bodoh, orang pintar, orang licik dan orang beruntung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang bodoh dikalahkan sama orang pintar. Dan ini bisa dimaklumi. Orang pintar kalah sama orang licik. Ini juga sudah dicatat dalam banyak sejarah. Dan satu-satunya orang yang tidak bisa dikalahkan orang licik, yakni orang yang senantiasa beruntung. Bahasa logikanya memang ‘beruntung’ - yang mengandung makna kebetulan dan tidak bisa diramalkan serta tidak dipersiapkan sebelumnya - tetapi bagi siapa saja yang sudah mendalami samudera-samudera hati. Lebih-lebih ketika manusia sudah berpelukan dengan cocreator of life, keberuntungan bukanlah sebuah kebetulan. Ia hasil dari rangkaian penciptaan antara manusia bersama cocreator-nya. Hanya karena belum pernah sampai di sanalah, sebagian orang menyebutnya kebetulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam cahaya-cahaya the heart capital seperti ini, terjadi pergeseran yang cukup besar dalam sumber-sumber kekuasaan. Di mana kekuasaan yang dulunya lebih bersumber dari luar (jabatan, uang, kepemilikan, dll) bergeser ke sumber-sumber dalam diri. Dan hati (baik sebagai light of will maupun sebagai sacred light) adalah sebuah wilayah di mana sumber kekuasaan tadi tersedia secara amat melimpah. Sayangnya, banyak manusia dihalangi oleh awan tebal yang bernama pikiran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin kedengaran terlalu idealis dan moralis, atau bahkan terlalu mengawang-awang terutama bagi banyak sahabat yang belum pernah mencobanya. Dan sebutan seperti itu boleh-boleh saja! Namun, begitu manusia bertemu co-creator of life, apa lagi bisa bersatu dalam kekuatan yang sama, maka berlakulah puisi indahnya Rumi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertahun-tahun aku mengetok pintuMu&lt;br /&gt;Lamaa sekali tidak dibuka&lt;br /&gt;Dan ketika dibuka&lt;br /&gt;Baru aku sadar...&lt;br /&gt;Kalau aku mengetuknya dari dalam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2040832203992827244-299606534450532361?l=yohannaarifin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/feeds/299606534450532361/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/2010/04/managing-heart-capital.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2040832203992827244/posts/default/299606534450532361'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2040832203992827244/posts/default/299606534450532361'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/2010/04/managing-heart-capital.html' title='MANAGING THE HEART CAPITAL'/><author><name>YOHANNA ARIFIN NOTE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15040018906039989275</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_XZIFKIW2b5Q/S6xY9onUsZI/AAAAAAAAAAU/_wVET1CIAnY/S220/DSC05831.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2040832203992827244.post-1982379630032625105</id><published>2010-04-05T06:55:00.000-07:00</published><updated>2010-04-05T06:56:43.094-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='RENUNGAN MOTIVASI'/><title type='text'>MENEMUKAN HARTA KARUN TERMAHAL</title><content type='html'>Salah satu jenis film tontonan yang kerap saya lihat dulu ketika berumur masih amat muda, adalah perjalanan sejumlah orang mencari harta karun di tempat yang amat jauh. Menarik, seru dan menegangkan, itulah alasan kami ketika itu duduk di bioskop atau di depan tv ber jam-jam. Menarik, karena menghadirkan pengalaman perjalanan yang disertai pemandangan daerah pedalaman yang indah. Seru, sebab disertai adegan-adegan yang susah ditebak arahnya. Menegangkan, terutama karena serangkaian tantangan berat senantiasa menghadang di depan mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika itu, tidak pernah terbayangkan sedikitpun kalau perjalanan hidup ini amat serupa dengan perjalanan mencari harta karun. Menarik, tentu saja karena pemandangan-pemandangan yang hadir di depan mata demikian bervariasi. Demikian menarik dan asiknya, sampai-sampai ada banyak sekali orang yang tidak sadar kalau satu tahun sudah berlalu. Atau tiba-tiba baru sadar kalau umur sudah tua, terutama setelah melihat putera-puteri beranjak dewasa. Disamping mengasikkan, ada tidak sedikit manusia yang amat takut kematian. Apa lagi sebabnya kalau bukan karena daya tarik sang hidup yang demikian memikat. Disamping menarik, perjalanan sang hidup juga seru, sebab tidak jarang terjadi kita harus ‘berperang’ dengan banyak kekuatan. Ada perang melawan diri sendiri, ada perang melawan ketidakjujuran, ada perang melawan ketertindasan, dan masih banyak lagi perang lainnya. Dan terakhir tentu saja juga menantang, secara lebih khusus karena tidak seorangpun tahu bagaimana persisnya wajah masa depan. Tiba-tiba tanpa persiapan memadai ia hadir di depan mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bedanya, kalau dalam film-film di atas, jelas dan tegas harta karunlah yang digunakan sebagai sasaran buruan. Dalam perjalanan kehidupan, sasaran buruannya disamping berbeda dari satu orang ke orang yang lain, juga bergerak dan berubah sejalan dengan kedalaman renungan masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada memang sekumpulan manusia yang seluruh hidupnya hanya digunakan mencari harta dan tahta. Dan bahkan sampai di ujung kehidupanpun masih menangisi harta yang ditinggalkan. Di bagian lain, ada juga manusia yang sama sekali tidak perduli akan harta dan tahta. Satu-satunya yang ia perdulikan hanyalah perjalanan menuju Tuhan. Di antara dua kutub ekstrim ini, kadang ada sisa-sisa renungan yang tercecer. Sekaligus menghadirkan pertanyaan mendasar, apakah yang kita cari dalam perjalanan hidup yang demikian melelahkan ini ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana tidak melelahkan, saya menghabiskan hampir dua puluh tahun duduk di bangku sekolah formal. Bergelut dengan kehidupan kerja hampir enam belas tahun. Berkelana dalam kehidupan pernikahan yang banyak godaan telah delapan belas tahun. Tidak sedikit di antaranya diwarnai air mata kesedihan, perang hati nurani, bahkan kadang mengancam nyawa. Dalam rangkaian perjalanan seperti ini, sangat layak kalau bertanya ulang, apa yang kita cari ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah sampai di tataran pemahaman mana perjalanan Anda sejauh ini, tetapi semakin saya selami dan dalami, semakin saya tahu kalau hidup adalah sebuah perjalanan ke dalam diri. Berbeda dengan harta karun yang harus kita cari, dan membawa kemungkinan terbukanya sebuah penemuan, harta karun kehidupan ada pada proses belajar. Ya sekali lagi ada pada proses belajar. Bukan pada tujuan akhirnya. Ini penting untuk dipahami dan didalami, karena perjalanan menemukan diri sendiri adalah sejenis perjalanan yang tidak mengenal garis finish.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena tidak ada titik akhirnya inilah, maka saya menaruh banyak hormat kepada sejumlah pilosopi timur yang menekankan pentingnya hidup di hari ini (living in the now). Tidak sekadar hidup berfoya-foya dan menghabiskan kenikmatan tentunya. Melainkan, hidup penuh kesadaran dan rasa syukur. Pada kesempatan lain, saya memang pernah mengutip tingkatan-tingkatan manusia ala seorang sahabat pengusaha. Dari manusia bodoh, pintar, licik sampai dengan manusia beruntung. Dan konon manusia beruntunglah yang tidak bisa dikalahkan oleh manusia licik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bercermin pada pentingnya hidup penuh kesadaran di hari ini, ada manusia yang lebih berbahagia dibandingkan manusia yang beruntung, yakni manusia yang tidak lagi terikat pada apapun. Ketika dipuja karena berada di atas, ia yakin harta dan tahtalah yang dipuja orang. Tatkala dihina karena jatuh ke lumpur kehidupan, ketiadaan harta dan tahta yang membuatnya jadi demikian. Dengan kata lain, diri ini yang sebenarnya tidaklah pernah disentuh pujian dan makian. Oleh karena itu, kenapa mesti gembira ketika dipuji dan menangis ketika dimaki ? Demikianlah pilihan sikap manusia-manusia langka yang sudah bebas dari keterikatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada satu kekuatanpun yang bisa mendikte orang jenis terakhir. Ketika sibuk dalam kerja ia menikmati kerjanya dengan suka cita. Tatkala PHK menghadang ia habiskan waktunya untuk belajar pilosopi dan agama. Mana kala anak-anak masih kecil, kita ajak mereka hidup dalam tawa dan canda. Dan bila mereka sudah besar dan mandiri, kalau dibantu hidup syukur, kalau tidak dibantu bisa jadi jalan hidup sudah seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hidup yang tidak lagi dibelenggu keterikatan, yang ada hanyalah kebebasan dan keikhlasan di depan Tuhan. Entah Anda setuju entah tidak, sampai dengan perjalanan hidup saya sekarang, inilah berkah dan harta karun terbesar yang pernah diberikan ke saya. Dengan kerendahan hati di depan Tuhan, saya hanya bisa berucap lirih : "terima kasih Tuhan !".&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2040832203992827244-1982379630032625105?l=yohannaarifin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/feeds/1982379630032625105/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/2010/04/menemukan-harta-karun-termahal.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2040832203992827244/posts/default/1982379630032625105'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2040832203992827244/posts/default/1982379630032625105'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/2010/04/menemukan-harta-karun-termahal.html' title='MENEMUKAN HARTA KARUN TERMAHAL'/><author><name>YOHANNA ARIFIN NOTE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15040018906039989275</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_XZIFKIW2b5Q/S6xY9onUsZI/AAAAAAAAAAU/_wVET1CIAnY/S220/DSC05831.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2040832203992827244.post-8700903084590919415</id><published>2010-04-05T06:54:00.000-07:00</published><updated>2010-04-05T06:55:41.446-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='RENUNGAN MOTIVASI'/><title type='text'>PENUH KEBERUNTUNGAN SELAMANYA</title><content type='html'>Dulunya, ketika baru saja menginjakkan kaki di dunia bisnis, bagi saya sungguh sebuah pengalaman yang mengejutkan. Bayangkan, dengan gaya anak Bali yang sering tersenyum, tidak boleh menonjol, kepala diinjak-injak orang hampir setiap hari. Ada calon atasan yang baru memberikan pekerjaan beberapa menit sebelum pulang, untuk kemudian membuat saya buru-buru, dan pada akhirnya membuat penilaian terhadap kinerja saya jadi buruk. Ada orang lama yang iri hati, kemudian di depan umum menjewer telinga. Ada pengusaha yang menggunakan saya sebagai bumper agar atasan cepat keluar. Dan masih banyak lagi pengalaman-pengalaman sejenis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang jelas, lama saya sempat kesepian dalam keramaian di dunia bisnis. Sehingga pernah lari mencari habitat baru sebagai dosen di salah satu program MBA di Jakarta. Dan ternyata habitat baru sama saja dengan yang lama. Dari sinilah asal muasal untuk terbang sendiri di dunia penulis, pembicara publik dan konsultan. Namun, manusia bisa berusaha dan ternyata Tuhanlah yang menentukan. Aliran air kehidupan lagi-lagi membawa saya sebagai pegawai perusahaan – kendati di tingkatan kehidupan yang jauh lebih tinggi. Dan kesepian yang samapun datang lagi menjumpai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin karena kesabaran untuk senantiasa berjalan dan mencari inilah, membuat Tuhan membukakan pintu lain. Di dunia bisnis, di mana kepintaran dan kelicikan berperang setiap hari, ternyata masih menyediakan tempat-tempat teduh dan sejuk. Saya merasa amat beruntung, karena pertama kali mengenal dunia kerja di tempat yang disemai dan dibesarkan Konosuke Matsushita. Seorang pengusaha yang meramu dan menggabungkan bisnis dengan kecintaan mendalam akan kedamaian dan kemanusiaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui kegiatan interaksi sebagai pembicara publik, saya bertemu dengan Hari Darmawan (pendiri sekaligus ketua kelompok usaha Matahari), Sudamek AWS (komandan kelompok usaha Garuda Food), Chairul Tanjung (pendiri dan pemilik kelompok usaha Para yang memiliki Bank Mega dan Trans TV) dan sejumlah pengusaha kaya yang berhasil. Dan kehadiran mereka membuat saya tidak lagi merasa kesepian seorang diri. Sebab, masih ada cukup banyak orang yang berhasil dengan jalan-jalan lurus yang penuh cinta dan kasih sayang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sebuah kesempatan sama-sama menjadi pembicara seminar, Chairul Tanjung pernah menyebutkan beberapa tingkatan kualitas manusia. Manusia bodoh, demikian ia berbicara khas dengan suara lantangnya, dikalahkah manusia pintar. Manusia pintar sering kalah oleh manusia licik. Dan manusia licik tidak bisa mengalahkan manusia beruntung. Dengan kata lain, manusia beruntunglah termasuk manusia dengan kualitas yang tidak terkalahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sinyalemen Chairul Tanjung ini sempat menghentak kesadaran saya. Sebab, di luar kesadaran, di banyak kesempatan saya teramat sering diselamatkan oleh ‘keberuntungan’. Ya sekali lagi keberuntungan. Sebagai orang yang lahir biasa-biasa saja, sulit menyebut diri sebagai manusia pintar. Dan kehidupan tanpa cukup bekal kepintaran ini dipagari lagi oleh nilai dan norma tidak boleh licik. Teorinya, orang seperti saya ini sudah menjadi keset yang diinjak-injak orang di banyak kesempatan. Nyatanya, kenyataan bertutur lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua ini mengingatkan saya pada penulis buku The Body Feng Shui. Di mana keberuntungan mudah sekali datang pada tubuh dan jiwa yang sering disirami kemuliaan-kemuliaan. Saya memang masih jauh dari status mulia, namun tetap saja sang keberuntungan sering datang. Dan belakangan, bertemu dengan keberuntungan-keberuntungan yang lebih menjernihkan dan membahagiakan. Terutama setelah berkenalan dengan karya-karya yang berbau Zen, Yoga, meditasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam karya-karya jenis terakhir, hidup digambarkan seperti aliran air di sungai. Sebelah pinggir kali bernama kesenangan, sebelahnya lagi bernama kesedihan. Sebagaimana kehidupan yang sebenarnya, ada saatnya kita terhenti di pinggir kali kesenangan, ada kalanya terhenti di pinggir kali kesedihan. Apapun nama dan jenis pinggir kalinya, tidak perduli kita sedang senang atau sedih, sang hidup akan senantiasa berjalan. Sehingga, siapa saja yang memusatkan perhatian pada pemberhentian sementara di pinggir kali, ia pasti tidak puas. Sebab, pinggiran kali hanyalah bentuk lain dari kesementaraan. Keabadiaan, demikian keberuntungan-keberuntungan terakhir mengajarkan ke saya, ada dalam kenikmatan untuk mengalir dengan sang perubahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam keheningan kesadaran seperti ini, saya (dan juga Anda ?) memang tidak pernah lahir dan tidak akan pernah mati. Yang mati dan lahir hanyalah tubuh. Dan diri ini yang terus mengalir tidak mengenal kamus kelahiran dan kematian. Sama dengan air yang mengalir di sungai, yang tidak hilang dibawa matahari, maupun tidak hilang ditelan bumi, ia menghadirkan gemercik-gemercik kegembiraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika tulisan ini dibuat, saya memang banyak dipuji dan dilayani. Dan saya paham, jabatan dan atribut-atribut sejenislah yang membuatnya demikian. Suatu saat ketika atribut itu tidak ada, bukan tidak mungkin makian dan kebencian yang datang. Dan ini juga ditujukan pada ketiadaan atribut. Dan diri saya yang mengalir memang tidak pernah disentuh pujian dan makian. Jadi kenapa mesti tertawa ketika dipuja, dan kenapa juga mesti berhenti bernyanyi ketika dimaki ? Bukankah keduanya tidak ditujukan pada diri ini yang terus mengalir ?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terimakasih Tuhan karena sudah membawa saya pada keberuntungan setinggi ini. Sebuah tingkatan yang tidak lagi memerlukan kepintaran, apa lagi kelicikan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2040832203992827244-8700903084590919415?l=yohannaarifin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/feeds/8700903084590919415/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/2010/04/penuh-keberuntungan-selamanya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2040832203992827244/posts/default/8700903084590919415'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2040832203992827244/posts/default/8700903084590919415'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/2010/04/penuh-keberuntungan-selamanya.html' title='PENUH KEBERUNTUNGAN SELAMANYA'/><author><name>YOHANNA ARIFIN NOTE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15040018906039989275</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_XZIFKIW2b5Q/S6xY9onUsZI/AAAAAAAAAAU/_wVET1CIAnY/S220/DSC05831.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2040832203992827244.post-843056068077478559</id><published>2010-04-05T06:53:00.000-07:00</published><updated>2010-04-05T06:54:42.514-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='RENUNGAN MOTIVASI'/><title type='text'>MENUJU KESEMPURNAAN DG KESEJATIAN</title><content type='html'>Entah karena faktor perjalanan pemahaman, atau karena faktor masukan dari orang lain, belakangan ada keindahan dan kesenangan tersendiri kalau saya bertutur melalui jalur cerita, lelucon, anekdot dan sejenisnya. Tidak hanya pendengar dan pembaca yang memberi respon positif, sayapun menikmati sekali pembicaraan yang keluar dari mulut ini melalui jalur-jalur ini. Mungkin benar apa yang pernah ditulis seorang pemikir India yang bernama Bhagawan Vyasa – sebagaimana dikutip salah satu serial buku Chicken Soup For The Soul – bahwa jembatan yang menghubungkan manusia dengan kebenaran bernama cerita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena alasan terakhirlah, kemudian ada kesibukan tambahan dalam hidup saya belakangan ini : mengumpulkan dan mengolah cerita. Dari sekian cerita yang sudah terkumpul dan telah digunakan sebagai kendaraan pemahaman buat pembaca dan audiensi, ada sebuah cerita yang terbukti bisa menggugah hidup banyak orang. Ia berkisah tentang seorang kaya raya yang baik hati dan memiliki empat isteri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di suatu pagi orang kaya tadi didatangi oleh sang kematian. Dengan sopan mahluk terakhir berucap begini : ‘Bapak yang baik hati, atas utusan Tuhan kami ditugaskan untuk menjemput. Cuman, karena kebaikan hati Bapak selama hidup, diizinkan oleh Tuhan untuk membawa satu di antara empat isteri Bapak’. Dengan tersenyum orang kaya ini memohon waktu untuk menemui keempat isterinya satu persatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang pertama dipanggil tentu saja isteri keempat. Seorang wanita muda yang cantik, dengan tubuh yang menawan, rambut panjang yang terurai dan tentu saja senyumnya yang indah dan manis. Namun, betapa terkejutnya orang kaya tadi mendengar jawaban terhadap ajakan untuk menemani suaminya ke dunia kematian. Wanita cantik tadi menolak ajakan suaminya dengan kata-kata kasar dan sarkastis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menangis sambil menyesali hidupnya, orang kaya tadi memanggil isteri ketiga dengan ajakan yang sama. Wanita ini menjawab dengan bahasa yang lebih sopan : ‘maafkan kanda, saya hanya bisa menemani kanda sampai di sini saja’. Kalau tadi seperti diterjang petir rasanya, kali ini Bapak kaya tadi seperti dihempas air bah. Lagi-lagi ia menangis menyesali seluruh hidupnya. Dengan semangat hampir putus asa, ia menemui isteri kedua dan mengemukakan ajakan yang sama. Isteri kedua menjawab lebih sopan lagi : ‘saya akan temani kanda, namun hanya sampai di liang lahat’. Sehingga tidak ada pilihan lain kecuali memanggil isteri pertama. Dan takjubnya, kendati isteri pertama tidak terlalu diperhatikan, jarang diajak makan, bahkan sering disakiti, dengan tersenyum wanita yang pipinya sudah penyok dan merah-merah ini menjawab begini : “saya akan menemani kanda sampai kapanpun dan sampai di manapun”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ilustrasi tentang empat isteri di atas, sebenarnya ilustrasi tentang isteri dan suami kehidupan. Semua orang memiliki empat isteri (suami) kehidupan. Isteri keempat yang paling seksi, paling menarik, menghabiskan paling banyak waktu, sehari-hari bernama harta dan tahta. Ia memang sejenis isteri yang menyita paling banyak waktu dan tenaga dalam hidup. Dalam kehidupan banyak orang, lebih dari separuh waktu dan tenaga teralokasi ke sini. Dan sebagaimana cerita di atas, siapa saja yang memperuntukkan waktu dan tenaga hanya untuk harta dan tahta, pasti menyesali kehidupannya di gerbang kematian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isteri ketiga yang juga mengkonsumsi waktu dan tenaga cukup banyak bernama tubuh atau badan kasar. Ini juga menghabiskan uang yang tidak sedikit. Dan jangan lupa, isteri yang ini hanya bisa menghantar kita sampai di tempat dan waktu di mana kita dipanggil sang kematian. Setelah itu, ia kita kembalikan ke pihak yang meminjamkan badan ini. Isteri kedua – yang hanya bisa menghantar kita sampai di liang lahat – adalah isteri, suami, putera-puteri serta kerabat dekat kita di rumah. Sesetia-setianya mereka, hanya akan bisa menemani kita sampai di kuburan saja. Setelah itu, mereka hanya menangis sambil kembali ke kehidupan masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan isteri kita yang paling setia dan akan menemani kita kemanapun kita pergi, dan apapun yang kita lakukan terhadapnya ia hanya mengenal kesetiaan, kesetiaan dan kesetiaan, ia bernama sang jiwa. Atau, dalam sejumlah tradisi disebut dengan kata kesejatian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, kendati ia yang paling setia, dalam keseharian ia juga yang paling jarang kita perhatikan. Dalam banyak kehidupan, ia malah kerap disakiti. Kebencian, kemarahan, permusuhan dan sejenisnya adalah serangkaian kegiatan yang memukuli sang jiwa. Kalau isteri kedua (badan kasar) kita beri makan setiap hari, kita hanya memberi makanan sang jiwa sekali-sekali saja. Ada bahkan yang tidak pernah memberikan makanan pada jiwanya. Dan kalau makanan badan kasar kita harus beli dan membayarnya, makanan sang jiwa dalam bentuk cinta, cinta dan cinta, ia tersedia gratis dalam jumlah yang tidak terbatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke cerita awal tentang perjalanan menuju kesempurnaan, hanya isteri pertamalah yang bisa membawa kita ke sana. Bedanya dengan isteri-isteri lain yang egois, ia selalu mengingatkan kita bahwa jiwa bisa sehat walafiat kalau ketiga isteri yang lain juga kita perhatikan secara seimbang. Tertarikkah Anda untuk hidup dengan jalan-jalan kesejatian ?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2040832203992827244-843056068077478559?l=yohannaarifin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/feeds/843056068077478559/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/2010/04/menuju-kesempurnaan-dg-kesejatian.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2040832203992827244/posts/default/843056068077478559'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2040832203992827244/posts/default/843056068077478559'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/2010/04/menuju-kesempurnaan-dg-kesejatian.html' title='MENUJU KESEMPURNAAN DG KESEJATIAN'/><author><name>YOHANNA ARIFIN NOTE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15040018906039989275</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_XZIFKIW2b5Q/S6xY9onUsZI/AAAAAAAAAAU/_wVET1CIAnY/S220/DSC05831.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2040832203992827244.post-693090099188865438</id><published>2010-04-05T06:52:00.000-07:00</published><updated>2010-04-05T06:53:19.471-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='RENUNGAN MOTIVASI'/><title type='text'>TINDAKAN KECIL TDK DI KENAL</title><content type='html'>Di kota Liverpool Inggris, tempat John Lennon melahirkan kelompok musik yang&lt;br /&gt;pernah merubah sejarah dunia, saya pernah mengalami sebuah pengalaman&lt;br /&gt;kemanusiaan yang amat menyentuh. Setelah antre cukup lama di kantor&lt;br /&gt;imigrasi, guna memperpanjang visa isteri saya, lebih-lebih setelah mendengar&lt;br /&gt;orang di antrean depan ditanya dan dimaki sana-sini, hati ini sempat kecut&lt;br /&gt;juga. Belum lagi ditambah dengan stok tiket return yang batasnya hari itu&lt;br /&gt;juga. Plus tidak ada uang untuk menyewa hotel kalau terpaksa menginap.&lt;br /&gt;Begitu cekaknya keuangan, bekalpun membawa dari kota Lancaster yang berjarak&lt;br /&gt;sekitar empat jam perjalanan kereta api.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampai di depan petugas, saya terangkan maksud kedatangan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika petugas tahu, bahwa visa yang mau diperpanjang adalah visa isteri, ia&lt;br /&gt;bertanya apakah saya membawa akte pernikahan. Busyet, saya lupa membawanya.&lt;br /&gt;Kalaupun saya bawa, pasti ia tidak mengerti karena dalam bahasa melayu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sudah siap-siap mental dimaki sebagaimana orang Pakistan di depan, atau&lt;br /&gt;disuruh kembali lain waktu. Tiba-tiba saja saya ingat lagu John Lennon yang&lt;br /&gt;berjudul Imagine, yang bertutur mengenai mimpi John tentang kehidupan&lt;br /&gt;manusia yang tanpa agama, bangsa dan atribut lain yang memisahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah lamunan akan John Lennon tadi, tiba-tiba saya dikejutkan oleh&lt;br /&gt;suara petugas imigrasi yang menemukan kata Bali sebagai tempat lahir isteri&lt;br /&gt;saya di pasport. Dengan ekspresi yang amat bersahabat ia bertanya, di bagian&lt;br /&gt;mana dari Bali ia lahir, apakah kami sekeluarga senang tinggal di Inggris,&lt;br /&gt;dan sederetan pertanyaan yang sangat menghibur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika saya tanya balik, kenapa ia demikian bersahabat setelah tahu kami&lt;br /&gt;dari Bali, petugas tadi menceritakan pengalaman pribadinya yang pernah&lt;br /&gt;ditolong orang Bali, ketika mengalami kecelakaan saat berwisata di pulau&lt;br /&gt;dewata ini. Singkat cerita, semua urusan menjadi beres hanya karena ada kata&lt;br /&gt;Bali di pasport.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mirip dengan pengalaman di Liverpool, di Manchester saya juga pernah&lt;br /&gt;diselamatkan nasib baik. Setelah menempuh penerbangan dari Paris yang&lt;br /&gt;melelahkan, saya ikuti saja antrean manusia yang ada di depan guna diperiksa&lt;br /&gt;imigrasi. Setelah pegal berdiri setengah jam, dan akan memperoleh giliran&lt;br /&gt;bertatap muka dengan petugas imigrasi, baru saya tahu walau saya antre di&lt;br /&gt;tempat yang keliru. Sebagai warga Indonesia, saya antre di tempat yang&lt;br /&gt;ditujukan untuk warga masyarakat Eropa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, pesawat berikut ke tempat lain mesti take off kurang dari sejam&lt;br /&gt;lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sudah pasrah, what will be, will be. Pertama-tama, tentu saja&lt;br /&gt;petugasnya cemberut melihat tampang saya. Lebih-lebih setelah melihat&lt;br /&gt;passport yang berisi gambar burung garuda. Namun, karena kesabaran petugas,&lt;br /&gt;dibuka juga itu passport sambil bertanya, di mana saya tinggal selama di Inggris. Setelah saya jawab dengan sebutan desa Galgate di pinggiran kota kecil Lancaster, tiba-tiba wanita di depan saya wajahnya sumringah. Dengan akrab dia bercerita tempat lahirnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penduduk desa kecil yang amat bersahabat. Buah apel yang bisa dipetik siapa&lt;br /&gt;saja oleh penduduk desa Galgate. Orang-orang tua jompo yang penuh senyum dan persahabatan tanpa pamrih dan masih banyak lagi yang lain. Dan, tiba-tiba&lt;br /&gt;saja petugas imigrasi ini minta saya menunggu sebentar, sementara ia pergi&lt;br /&gt;membawa passport saya ke counter lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak lebih dari tiga menit, ia sudah mengembalikan passport saya lengkap&lt;br /&gt;dengan stempel imigrasi. Sambil berpesan : sampaikan salam kangen saya buat&lt;br /&gt;penduduk desa Galgate.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boleh percaya boleh tidak, saya mengalami kejadian-kejadian seperti ini,&lt;br /&gt;dalam frekuensi yang cukup sering. Sejumlah rekan Tionghoa yang mengerti&lt;br /&gt;petunjuk hoki, menyebut saya manusia hoki karena bentuk hidung, telinga dan&lt;br /&gt;dagu yang cocok dengan ciri-ciri hoki. Sebagai manusia biasa, saya memang&lt;br /&gt;memiliki banyak kekurangan. Disebut sering suka cerita yang porno dan jorok.&lt;br /&gt;Suka 'ngompol' (ngomong politik).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berteriak kalau lagi marah besar di rumah. Wika, Adi dan Suci adalah&lt;br /&gt;manusia-manusia yang paling tahu daftar kekurangan saya. Akan tetapi, sejak&lt;br /&gt;umur yang sangat kecil, saya dibiasakan oleh seorang kakak, untuk&lt;br /&gt;mengumpulkan daftar tindakan-tindakan kecil yang tidak bernama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak dikenal. Tidak dihitung. Namun, berguna buat alam dan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan pada tempatnya, kalau saya membeberkan daftar tindakan- tindakan saya&lt;br /&gt;di kolom ini. Yang jelas, ada semacam kesegaran dalam jiwa, sesaat setelah&lt;br /&gt;melakukan tindakan-tindakan tidak dikenal dan tidak bernama. Kepala yang&lt;br /&gt;pusing, tiba-tiba jadi membaik. Kantong cekak yang membuat dahi berkerut, berubah menjadi ucapan terimakasih ke Tuhan. Isteri yang tadinya kelihatan seram jadi lembut dan cantik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak hal bisa berubah setelah melakukan tindakan-tindakan model terakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak tahu, apa ini sebuah sugesti, atau ada tangan-tangan kekuatan&lt;br /&gt;alam yang membuatnya demikian. Yang jelas, alam bisa demikian perkasa dan&lt;br /&gt;bertahan lama, karena bergerak dalam siklus memberi, memberi dan memberi.&lt;br /&gt;Rumput hijau memberi kesejukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Matahari membawa energi. Air menghadirkan kehidupan. Adakah mereka&lt;br /&gt;membutuhkan imbalan lebih?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belajar dari ini semua, saya berusaha untuk mematikan keran di tempat umum&lt;br /&gt;yang lupa ditutup orang lain. Membukakan pintu ke orang lain yang tidak&lt;br /&gt;dikenal di lokasi-lokasi publik. Mengembalikan posisi pohon yang roboh.&lt;br /&gt;Mengubur kucing yang mati digilas mobil orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan Anda?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2040832203992827244-693090099188865438?l=yohannaarifin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/feeds/693090099188865438/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/2010/04/tindakan-kecil-tdk-di-kenal.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2040832203992827244/posts/default/693090099188865438'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2040832203992827244/posts/default/693090099188865438'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/2010/04/tindakan-kecil-tdk-di-kenal.html' title='TINDAKAN KECIL TDK DI KENAL'/><author><name>YOHANNA ARIFIN NOTE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15040018906039989275</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_XZIFKIW2b5Q/S6xY9onUsZI/AAAAAAAAAAU/_wVET1CIAnY/S220/DSC05831.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2040832203992827244.post-8517318757681970890</id><published>2010-04-05T06:50:00.000-07:00</published><updated>2010-04-05T06:52:25.212-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='RENUNGAN MOTIVASI'/><title type='text'>GARIS HIDUP ANDA</title><content type='html'>Angka-angka dalam tanggal lahir Anda menyimpan banyak makna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumlahkan sampai menjadi satu angka, lalu lihat artinya? (misalnya Anda lahir tanggal 25 desember 1998, jumlahkan 25 + 12 + 1998 == 2 + 5 + 1 + 2 + 1 + 9 + 8 + 8 == 36 == 3 + 6 == 9)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Garis Hidup 1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misi hidupnya adalah untuk bisa selalu independen. Ada dua bagian dalam proses mencapai hal ini: pertama, Anda harus belajar untuk berdiri di atas kedua kaki dan tidak tergantung pada orang lain.&lt;br /&gt;Kemudian setelah Anda benar-benar bebas dan independen, belajarlah untuk menjadi pemimpin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak jenderal, pemimpin perusahaan, dan politikus mempunyai angka "Garis Hidup" 1.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang yang mempunyai angka garis hidup satu ini selalu mempunyai potensi yang hebat untuk menjadi pemimpin, tapi mereka bisa gagal bila menjadi pengikut. Banyak dari mereka yang menghabiskan sebagian besar berusaha melepaskan ketergantungan mereka pada orang lain, tapi ini justru menyisakan sedikit waktu bagi mereka untuk memperoleh kesenangan yang didapat dari keindependenan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang dengan garis hidup 1 harus keluar dari lingkungan yang membuat mereka mudah untuk tergantung, dan sulit untuk independen. Mereka yang mempunyai angka garis hidup 1 penuh dengan inspirasi kreatif, dan memiliki antusiasme dan dorongan untuk mencapai banyak hal. Semangat dan potensi tersebut datang dari kedalaman kekuatan yang dimiliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baik fisik maupun karakter. Dengan kekuatan ini, muncul kegigihan dan kemampuan untuk memimpin. Sebagai pemimpin alami, Anda mempunyai pengaruh untuk mengambil alih tiap situasi. Terlalu percaya diri dan tidak sabaran. Sangat orisinil, Anda berbakat sebagai seorang penemu atau inovator. Dalam tiap pekerjaan yang Anda pilih, sikap independen Anda akan terlihat. Anda memiliki keinginan-keinginan pribadi yang sangat kuat, dan Anda selalu merasa harus mengikuti keyakinan Anda sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika seseorang dengan angka garis hidup 1 ini belum berevolusi dengan baik, dan menunjukkan sisi negatifnya, justru yang tampak adalah sisi karakternya yang tergantung pada orang. Jika berada pada titik terburuknya, energi angka 1 ini bisa membuatnya menjadi egois.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Garis Hidup 2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karakter positif dari mereka yang tanggal lahirnya berjumlah 2 adalah kepekaan yang umumnya memiliki kemampuan halus untuk bersikap adil dan seimbang. Anda bisa melihat banyak sudut pandang dalam tiap argumen atau situasi, dan karenanya orang-orang akan mencari Anda sebagai penengah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam peran ini, Anda mampu menyelesaikan berbagai perselisihan dengan cara yang berkelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada perhatian yang tulus terhadap orang lain, Anda berpikir yang terbaik tentang mereka, dan ingin yang terbaik bagi orang lain. Anda jujur dan terbuka dalam pikiran, ucapan maupun tindakan. Anda cenderung berhasil dalam segala kegiatan kelompok, tempat Anda mempraktekkan kemampuan untuk menggabungkan orang-orang dari bermacam-macam latar belakang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Etiket dan diplomasi merupakan cara Anda berhubungan dengan orang setiap saat. Anda adalah manusia rutinitas yang merasa nyaman untuk selalu mengikuti kebiasaan lama. Hal-hal baru untuk dicoba bukanlah kesukaan Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi Anda adalah seorang master dalam berkompromi dan mempertahankan harmoni dalam lingkungan, tidak suka merendahkan diri untuk berargumen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang kolektor alami, dalam arti jarang membuang benda-benda yang (walaupun bagi orang lain sudah pasti dibuang) masih ada gunanya bagi Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sisi negatif angka garis hidup 2 ini tidak terlalu membawa masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Halangan dan kesulitan terbesar yang bisa Anda temui adalah kepasifan dan suatu kondisi apatis dan kelambatan. Juga sikap pesimis dan bisa hanya sedikit hal-hal yang dicapainya. Tidak perlu dijelaskan lagi bahwa mereka dengan angka ini, jika sisi negatifnya yang lebih dominan, tidak cocok dalam dunia bisnis dan walau karakter positifnya menonjol sekalipun, mereka lebih suka dalam lingkungan yang akrab dan kurang kompetitif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Garis Hidup 3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi mereka yang jumlah angka hari lahirnya 3, ekspresi, sosialisasi, dan kreativitas sebagai pelajaran yang harus ditempuh dalam hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entertainer kelas dunia, orang-orang yang berkilau dan optimistik termasuk di dalamnya. Orang orang dengan garis hidup 3 yang telah mengasah bakatnya mempunyai bakat kreatif yang istimewa, biasanya dalam verbal, tulisan, akting, atau semacamnya. Misi yang harus dicapainya dalam hidup adalah kesuksesan dalam berekspresi. Sisi cerah bagi orang-orang ini bertema harmoni, keindahan dan kesenangan, serta membagi kemampuan kreatif Anda dengan dunia. Mengasah kemampuan Anda dalam ekspresi kreatif adalah misi tertinggi bagi angka garis hidup ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karakter mereka hangat dan bersahabat, pembicara yang baik, social dan terbuka. Pembicara yang trampil dalam arti bukan hanya seseorang yang menyenangkan untuk didengar, tapi lebih penting lagi, seseorang yang mampu untuk mendengarkan. Mereka adalah individu-individu yang selalu diterima dengan baik dalam setiap situasi sosial, dan juga mengerti bagaimana membuat orang lain merasa diterima. Potensi imajinasi kreatif selalu ada, walaupun bisa berupa hal yang laten, karena mereka tidak selalu tergerak untuk mengembangkan potensi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikapnya melihat kehidupan hampir selalu positif, dan pembawaannya riang dan terbuka. Anda bisa menghadapi banyak halangan dalam hidup dengan efektif dan langsung kembali bersemangat. Anda mempunyai tata krama yang baik dan tampaknya cukup peka akan perasaan dan emosi orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup dijalani sepenuhnya, seringkali tanpa kekhawatiran akan hari esok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda tidak terlalu pandai menangani perihal keuangan karena tidak menganggap penting hal itu. Uang akan dibelanjakan saat Anda punya, dan tidak dikeluarkan saat Anda tidak ada uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sisi negatifnya, sikap mereka dalam hidup bisa sangat ringan sampai membuatnya jadi superfisial. Kemampuan Anda seringkali tersebar dan jadi kehilangan fokus. Mereka dengan angka garis hidup 3 ini adalah teka-teki, dan Anda seringkali berganti mood dan cenderung menghindar. Sulit bagi Anda untuk menetap di satu tempat. Jaga agar tidak selalu mengkritik orang, tidak sabaran, ataupun terlalu optimistik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Garis hidup 3 ini memberikan kemampuan di atas rata-rata dalam seni. Baik melukis, disain interior, lansekap, menulis, musik, teater, ataupun mampu seluruhnya. Anda selalu gembira, penuh inspirasi, dan selalu mencari stimulasi dari orang-orang yang sealiran. Sifat Anda yang ramai itu mendukung Anda untuk bisa melesat, apalagi jika Anda mampu memfokuskan energi dan talenta Anda pada minat yang tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Garis Hidup 4&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila jumlah angka dalam ulang tahun Anda 4, berarti Anda bisa dipercaya, praktis, dan membumi. Anda adalah anggota masyarakat yang bisa diandalkan. Misi dalam hidup adalah belajar untuk mendapat perintah-perintah atau tugas dan melaksanakannya dengan dedikasi dan keuletan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda selalu mengharap banyak dari diri sendiri sama seperti Anda mengharap banyak dari orang lain. Sebagai organisator dan perencana yang hebat karena kemampuan Anda melihat persoalan dengan cara praktis, Anda mempunyai kemauan kuat yang seringkali disalahtafsirkan sebagai sifat keras kepala. Sekali sebuah keputusan dibuat, akan langsung dilanjutkan sampai mencapai konklusi, walaupun itu salah, benar, ataupun netral. Pola pikir Anda tidak mudah untuk berubah dan&lt;br /&gt;begitu yakin dalam cara Anda menangani persoalan. Cara Anda yang ulet dalam mencapai tujuan hampir seperti obsesi. Setia dan mengabdi, Anda merupakan pasangan ideal dalam kehidupan perkawinan dan juga partner bisnis yang bisa diandalkan. Mungkin tidak banyak teman-teman Anda,&lt;br /&gt;tapi sangat erat dan sekali bersahabat biasanya sepanjang hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Garis hidup 4 ini berhubungan dengan elemen bumi yang memberikan kekuatan dan perasaan realistis. Jika kesabaran dan kegigihan merupakan sifat Anda sehari-hari, maka kesuksesan besar akan didapatkan dalam hidup. Sisi negatif dari 4 ini adalah sikap yang terlalu dogmatis, berpandangan sempit, dan represif atau tidak fleksibel terhadap gagasan baru. Anda tidak suka pada orang-orang yang superfisial, dan Anda sendiri terlalu terbuka dengan semua perasaan Anda. 4 yang negatif punya kecenderungan buruk untuk terlibat terlalu dalam dengan rutinitas sehari-hari dan sering kurang tanggap dengan hal-hal yang lebih luas sehingga tidak jarang kehilangan banyak kesempatan besar yang sekali-sekali datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Garis Hidup 5&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minat dan kemampuannya banyak, petualang, dan progresif adalah beberapa gambaran bagi mereka yang angka garis hidupnya 5. Sebaliknya dari 4, Anda tidak menyukai rutinitas, sehingga pekerjaan sehari-hari yang harus langsung diselesaikan bukan untuk Anda. Selalu berusaha mencari jawaban bagi misteri kehidupan, Anda ingin selalu bebas, independen, dan tidak ada ikatan. Orang-orang dengan garis hidup 5 ini adalah komunikator hebat, dan tahu bagaimana memotivasi orang&lt;br /&gt;lain. Hal ini membuat Anda guru yang baik. Cinta akan petualangan merupakan tema hidup Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa dalam bentuk nyata ataupun hanya dalam pikiran. Apapun itu, Anda selalu antusias untuk mengeksplorasi hal-hal baru. Banyak potensi Anda, tapi tidak mempunyai arah. Juga seringkali tidak jelas akan keinginan Anda sendiri. Energi yang ada dalam angka garis hidup 5 ini, jika digunakan secara salah menjadikan Anda tidak mempunyai rasa tanggung jawab dalam tugas maupun pengambilan keputusan dalam kehidupan rumah tangga maupun bisnis. Kesukaan pada sensasi dan petualangan bisa menjadikan diri Anda mengutamakan kepuasan diri dan tidak peka pada perasaan orang-orang di sekitar Anda. Bagi mereka yang berada di titik ekstrim negatif, angka garis hidup 5 ini sangat tidak bisa diandalkan dan menomorsatukan diri sendiri. Bagi sebagian&lt;br /&gt;besar, kepribadian ini sangat hedonis, suka bersenang-senang, hidup untuk hari ini, dan tidak mau memikirkan esok hari. Penting bagi Anda untuk bergaul dengan orang yang mempunyai selera dan pola pikir yang tidak jauh berbeda, serta hindari orang-orang serius dan banyak menuntut. Juga penting untuk memilih pekerjaan yang menantang pikiran Anda dan bukannya tugas-tugas yang rutin. Karir terbaik adalah yang berurusan dengan banyak orang, tapi yang terpenting adalah Anda harus punya kebebasan untuk mengekspresikan diri Anda setiap saat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Garis Hidup 6&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangat berbeda dengan nomer 5, karakter garis hidup 6 yang paling menonjol adalah rasa tanggung jawab yang besar. Anda idealis, dan bahagia jika berguna bagi orang lain. Sumbangan terbesar yang Anda berikan dalam kehidupan ini adalah memberikan advis, pelayanan dan dukungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Garis hidup ini temanya adalah kepemimpinan karena kemampuannya dalam memberi teladan dan kesediaan untuk bertanggung jawab. Hal ini menjadikan Anda selalu bersedia menanggung beban kelompok dan siap untuk menolong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda seringkali terdorong untuk bertindak dengan kekuatan dan belas kasihan. Anda simpatik, dan senang berbagi dengan orang lain, baik membantu dalam hal mental maupun materi. Kebijaksanaan, keseimbangan, dan pengertian adalah beberapa karakter Anda. Kemampuan Anda memahami masalah orang lain, dan ini sudah menjadi karakter Anda sejak kecil, sehingga tidak ada masalah dalam berhubungan dengan orang tua maupun muda. Anda bersedia untuk mengeluarkan tenaga lebih dari yang diminta, dan selalu bisa diandalkan oleh keluarga. Realistis memandang hidup, bagi Anda yang terpenting dalam hidup adalah rumah, keluarga dan teman-teman. Tentu ada sisi negatif pada tiap orang, bagi garis hidup 6 ini, Anda harus menghindari kecenderungan terlalu&lt;br /&gt;banyak menerima tanggung jawab dan diperbudak oleh orang lain. Selain itu, hindari terlalu banyak mengkritik diri sendiri maupun kepada orang lain). Jika karakter buruknya terpupuk, maka ada kecenderungan untuk berlebih-lebihan, dan merasa paling benarsendiri, walaupun tidak selalu berkembang seperti ini. Juga harus dihindari, memaksakan pendapat sendiri dan mengurusi masalah orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena selalu merasa harus bertanggung jawab, maka beban yang dibawanya akan terasa sangat berat, walaupun begitu, jika sekali-sekali Anda terpaksa tidak merasa bertanggung jawab, Anda akan sangat merasa bersalah dan akan memberi dampak yang merusak bagi hubungan dengan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Garis Hidup 7&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka yang angka garis hidupnya 7, berjiwa damai dan penyayang, tapi analitis dan tidak terlalu terbuka. Kekuatan hebat dalam diri Anda terlihat pada dalamnya cara berpikir, Anda selalu mengumpulkan pengetahuan baru dalam setiap hal yang Anda temukan. Seorang&lt;br /&gt;intelektual, ilmiah, dan selalu mencari ilmu, Anda tidak akan menerima begitu saja sebuah pandangan tanpa mengetesnya dan memperoleh konklusi sendiri. Angka ini juga bersifat spiritual dan sejak kecil sudah menunjukkan kebijaksanaan. Anda butuh ketenangan agar bisa mengenali isi hati Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keramaian, banyak orang, bukan hal yang disukai. Dalam bekerja, Anda akan mengerjakannya sampai selesai, karena Anda seorang perfeksionis yang mengharapkan tiap orang memenuhi standar performa yang tinggi. Anda mengevaluasi situasi dengan cepat dan benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengalaman-pengalaman dan intuisi memandu Anda dalam bertindak. Anda tidak mudah percaya pada saran orang lain. Memang dugaan-dugaan Anda seringkali tepat, dan karena Anda tahu benar akan hal ini, Anda selalu mengikutinya. Mudah bagi Anda untuk mengetahui adanya kebohongan dan Anda bisa mengenali mana orang-orang yang jujur, mana yang tidak. Tidak banyak teman Anda, tapi sekali Anda menerima seseorang sebagai teman, itu untuk seumur hidup. Anda sama sekali&lt;br /&gt;bukan seseorang yang senang berkumpul dengan orang banyak, dan sikap Anda yang tertutup dianggap sebagai mengambil jarak. Itu tidak benar sama sekali, Anda memang senang menyendiri, jauh dari segala keramaian kehidupan modern. Dalam banyak hal, Anda lebih cocok hidup&lt;br /&gt;di jaman yang jauh sebelum masa sekarang. Jika energi angka 7 dalam garis hidup ini digunakan secara negatif, Anda menjadi seorang pesimis, tidak pedulian, mudah berselisih, dan penuh rahasia. Bila individu ini tidak menjalani hidup dengan benar dan tidak belajar dari pengalaman, Ia menjadi sebuah pribadi yang sulit karena tidak bisa memikirkan kepentingan orang lain. Kepribadian garis hidup 7 ini egois dan manja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda merasa memiliki sifat-sifat ini, sulit untuk menghapusnya dengan mudah karena Anda merasa bahwa sudah seharusnya dunia selalu memperlakukan Anda dengan baik. Untungnya, sifat negatif 7 ini bukanlah karakter yang umum. Emosi angka ini seringkali ekstrim, berada di titik rendah pada satu saat, kemudian tinggi di saat berikutnya. Jarang stabil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Garis Hidup 8&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fokus Anda adalah mendapatkan kepuasan yang didapat dari dunia kebendaan. Garis Hidup 8 adalah orang-orang yang percaya diri, kuat, serta sukses dalam materi. Anda independen, penuh dorongan dan kompetitif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rutinitas Anda sehari-hari meliputi hubungan-hubungan bisnis, praktis dan membumi, sedikit sekali waktu untuk impian-impian dan khayalan. Bila ambisi, kemampuan organisasi, dan pendekatan Anda yang efisien itu terasah, tidak ada hal yang tidak bisa Anda capai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fokus Anda kebanyakan mengenai uang dan kekuatan manipulasi yang ada di dalamnya. Garis hidup 8 ini mungkin yang paling menganggap penting status dan kelas, sebagai suatu hal yang berdampingan dengan kesuksesan materi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika karakter 8 ini berkembang dengan benar, Anda diberkahi dengan potensi hebat untuk menciptakan gagasan-gagasan yang maju, serta juga keuletan dan kemandirian untuk merealisasikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkatnya, dengan semua karakter itu Anda sangat siap untuk berkompetisi dalam dunia bisnis atau area lain yang bersifat pertandingan. Anda tahu benar bagaimana mengelola diri dan lingkungan Anda. Praktis dan stabil dalam usaha mencapai tujuan-tujuan, Anda punya keyakinan yang membuat Anda berani Sifat negatif mereka dengan garis hidup 8 kadang-kadang bisa seperti diktator dan seringkali menahan antusiasme dan usaha dari teman- teman di lingkungannya.&lt;br /&gt;Juga, kuatnya kepribadian tersebut malah membuat berkurangnya perasaan dekat Anda terhadap orang-orang sekitar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keuntungan materi dan penghargaan menjadi hal paling penting, sehingga keluarga, rumah, dan kedamaian hati justru terabaikan. Perasaan emosional sering ditekan dalam diri garis hidup 8 yang&lt;br /&gt;negatif. Hal ini menimbulkan rasa terasing dan kesendirian. Anda harus mencoba untuk selalu menghargai pendapat orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Garis Hidup 9&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sifat-sifat utama mereka yang angka garis hidupnya 9 adalah: rasa kasih pada sesama dan sikap yang sangat humanis. Ini adalah misi yang harus Anda pelajari dalam hidup. Biasanya angka ini menghasilkan individu yang sangat dipercaya dan pribadi terhormat, juga seorang individu yang tidak punya sifat rasialis dalam bentuk apapun. Tentu saja, semua ini terlihat seperti daftar sifat yang terlalu sempurna, tapi Anda memang seseorang yang berperasaan peka bagi mereka yang&lt;br /&gt;kurang beruntung dibandingkan diri Anda. Dan jika Anda ada dalam posisi yang bisa membantu, akan Anda lakukan. Anda sangat peka dan memandang sekitar diri Anda dengan rasa kasih. Anda dengan angka garis hidup yang tertinggi ini berada pada posisi kehidupan yang tinggi dan dengan sendirinya mempunyai banyak tanggung jawab. Tujuan hidup garis hidup 9 ini bersifat filosofis. Hakim, pemimpin spiritual, penyembuh dan pendidik, seringkali mempunyai energi 9 ini.&lt;br /&gt;Keuntungan materi tidak terlalu penting, walaupun kualitas kepribadian beberapa dari Anda sedemikian istimewanya sehingga menghasilkan penghargaan secara materi yang luar biasa. Untuk&lt;br /&gt;kebaikan banyak orang, Anda seringkali harus bersikap tidak mengutamakan diri sendiri dan melepaskan hal-hal kebendaan. Bahkan orang-orang bergaris hidup 9 yang tidak terlalu istimewa saja memiliki pribadi yang sangat berbelas kasih. Keinginan untuk menolong orang, khususnya yang bermasalah dan kurang beruntung, sangat kuat. Kebaikan Anda juga sering disalahgunakan dan Anda juga tidak jarang dikecewakan oleh orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemahaman Anda yang dalam terhadap kehidupan terkadang terealisasi dalam bentuk seni dan literatur. Dengan garis hidup ini Anda sanggup mengekspresikan perasaan emosi terdalam dengan melukis, menulis, musik, atau bentuk seni yang lain. Tapi sering juga ada kesulitan untuk menemukan media yang tepat sebagai jalan hidup Anda. Profesi menolong dan menyembuhkan adalah pilihan yang tepat bagi mereka dengan angka garis hidup 9. Anda kurang tepat untuk berada dalam lingkungan bisnis yang kompetitif. Anda punya kemampuan untuk berteman dengan mudah, karena orang-orang tertarik pada kepribadian Anda yang terbuka dan seperti magnet. Anda diberi berkah oleh Tuhan berbentuk kemampuan untuk memahami orang, yang jika digunakan dengan&lt;br /&gt;benar bisa sangat bermanfaat bagi orang lain. Perhatian pada orang lain membuat diri Anda sangat sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang dengan mudahnya menyukai mereka dengan angka garis hidup 9 karena Anda simpatik, toleran dan berwawasan luas. Anda seorang romantis dan dalam cinta dan gairah, bagaikan tersesat di jalan yang benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membina hubungan justru sulit bagi Anda, karena tidak mudah untuk mendapatkan keseimbangan yang paling tepat. Kalau pasangan sama seperti Anda, yaitu mempunyai sifat memberi, maka hubungan tersebut akan bahagia dan bertahan, tapi sulit secara materi. Di lain sisi, bila Anda memilih individu yang membumi dan mementingkan materi, masalah akan timbul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti halnya dengan angka garis hidup lain, nomer 9 mempunyai sisi negatifnya. Walaupun tentu orang-orang yang cenderung ke titik negatif 9 lebih sedikit dari yang karakter positifnya besar. Biasa&lt;br /&gt;bagi mereka untuk menentang arus realitas dan tantangan yang ada di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin sulit bagi Anda dengan 9 yang negatif, untuk percaya bahwa sifat memberi serta tidak adanya ambisi pribadi bisa sangat membahagiakan. Harus disadari dan diterima bahwa kepuasan dan kebahagiaan-kebahagiaan kecil jangka panjang bisa diperoleh dengan mengasah sifat manusiawi yang alami dalam garis hidup ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2040832203992827244-8517318757681970890?l=yohannaarifin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/feeds/8517318757681970890/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/2010/04/garis-hidup-anda.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2040832203992827244/posts/default/8517318757681970890'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2040832203992827244/posts/default/8517318757681970890'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/2010/04/garis-hidup-anda.html' title='GARIS HIDUP ANDA'/><author><name>YOHANNA ARIFIN NOTE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15040018906039989275</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_XZIFKIW2b5Q/S6xY9onUsZI/AAAAAAAAAAU/_wVET1CIAnY/S220/DSC05831.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2040832203992827244.post-5170572979975990016</id><published>2010-04-05T06:49:00.000-07:00</published><updated>2010-04-05T06:50:48.100-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='RENUNGAN MOTIVASI'/><title type='text'>TERBANG BERSAMA KEHENINGAN</title><content type='html'>BERAT, itulah kata yang bisa mewakili tantangan hidup kekinian. Orang miskin dihadang penyakit di sana-sini. Orang kaya alisnya dibikin berkerut oleh berbagai masalah. Sebagian malah sudah dipenjara, sebagian lagi menuggu giliran untuk beristirahat di tempat yang sama. Manusia biasa menggendong berbagai beban ke sana ke mari (dari mencari nafkah, menyekolahkan anak sampai dengan mempersiapkan hari tua), pejabat maupun pengusaha juga serupa: senantiasa ditemani masalah kemanapun ia pergi. Di desa banyak orang mengeluh, luas tanah tetap namun jumlah manusia senantiasa tambah banyak. Sehingga setiap&lt;br /&gt;tahun memunculkan tantangan penciptaan lapangan kerja. Bila tidak terselesaikan ia bisa lari kemana-mana. Dari kejahatan sampai dengan kekerasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Digabung menjadi satu, jadilah kehidupan berwajah serba berat di sana-sini. Tidak saja di negara berkembang, di negara maju sekali pun tantangannya serupa. Kemajuan ekonomi Jepang yang demikian fantastis tidak bisa mengerem angka bunuh diri. Kemajuan peradaban Amerika tidak membuat negara ini berhenti menjadi konsumen obat tidur per kapita paling tinggi di dunia. Jangankan berbicara negeri Afrika seperti Botswana. Rata-rata harapan hidup hanya 30-an tahun. Orang dewasa di sana lebih dari 80 persen positif terjangkit HIV. Sehingga&lt;br /&gt;menimbulkan pertanyaan, "Demikian beratkah beban manusia untuk hidup?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sahabat yang menghubungkan beratnya hidup manusia dengan hukum gravitasinya Newton yang berpengaruh itu. Sudah menjadi pengetahuan publik, kalau Newton menemukan hukum ini ketika duduk di bawah pohon apel, dan tiba-tiba buahnya jatuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga Newton muda berspekulasi ketika itu, ada serangkaian hukum berat (baca: gravitasi) yang membuat semua benda jatuh ke bawah. Sahabat ini bertanya lebih dalam, "kalau gravitasi yang menarik apel jatuh ke bawah, lantas hukum apa yang membawanya naik ke puncak pohon apel?" Dengan jernih ia menyebut "The law of levitation" (hukum penguapan). Kalau gravitasi menarik apel ke bawah, penguapan menariknya ke arah atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bahasa yang lugas sekaligus cerdas, sahabat ini mengaitkan kedua hukum fisika ini ke dalam dua hukum kehidupan: "Hate is under the law of gravity, love is under the law of levitation."&lt;br /&gt;Kebencian berkait erat dengan gravitasi karena mudah sekali membuat manusia hidup serba berat dan ditarik ke bawah. Cinta berkaitan dengan gerakan-gerakan ke atas. Karena hanya cinta yang membuat manusia ringan dan terbang ke atas. Sungguh sebuah bahan renungan kehidupan yang cerdas dan bernas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke soal hidup manusia yang serba berat, tidak ada manusia yang bebas sepenuhnya dari masalah. Bahkan ada yang menyederhanakan kehidupan dengan sebuah kata: penderitaan! Hanya saja kebencian berlebihan yang membuat semua ini menjadi semakin berat dan semakin berat lagi. Ada yang benci pada diri sendiri, ada yang membenci orang tua, suami, istri, teman, tetangga, atasan kerja, sampai dengan ada yang membenci Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatikan wajah-wajah manusia kekinian yang miskin senyum, yang mudah tersinggung, yang senantiasa minta diperhatikan, penerimaan bulanan yang serba kurang, dan masih bisa ditambah lagi dengan yang lain. Semuanya berakar pada yang satu: kebencian! Sehingga mudah dimengerti kalau perjalanan hidup seperti buah apel, semakin tua semakin berat dan semakin ditarik ke bawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terinspirasi dari sinilah, kemudian sejumlah guru mengurangi sesedikit mungkin berjalan dalam hidup dengan beban-beban kebencian. Dan mencoba menarik kehidupan ke atas menggunakan sayap-sayap cinta. Semua perjalanan cinta mulai dari sini: mencintai kehidupan. Makanya sahabat-sahabat penekun meditasi Vipasana berkonsentrasi pada keluar masuknya nafas. Tidak saja karena membuat manusia mudah terhubung dengan hidup, tetapi berpelukan penuh cinta dengan kehidupan. Dan segelintir penekun Vipasana yang telah berjalan amat jauh, kemudian mengalami cosmic orgasm. Semacam orgasme kosmik yang ditandai oleh terlihatnya keindahan di mana-mana. Karena semuanya terlihat serba indah, tidak ada lagi dorongan untuk mencari jawaban. Bahkan pertanyaan sekalipun sudah lenyap dari kepala. Ini yang disebut seorang guru dengan terbang bersama keheningan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang menyebut ini dengan emptiness. Sebuah terminologi timur yang amat susah untuk dijelaskan dengan kata-kata manusia. Namun Dainin Katagiri dalam Returning to Silence, menyebutkan: "The final goal is that we should not be obsessed with the result, whether good, bad or neutral." Keseluruhan upaya untuk tidak terikat dengan hasil. Itulah keheningan. Sehingga yang tersisa persis seperti hukum alam: kerja, kerja dan kerja. Dalam kerja seperti ini, manusia seperti matahari. Ditunggu tidak ditunggu, besok pagi ia terbit. Ada awan tidak ada awan, matahari tetap bersinar. Disukai atau dibenci, sore hari dimana pun ia akan terbenam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mirip dengan matahari yang tugasnya berbeda dengan awan dan bintang. Kita manusia juga serupa. Pengusaha bekerja di perusahaan. Penguasa bekerja di pemerintahan. Pekerja bekerja di tempat masing-masing. Penulis menulis. Pertapa bertapa. Pencinta yoga beryoga. Pengagum meditasi bermeditasi. Semuanya ada tempatnya masing-masing. Ada satu hal yang sama di antara mereka: "Menjadi semakin sempurna di jalan kerja". Soal hasil, sudah ada kekuatan amat sempurna yang sudah mengaturnya. Keinginan apalagi kebencian, hanya akan membuatnya jadi berat dan terlempar ke bawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;oleh Gede Prama&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2040832203992827244-5170572979975990016?l=yohannaarifin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/feeds/5170572979975990016/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/2010/04/terbang-bersama-keheningan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2040832203992827244/posts/default/5170572979975990016'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2040832203992827244/posts/default/5170572979975990016'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/2010/04/terbang-bersama-keheningan.html' title='TERBANG BERSAMA KEHENINGAN'/><author><name>YOHANNA ARIFIN NOTE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15040018906039989275</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_XZIFKIW2b5Q/S6xY9onUsZI/AAAAAAAAAAU/_wVET1CIAnY/S220/DSC05831.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2040832203992827244.post-4651338156803043589</id><published>2010-04-05T06:48:00.000-07:00</published><updated>2010-04-05T06:49:52.389-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='RENUNGAN MOTIVASI'/><title type='text'>PENDERITAAN,KEMATIAN,DAN KEBEBASAN</title><content type='html'>ADA seorang sahabat yang menjadi pengamat kelahiran yang cermat. Setelah pergi ke banyak negara, menyaksikan demikian banyak kelahiran manusia ternyata ada yang sama di antara semua kelahiran: bayinya menangis, dan tangisannya hampir sama. Entah itu di Eropa, Amerika, Australia sampai dengan Asia semuanya bermuara pada hal serupa ini. Sehingga menimbulkan pertanyaan, "Apa tanda-tanda kehidupan yang bersembunyi di balik semua ini?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu sangat terbuka peluang untuk lahirnya berbagai penafsiran dari sini. Dan seorang sahabat ada berbisik, "Kalau bayi lahir menangis adalah tanda-tanda awal dari penderitaan. Mau lahir di keluarga kaya raya, berlimpah cinta sampai dengan yang disebut sempurna, tetap saja manusia tidak bebas dari penderitaan." Paling tidak pasti kena sakit, umur tua dan ditakut-takuti kematian. Dan tangisan yang serupa menunjukkan bahwa ia terjadi di semua tempat dan waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih-lebih di zaman ini. Pada zaman sejumlah hal menyentuh hati terjadi tidak henti-hentinya: bunuh diri, gantung diri, perang, petaka alam dan masih bisa ditambah dengan yang lain. Sehingga mudah sekali membukakan pintu keingintahuan, "Kalau memang isi hidup ini adalah penderitaan, apakah kematian adalah jalan pembebasan?" Kalau kematian adalah jalan pembebasan, bukankah bunuh diri sekaligus gantung diri adalah langkah-langkah pembebasan? Sungguh tidak mudah menjawab pertanyaan-pertanyaan berat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejumlah guru pernah bertutur serius, bahwa penderitaan manusia berakar pada identifikasi berlebihan pada badan dan pikiran. Badan dengan lobang-lobangnya di satu sisi memang menjadi sarana bertumbuh (mulut untuk makan, hidung untuk bernapas, dst), namun di lain sisi ia adalah pembuka jalan bagi penderitaan. Mulut yang nafsunya berlebihan adalah awal berbagai penyakit. Lobang seks di bawah kalau diikuti, semuanya bisa hancur dalam semalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pikiran juga serupa, ia pembantu yang baik, namun penguasa yang amat berbahaya. Sebagai pembantu, pikiran membantu berhitung, mengenali hitam-putih, baik-buruk dst. Namun sebagai penguasa yang sifatnya dualistik (kiri-kanan, sukses-gagal), pikiran juga yang membuat manusia senantiasa berguncang. Tidak puas dengan titik kehidupan, kemudian melompat ke titik ekstrem lain yang bernama kematian. Tidak puas dengan keramaian, melompat ke titik ekstrem lain yang bernama sunyi-sepi. Ada satu hal yang tersisa dari sini: kehidupan yang berguncang!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga bisa dimaklumi, kalau ada seorang guru yang mengandaikan kehidupan manusia dengan a circle without center. Sebuah lingkaran berputar tanpa titik pusat. Di luar titik pusat, tidak ada hal lain terkecuali guncangan. Habis di atas, di bawah. Habis di kiri, di kanan. Habis kaya, miskin. Setelah bahagia, menderita. Setelah senang, sedih. Guncangan, guncangan dan hanya guncangan. Tentu tidak terlalu mengejutkan menyaksikan kemudian, kalau di negara kaya seperti AS kemudian konsumsi pil tidur tergolong yang paling tinggi. Di keluarga kaya mudah sekali dipicu untuk tergelincir ke dalam pertengkaran dan perceraian. Semakin jauh kaki melangkah dari titik pusat (sebutlah amat kaya), semakin mungkin ia tergelincir ke titik ekstrem lain yang sama jauhnya dari titik pusat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sini, ada yang bertanya, "Apa dan di mana titik pusat kehidupan?" Sebuah keinginan intelektual sederhana, namun memerlukan sejumlah langkah berat untuk merealisasikannya. Sederhana, karena bisa dijelaskan dengan bahasa sederhana. Berat karena hanya latihan yang tekun yang bisa menghantar manusia ke sana. Ada banyak penjelasan tentang titik tengah. Sekumpulan orang timur (seperti Buddha, Confucius sampai Lao Tze) menyebut titik pusat ada&lt;br /&gt;di jalan tengah (the middle way). Seperti menyetel senar gitar, terlalu kencang putus, terlalu kendor tidak berbunyi. Pengagum cinta, menyebutkan kalau titik tengah ada dalam cinta. Do everything lovingly, demikian saran sederhana namun mendasar. Sebab, apa saja yang dilakukan penuh cinta (dari menyapu, mengepel, menjadi ibu rumah tangga, sampai dengan bekerja) akan otomatis menggiring manusia ke titik pusat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada lagi yang datang dengan penjelasan yang agak rumit. Titik pusat tidak di kepala, tidak juga di hati. Ia ada di pusar. Kepala hanya sumber guncangan. Hati hanya jembatan menuju pusar. Makanya, manusia-manusia yang hidup dengan hati lebih mudah hidup tenang seimbang, karena sedang melalui jembatan menuju pusar. Dan pusar ini juga yang menjadi titik paling menentukan ketika manusia berada dalam kandungan Ibu. Dengan damai, tenang sekaligus seimbang setiap bayi berada di kandungan Ibu. Dan kedamaian terakhir, dibimbing melalui titik pusat yang bernama pusar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada juga penjelasan yang lebih rumit lagi, titik pusat ada di atas dualitas baik-buruk, benar-salah, sukses-gagal, hidup-mati, dst. Seorang guru pernah berbisik: "When you are not concerned with neither life nor death, then you are centered." Tatkala manusia tidak lagi ditarik terlalu kuat baik oleh kehidupan maupun kematian, ia mulai terpusat. Dan Anda pun dipersilakan menambahkan pendekatan lain, atau memilih salah satu pendekatan yang ditawarkan di atas. Yang jelas kata-kata dan logika saja tidak banyak membantu. Hanya ketekunan berlatih dalam keseharian yang banyak membantu. Dan seorang sahabat yang latihannya mengagumkan, serta telah hidup bertahun-tahun di titik pusat pernah menulis buku berjudul No Fear No Death. Bahkan kematian pun berhenti menakut-nakuti ketika manusia terbebas di titik pusat. (SH)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2040832203992827244-4651338156803043589?l=yohannaarifin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/feeds/4651338156803043589/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/2010/04/penderitaankematiandan-kebebasan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2040832203992827244/posts/default/4651338156803043589'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2040832203992827244/posts/default/4651338156803043589'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/2010/04/penderitaankematiandan-kebebasan.html' title='PENDERITAAN,KEMATIAN,DAN KEBEBASAN'/><author><name>YOHANNA ARIFIN NOTE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15040018906039989275</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_XZIFKIW2b5Q/S6xY9onUsZI/AAAAAAAAAAU/_wVET1CIAnY/S220/DSC05831.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2040832203992827244.post-7782865958209271728</id><published>2010-04-05T06:47:00.000-07:00</published><updated>2010-04-05T06:48:45.934-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='RENUNGAN MOTIVASI'/><title type='text'>SUNYI SEPI YG MENERANGI</title><content type='html'>Ketika seorang guru ditanya evolusi jiwa manusia ratusan tahun terakhir, dengan diam sebentar, menatap mata lalu menjawab, "dari gelap ke gelap".&lt;br /&gt;Dari ketidakpuasan satu ke ketidakpuasan lain. Dari konflik satu ke konflik lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat kehidupan bergerak begini, sejumlah orang desa yang polos bertanya, mengapa kemajuan iptek harus seperti ini? Maafkanlah keluguan. Andaikan keluguan ini dijawab dengan data, angka, logika, mungkin sinyalemen "dari gelap ke gelap" akan tambah panjang. Angka dilawan angka. Logika mengundang serangan balik logika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena demikian keadaannya, izinkan sekali-sekali bukan angka, bukan logika yang bicara, tetapi sepi sunyi. Tidak dalam posisi menyebut sepi benar, yang berbeda salah. Sekali lagi tidak. Serupa dengan mulut manusia, gigi wujudnya keras karena tugasnya memotong dan menghancurkan. Lidah bentuknya lembut karena panggilan hidupnya bukan untuk menghancurkan, tetapi merasakan.&lt;br /&gt;Keduanya punya tugas lain. Dengan spirit seperti inilah, sepi sunyi dalam tulisan ini mohon izin bicara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak dulu, pencinta sepi selalu tidak banyak. 0rang yang bertapa di kesunyian selalu lebih sedikit dibanding mereka yang mencari di keramaian.&lt;br /&gt;Keduanya bertumbuh. 0rang-orang keramaian menyukai bertumbuh ke luar (dengan ukuran kekaguman pujian orang), sedangkan pencinta kesunyian menyukai bertumbuh ke dalam. Kekaguman dan pujian orang dihindari karena penuh godaan ego.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat bulan dengan lampu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu contoh yang amat menerangi di jalan sunyi adalah pertapa suci Ramana Maharshi. Sampai umur 16 tahun tidak ada tanda ia akan jadi pertapa. Begitu berkenalan dengan perjalanan ke dalam diri, tiba-tiba badannya panas. Ini membuatnya lari ke Bukit Arunachala. Lebih dari sekadar panasnya menghilang, ia menikmati kesunyian di tempat ini. Bahkan selama puluhan tahun menghabiskan hidup yang sepenuhnya diam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat mengakhiri diamnya, Ramana menjawab pertanyaan orang secara mengagumkan hanya dengan segelintir kata. Dari situ didirikan ashram oleh banyak pengikutnya di sekitar tempat ia bertapa. Tiap kali ditanya siapa gurunya, ia menggeleng sambil bergumam, "The ultimate consciousness is the only teacher" (Kesadaran yang mahautama itulah gurunya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serupa dengan ini, di sejumlah perenungan dengan judul agama yang berbeda-beda, banyak murid diminta diam. Awalnya percakapan ke luar menghilang, diganti percakapan ke dalam. Akhirnya percakapan ke dalam pun menghilang. Dan yang tersisa hanya satu, yakni kesadaran. 0rang-orang yang sudah disinari cahaya kesadaran, akan bergumam, untuk melihat bulan tidak memerlukan lampu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata-kata, logika, angka mirip lampu luar. Manusia membutuhkan saat gelap.&lt;br /&gt;Namun, dalam terang cahaya kesadaran, manusia tidak memerlukan lampu luar.&lt;br /&gt;Salah satu founding father kehidupan spiritual Bali (Dang Hyang Dwijendra) menulis Kakawin Dharma Sunya. Ia bertutur, jika batin yang tenang-seimbang adalah sumber keindahan. Bila sumber keindahan sudah di dalam, masihkah manusia memerlukan lampu penerang dari luar? Dalam bahasa provokatif seorang guru, "When you still have some one who can make you happy or sad, you are not a master, you are a slave!" (Jika sumber kebahagiaan/kesedihan masih dari luar, itu tandanya seseorang belum menjadi master, masih jadi budak).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apresiasi akan sepi memang bukan monopoli Bali. Lama Surya Das (Awakening the Buddha Within) pernah menulis bahwa puncak perjalanan menemukan perkataan yang benar adalah hening. Eckhart Tolle (Stillness Speaks) juga serupa, "wisdom comes with the ability to be still. Just look and just listen... let stillness direct your words and actions" (Kearifan datang dari keheningan. Lihat dan dengar saja... biar keheningan yang menjadi pembimbing). Thomas Merton (Thoughts in Solitude) menambahkan, "My knowledge of myself in silence... opens out into the silence... of God" (Pengetahuan diri dalam keheningan membuka rangkaian keheningan yang berujung pada Tuhan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;J Krishnamurti (The Light in Oneself) menyarankan, meditation is absolute silence of the mind (meditasi adalah keadaan batin yang sepenuhnya hening).&lt;br /&gt;Dainin Katagiri (Returning to Silence) menulis, Shakyamuni is some one who practice tranquil silence (Siapa saja yang mempraktikkan kesempurnaan keheningan, ia menjadi Buddha). Murid-murid Zen yang perjalanannya suka menekuni latihan silent illumination. Penyair sufi Rumi bertumbuh jauh dalam sepi. Perhatikan salah satu syairnya (The Rumi Collections): when you know your own definition, flee from it, that you may attain to the 0ne who cannot be defined (Saat Anda dipagari kata-kata, cepat-cepatlah menjauh. Ia menghalangi mencapai yang Satu yang tidak terucapkan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan cerita ini, terlihat banyak manusia yang terterangi rapi oleh sepi sunyi. Ia melewati banyak sekat tradisi. Dari Sufi, Nasrani, Buddha, sampai Hindu. Jenis manusia-manusia ini memiliki pola pertumbuhan serupa. Logika dan kata-kata ibarat kulit dan batok kelapa. Di awal manusia membutuhkan.&lt;br /&gt;Namun, begitu dikupas dan dibuka, kelapa dimakan, airnya diminum, kulit dan batoknya dibuang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mikhail Naimy (The Book of Mirdad) lebih terang lagi. Kata, logika serupa tongkat, berguna bagi mereka yang kakinya bermasalah. Bagi jiwa yang kakinya sehat, tongkat hanya beban. Lebih-lebih jiwa yang bisa terbang, tongkat adalah beban berat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat hari raya Nyepi dan Selamat Tahun Baru Saka 1929.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gede Prama Penulis Sejumlah Buku, Tinggal di Desa Tajun, Bali Utara&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2040832203992827244-7782865958209271728?l=yohannaarifin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/feeds/7782865958209271728/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/2010/04/sunyi-sepi-yg-menerangi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2040832203992827244/posts/default/7782865958209271728'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2040832203992827244/posts/default/7782865958209271728'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/2010/04/sunyi-sepi-yg-menerangi.html' title='SUNYI SEPI YG MENERANGI'/><author><name>YOHANNA ARIFIN NOTE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15040018906039989275</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_XZIFKIW2b5Q/S6xY9onUsZI/AAAAAAAAAAU/_wVET1CIAnY/S220/DSC05831.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2040832203992827244.post-8217674372986339171</id><published>2010-04-05T06:46:00.000-07:00</published><updated>2010-04-05T06:47:49.873-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='RENUNGAN MOTIVASI'/><title type='text'>MATAHARI DI DLM DIRI</title><content type='html'>Hidup penuh dengan jejak kaki. Demikian sejarah pernah bertutur pada manusia. Sayangnya, logika dan kata-kata manusia tidak dan tidak akan pernah bisa memotret jejak-jejak kaki tadi sebagaimana adanya. Logika dan kata-kata, di satu sisi memang jembatannya pemahaman, di lain sisi ia juga suka memperkosa. Karena pemerkosaan jenis terakhir inilah, kemudian pengetahuan manusia manapun jadi tidak sempurna. Di tangan manusia-manusia yang digiring kepintaran, ketidaksempurnaan terakhir kemudian menjadi bahan wacana. Ada juga yang membuatnya sebagai sarana tawar menawar kepentingan, alat untuk melakukan penyerangan, bahan-bahan untuk memamerkan kehebatan. Ada yang bertanya, tidakkah ini hanya bunga-bunga kehidupan yang membuat semuanya jadi kaya warna?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tangan manusia-manusia bijaksana nasib ketidaksempurnaan pengetahuan manusia lain lagi. Bagi mereka, ketidaksempurnaan ada untuk mengajarkan kesempurnaan pada manusia. Ada juga yang menyebutkan, kalau hidup ditujukan justru untuk melengkapi sisi-sisi pemahaman yang belum sempurna. Bagi pejalan-pejalan kaki di jalan jiwa lain lagi. Ketidaksempurnaan ada untuk menjadi lahan-lahan latihan jiwa. Bukankah setelah tertabrak berbagai karang kehidupan, jatuh dalam banyak jurang kehidupan, kemudian jiwa bisa pulang dengan tenang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah entahlah, pejalan-pejalan kaki di jalan kejernihan memang hanya boleh bertanya. Jawaban memang senantiasa diserahkan kepada mereka yang mendengar ketika pertanyaan dilontarkan. Tidak semua suka tentu saja. Dan itupun tidak apa-apa. Yang jelas, apapun pertanyaannya, apapun jawabannya, siapapun yang bertanya, siapapun yang menjawab, ada sebuah gejala yang terus menerus berjalan : waktu! Seperti jarum jam di dinding, berjalan, berjalan dan berjalan. Kadang ia berhenti karena baterrynya mati, cuman waktu yang ia wakili tidak membutuhkan battery dan tenaga manapun. Ia adalah tenaga itu sendiri, ia adalah gerakan itu sendiri, ia adalah hidup itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai manusia biasa, kita kerap baru tersadar, kadang malah terkejut, ketika melihat putera-puteri di rumah sudah besar. Tatkala merasakan badan tidak lagi sekuat dulu. Mana kala melihat orang-orang yang lebih muda dipanggil yang kuasa. Logika dan kata-kata manusiapun memberikan judul : tua. Dan judul terakhirpun tidak sama pemahamannya. Ada yang mengkaitkannya dengan badan yang berbau tanah. Ada yang menyebutnya dengan masa-masa panen dalam hidup. Ada juga yang meletakkannya sebagai waktu membalas dendam perhatian ke anak cucu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan tentu saja, terserah sepenuhnya pada pribadi masing-masing. Yang jelas, ada yang mengkaitkan umur tua dengan perlambang alam yang bernama matahari. Bagi yang melihat beban kehidupan sebagai serangkaian hal yang memberatkan, tua adalah tanda-tanda matahari mau tenggelam. Bagi sahabat yang melihat beban sebagai vitamin-vitamin yang memperkuat, tua adalah awal terbitnya matahari di dalam diri. Ada yang bertanya, matahari apa yang terbit di dalam diri?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah keterbatasan pemahaman melalui kata-kata dan logika. Pertama, semua hal ditanyakan dan mau dipahami dulu, baru kemudian bergerak dan berjalan untuk menggali. Seolah-olah tanpa bertanya dan paham manusia akan masuk jurang. Kedua, setiap pencaharian yang boros logika dan kata-kata, membuat pencaharian berjalan keluar. Kemudian mengabaikan sumur tanpa dasar yang ada di dalam. Ketiga, begitu sebuah pemahaman terpetakan oleh logika dan kata-kata, manusia terpental jauh dari dirinya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diterangi cahaya pemahaman seperti ini, ada seorang sahabat pernah berbisik. Kadang, ada saatnya perjalanan pemahaman mirip dengan seorang anak yang baru bisa belajar bicara, kemudian bertanya pada mamanya: mana papa? Dan begitu telunjuk mama menunjuk ke seorang lelaki, setiap bayi langsung mempercayainya. Dan seumur hidup menyebut lelaki tadi dengan sebutan papa. Jarang sekali terjadi ? atau mungkin malah tidak pernah ? begitu mamanya menunjuk seorang lelaki, kemudian anak bertanya ulang : itu papa atau teman selingkuh?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi sahabat yang diperkuda kepintaran, mungkin cara seperti ini disebut dengan kebodohan dan ketololan. Cuman pada kehidupan manapun yang menyelami lapisan-lapisan keihklasan secara mengagumkan, dan kemudian berpelukan dengan kehidupan secara penuh penerimaan, inilah awal terbitnya matahari di dalam diri. Tidak ada pertanyaan di sana, apa lagi penolakan. Sebutan pintar dan hebat tidak lagi menggoda. Kaya dan terkemuka, juga serupa. Dikasih terimakasih, tidak dikasih juga terimakasih. Seorang pejalan kaki di jalan ini pernah berucap, ketika penafsiran kita tentang semesta berhenti, kejernihan yang mendalam jadi terbuka. Kejernihan itu meliputi segala waktu, tempat dan perubahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pejalan kaki yang lain berucap pelan, pelepasan adalah jantung kehidupan. Tatkala manusia sudah terlepas dari harapan, pendapat dan apalagi ketakutan, ia memasuki wilayah-wilayah kebebasan yang berkelimpahan. Dalam bahasa lain, ada yang berbisik, seluruh hidup adalah proses pelepasan. Ketika manusia mengalami pelepasan, bukahkah muncul great sun of wisdom dari dalam dirinya? Ada juga yang ragu-ragu dan bertanya, apa yang tersisa dalam kehidupan pasca pelepasan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang tersisa di sana hanya satu : kerja, kerja dan kerja. Bedanya dengan kerja orang kebanyakan, bukankah kerja adalah bentuk cinta yang paling nyata? Bukankah melalui kerja Tuhan menjadi nyata? Selamat tahun baru 2004!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2040832203992827244-8217674372986339171?l=yohannaarifin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/feeds/8217674372986339171/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/2010/04/matahari-di-dlm-diri.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2040832203992827244/posts/default/8217674372986339171'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2040832203992827244/posts/default/8217674372986339171'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/2010/04/matahari-di-dlm-diri.html' title='MATAHARI DI DLM DIRI'/><author><name>YOHANNA ARIFIN NOTE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15040018906039989275</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_XZIFKIW2b5Q/S6xY9onUsZI/AAAAAAAAAAU/_wVET1CIAnY/S220/DSC05831.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2040832203992827244.post-4798244942984897535</id><published>2010-04-05T06:45:00.000-07:00</published><updated>2010-04-05T06:46:29.402-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='RENUNGAN MOTIVASI'/><title type='text'>JATUH CINTA SBG KEJADIAN SPIRITUAL</title><content type='html'>Setiap orang pernah jatuh cinta. Umumnya, jatuh cinta itu terjadi pada orang dengan lawan jenis. Tidak ada satupun kata-kata yang bisa mewakili perasaan jatuh cinta. Sebutlah kata senang, gembira, bahagia, bergetar, berdebar, takut kehilangan, cemburu, ingin selalu bersama, semua terlihat bersinar dan menyenangkan, tetap saja tidak bisa mewakili seluruh nuansa jatuh cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya yang lama diingat orang melalui kejadian-kejadian jatuh cinta adalah perasaan-perasaan yang ada di dalam. Memegang tangan pasangan saja membuat jantung berdebar. Melihat matanya yang dibalut senyum bisa membuat terkenang-kenang selamanya. Kata-kata pertama yang menunjukkan lawan jenis kita tertarik dan jatuh cinta pada kita, bisa menjadi satu rangkaian kalimat yang terdengar di telinga setiap hari. Memperhatikan rambut, tata krama, cara berpakaian, cara bicara lawan jenis kita, semuanya tampak pas dan sempurna. Dan pada akhirnya membuat kita seperti memiliki dunia ini seorang diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah rangkaian hal yang membuat cinta diidentikkan dengan perasaan (feeling). Banyak sudah lagu, film, sinetron, novel, syair, puisi yang lahir dari sumber cinta sebagai perasaan. Kalau kemudian banyak yang memberikan kesan cinta itu cengeng, lemah, tangisan dan sejenisnya, itu hanyalah sepenggal pemahaman tentang cinta sebagai perasaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada dimensi kedua dari cinta yang layak dicermati setelah cinta sebagai perasaan, yakni cinta sebagai sebuah kekuatan (power). Coba perhatikan pengalaman jatuh cinta kita masing-masing. Ada kekuatan maha dahsyat yang ada di dalam diri, yang membuat badan dan jiwa ini demikian perkasanya. Seolah-olah disuruh memindahkan gunungpun rasanya bisa. Hampir tidak ada penugasan dari lawan jenis yang kita cintai yang tidak bisa diselesaikan. Mulut ini seperti dengan cepatnya berteriak : bisa !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bermula dari pemahaman seperti inilah maka Deepak Chopra dalam The Path To Love, menyebut bahwa jatuh cinta adalah sebuah kejadian spiritual. Ia tidak semata-mata bertemunya dua hati yang cocok kemudian menghasilkan jantung yang berdebar-debar. Ia adalah tanda-tanda hadirnya sebuah kekuatan yang dahsyat. Persoalannya kemudian, untuk apa kekuatan dahsyat tadi dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaum agamawan nan bijaksana menggunakan kekuatan terakhir sebagai sarana untuk bertemu Tuhan. Usahawan yang berhasil menggunakan tenaga maha besar ini untuk menekuni seluruh pekerjaannya. Ibu yang mencintai keluarganya mengabdikan seluruh tenaganya untuk mencintai anak dan suaminya. Pekerja yang menyadari kekuatan ini menggunakannya untuk bekerja mencari harta di jalan-jalan cinta. Banyak orang yang dijemput keajaiban karena kemampuan untuk membangkitkan tenaga maha dahsyat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda bisa bayangkan, tentara Inggris yang demikian perkasa harus pergi dari India karena kekuatan cinta Mahatma Gandhi beserta pejuang lainnya. Negeri ini dideklarasikan secara amat gagah berani melalui cinta duet Sukarno-Hatta. Demokrasi Amerika berutang amat banyak pada cinta George Washington. Raksasa elektronika Matsushita Electric dibangun di atas tiang-tiang cinta Konosuke Matsushita. Microsoft sampai sekarang masih dipangku oleh kecintaan manusia luar biasa yang bernama Bill Gates. Sulit membayangkan bagaimana seorang Jenderal besar Sudirman bisa memimpin pasukan melawan Belanda dengan badan yang sakit-sakitan, kalau tanpa modal cinta yang mengagumkan. Wanita perkasa dengan nama Kartini mengambil resiko yang demikian tinggi untuk mengangkat derajat kaumnya, apa lagi yang ada di baliknya kalau bukan kekuatan-kekuatan cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boleh saja Anda menyebut rangkaian bukti ini sebagai serangkaian kebetulan, tetapi saya lebih setuju dengan Deepak Chopra yang menyebut bahwa jatuh cinta adalah sebuah kejadian spiritual. Dari sinilah sang kehidupan kemudian menarik kita tinggi-tinggi ke rangkaian realita yang oleh pikiran biasa disebut luar biasa. Di bagian lain bukunya, Chopra menulis : ‘merging with another person is an illusion, merging with the Self is the supreme reality’. Bergabung dengan orang lain hanyalah sebuah ilusi, tapi bergabung dengan sang Diri yang sejati, itulah sebuah realita yang maha utama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jatuh cinta sebagai kejadian spiritual, yang dituju adalah bergabungnya diri kita dengan Diri yang sejati. Ada yang menyebut Diri sejati terakhir dengan sebutan Tuhan, ada yang memberinya sebutan kebenaran, ada yang menyebutnya dengan inner life, dan masih banyak lagi sebutan lainnya. Apapun nama dan sebutannya, ketika Anda menemukannya, kata manapun tidak bisa mewakilinya. Yang ada hanya : ahhhhh !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serupa dengan pengalaman jatuh cinta ketika kita masih muda, di mana semua unsur badan dan jiwa ini demikian kuat dan perkasanya, demikian juga dengan jatuh cinta sebagai kejadian spiritual. Ia mendamaikan, menggembirakan, mencerahkan, mengagumkan dan menakjubkan. Dan yang paling penting, semuanya kelihatan serba sempurna. Air sungai, daun di pohon, desir angin, suara ombak, wajah pegunungan, demikian juga dengan pekerjaan, keluarga, atasan, bawahan. Seorang sahabat yang kerap jatuh cinta seperti ini, pernah mengungkapkan, dalam keadaan jatuh cinta, setiap lembar daun di pohon apapun terlihat seperti sehalaman buku suci yang penuh inspirasi. Setiap hembusan angin adalah pelukan-pelukan tangan kekasih yang amat menyentuh. Setiap suara air adalah nyanyian-nyanyian rindu yang menyentuh kalbu. Anda tertarik ?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2040832203992827244-4798244942984897535?l=yohannaarifin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/feeds/4798244942984897535/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/2010/04/jatuh-cinta-sbg-kejadian-spiritual.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2040832203992827244/posts/default/4798244942984897535'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2040832203992827244/posts/default/4798244942984897535'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/2010/04/jatuh-cinta-sbg-kejadian-spiritual.html' title='JATUH CINTA SBG KEJADIAN SPIRITUAL'/><author><name>YOHANNA ARIFIN NOTE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15040018906039989275</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_XZIFKIW2b5Q/S6xY9onUsZI/AAAAAAAAAAU/_wVET1CIAnY/S220/DSC05831.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2040832203992827244.post-6450417572351881882</id><published>2010-04-05T06:44:00.000-07:00</published><updated>2010-04-05T06:45:21.153-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='RENUNGAN MOTIVASI'/><title type='text'>MERAIH HARTA DG CINTA</title><content type='html'>Tidak sedikit manusia sepanjang sejarah, dan mungkin sepanjang zaman, dihadang pertanyaan mendasar : bisakah harta diraih melalui jalan-jalan cinta ? Pertanyaan ini tidak saja menghadang Anda, sayapun dihadang pertanyaan serupa dulu. Tidak sedikit manusia yang ragu, dan bahkan skeptis. Lebih menyedihkan lagi, ada yang meletakkan harta dan cinta dalam posisi berseberangan. Bila mau harta, cinta harus dikorbankan. Jika mau cinta, maka harta akan menjauh. Paling tidak, demikianlah keyakinan banyak orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa bermaksud berseberangan dengan banyak orang, premis dasar saya agak berbeda. Antara harta di satu sisi, dan cinta di lain sisi, tidaklah selalu berada pada posisi berseberangan. Tidak sedikit kehidupan manusia bertutur, keduanya bisa dilakukan secara bersama-sama. Kehidupan sejumlah orang mengagumkan bahkan menunjukkan, harta juga bisa diraih melalui jalur-jalur cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebut saja serangkaian kehidupan sejumlah orang yang mengagumkan seperti Konosuke Matsushita dan Mahatma Gandhi. Yang pertama wakil kehidupan yang tinggi di dunia material, yang kedua adalah wakil kehidupan yang tinggi di dunia spiritual. Keduanya adalah wakil dari kehidupan di mana harta (baik material maupun spiritual) bisa berjalan bersama-sama dengan cinta. Matsushita melalui prinsip Man Does Not Live With Bread Alone, tidak saja membuat pemilik prinsipnya menjadi kaya raya secara materi, tetapi juga memberikan inspirasi spiritual pada banyak sekali kehidupan korporasi. Gandhi juga serupa, prinsip anti kekerasan tidak saja membuat sejarah kemerdekaan India jadi legendaris, tetapi menjadi sumber air kejernihan bagi banyak sekali perjuangan umat manusia di seluruh kaki langit. Ada yang menyebut dua kasus di atas sebagai kebetulan yang tidak representatif. Dan saya hargai mereka yang berkeyakinan demikian. Dan kehidupan saya maupun kehidupan sejumlah orang lain bertutur sebaliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap kali pulang sekolah ketika masih kelas satu dan dua SD, saya ambil tempat duduk kecil dan meminta Ibu duduk di sana. Sambil tersenyum Ibu duduk dan memangku saya. Dan dimulailah kegiatan konyol yang membuat banyak sahabat kecil saya berteriak : ‘malu, sudah besar masih menetek !’. Dan ketika Ibu masih hidup, dan menyaksikan bagaimana saya yang memiliki banyak kekurangan ini menggapai sejumlah ketinggian, Ibu berbisik ke saya : ‘kamu pantas sampai di tempat tinggi dalam kehidupan, karena menetek sampai umur delapan tahun’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika itu, saya hanya menjawabnya dengan senyum, hanya untuk membahagiakan hati Ibu. Namun sekian lama setelah Ibu meninggal, kekuatan-kekuatan cinta Ibu tidak habis sampai ketika saya berhenti menetek. Kekuatan cinta ini menembus batas waktu. Dalam banyak kejadian bahkan terbukti, kehidupan saya ditarik ke tempat-tempat tinggi melalui energi-energi cinta. Salah satunya cinta almarhumah Ibu saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita kedua adalah cerita Rich Teerlink sebagai komandan Harley Davidson dalam melakukan turn around. Sebagaimana kita tahu, Teerlink berhasil memutar balikkan sejarah Harley Davidson dari produsen sepeda motor yang jadi pecundang, kembali berdiri tegak menjadi pemenang. Sebagaimana ia tuturkan dalam buku More Than Motor Cycle, kekuatan terbesar yang mendorongnya untuk senantiasa teguh dan kuat mengomandani Harley Davidson adalah pesan Ibunya : ‘semua manusia pada dasarnya sama baiknya’. Ini juga yang membuat banyak negosiasi Teerlink dengan serikat pekerja, serta negosiasi-negosiasi berat lainnya berjalan relatif lancar. Energinya hanya satu : cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita serupa juga menjadi catatan hidup Lee Iacocca, Konosuke Matsushita, Mahatma Gandhi sampai dengan Dalai Lama. Di mana, harta juga bisa digapai melalui jalan-jalan cinta. Catatan ini mengingatkan saya pada seorang penulis jernih bernama Chao-Hsiu Chen. Penulis buku The Bamboo Oracle serta The Body Feng Shui ini pernah menulis : ‘Look at your own life and that your roots, your trunks, your branches and your leaves will live as long as your character is noble. Therefore you can be lucky’. Lihatlah kehidupan Anda. Akar, batang, cabang dan daun-daun Anda akan hidup sejauh Anda memiliki sifat-sifat mulia. Dan karenanya, Anda juga bisa hidup penuh keberuntungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tadinya, saya pikir apa yang disebut dengan The Body Feng Shui adalah bagaimana menyisir rambut, mengenakan pakaian, atau merawat tubuh saja. Ternyata ia lebih mendalam : mengembangkan sifat-sifat mulia. Dan kemuliaan terakhir ini tidak saja bisa membuat orang bisa jadi pendeta, melainkan juga bisa membuat orang hidup penuh keberuntungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah tesis yang menjawab keraguan banyak orang, melalui cinta sebagai awal dari banyak hal-hal mulia, harta juga bisa diraih dalam jumlah yang tidak terbatas. Lebih dari sekadar meraih harta, orang-orang yang meraih harta dengan jalan cinta, bisa meraih dua sukses sekaligus : sukses di perjalanan sukses di tempat tujuan, sukses di dunia sukses juga di surga. Bukankah indah sekali kehidupan yang diwarnai dua sukses sekaligus ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda bebas memilih, akankah dibiarkan cinta berseberangan dengan harta, atau akan meraih harta dengan jalan-jalan cinta. Apapun pilihan Anda saya hargai. Dan sejalan dengan Chao-Hsiu Chen melalui kearifan-kearifan bambunya yang menyebutkan bahwa the greatest peace in modesty, the greatest modesty in silence, ketika tulisan ini sedang dibuat saya sedang merangkum dua kontroversi ini dalam inti sari keheningan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2040832203992827244-6450417572351881882?l=yohannaarifin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/feeds/6450417572351881882/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/2010/04/meraih-harta-dg-cinta.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2040832203992827244/posts/default/6450417572351881882'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2040832203992827244/posts/default/6450417572351881882'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/2010/04/meraih-harta-dg-cinta.html' title='MERAIH HARTA DG CINTA'/><author><name>YOHANNA ARIFIN NOTE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15040018906039989275</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_XZIFKIW2b5Q/S6xY9onUsZI/AAAAAAAAAAU/_wVET1CIAnY/S220/DSC05831.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2040832203992827244.post-5696064453370271077</id><published>2010-04-05T06:42:00.000-07:00</published><updated>2010-04-05T06:44:21.271-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='RENUNGAN MOTIVASI'/><title type='text'>HATI-HATI DG KURSI TERTINGGI</title><content type='html'>Di kantor seorang sahabat yang cara kerjanya demikian mengagumkan dan hampir sempurna, ada sebuah kejadian menarik yang layak jadi cerita menarik. Kendati boss di perusahaan ini bekerja dengan cara demikian sempurna dan demikian mengagumkan, ternyata sekretarisnya bekerja dengan cara sebaliknya. Ketika dimintai tolong untuk mengetik, banyak yang salah ketik. Tatkala dimintai untuk kirim fax dan e-mail salah. Demikian juga dengan pekerjaan lainnya : salah, salah dan salah.&lt;br /&gt;Heran dengan realita kontras ini, saya bertanya ke sekretaris tadi : berapa tahun ia sudah bekerja untuk boss di atas ? Ternyata ia sudah bekerja enam tahun. Tentu saja saya heran, bagaimana orang dengan cara kerja demikian bisa bertahan enam tahun di bawah boss yang hidup dan kerjanya demikian sempurna. Didorong oleh keheranan inilah, maka saya bertanya lagi : "bagaimana Anda yang cara kerjanya demikian mengecewakan bisa bertahan enam tahun di bawah atasan yang demikian sempurna ?" Ternyata sekretaris tadi punya jawaban : "tapi saya punya kelebihan Pak, saya tidak bisa hamil".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah sebelum tertawa diklasifikasikan sebagai salah satu kegiatan teroris, sebaiknya Anda tertawa sepuas-puasnya. Dan sahabat yang tidak bisa tertawa setelah membaca lelucon di atas, saya hanya bisa minta maaf. Permohonan maaf secara khusus juga saya tujukan pada sahabat-sahabat sekretaris. Cerita di atas hanya dan hanya sekadar lelucon. Terlepas dari apakah Anda tertawa maupun tidak, kehidupan orang-orang di kursi nomer satu adalah kehidupan yang senantiasa dikelilingi banyak orang. Sekretaris hanya salah satu pihak yang ada di sekitar orang-orang nomer satu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disamping dikelilingi bawahan, orang-orang nomer satu juga dikelilingi stress, tantangan, masalah dan bukan tidak mungkin juga dihadang oleh kejatuhan. Dalam pengandaian seorang rekan, kehidupan seorang CEO adalah kehidupan yang penuh dengan perang. Ada perang melawan kemunduran, perang melawan ketidakjujuran, perang melawan kekotoran, dan perang-perang lainnya. Dalam beberapa keadaan, bahkan rela tumbang dari kekuasaan hanya untuk melindungi prinsip yang harus dilindungi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena alasan itulah, maka bayaran untuk kursi nomer satu ini hampir selalu paling mahal di tempat masing-masing. Di negara-negara maju, ada standar untuk ini. Akan tetapi, di negara lain apa lagi di mana semuanya masih serba tertutup, orang masih menentukan gaji CEO secara shadow boxing alias meraba-raba. Sehingga jika ditanya berapa layaknya kursi tertinggi dihargai, hanya kebingungan dan ketidakjelasan yang rajin berkunjung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membicarakan tingginya gaji orang teratas memang menarik. Apa lagi di zaman di mana atribut-atribut luar demikian dihargai dan dikagumi. Akan tetapi, di tengah kebingungan dan ketidakjelasan angka, mungkin ada manfaatnya untuk berpikir agak lain. Di tingkatan ini, bisa jadi ada gunanya merenungkan apa yang pernah ditulis Krishan Chopra (Ayah kandung Deepak Chopra) dalam The Mystery and Magic of Love : "money and power will not save your soul, it will only boost your ego, which brings misery in the long run". Dengan kata lain, harta dan tahta tidak akan menyelamatkan jiwa Anda, ia hanya akan meningkatkan ego yang pada akhirnya menciptakan penderitaan dalam jangka panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi pencinta-pencinta harta dan tahta, pendapat terakhir mungkin mudah mengundang cibiran bibir. Bahkan curiga, kalau pendapat di atas hanya diyakini oleh orang-orang yang "terpaksa" harus bersyukur dengan kegagalan dan keterbatasa materi. Boleh saja ada yang berkeyakinan demikian. Dan izinkan saya bertutur serangkaian kejadian yang pernah lewat di depan mata. Dalam sebuah resepsi pernikahan, saya sempat terkejut melihat seorang bankir yang dulu amat berkuasa ketika masih menjabat di sebuah bank yang amat berpengaruh, tiba-tiba datang ke tempat pernikahan dengan cara dipapah. Wajahnya lesu, pucat, tidak berdaya. Yang jelas, mengundang rasa kasihan tidak sedikit orang. Dan yang lebih menyentuh lagi, tokoh yang biasa dikelilingi banyak orang di tempat ia berkuasa dulu, hanya ditemani tukang papahnya ketika jamuan makan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang bandingkan kehidupan terakhir dengan kehidupan orang yang bau harumnya masih terasa jauh hari setelah badan kasarnya dijemput kematian. Sebutlah tokoh pemusik John Lennon yang mengetuk hati jutaan manusia lewat lagu Imagine. John Lennon memang tidak bisa menghadiri pesta pernikahan setelah meninggal, tetapi hatinya dikunjungi banyak sekali manusia. Kalau benar pendapat seorang sahabat pensiunan orang nomer satu sebuah bank mentereng, yang mengatakan bahwa kualitas kepemimpinan sebenarnya terlihat ketika kita sudah pensiun, mungkin inilah saatnya untuk kembali pada bahasa dasar kita : hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila banyak orang bertutur kalau hati bisa menghambat perjalanan menuju kursi tertinggi, John Lennon tidaklah demikian. Kursi tertinggi (secara material maupun non material) bisa diraih dan dipertahakan melalui nyanyian-nyanyian hati. Setidak-tidaknya itulah yang dituturkan oleh kehidupan orang-orang seperti John Lennon, Konosuke Matsushita, Ibu Theresa, Mahatma Gandhi, Dalai Lama dan deretan manusia sejenis. Saya tidak sedang merayu Anda, apa lagi memaksa. Hidup Anda adalah pilihan Anda sendiri. Demikian juga dengan hidup saya. Yang jelas, Chao-Hsiu Chen dalam The Bamboo Oracle pernah menulis : "A friendly heart creates happy people. A happy heart creates lucky people". Dalam bahasa lain, hati juga sumber keberuntungan dan kebahagiaan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2040832203992827244-5696064453370271077?l=yohannaarifin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/feeds/5696064453370271077/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/2010/04/hati-hati-dg-kursi-tertinggi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2040832203992827244/posts/default/5696064453370271077'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2040832203992827244/posts/default/5696064453370271077'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/2010/04/hati-hati-dg-kursi-tertinggi.html' title='HATI-HATI DG KURSI TERTINGGI'/><author><name>YOHANNA ARIFIN NOTE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15040018906039989275</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_XZIFKIW2b5Q/S6xY9onUsZI/AAAAAAAAAAU/_wVET1CIAnY/S220/DSC05831.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2040832203992827244.post-1199364111974376810</id><published>2010-04-05T06:41:00.000-07:00</published><updated>2010-04-05T06:42:48.339-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='RENUNGAN MOTIVASI'/><title type='text'>BIARKAN KEDAMAIAN BICARA</title><content type='html'>Agak berbeda dengan sejumlah orang yang marah kalau profesinya dijadikan sumber tawa, saya kerap belajar banyak dari tawa dan canda. Karena ia kaya inspirasi dan imajinasi. Di sebuah bar yang lagi sepi pengunjung, tiba-tiba saja ada seorang laki-laki parlente memasuki bar sambil memesan minum. Heran dengan penampilan pria yang amat parlente ini, penjaga bar bertanya tentang profesi dan pekerjaan orang terakhir. Dengan mantap laki-laki dandy ini menyebut profesi konsultan. Tentu saja penjaga bar mengerutkan alisnya sebagai tanda tidak tahu. Maka bertanyalah ia : ‘Konsultan, mahluk apa itu ?’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana konsultan umumnya yang senantiasa bicara meyakinkan, dengan tenang ia menjawab : ‘A logical thinker’. Mendengar jawaban terakhir, penjaga bar semakin bingung. Menangkap mimik muka bingung, pria parlente tadipun mencoba untuk menerangkannya dalam bahasa konsultan. ‘Anda punya aquarium ?’, demikian konsultan tadi memulai pembicaraan. Dan dijawab dengan anggukan kepala oleh lawan bicaranya. ‘Nah, kalau punya aquarium berarti Anda pencinta ikan’. Kali ini juga dijawab dengan mengangguk. ‘Bila Anda pencinta ikan, berarti Anda juga menyayangi istri’. Tidak ada alternatif lain bagi penjaga bar terkecuali mengiyakan. ‘Kalau Anda punya istri, itu artinya Anda punya anak’. Dan ajaibnya, kali inipun bar tender ini&lt;br /&gt;angguk-angguk tanda mengiayakan. Terakhir, setelah menghabiskan minuman, sambil berjalan ke luar bar, laki-laki parlente tadi menyimpulkan pembicaraannya begini : ‘Kesimpulannya, kalau Anda punya anak artinya Anda tidak impoten’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di luar pengetahuan penjaga bar dan konsultan tadi, rupanya keseriusan pembicaraan tadi diperhatikan tukang sapu dari jauh. Begitu sang konsultan keluar bar, maka tukang sapu juga bertanya keherananan : ‘siapa tadi yang pakaiannya amat parlente ?’. Menirukan gaya bicara konsultan, penjaga bar menjawab yakin : ‘Oh tadi itu konsultan’. Tukang sapu ini lebih bingung lagi : ‘apa itu konsultan ?’. Meniru jawaban konsultan, bar tender menjawab : a logical thinker. Tentu saja lawan biacara terakhir bingung. Berhasil dicuci otak oleh konsultan, penjaga bar menjelaskannya dengan cara yang sama. ‘Punya aquarium?’. Dan tukang sapu menggelengkan kepalanya. Melihat gelengan kepala terakhir maka bar tender menyimpulkannya secara yakin : ‘Kalau Anda tidak punya aquarium, artinya Anda impoten’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum tertawa disebut sebagai salah satu bentuk terorisme – karena setelah kejadian penghancuran WTC New York sedikit-sedikit penguasa menyebut teroris - sebaiknya Anda tertawalah sebanyak-banyaknya. Yang jelas, dengan seluruh kelebihan dan kekurangannya demikianlah cara pikiran bekerja : mengkotak-kotakkan. Dengan tidak ada maksud membuka perang dengan pengagum pikiran, sejak dulu pikiran memang bermata ganda : membantu sekaligus membatasi. Sulit membayangkan bagaimana wajah kehidupan manusia tanpa dibantu pikiran. Sama sulitnya membayangkan kehidupan tanpa pikiran, kita juga sulit membantah kenyataan pikiran sebagai pembatas manusia dalam melakukan perjalanan. Dalam kurun waktu ribuan tahun, manusia sudah dipenjara pikiran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibawanya manusia pada hidup yang penuh dengan kotak. Ada kotak bangsa, agama, bahasa. Belum lagi kotak-kotak mengerikan yang bernama kebencian dan kemarahan. Sebagai hasilnya, masalah-masalah fundamental seperti ketakutan, konflik, kehidupan yang kehilangan arti, tetap saja ada sepanjang zaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sadar dengan aspek kedua pikiran sebagai pembatas perjalanan inilah, maka orang-orang seperti J. Krishnamurti, Dalai Lama dan praktisi meditasi intens lainnya, mengajak kita untuk belajar melampaui pikiran. Kendaraan yang bisa membawa kita ke sana ada banyak sekali, salah satu yang dikenal luas bernama meditasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bedanya dengan pikiran, meditasi tidak bisa diwakili oleh kata-kata manapun. Ia adalah sebuah kegiatan mengalami di dalam diri. Semakin ia dipaksa untuk didefinisikan, mudah sekali orang tergelincir dalam kedangkalan-kedangkalan. Apapun kendaraan yang dipakai dan jalan yang ditempuh, ada satu hal yang layak dipertimbangkan dalam upaya melampaui pikiran : keikhlasan. Sebuah kualitas yang sudah lama dibuat tenggelam oleh kegemaran pikiran untuk ‘berdagang’ (baca : berkalkulasi) dengan kehidupan dan Tuhan. Ada yang hanya sembahyang lima waktu setelah jadi manajer. Ada yang berdemonstrasi mau menghancurkan pabrik hanya karena isu ketidakadilan. Dalam skala yang lebih besar, sahabat-sahabat yang pro dan anti Amerika setelah kejadian hancurnya WTC New York oleh serangan teroris, bahkan membuka jalan bagi terealisasinya ramalan clash civilization. Ibarat langit- angit kamar yang membatasi ketinggian pandangan, demikianlah pikiran membatasi perjalanan menuju keikhlasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan terakhir menjadi super sulit, terutama pada kehidupan yang sudah demikian mesranya ‘berselingkuh’ dengan pikiran. Dari perselingkuhan terakhir, mudah sekali keluar stempel seperti bodoh, tidak mengerti, tidak tahu dan sejenisnya terhadap keikhlasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga mudah dimaklumi kalau Rabin Dranath Tagore dalam The Heart of God, pernah menulis : “Let this be my last word, that I trust in Your love”. Terinspirasi dari sinilah, maka saya senantiasa mengawali doa, agar semua permohonan saya diganti dengan keikhlasan. Sebab, hanya keikhlasanlah yang bisa mengganti setiap kota dan desa yang saya kunjungi menjadi kota dan desa keheningan dan kedamaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setidaknya itulah yang bisa saya tuturkan ke Anda dalam inner journey sejauh ini. Dan ini tidak ada sangkut pautnya dengan hubungan antara kepemilikan aquarium dan impotensi. Ha ha ha!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2040832203992827244-1199364111974376810?l=yohannaarifin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/feeds/1199364111974376810/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/2010/04/biarkan-kedamaian-bicara.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2040832203992827244/posts/default/1199364111974376810'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2040832203992827244/posts/default/1199364111974376810'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/2010/04/biarkan-kedamaian-bicara.html' title='BIARKAN KEDAMAIAN BICARA'/><author><name>YOHANNA ARIFIN NOTE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15040018906039989275</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_XZIFKIW2b5Q/S6xY9onUsZI/AAAAAAAAAAU/_wVET1CIAnY/S220/DSC05831.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2040832203992827244.post-4538773333659153179</id><published>2010-04-05T06:40:00.000-07:00</published><updated>2010-04-05T06:41:38.027-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='RENUNGAN MOTIVASI'/><title type='text'>KOTA KEHENINGAN DAN KEDAMAI AN</title><content type='html'>Agak berbeda dengan sejumlah orang yang marah kalau profesinya dijadikan sumber tawa, saya kerap belajar banyak dari tawa dan canda. Karena ia kaya inspirasi dan imajinasi. Di sebuah bar yang lagi sepi pengunjung, tiba-tiba saja ada seorang laki-laki parlente memasuki bar sambil memesan minum. Heran dengan penampilan pria yang amat parlente ini, penjaga bar bertanya tentang profesi dan pekerjaan orang terakhir. Dengan mantap laki-laki dandy ini menyebut profesi konsultan. Tentu saja penjaga bar mengerutkan alisnya sebagai tanda tidak tahu. Maka bertanyalah ia : ‘Konsultan, mahluk apa itu ?’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana konsultan umumnya yang senantiasa bicara meyakinkan, dengan tenang ia menjawab : ‘A logical thinker’. Mendengar jawaban terakhir, penjaga bar semakin bingung. Menangkap mimik muka bingung, pria parlente tadipun mencoba untuk menerangkannya dalam bahasa konsultan. ‘Anda punya aquarium ?’, demikian konsultan tadi memulai pembicaraan. Dan dijawab dengan anggukan kepala oleh lawan bicaranya. ‘Nah, kalau punya aquarium berarti Anda pencinta ikan’. Kali ini juga dijawab dengan mengangguk. ‘Bila Anda pencinta ikan, berarti Anda juga menyayangi istri’. Tidak ada alternatif lain bagi penjaga bar terkecuali mengiyakan. ‘Kalau Anda punya istri, itu artinya Anda punya anak’. Dan ajaibnya, kali inipun bar tender ini&lt;br /&gt;angguk-angguk tanda mengiayakan. Terakhir, setelah menghabiskan minuman, sambil berjalan ke luar bar, laki-laki parlente tadi menyimpulkan pembicaraannya begini : ‘Kesimpulannya, kalau Anda punya anak artinya Anda tidak impoten’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di luar pengetahuan penjaga bar dan konsultan tadi, rupanya keseriusan pembicaraan tadi diperhatikan tukang sapu dari jauh. Begitu sang konsultan keluar bar, maka tukang sapu juga bertanya keherananan : ‘siapa tadi yang pakaiannya amat parlente ?’. Menirukan gaya bicara konsultan, penjaga bar menjawab yakin : ‘Oh tadi itu konsultan’. Tukang sapu ini lebih bingung lagi : ‘apa itu konsultan ?’. Meniru jawaban konsultan, bar tender menjawab : a logical thinker. Tentu saja lawan biacara terakhir bingung. Berhasil dicuci otak oleh konsultan, penjaga bar menjelaskannya dengan cara yang sama. ‘Punya aquarium?’. Dan tukang sapu menggelengkan kepalanya. Melihat gelengan kepala terakhir maka bar tender menyimpulkannya secara yakin : ‘Kalau Anda tidak punya aquarium, artinya Anda impoten’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum tertawa disebut sebagai salah satu bentuk terorisme – karena setelah kejadian penghancuran WTC New York sedikit-sedikit penguasa menyebut teroris - sebaiknya Anda tertawalah sebanyak-banyaknya. Yang jelas, dengan seluruh kelebihan dan kekurangannya demikianlah cara pikiran bekerja : mengkotak-kotakkan. Dengan tidak ada maksud membuka perang dengan pengagum pikiran, sejak dulu pikiran memang bermata ganda : membantu sekaligus membatasi. Sulit membayangkan bagaimana wajah kehidupan manusia tanpa dibantu pikiran. Sama sulitnya membayangkan kehidupan tanpa pikiran, kita juga sulit membantah kenyataan pikiran sebagai pembatas manusia dalam melakukan perjalanan. Dalam kurun waktu ribuan tahun, manusia sudah dipenjara pikiran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibawanya manusia pada hidup yang penuh dengan kotak. Ada kotak bangsa, agama, bahasa. Belum lagi kotak-kotak mengerikan yang bernama kebencian dan kemarahan. Sebagai hasilnya, masalah-masalah fundamental seperti ketakutan, konflik, kehidupan yang kehilangan arti, tetap saja ada sepanjang zaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sadar dengan aspek kedua pikiran sebagai pembatas perjalanan inilah, maka orang-orang seperti J. Krishnamurti, Dalai Lama dan praktisi meditasi intens lainnya, mengajak kita untuk belajar melampaui pikiran. Kendaraan yang bisa membawa kita ke sana ada banyak sekali, salah satu yang dikenal luas bernama meditasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bedanya dengan pikiran, meditasi tidak bisa diwakili oleh kata-kata manapun. Ia adalah sebuah kegiatan mengalami di dalam diri. Semakin ia dipaksa untuk didefinisikan, mudah sekali orang tergelincir dalam kedangkalan-kedangkalan. Apapun kendaraan yang dipakai dan jalan yang ditempuh, ada satu hal yang layak dipertimbangkan dalam upaya melampaui pikiran : keikhlasan. Sebuah kualitas yang sudah lama dibuat tenggelam oleh kegemaran pikiran untuk ‘berdagang’ (baca : berkalkulasi) dengan kehidupan dan Tuhan. Ada yang hanya sembahyang lima waktu setelah jadi manajer. Ada yang berdemonstrasi mau menghancurkan pabrik hanya karena isu ketidakadilan. Dalam skala yang lebih besar, sahabat-sahabat yang pro dan anti Amerika setelah kejadian hancurnya WTC New York oleh serangan teroris, bahkan membuka jalan bagi terealisasinya ramalan clash civilization. Ibarat langit- angit kamar yang membatasi ketinggian pandangan, demikianlah pikiran membatasi perjalanan menuju keikhlasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan terakhir menjadi super sulit, terutama pada kehidupan yang sudah demikian mesranya ‘berselingkuh’ dengan pikiran. Dari perselingkuhan terakhir, mudah sekali keluar stempel seperti bodoh, tidak mengerti, tidak tahu dan sejenisnya terhadap keikhlasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga mudah dimaklumi kalau Rabin Dranath Tagore dalam The Heart of God, pernah menulis : “Let this be my last word, that I trust in Your love”. Terinspirasi dari sinilah, maka saya senantiasa mengawali doa, agar semua permohonan saya diganti dengan keikhlasan. Sebab, hanya keikhlasanlah yang bisa mengganti setiap kota dan desa yang saya kunjungi menjadi kota dan desa keheningan dan kedamaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setidaknya itulah yang bisa saya tuturkan ke Anda dalam inner journey sejauh ini. Dan ini tidak ada sangkut pautnya dengan hubungan antara kepemilikan aquarium dan impotensi. Ha ha ha!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2040832203992827244-4538773333659153179?l=yohannaarifin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/feeds/4538773333659153179/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/2010/04/kota-keheningan-dan-kedamai.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2040832203992827244/posts/default/4538773333659153179'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2040832203992827244/posts/default/4538773333659153179'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/2010/04/kota-keheningan-dan-kedamai.html' title='KOTA KEHENINGAN DAN KEDAMAI AN'/><author><name>YOHANNA ARIFIN NOTE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15040018906039989275</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_XZIFKIW2b5Q/S6xY9onUsZI/AAAAAAAAAAU/_wVET1CIAnY/S220/DSC05831.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2040832203992827244.post-490273488683587286</id><published>2010-04-05T06:38:00.000-07:00</published><updated>2010-04-05T06:40:15.178-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='RENUNGAN MOTIVASI'/><title type='text'>DENGARLAH BUNGA SEDANG BICARA</title><content type='html'>Kesenangan dan hobi untuk memelihara taman, bagi saya adalah salah satu obat kehidupan yang amat membantu. Hampir setiap pagi sebelum memulai kegiatan setiap hari, saya menyempatkan diri untuk melihat dan memegang-megang pohon dan bunga-bunga yang mekar di taman. Demikian juga di hampir setiap sore yang melelahkan. Ada sejenis dahaga tertentu yang terobati setelah memandangi dan memegang bunga atau pepohonan. Dalam kedalaman renungan tertentu, kadang terasa ada bunga yang sedang mau ‘berbicara’ ke arah manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cobalah Anda perhatikan, setiap bunga mengenal siklus tumbuh, mekar, layu dan kemudian mati. Mirip dengan api, setelah menyala, beberapa lama kemudian ia mati. Semua ini menimbulkan pertanyaan, kemanakah perginya bunga dan api setelah ia mati ? Bunga memang lebih jelas, karena setelah layu ia jatuh ke tanah, untuk memenuhi panggilan tugas dari sang Ibu untuk menjadi pupuk. Namun api, ia amat misterius. Begitu mati, menghilang tidak ketahuan jejaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda bebas menafsirkan semua ini. Dan bagi saya, bunga dan api sedang ‘membisikkan’ kebijakan yang amat berguna bagi kita manusia. Bunga – sebagaimana juga kita – mengenal siklus lahir, tumbuh, layu dan kemudian mati. Ini hukum besi yang berlaku bagi bunga maupun manusia yang manapun. Bedanya, kalau bunga setelah mati selalu menunaikan tugas sebagai pupuk buat sang ‘Ibu’, adakah kita manusia juga mewariskan ‘pupuk-pupuk’ yang menyuburkan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Api juga ‘membisikkan’ sesuatu ke kita. Sebelum mati dan menghilang, ia senantiasa memberikan sinar yang menerangi. Namun manusia, sudahkah kita hidup dengan konsep-konsep menerangi ? Inilah rangkaian renungan yang perlu kita endapkan dari bunga dan api. Di titik ini, kerap saya merasa demikian bodoh dan tulinya. Baik bunga dan api, sudah kita temukan sejak pertama kali mengenal dunia. Tetapi, kenapa butuh waktu demikian lama untuk bisa ‘mendengarkan’ bisikan-bisikan bunga dan api ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin benar keyakinan banyak orang tua, lebih baik terlambat dibandingkan tuli sama sekali. Untuk itulah, saya sedang mengajak Anda untuk mempertajam kepekaan pendengaran akan bisikan-bisikan bunga dan api. Bukan untuk menjadi manusia aneh dan kemudian dicurigai gila. Melainkan, memetik indahnya bunga melalui kebijakan yang dicoba untuk dikatakan ke kita manusia. Atau menikmati terangnya api, lewat kearifan penerangan yang telah dihadirkan. Sebagaimana bau harumnya bunga, serta terangnya sinar api, demikianlah wajah kehidupan orang yang telinganya peka pada bisikan-bisikan bunga dan api.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita mulai dengan pesan bunga yang senantiasa mengakhiri hidupnya sebagai pupuk. Lama saya sempat merenung tentang kearifan bunga. Tubuh kita memang akan membusuk jadi pupuk setelah melewati kematian. Bedanya dengan bunga yang hanya memiliki badan kasar, kita manusia memiliki jauh lebih banyak dari badan kasar. Keteladanan, cinta, kasih sayang, doa, pengabdian hanyalah sebagian dari pupuk-pupuk lain yang bernilai jauh lebih berguna dari sekadar badan kasar yang membusuk. Kalau pembusukan badan kasar, dibatasi ruang dan waktu, pupuk-pupuk manusia tadi bisa menembus ruang dan waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebutlah nama-nama manusia yang telah tiada dan meninggalkan pupuk kehidupan yang jauh lebih besar dari sekadar badan kasar yang membusuk. Dari Baharudin Lopa, Mohammad Hatta, John Lennon sampai dengan Kahlil Gibran. Saya tidak tahu, apakah mereka dulu mendengarkan bisikan bunga dan api. Yang jelas, rangkaian pupuk kehidupan yang diwariskan mereka ke kita, memberi inspirasi dalam kurun waktu dan bentangan ruang yang tidak terbatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mirip dengan bunga yang mengharumi ketika mekar, api yang menyinari ketika masih hidup, demikianlah inti-inti kebijakan yang mereka wariskan ke kita. Lebih dari itu, setelah matipun mereka masih ‘mendengarkan’ bisikan bunga dan api. Pupuk-pupuknya demikian menyuburkan. Dan berbeda dengan api yang sinarnya lenyap ketika mati, mereka masih bersinar tatkala badan kasarnya sudah ditelan bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Putera bungsu saya yang masih balita pernah bertanya, kemanakah bunga dan api pergi ketika mereka sudah mati ? Pertanyaan ini memang kedengaran innocent, namun relevan untuk ditanyakan pada diri kita manusia. Anda bebas untuk percaya atau tidak percaya, seorang hypnotherapist bernama Michael Newton pernah melakukan eksperimen yang menarik. Sejumlah pasien yang dihipnotis dibawa oleh Newton ke dalam rangkaian pengalaman jauh ke belakang. Dari pengalamannya pernah meninggal di kehidupan sebelumnya, sampai dengan perjalanan-perjalanan jiwa yang lain. Sebagaimana yang dia tulis dalam buku karyanya yang berjudul Journey of Souls : Case Studies of Life Between Lives, diperlihatkan dengan metode wawancara, bagaimana orang-orang dalam keadaan terhipnotis bisa bertutur tentang perjalanan jiwa mereka yang amat unik dan berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Newton memang bukan seorang pakar agama dan hanya seorang terapis. Dia juga mengakui menjaga jarak terhadap konsep reinkarnasi. Tetapi apa yang dia temukan, memberikan sebuah pandangan, bahwa kita ini lebih dari sekadar gumpalan-gumpalan daging yang riwayatnya tamat ketika kematian telah menjemput.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak tahu, apakah bunga dan api riwayatnya tamat setelah mati. Namun manusia sebagaimana dituturkan Newton, masih memiliki riwayat panjang setelah beberapa kali dijemput kematian. Sekaligus memberikan bahan perenungan, kemanakah kita sedang dan telah mengarahkan perjalanan jiwa ini ?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bunga dan api memang diam selamanya – kalau kita menggunakan konsep berbicara ala manusia. Namun, rangkaian renungan di atas, membuat saya terdiam sejenak setiap kali melihat bunga dan api. Untuk kemudian, melalui kepekaan-kepekaan mencoba membuka telinga hati yang kadang dibuat bersembunyi oleh kehidupan masa kini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2040832203992827244-490273488683587286?l=yohannaarifin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/feeds/490273488683587286/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/2010/04/dengarlah-bunga-sedang-bicara.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2040832203992827244/posts/default/490273488683587286'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2040832203992827244/posts/default/490273488683587286'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/2010/04/dengarlah-bunga-sedang-bicara.html' title='DENGARLAH BUNGA SEDANG BICARA'/><author><name>YOHANNA ARIFIN NOTE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15040018906039989275</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_XZIFKIW2b5Q/S6xY9onUsZI/AAAAAAAAAAU/_wVET1CIAnY/S220/DSC05831.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2040832203992827244.post-4585984826564243755</id><published>2010-04-05T06:36:00.000-07:00</published><updated>2010-04-05T06:38:40.015-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='RENUNGAN MOTIVASI'/><title type='text'>MUMPUNG MASIH DIBERI WAKTU</title><content type='html'>Setiap mengakhiri sebuah tahun, semua orang dihadang oleh sebuah kenyataan betapa cepatnya sang waktu berputar dan berlalu. Dan secara tiba-tiba, baru sadar ketika ada sahabat atau kerabat yang dipanggil kematian. Di situ kita baru merenung, kita masih diberi sisa waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin Anda punya kenangan tersendiri dengan tahun 2001, demikian juga saya. Ada sejumlah catatan dan jejak waktu yang tertulis dalam sejarah saya di tahun 2001. Ada kejadian diangkat menjadi presiden direktur sebuah perusahaan swasta dengan dua ribuan karyawan di awal tahun, dan di akhir tahun diangkat lagi oleh sang kehidupan untuk menjadi presiden direktur sebuah perusahaan dengan empat puluh ribuan karyawan. Ada juga catatan-catatan yang menyedihkan seperti pernah diteror orang, didatangi karyawan yang marah sambil mengancam manajernya dibunuh di depan saya. Dan masih ada lagi catatan lain yang terlalu panjang untuk diceritakan. Boleh saja ada orang yang berdecak kagum, atau menyimpan kebencian setelah melihat catatan ini. Namun, bagi saya pribadi ada yang jauh lebih membanggakan dari diangkatnya saya oleh sang kehidupan dua kali di tahu 2001 di posisi tertinggi. Setelah mencoba beberapa kali di tahun-tahun sebelumnya, baru di tahun 2001 saya berhasil menemani sahabat-sahabat muslim berpuasa sebulan penuh. Inilah prestasi yang paling saya banggakan di tahun 2001.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mirip dengan kejadian sebelumnya, di mana sejumlah sahabat mengira saya seorang kristiani ketika banyak menulis soal cinta dan kasih sayang, ada juga yang mengira saya seorang buddis ketika mereka tahu kalau saya seorang vegetarian, demikian juga dengan kegiatan berpuasa sebulan tadi. Bawahan di kantor yang biasa melayani saya membelikan makan siang, ada yang berbisik kalau saya sudah menjadi seorang muslim. Tentu saja semuanya hanya saya jawab dengan senyuman. Dan ada yang lebih penting dari sekadar memasukkan kegiatan-kegiatan membanggakan ini ke dalam kotak dan judul tertentu. Yakni, bagaimana sang waktu diisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang ada anggota keluarga – terutama isteri – yang kasihan melihat saya menempuh jalan-jalan kehidupan seperti ini. Dulu, ketika berada pada kehidupan yang amat di bawah dan amat jarang bisa membeli daging, bermimpi bisa makan daging setiap hari. Sekarang, ketika membeli daging bukan lagi menjadi sebuah kegiatan yang teramat sulit untuk dilakukan, tiba-tiba saya memutuskan hubungan dengan kegiatan makan daging. Dulu, ketika makan adalah sebuah kemewahan dan hiburan yang amat menyenangkan. Sekarang ketika membeli makanan adalah sebuah perkara kecil, malah berpuasa dalam waktu sebulan. Demikianlah kira-kira isteri saya kadang mengeluh di rumah. Dan semua keluhan ini hanya saya jawab dengan senyuman sederhana plus kalimat sederhana : mumpung masih diberi waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serupa dengan lagu indah Ebiet G. Ade yang berjudul ‘Masih ada waktu’, hidup memang sebuah perjalanan abadi. Hanya karena kehendakNya, kita masih bisa melihat matahari. Ebiet memberikan kita sebuah alternatif yang layak untuk direnungkan : bersujud. Satu spirit dengan saran bersujud ala Ebiet, Kahlil Gibran dalam The Prophet pernah menulis : ‘your daily life is your temple and your religion’. Kehidupan sehari-hari Anda adalah tempat sembahyang sekaligus ‘agama’ Anda. Sulit membayangkan, bagaimana seseorang yang menyebut dirinya beragama tetapi setiap hari pekerjaannya hanya menyakiti hati orang lain. Susah dimengerti, kalau ada orang yang datang ke tempat ibadah demikian rajinnya, atau menyumbangkan dana besar untuk pembuatan tempat ibadah, tetapi hampir setiap hari mencuri uang orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bingkai-bingkai Ebiet dan Gibran, mungkin lebih menyentuh hati orang-orang biasa yang tidak pernah menyumbang, tidak pernah menyebutkan agamanya, tetapi mengisi waktu-waktunya dengan cinta dan kasih sayang. Atau orang-orang yang namanya tidak pernah menghiasi media, tidak dikenal siapapun, namun mengisi hari-harinya dengan senyuman buat kehidupan. Atau orang yang tidak pernah menduduki satu kursi jabatanpun, tidak menyandang gelar apapun, namun menunjukkan keteladanan-keteladanan kehidupan yang mengagumkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terinspirasi dari pemikiran-pemikiran orang seperti Ebiet dan Gibran inilah, saya merelakan diri hidup dalam jalur-jalur yang oleh kebanyakan orang disebut menyengsarakan. Tidak untuk gagah-gagahan, tidak juga karena haus akan pujian, akan tetapi melalui solidaritas, disiplin diri, kesederhanaan saya sedang mengukir sang hidup dengan catatan-catatan waktu. Dan ketika suatu waktu putera puteri saya, atau orang lain membuka serta membacanya, mereka akan tahu, pernah ada seorang ayah atau seorang penulis yang hidup dengan tingkat solidaritas dan disiplin diri tenrtentu. Kemudian, membuahkan kehidupan yang hanya mengenal bersujud di depan Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai orang yang bergaul ke mana-mana, kerap saya diberikan banyak kartu nama oleh banyak orang, lengkap dengan jabatan mentereng di bawah nama yang bersangkutan. Ini membuat saya berimajinasi, kalau suatu saat saya bisa memiliki sebuah kartu nama, di mana di bawah nama saya ada jabatan yang bisa mewakili kesukaan saya untuk bersujud di depan Tuhan. Mimpi ini muncul di kepala karena teringat oleh salah satu tulisan Gibran dalam The Prophet : "beauty is life when life unveils her holy face" (kecantikan adalah kehidupan yang wajah sucinya terungkap). Dan saya berterimakasih bisa mengetahuinya ketika Tuhan masih memberi cukup waktu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2040832203992827244-4585984826564243755?l=yohannaarifin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/feeds/4585984826564243755/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/2010/04/mumpung-masih-diberi-waktu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2040832203992827244/posts/default/4585984826564243755'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2040832203992827244/posts/default/4585984826564243755'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/2010/04/mumpung-masih-diberi-waktu.html' title='MUMPUNG MASIH DIBERI WAKTU'/><author><name>YOHANNA ARIFIN NOTE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15040018906039989275</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_XZIFKIW2b5Q/S6xY9onUsZI/AAAAAAAAAAU/_wVET1CIAnY/S220/DSC05831.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2040832203992827244.post-624957158522963916</id><published>2010-04-05T06:35:00.000-07:00</published><updated>2010-04-05T06:36:07.193-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='RENUNGAN MOTIVASI'/><title type='text'>MEMAAFKAN ITU MENYEMBUHKAN</title><content type='html'>Kolam kebencian tidak bertepi, mungkin itu sebutan yang cocok untuk tahun 2001. Ada kebencian terhadap Amerika karena menyerang Afghanistan, ada kebencian terhadap Osama karena dituduh menghancurkan gedung WTC New York, ada kebencian terhadap pemerintah karena tidak menunjukkan kinerja yang meyakinkan, ada kebencian terhadap DPR karena tidak habis-habisnya dilanda skandal, ada kebencian terhadap suku atau agama lain karena terlibat perang dan kerusuhan, ada kebencian terhadap pengusaha besar karena dicurigai mencuri uang negara, ada kebencian terhadap oknum aparat yang tidak berhenti-berhenti korupsi, dan masih banyak lagi daftar kebencian lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang bisa diproduksi oleh kebencian ? Kita bisa lihat sendiri disamping pengangguran yang berjumlah puluhan juta orang, juga secara amat meyakinkan kita sedang memproduksi masa depan yang amat menakutkan. Tidak hanya pernikahan yang beranak pinak, kebencian bahkan bisa menghasilkan anak, cucu, cicit dengan wajah-wajah yang lebih menakutkan. Lihatlah sejarah, di sana sudah tertulis banyak sekali catatan tentang kebencian yang beranak pinak, dan kemudian menghasilkan kehidupan yang mengerikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mirip dengan sebuah cerita Zen tentang dua orang pendeta yang mau berenang menyeberangi sungai. Tiba-tiba ada wanita cantik yang berteriak di belakang meminta digendong. Dan pendeta lebih tuapun menyanggupinya. Dua jam setelah kejadian itu berlalu, pendeta yang lebih muda bertanya : ‘kenapa abang sebagai pendeta mau menggendong wanita cantik tadi ?’. Dengan sedikit kesal pendeta tua berucap : ‘saya sudah menurunkan tubuh wanita tadi dua jam yang lalu, namun kamu menggendongnya sampai dengan sekarang’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah cara kerja kebencian. Oleh karena sebuah atau beberapa kejadian yang sudah lewat di masa lalu – sebagian bahkan sudah lewat ratusan tahun yang lalu – sebagian orang menggendong kebencian bahkan sampai ketika dipanggil sang kematian. Sehingga praktis seumur hidup orang-orang seperti itu isi waktunya hanya kebencian, kebencian dan hanya kebencian. Anda pasti sudah tahu sendiri akibat yang ditimbulkan oleh semua itu. Jangankan doa dan perjalanan menuju Tuhan, tubuh dan jiwanya sendiri pasti dikunjungi berbagai macam penyakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam keadaan begini, tidak ada pilihan lain terkecuali belajar dan mendidik diri untuk melupakan kebencian serta mulai memaafkan orang lain. Ya sekali lagi memaafkan orang lain. Inilah sebuah kegiatan yang amat sulit di zaman ini. Berat, sulit, tidak mungkin, tidak bisa itulah rangkaian stempel yang diberikan kepada seluruh upaya untuk memaafkan orang lain. Saya bahkan menemukan orang-orang dengan beban tidak bisa memaafkan dalam jumlah yang tidak terhitung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga ini semua menyisakan pekerjaan rumah yang besar bagi saya (dan mungkin juga Anda), terutama bagaimana berjalan dalam hidup dengan sesedikit mungkin beban kebencian. Di titik ini, mungkin ada manfaatnya mengutip apa yang pernah ditulis Rabindranath Tagore dalam The Heart of God : ‘when the far and the near will kiss each other, and life will be one in love’. Bila yang jauh berciuman dengan yang dekat, maka kehidupan menyatu dalam cinta. Mungkin kedengarannya puitis sekaligus mengundang alis berkerut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang jauh, setidaknya menurut saya, adalah kejadian-kejadian di masa lalu sekaligus harapan-harapan kita akan masa depan. Yang dekat adalah kehidupan kita yang riil dan nyata di hari ini. Dan keduanya tidak mungkin disatukan oleh kebencian. Ia jauh lebih mungkin dijembatani oleh kesediaan untuk memaafkan. Dan dari sinilah lahir bibit-bibit unggul cinta buat sang kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan bibit-bibit unggul cinta ini, mungkin saja bisa menyembuhkan orang yang dimaafkan. Tetapi yang jelas, kegiatan memaafkan pasti menyembuhkan siapa saja yang mau dan rela memaafkan. Seperti baru saja meletakkan beban berat yang lama tergendong di bahu, demikianlah rasanya ketika kita rela memaafkan orang lain. Keyakinan ini bukannya tanpa bukti, Bernie Siegel dalam karya best seller-nya yang berjudul Love, Medicine and Miracles mengajukan sebuah bukti meyakinkan. Sebagaimana ia tulis secara amat percaya diri di halaman 202 bukunya, Siegel telah mengkoleksi 57 kasus keajaiban kanker. Di mana ke lima puluh tujuh orang ini sudah positif terkena kanker, dan begitu mereka menghentikan secara total dan radikal kebencian, depresinya menurun drastis, dan yang paling penting tumornya mulai menyusut. Sebagai kesimpulan, Siegel menulis : ‘when you give love, you receive it at the same time. And letting go of the past and forgiving everyone and everything sure helps you not to be afraid’. Ketika Anda memberi maaf, Anda juga menerimanya pada saat yang sama. Dan kesediaan untuk melepas masa lalu dengan cara memaafkan, secara meyakinkan membantu Anda keluar dari kekhawatiran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan mohon dicatat kalau kesimpulan ini datang dari Berni Siegel yang nota bene salah seorang ahli bedah di Amerika sana. Kembali ke cerita awal tentang lautan kebencian yang tidak bertepi, bila kita sepakat agar republik ini secepat mungkin mengalami penyembuhan, bisa jadi saran Siegel ini layak direnungkan kembali. Saya dan Anda mungkin bukan penentu di republik ini, tetapi kita bisa memulainya dengan kehidupan kita masing-masing. Entah itu memaafkan isteri, suami, musuh, diri sendiri, atau siapa saja. Seperti telah diingatkan Rabindranath Tagore, bukankah itu bisa membuat sang kehidupan menyatu dalam cinta ?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2040832203992827244-624957158522963916?l=yohannaarifin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/feeds/624957158522963916/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/2010/04/memaafkan-itu-menyembuhkan.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2040832203992827244/posts/default/624957158522963916'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2040832203992827244/posts/default/624957158522963916'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/2010/04/memaafkan-itu-menyembuhkan.html' title='MEMAAFKAN ITU MENYEMBUHKAN'/><author><name>YOHANNA ARIFIN NOTE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15040018906039989275</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_XZIFKIW2b5Q/S6xY9onUsZI/AAAAAAAAAAU/_wVET1CIAnY/S220/DSC05831.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2040832203992827244.post-3002228334199353575</id><published>2010-04-05T06:33:00.000-07:00</published><updated>2010-04-05T06:35:00.021-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='RENUNGAN MOTIVASI'/><title type='text'>KEALAMIAN DITEMUKAN DLM DIAM</title><content type='html'>Kesibukan kerja yang berpindah dari satu tempat ke tempat lain, membuat saya memiliki jadwal terbang yang cukup padat. Hampir setiap minggu saya terbang. Beberapa pramugara dan pramugari Garuda bahkan mengenali saya karena terlalu sering bertemu di pesawat. Bahkan, ada yang bercanda dan mengatakan kalau saya ini laki-laki panggilan. Dan tentu saja mereka benar, karena saya teramat sering dipanggil orang untuk urusan jadi pembicara publik dan konsultan. Namun, terlepas dari godaan dan canda terakhir, ada sebuah kegiatan yang kerap saya lakukan kalau sedang terbang : melihat dan mengamati awan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang ada hamparan awan yang serupa dengan salju yang putih bersih dan terhampar luas. Ada juga awan yang tipis dan terbang ringan ditiup angin. Ada juga awan tebal dan hitam yang kerap membuat pesawat bergoyang-goyang keras. Namun, apapun warna dan jenis awannya, awan memiliki kemewahan luar biasa yang tidak dimiliki kita manusia : kebebasan dan keikhlasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingin rasanya memiliki kualitas kebebasan dan keikhlasan sebagaimana awan. Dan semakin dicermati serta dipelajari, apa lagi diselami dalam samudera-samudera kalbu yang maha luas, rupanya kita manusia juga bisa memiliki kualitas-kualitas terakhir. Ada yang menyebutnya sulit tentunya. Ada juga yang mengatakan tidak mungkin. Apapun halangannya, izinkan saya bertutur ke Anda, halangan-halangan manusia yang menggembok kita untuk memiliki kualitas kebebasan dan keikhlasan seperti awan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana dituturkan dan diyakini banyak penulis, akar dari semua ketidakbebasan dan ketidakikhlasan manusia adalah mind. Oleh karena berbagai sebab dan faktor, mind manusia telah berkembang menjadi kekuatan-kekuatan pengikat yang demikian memasung. Ia yang tadinya lahir secara alami, jernih, teduh dan terang, oleh pengalaman dan pendidikan sudah dirubah menjadi kekuatan-kekuatan yang sebaliknya. Depresi, stress, penderitaan, pandangan yang tidak jernih dan apapun namanya semuanya bermula dari rantai pengikat terakhir. Bedanya dengan rantai sebenarnya yang bisa dimintakan tolong orang lain untuk membukanya, rantai mind diciptakan dan mesti dibuka oleh pemiliknya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, ada banyak sebab yang tersembunyi di balik hidup yang dirantai mind. Salah satu yang layak untuk diperhatikan adalah pendidikan dan pengalaman. Oleh dua faktor terakhir, banyak manusia yang sudah kehilangan sifat alami mind-nya. Pendidikan yang pada awalnya diniatkan berfungsi sebagai jendela-jendela kejernihan, malah berkembang sebaliknya. Melalui logika-logikanya yang keras (baca : benar-salah), ia telah membawa banyak peserta didik terasing dari kealamiannya sendiri. Pengalaman juga serupa, ia memang bisa menjadi guru terbaik, namun tidak jarang terjadi, ia juga menghadirkan peta-peta dari masa lalu yang kerap membuat orang jadi terasing dari kesehariannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana diyakini banyak orang dalam tradisi Zen, perjalanan hidup sering diibaratkan dengan perjalanan dari satu tempat, dan berakhir di tempat yang sama. Dan ketika kembali, manusia seperti melihat tempat tadi untuk pertama kalinya. Ini berarti, setinggi apapun pengetahuan, sebanyak apapun pengalaman orang, layak dipertimbangkan untuk kembali ke tempat di mana kita memulainya dulu. Dan siapapun manusianya, semua memulainya di tempat yang alami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba perhatikan suara bayi yang baru lahir. Entah itu di Inggris maupun Prancis, di Australia atau di Amerika, semuanya memiliki suara tangisan yang amat serupa. Demikian juga dengan anak-anak yang memulai dunia sekolah, semuanya mulai dengan belajar huruf dan angka. Setiap anak-anak memulai kehidupan intelektualnya dengan serangkaian pertanyaan – bukan jawaban. Hal yang tidak jauh berbeda juga terjadi dalam mind manusia, ia mulai dengan sebuah kealamian. Sayangnya, kealamian yang menjadi awal sekaligus akhir ini, oleh upaya sengaja maupun tidak sengaja, sudah mulai terkikis secara meyakinkan dalam kehidupan banyak orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kota-kota besar di mana kepintaran, kecerdikan dan keahlian dipuja-puja sebagai mesin uang yang meyakinkan, kealamian bahkan diberi stempel menyedihkan : lugu dan bodoh. Maka bisa dimaklumi, kalau kota besar disamping memproduksi banyak uang, ia juga memproduksi keterikatan-keterikatan yang membuat manusia terasing. Coba lihat anak-anak yang terkena narkoba, angka perceraian yang meningkat tajam, perampokan yang mengerikan, atau penyakit korupsi yang tidak sembuh-sembuh. Bukankah terjadi kebanyakan di kota-kota di mana kealamian diidentikkan dengan keluguan dan kebodohan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin saja saya bias, atau mungkin saja Anda menyebut saya lugu dan bodoh, namun kealamian di manapun adalah sahabat kejernihan, kejujuran dan bahkan kebijakan. Dan berbeda dengan pendidikan serta pengalaman, yang mengenal wacana sebagai kendaraan kemajuan. Kealamian malah berjalan sebaliknya, ia sering kali tersembunyi rapi dalam silence. Makanya, saya masih ingat sekali apa yang pernah dituturkan seorang sahabat dengan kehidupan meditatif yang mengagumkan : naturalness is found in silence.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belajar dari sini, ada baiknya kalau kita kembali merenungkan sifat-sifat alami mind kita. Tidak untuk dinilai, apa lagi untuk dihakimi. Sebagaimana awan, kita hanya memerlukan satu kegiatan : diam. Apa lagi diam yang dibimbing oleh keikhlasan, bukan tidak mungkin kejernihan menjadi sahabat karibnya sang hidup.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2040832203992827244-3002228334199353575?l=yohannaarifin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/feeds/3002228334199353575/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/2010/04/kealamian-ditemukan-dlm-diam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2040832203992827244/posts/default/3002228334199353575'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2040832203992827244/posts/default/3002228334199353575'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/2010/04/kealamian-ditemukan-dlm-diam.html' title='KEALAMIAN DITEMUKAN DLM DIAM'/><author><name>YOHANNA ARIFIN NOTE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15040018906039989275</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_XZIFKIW2b5Q/S6xY9onUsZI/AAAAAAAAAAU/_wVET1CIAnY/S220/DSC05831.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2040832203992827244.post-7883505209169202295</id><published>2010-04-05T06:32:00.000-07:00</published><updated>2010-04-05T06:33:51.558-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='RENUNGAN MOTIVASI'/><title type='text'>SAYAP-SAYAP DIRI SEJATI</title><content type='html'>Kendati Max Weber sudah ratusan tahun yang lalu membahas soal karisma kepemimpinan, dan memberikan beberapa sumber yang meyakinkan, toh tidak semua orang yang tahu lantas bisa memillikinya. Ratusan artikel, tidak sedikit buku yang sudah diterbitkan untuk urusan ini, namun toh masih saja ada misteri yang tersisa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang kedengaran tidak populer, kalau di tengah pencaharian-pencaharian dari luar (legalitas, legitimitas, dan sejenisnya), kalau saya kemudian mengajak orang untuk mencari sumber-sumber karisma di sini : di dalam diri kita sendiri. Meminjam argumen salah seorang seniman besar India yang bernama Kabir, ‘Janganlah datang ke taman, dalam tubuh kita sudah ada taman. Duduklah di atas pohon lotus, dan temukan suka cita di sana’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini berarti, ada banyak sekali sumber yang tersedia dalam diri ini. Akan tetapi, karena berbagai faktor, sumber tadi hanya terbuang percuma, kemudian kita mencarinya di luar. Sebutlah orang yang mencari kesenangan melalui harta dan wisata. Ia mirip dengan memindahkan buih ombak ke rumah. Ketika buih itu kita ambil dengan ember misalnya, ada rasa senang dan bangga, karena kita akan bisa memamerkan buih ombak kepada keluarga dan kerabat di rumah. Namun, tatkala sudah sampai di rumah, baru kita sadar yang tersisa hanya air biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam keheningan dan kejernihan, ingin saya bertutur ke Anda, sayapun pernah lama terlibat dalam kegiatan ‘memindahkan buih ombak’. Tidak sepenuhnya sia-sia tentunya, namun cukup memberi pelajaran, bukan hanya di luar sana tersedia sumber-sumber kepemimpinan dan suka cita. Di dalam diripun, ada sumber-sumber dalam jumlah tidak terbatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibarat sebuah pesawat terbang, tubuh dan jiwa ini sebenarnya sudah memiliki semua komponen yang memungkinkan kita manusia bisa ‘terbang’ tinggi-tinggi. Cuman, karena demikian banyak beban dan muatan tidak perlu yang kita bawa ke mana-mana, maka jadilah kehidupan banyak orang seperti pesawat yang hanya parkir di lapangan udara. Sebagian dari beban-beban tidak perlu tadi adalah rasa marah, benci, dengki, ego, nafsu dan beban-beban sejenis. Sekilas tampak, kemarahan dan kebencian memang bisa memuaskan diri kita dan memberatkan orang lain. Padahal yang sering terjadi malah sebaliknya, ia lebih memberatkan diri kita sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah dilakukan wawancara mendalam terhadap lima ratus orang yang pernah terkena penyakit serangan jantung. Lebih dari delapan puluh persen responden, memiliki ‘hobi’ marah-marah. Ada sahabat seorang penulis yang iseng-iseng melakukan penelitian kepustakaan terhadap pemimpin-pemimpin besar yang legendaris. Kebanyakan pemimpin-pemimpin jenis terakhir adalah kumpulan orang-orang yang penyabar, pemaaf dan amat rajin mendidik diri untuk senantiasa mencintai orang lain. Makanya, tidak heran kalau seorang sahabat intelektual pernah menyebutkan : ‘membalas kebencian dengan cinta dan kasih sayang adalah prestasi tersulit dan tertinggi yang bisa dicapai manusia di atas bumi ini’. Ada yang bertanya, bagaimana beban-beban tidak perlu ini bisa dibuang ? Sayangnya saya bukan psikolog, namun ada sahabat yang meyakini, bahwa kemarahan dan kebencian akan semakin sering datang berkunjung kalau kita sering mengingat-ingatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini baru berkaitan dengan pengurangan beban. Sama pentingnya dengan kegiatan mengurangi beban-beban tidak perlu, pencaharian untuk menemukan diri sejati juga sama perlunya. Pertanyaan dasar dan klisenya berbunyi : who am I ? Pohon memang tidak akan pernah tahu, dari bibit apa ia terbuat. Kuda juga tidak terlalu peduli, dalam keadaan bagaimana ibunya ketika ia berada dalam kandungan. Demikian juga dengan kucing, asal muasal dan pengalaman masa lalu bukanlah sebuah perkara yang layak untuk dicermati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak demikian halnya dengan manusia – lebih-lebih yang mau jadi pemimpin. Pengenalan dan penghayatan terhadap ‘bahan-bahan’ diri kita adalah perkara besar dalam hidup. Kondisi sang Ibu ketika kita di dalam kandungan, pengalaman masa kecil, kejadian-kejadian ekstrim dalam hidup yang hadir sebagai sinyal-sinyal dari sutradara kehidupan, alasan-alasan yang berada di balik tanjakan dan turunan kehidupan. Semua ini adalah sumber-sumber informasi yang bisa membawa kita pada pemahaman diri kita yang sejati. Sejumlah psikolog bahkan pernah merekomendasikan untuk melakukan penelusuran lebih jauh : sampai tahapan kehidupan kita sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bacaan dan pengalaman hidup saya bertutur, pada titik di mana kita sudah mengenali diri kita yang sejati, badan dan jiwa ini sudah dipenuhi oleh sayap-sayap diri sejati yang siap membawa kita terbang tinggi-tinggi. Rezeki, jodoh, lahir dan mati memang bukan wewenang manusia. Tetapi masih dalam wewenang kita untuk mengisi hidup ini dengan penuh suka cita, memberi vitamin terhadap tubuh dan jiwa, atau membiarkan sayap-sayap diri sejati tumbuh dengan lancarnya. Menjadi konglomerat material memang masih wewenang Tuhan. Namun, kita bisa mencapai prestasi sebagai konglomerat spiritual – dari mana semua wibawa, karisma, dan keseganan orang lain berasal – kalau saja kita rajin berusaha menemukan bahan-bahan dari mana kita terbuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kombinasi dari telah terbuangnya beban-beban tidak perlu, dengan ditemukannya kesejatian diri inilah yang kerap disebut banyak pemikir sebagai sayap-sayap diri sejati.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2040832203992827244-7883505209169202295?l=yohannaarifin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/feeds/7883505209169202295/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/2010/04/sayap-sayap-diri-sejati.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2040832203992827244/posts/default/7883505209169202295'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2040832203992827244/posts/default/7883505209169202295'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/2010/04/sayap-sayap-diri-sejati.html' title='SAYAP-SAYAP DIRI SEJATI'/><author><name>YOHANNA ARIFIN NOTE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15040018906039989275</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_XZIFKIW2b5Q/S6xY9onUsZI/AAAAAAAAAAU/_wVET1CIAnY/S220/DSC05831.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2040832203992827244.post-7261593863888638764</id><published>2010-04-05T06:30:00.000-07:00</published><updated>2010-04-05T06:32:14.057-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='RENUNGAN MOTIVASI'/><title type='text'>KESEDERHANAAN YG PALING MENCERAHKAN</title><content type='html'>Tanggal 7 Desember 2001 adalah salah satu hari yang "khusus" dalam hidup saya. Disebut khusus, karena di hari itu saya dilantik menjadi orang nomer satu (CEO) sebuah holding company yang membawahi sekumpulan perusahaan yang sempat menjadi perdebatan panas di negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mirip dengan ketika pertama kali seorang sahabat mendekati saya agar bersedia menjadi pioneer, saat pelantikanpun masih ada perasaan mendua : apakah ini berkah atau musibah ? Lebih-lebih keesokan harinya, harian Kompas memberitakannya dengan tulisan besar di halaman ekonominya. Maka berdatanganlah telepon dan pesan-pesan SMS yang mesti dilayani satu per satu. Umumnya, hampir semua sahabat mengucapkan selamat, sekaligus berpesan hati-hati. Namun, segelintir sahabat dekat mengirimkan berita duka cita : ‘ikut berduka cita akan diangkatnya Gede Prama di posisi baru’. Terutama karena mereka khawatir saya bisa kehilangan kejernihan dan kejujuran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai manusia biasa yang masih memiliki kekuatan emosi di dalam sini, keraguan memang kadang datang sebagai pengunjung. Demikian juga ketika hari khusus di atas tiba. Akan tetapi, di salah satu keheningan meditasi, ada serangkaian ide yang sempat terlintas di kepala. ‘Ketakutan adalah sejenis ketidakyakinan kepada Tuhan’, demikian ide itu melayang-layang dibawa pikiran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam cahaya kesadaran seperti ini, saya hanya bisa berjalan tegak ke depan, plus sebuah kata klise yang teramat sering saya kutip : ikhlas. Seorang sahabat penyiar di radio Female Jakarta, mengirim SMS : ‘Tugas ini memang berat, tapi dengan sayap-sayap cinta dan keikhlasan, Anda akan bisa menyelesaikannya’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah bagaimana Anda bisa menarik manfaat dari kejadian ini, namun bagi saya ini adalah sebuah momentum besar untuk melakukan perenungan dalam keheningan. Lama sempat saya bertanya pada sang keheningan, apa pesan-pesan yang mau dihadirkan di balik semua ini. Rupanya, sebuah ide lama muncul di kepala : ‘tidak sombong ketika di atas, tidak bersedih tatkala di bawah, itulah kesederhanaan kehidupan yang amat mencerahkan’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata saya diingatkan lagi akan pentingnya kembali ke azas yang paling dasar : ‘tidak sombong ketika di atas, tidak bersedih tatkala di bawah’. Siapa saja meresapi prinsip terakhir secara amat mendalam, pikirannya bersinar terang benderang. Tidak saja bagi dirinya sendiri, tetapi juga bagi siapa saja yang berada di dekatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mirip dengan matahari yang menyinari alam semesta, demikianlah pikiran yang sudah berakar dalam pada kesederhanan kehidupan tadi. Persoalannya kemudian, bagaimana menanamkan semua ini ke dalam akar-akar kesadaran. Masih belajar dari matahari, ada satu ciri menarik matahari yang layak direnungkan dalam hal ini. Matahari mendalami sekali apa yang disebut seorang guru Yoga sebagai the art of letting go. Seni membiarkan semuanya berlalu secara alami. Lihatlah matahari, ia senantiasa menjalankan tugasnya. Seperti mengajarkan ke kita setiap hari, tugas kita hanya melaksanakan tugas. Sisanya, membiarkan semuanya berjalan melaui hukum-hukum alami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, kita manusia kerap serakah. Ketika sedang di atas, ingin agar kedudukan di atas ini bertahan selamanya. Tatkala di bawah memohon ke Tuhan agar semuanya cepat berlalu. Keserakahan macam inilah yang menjadi musuhnya kejernihan dan pencerahan. Bercermin dari sini, kalau banyak orang menghabiskan hampir semua waktunya dengan tangan mengepal (baca : mempertahankan apa yang ada di tangan dan berjuang untuk selalu mendapat), mungkin ada saatnya untuk membuka tangan. Bukan untuk membuang-buang apa yang sudah kita miliki, melainkan merelakan dan mengikhlaskan alam bekerja dengan rumusan-rumusannya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang mengartikannya dengan sikap pasrah yang pasif. Tentu saja ini perlu diluruskan. Sebab the art of letting go terletak pada sektor hasil, bukan dalam usaha. Menyangkut usaha, tidak ada pilihan lain kecuali berusaha sekuat tenaga. Begitu ia sudah dilakukan secara maksimal, bukalah tangan, biarkan sang alam bekerja dalam hukum-hukumnya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada tidak sedikit orang dan sahabat – terutama yang suka ngotot terhadap kehidupan – yang ragu, akankah cara hidup demikian bisa membuahkan hasil atau tidak. Tentu saja tergantung pada apa yang kita sebut dengan hasil. Kalau pengertian tentang hasil adalah materi yang banyak dalam jangka pendek, keraguan tadi bisa dimaklumi. Apa lagi kalau tidak perduli sama sekali pada dampak-dampak jangka panjang. Cuman kalau ukuran hasilnya adalah kedamaian dalam jangka panjang, baik ke dalam maupun ke luar, cara-cara seperti ini layak untuk dipertimbangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan Anda adalah pilihan Anda sendiri. Kemana Anda berbelok adalah hak Anda sendiri. Dengan tidak ada maksud membelokkan Anda, apa lagi memaksa Anda untuk ikut saya, kehidupan saya ditandai oleh banyak sekali monumen rasa syukur. Dari yang besar sampai yang kecil. Dan setiap menoleh ke jalan-jalan di belakang, hampir setiap belokan isinya adalah monumen rasa syukur. Dan jika ada yang bertanya, apa kendaraan yang saya gunakan, ya itu tadi, saya sedang mendidik diri untuk tidak sombong ketika di atas, dan tidak bersedih tatkala di bawah. Sebagaimana roda berjalan, bukankah tidak ada yang namanya keadaan permanen untuk senantiasa di atas ?. Lagian, kalau sudah ikut lentur berputar bersama sang roda, bukankah di atas dan di bawah sama indah dan nikmatnya ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hak cipta oleh iloveblue.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2040832203992827244-7261593863888638764?l=yohannaarifin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/feeds/7261593863888638764/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/2010/04/kesederhanaan-yg-paling-mencerahkan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2040832203992827244/posts/default/7261593863888638764'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2040832203992827244/posts/default/7261593863888638764'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/2010/04/kesederhanaan-yg-paling-mencerahkan.html' title='KESEDERHANAAN YG PALING MENCERAHKAN'/><author><name>YOHANNA ARIFIN NOTE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15040018906039989275</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_XZIFKIW2b5Q/S6xY9onUsZI/AAAAAAAAAAU/_wVET1CIAnY/S220/DSC05831.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2040832203992827244.post-8285634567235608505</id><published>2010-04-05T06:29:00.000-07:00</published><updated>2010-04-05T06:30:38.476-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='RENUNGAN MOTIVASI'/><title type='text'>HATI PENUH DG INSFIRASI</title><content type='html'>Menyusul diluncurkannya kaset saya dengan judul ‘Memimpin Dengan Hati’, ada banyak sekali undangan seminar, wawancara dan talk show dengan tema ini yang datang ke saya. Dari radio, televisi, media cetak sampai rapat-rapat di perusahaan besar, semuanya amat dan teramat tertarik dengan topik ini. Di kelompok usaha Ciputra – di mana saya kerap diundang – untuk pertama kali Bapak Ir. Ciputra bersedia mendengarkan penuturan saya sampai habis. Dan di akhir presentasi, mengajak saya bertutur bagaimana beliau sering kali diselamatkan oleh suara-suara sang hati. Demikian juga dengan ratusan audiens yang menghadiri seminar saya di Surabaya. Mereka seperti terbius dengan ide-ide yang bersumber pada sang hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin ada yang mengkernyitkan alisnya tanda tidak percaya, demikian juga saya ketika pertama kali menuliskan cerita tentang nyanyian-nyanyian sang hati. Ada semacam keraguan, adakah orang yang tertarik dengan topik-topik ini ? Namun di luar dugaan, ternyata ada banyak sekali orang yang dahaga mendengarkan suara-suara hati. Seperti mau bertutur ke kita, ada tidak sedikit orang yang mulai menyadari batas-batas egoisme, induividualisme, dan materialisme untuk kemudian kembali ke hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin ada yang bertanya, kenapa mesti hati? Izinkan saya mengajak Anda masuk ke dalam dunia wacana yang agak lain. Wacana kepemimpinan – sejauh ini – terlalu banyak diwarnai oleh ayunan bandul otokratik-demokratik. Seolah-olah tidak ada dunia di luar bandul tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mirip dengan ayunan, kepemimpinan siapapun senantiasa berayun. Tergantung pada keadaan yang sedang dihadapi. Sudah menjadi tugas setiap ayunan kalau ia harus berayun. Hanya saja, kita sering lupa kalau ayunan manapun memerlukan fondasi yang kokoh. Sebab, tanpa fondasi terakhir, ayunan manapun akan roboh. Dan kembali ke soal kepemimpinan, tidak ada fondamen yang lebih kokoh dari fondamen yang bernama sang hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih dari sekadar kokoh, sejumlah pemimpin yang memimpin dengan hati, bahkan bisa berkuasa selamanya – sekali lagi selamanya. Sebutlah nama-nama seperti Mahatma Gandhi dan George Washington. Raganya sudah lama tidak lagi bersama kita. Tetapi ide dan tata nilai kepemimpinannya masih hidup sampai dengan sekarang. Bukan tidak mungkin malah akan hidup selamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terinspirasi dari sinilah, kemudian saya mencoba menelusuri sebuah lorong yang agak lain : hati. Tidak langsung membuat jadi kaya raya tentunya. Tidak juga mendadak sontak jadi hebat. Tetapi ada kesejukan, kedamaian, dan bisa jadi malah pencerahan. Untuk kemudian, berpelukan rapi dengan hidup dan kehidupan. Dan dalam pelukan-pelukan terakhir, ada yang mengandaikan kalau tubuh dan jiwa ini mulai bersayap. Terbang dan pergilah dia ke tempat yang jauh. Dan kepemimpinan, ia bukanlah sebuah perkara yang terlalu sulit. Dalam banyak keadaan, ia mengalir lentur persis seperti aliran air di sungai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerap ada yang bertanya, adakah cara yang bisa membuat sang hati rajin bernyanyi ? Saya tidak berpretensi bisa mengajari Anda dalam hal ini. Namun, rekan saya punya sebuah cerita tentang kereta yang ditarik lima kuda. Mirip dengan tubuh dan jiwa ini yang ditarik ke mana-mana oleh panca indera. Mulut mau makan enak. Mata mau melihat yang indah-indah. Demikian juga unsur-unsur panca indera yang lain. Dalam tubuh dan jiwa yang sepenuhnya ditarik oleh panca indera, jangankan mendengarkan suara-suara hati, tubuh dan jiwa lari ketakutan, menyeramkan dan tanpa tujuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belajar dari sini, siapa saja yang mau mendengarkan suara-suara hati, sudah saatnya belajar mengendalikan kelima kuda yang bernama panca indera. Saya memulainya dengan mengendalikan mulut, terserah Anda memulianya dari mana. Pengendalian terakhir penting, paling tidak untuk mulai mengendalikan keliaran panca indera, kemudian diikuti oleh hadirnya keheningan dan kekhusukan. Lebih dari sekadar menghadirkan keheningan dan kekhusukan, begitu panca indera terkendalikan, energi-energi yang terbuang percuma oleh panca indera bisa dimanfaatkan untuk kepentingan yang lebih berguna. Terutama untuk pergi menelusuri lorong-lorong sang hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali seseorang pernah sampai di lorong terakhir, dan mengetahui indah dan nikmatnya berada di sana, bukan tidak mungkin enggan kembali ke lorong-lorong lain. Ia tidak hanya indah dan menakjubkan. Melainkan juga penuh dengan pohon dan bunga-bunga inspirasi. Ide, imajinasi, fantasi bukanlah sesuatu yang sulit ditemukan di sana. Ia bertaburan di setiap pojokan ke mana mata menoleh. Seorang sahabat bahkan pernah bertutur, kalau kita bisa bertemu Tuhan di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba kita renungkan kembali, dari mana pemimpin-pemimpin kaliber seperti Mahatma Gandhi, George Washington, Ibu Theresa, Lady Diana, Dalai Lama, Konosuke Matsushita memperoleh inspirasi sehingga kehidupannya begitu bersinar bagi orang lain ? Bukankah ia memperolehnya dari perjalan di lorong-lorong sang hati ? Bukankah orang-orang ini bisa disebut berkuasa selamanya ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kekuasaan saja bisa mereka genggam selamanya, apa lagi hal-hal kecil lainnya. Untuk itulah, saya masih terus rajin mengajak diri untuk sesering mungkin masuk lorong-lorong sang hati. Belum sempurna tentunya. Tetapi cukup memberikan inspirasi bagi sebuah hidup yang penuh keheningan. Anda tertarik ?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2040832203992827244-8285634567235608505?l=yohannaarifin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/feeds/8285634567235608505/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/2010/04/hati-penuh-dg-insfirasi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2040832203992827244/posts/default/8285634567235608505'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2040832203992827244/posts/default/8285634567235608505'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/2010/04/hati-penuh-dg-insfirasi.html' title='HATI PENUH DG INSFIRASI'/><author><name>YOHANNA ARIFIN NOTE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15040018906039989275</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_XZIFKIW2b5Q/S6xY9onUsZI/AAAAAAAAAAU/_wVET1CIAnY/S220/DSC05831.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2040832203992827244.post-805525100056544203</id><published>2010-04-05T06:28:00.000-07:00</published><updated>2010-04-05T06:29:18.395-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='RENUNGAN MOTIVASI'/><title type='text'>MENDENGARKAN BAMBU BICARA</title><content type='html'>Terus terang, lama saya memendam keingintahuan, kenapa banyak lukisan-lukisan yang datang dari Cina dan Jepang berlatar belakang pohon bambu ? Sampai-sampai sempat bertanya ke sana ke mari. Dan rasa ingin tahu ini sedikit terobati ketika bertemu buku dengan judul The Bamboo Oracle karangan Chao-Hsiu Chen. Karya jernih ini bertutur banyak tentang kebijakan-kebijakan Confusius melalui simbul-simbul bambu. Rupanya, pohon yang menarik perhatian saya ini, menyimpan banyak sekali simbul dari sifat-sifat mulia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebutlah sifat bambu yang tidak memiliki bunga dan buah. Tidak sama dengan pohon lainnya yang senantiasa sombong dengan bunga dan buahnya, bambu tetap berdiri tegak tanpa sumber kesombongan terakhir. Semua ini seperti sedang mengingatkan kita manusia, hasil dalam kehidupan, kalau dibiarkan menjadi kekuatan pendikte kesombongan dan kecongkakan, maka mudah sekali membuat orang ‘berakar ke luar’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan bambu yang berakar kuat ke dalam, orang-orang yang didikte kesombongan dan kecongkakan, amat dan sangat tergantung pada komentar, pendapat, pujian dan makian orang lain. Dan sebagaimana semua kita tahu, di kaki langit manapun, dengan sikap dan prestasi setinggi apapun, pujian dan makian orang akan senantiasa datang mengikuti. Sehingga kalau pujian dan makian orang yang digunakan sebagai barometer keberhasilan, maka siklus naik dan turun akan senantiasa ikut bersama kita. Ketika dipuji naik siklusnya, tatkala dimaki turun mood-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau boleh jujur, tidak sedikit manusia yang hidupnya dibuat lelah karena senantiasa mendaki dan menuruni siklus pujian dan makian. Dibandingkan lelah naik turun, orang-orang seperti Kabir (salah seorang seniman besar India), memilih untuk berakar ke dalam persis seperti bambu. Dalam kehidupan yang berakar ke dalam, energi utama yang mendorong perubahan dan kehidupan bukan lagi pujian dan makian orang lain, namun kenikmatan untuk senantiasa bersyukur dalam melakukan perjalanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mirip dengan anak-anak sekolah yang pergi tamasya dan di dalam perjalanan selalu bernyanyi ‘di sini senang, di sana senang’, demikianlah kira-kira kehidupan orang-orang yang berakar ke dalam. Kabir bahkan pernah menyarankan untuk tidak perlu pergi ke taman, gunung, pantai dan tempat rekreasi lainnya. Sebab, di dalam sini sudah tersedia keindahan dan kenikmatan yang tidak terbatas jumlahnya. Dan kalau rekreasi ke luar kita membayar mahal, rekreasi ke dalam biayanya amatlah murah secara materi. Hanya diperlukan duduk, hening, syukur dan tersenyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mirip dengan bambu yang kuat dan kokoh karena berakar ke dalam, demikian juga kehidupan banyak orang yang berakar ke dalam. Tidak ada satupun kekuatan pendikte dari luar yang bisa merobohkannya. Sayang sekali, kehidupan manusia modern tidak mau mendengarkan bambu, untuk kemudian berakar ke luar. Sebagai hasilnya, kebencian, peperangan, penderitaan dan sejenisnya, datang tanpa mengenal rasa lelah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebutlah tragedi meledaknya World Trade Centers New York yang dibumi hanguskan oleh teroris 11 September 2001 lalu, yang belakangan membuka pintu kebencian yang amat mencekam, apa lagi penyebab utamanya kalau bukan kehidupan yang berakar ke luar. Dengan judul-judul seperti memberi pelajaran pada adi kuasa, menegakkan martabat bangsa, ada orang yang bahkan rela mati dan menghancurkan surga di dalam diri, hanya untuk mengundang decak kagum orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disamping berakar kuat ke dalam, bambu juga senantiasa hidup dalam keheningan dan kerendahhatian. Lihatlah ketika angin bertiup, ia hanya bergesek-gesek kecil dengan sahabatnya, dan kemudian menimbulkan suara desis yang hening. Dan hening terakhir adalah sejenis kualitas yang sudah lama hilang dari dunia manusia, untuk kemudian diganti dengan kekisruhan, dendam dan sejenisnya. Berbeda dengan dendam dan kekisruhan lain yang mengenal kotak dan pagar-pagar pemisah, keheningan ala bambu sudah lama membuang kotak dan pagar-pagar terakhir. Ketika angin lembut datang, ia berdesis hening, ketika angin ribut datang ia juga berdesis hening.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seolah-olah sedang mengingatkan, hanya dengan keheninganlah kejernihan pandangan bisa dipertahankan. Ketika peledakan gedung WTC New York baru terjadi, sebagai pribadi hati sayapun menangis, sambil berharap inilah saatnya bagi Amerika untuk menunjukkan kedigdayaannya yang sebenarnya. Ketika itu, lewat dalam bayangan saya sebagai manusia, George W. Bush berpidato penuh senyum : ‘Kita amat terpukul dan berduka dengan kejadian ini. Namun, karena kita bangsa besar, inilah saatnya untuk menunjukkan pada dunia kebesaran kita. Di mana dalam kebesaran dan kedigdayaan, kebencian tidaklah sepantasnya dilawan dengan kebencian, kedengkian tidaklah selayaknya direspons dengan kekisruhan pikiran’. Setidak-tidaknya itulah prediksi saya tentang pidato Bush di hari berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayang sekali, prediksi saya tentang pidato Bush salah besar. Kedigdayaan Amerika yang dibangun dalam kurun waktu lama bahkan dijatuhkan oleh serangkaian kebencian dan kekisruhan. Ketika tulisan ini dibuat, wajah dunia memang terbelah. Sebagaimana cerita kehidupan yang berakar ke luar, ada yang memuji Amerika, ada juga yang mencaci Amerika. Dan memang demikianlah hakekat kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda bebas memilih sikap dalam hal ini, dan saya memilih untuk duduk hening mendengarkan suara-suara bambu. Dan sebagaimana disarikan secara ringkas oleh Chao-Hsiu Chen, bambu senantiasa silent, modest, deeply rooted. Hening, sopan dan berakar ke dalam. Setidak-tidaknya demikianlah cita-cita saya dalam perjalanan panjang yang bernama kehidupan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2040832203992827244-805525100056544203?l=yohannaarifin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/feeds/805525100056544203/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/2010/04/mendengarkan-bambu-bicara.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2040832203992827244/posts/default/805525100056544203'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2040832203992827244/posts/default/805525100056544203'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/2010/04/mendengarkan-bambu-bicara.html' title='MENDENGARKAN BAMBU BICARA'/><author><name>YOHANNA ARIFIN NOTE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15040018906039989275</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_XZIFKIW2b5Q/S6xY9onUsZI/AAAAAAAAAAU/_wVET1CIAnY/S220/DSC05831.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2040832203992827244.post-1006428359691613480</id><published>2010-04-05T06:26:00.000-07:00</published><updated>2010-04-05T06:28:03.818-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='RENUNGAN MOTIVASI'/><title type='text'>PRODUSEN-PRODUSEN KEPALSUAN</title><content type='html'>Sebagai seorang anak yang lahir di desa kecil yang kampung dan kumuh di desa Tajun, Bali Utara sana, salah satu pembangkit imajinasi dan inspirasi saya ketika itu adalah bunyi pesawat terbang yang lewat. Apa lagi kalau ada helicopter yang lewat dan terbang rendah di atas desa. Sepertinya, ada tataran kehidupan dan pengetahuan yang tidak mungkin dijangkau ketika itu. Di tataran kehidupan, bagaimana mungkin kami anak desa yang berjalan tanpa alas kaki, ke sekolah tidak berbekal buku dan pensil, bisa naik pesawat terbang dan helicopter. Di tataran pengetahuan, tidak bisa dijelaskan pikiran ketika itu, bagaimana besi yang sayapnya tidak bergerak tetapi bisa terbang tinggi dan cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin banyak teman masa kecil yang ditanya soal ini, semakin kita dibuat bingung. Sebagai hasilnya, terciptalah jurang pengetahuan dan jurang kehidupan yang demikian lebar antara kami sebagai anak desa dengan mahluk asing yang bernama pesawat dan helicopter. Hanya karena keingintahuan yang tinggi, serta nafsu besar untuk mendaki tangga-tangga kehidupan, maka saya jelajahi semua jurang pengetahuan dan kehidupan ini. Ada orang yang menjelajahinya dengan cara yang lain, dan saya menjelajahinya melalui jalur-jalur pengetahuan. Sampai-sampai bea siswa membawa saya menjelajahi pengetahuan sampai ke Inggris dan Prancis sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cukup jauh jalan-jalan setapak yang ada pada jurang tadi yang sudah saya jalani. Kelokannyapun berjumlah tidak terhitung. Apa lagi halangan dan tantangannya. Namun, setelah demikian banyak tangga-tangga pengetahuan dan kehidupan sudah dijalani, ternyata pengetahuan dan kehidupan yang dulu saya nilai tinggi dan canggih ternyata memiliki banyak wajah. Ada wajah canggih dan mengagumkan memang. Terutama kalau kita berhasil dibawanya ke tingkatan-tingkatan kejernihan dan pencerahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, di bagian lain pengetahuan juga memiliki wajah-wajah yang menakutkan. Hakekat pengetahuan manusia yang senantiasa relatif, relatif dan relatif, membuatnya bisa berbelok ke tempat lain. Disamping menjadi produsen kejernihan, pengetahuan juga memproduksi kepalsuan-kepalsuan. Lebih-lebih pengetahuan yang dibungkus rapi oleh kepintaran, kecerdikan, dan kerakusan yang bertopeng keikhlasan. Ia tidak saja mengotori penglihatan, tetapi juga bisa menjungkirbalikkan realita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebut saja wacana di dunia politik yang demikian kisruh. Itu tidak dibuat oleh orang-orang desa yang kumuh dan lugu. Namun, diproduksi secara amat meyakinkan oleh serangkaian orang dengan modal pengetahuan yang meyakinkan. Atau perhatikan dinamika antarmanusia yang terjadi di perusahaan-perusahaan mentereng. Di tataran bawah yang bermodal pengetahuan paspasan, semuanya serba jernih dan jujur. Ia sejernih kaca cermin yang utuh dan bersih. Namun di tataran atas, di mana semua kepala sudah dilengkapi pengetahuan-pengetahuan tingkat tinggi, ada memang kejernihan yang tersisa, namun tidak sedikit kepalsuan yang diproduksi oleh pengetahuan dan kepintaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mengalami sendiri bagaimana rasanya dikelilingi oleh kepintaran dan pengetahuan yang memproduksi kepalsuan. Dengan judul-judul menakjubkan seperti ‘demi perusahaan’, ‘demi Tuhan’, ‘karena empati’ dan judul-judul sejenis, maka diputarlah kejernihan realita ke dalam rangkaian realita yang menguntungkan sang pelapor. Untuk kemudian, merampok dan memperkosa kejernihan. Di tingkatan seperti ini, pengetahuan dan kepintaran sudah menjadi produsen kepalsuan yang demikian meyakinkan. Sebuah wajah pengetahuan yang tidak terbayangkan ketika saya baru mulai melakukan penelusuran di awal. Kadang mulut ini bergumam penuh kekhawatiran. Namun, jika didalami substansi pengetahuan manusia yang senantiasa relatif, wajah pengetahuan seperti ini memang tidak bisa dihindari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sadar sepenuhnya akan batas-batas serta resiko pengetahuan yang serba relatif terakhir, maka ada semacam kebosanan dalam diri saya untuk melakukan pencaharian pada tataran pengetahuan sebagai teknik. Manajemen sebagai teknik – sebagai ladang pengetahuan di mana pertama kali saya lahir, dan kemudian tumbuh cukup besar di sana – juga menghadirkan wajah-wajah yang membosankan. Sudah lama saya berlangganan jurnal Harvard Business Review, dan setumpuk jurnal tersebut masih dibungkus rapi tanpa pernah dibuka sebagai tanda belum dibaca. Demikian juga ketika jalan-jalan ke toko buku. Dulu, nama-nama seperti Drucker, Porter, Ohmae dan Mintzberg adalah nama-nama yang menawan. Namun sekarang, ia tidak lebih dari sekadar teknik yang tidak menarik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini bisa terjadi, sekali lagi, karena pengetahuan di tingkat teknik sudah terbukti memproduksi kepalsuan dan ketidakjernihan secara meyakinkan. Untuk itulah, sudah lama saya membelokkan stir pencaharian menuju tataran pengetahuan sebagai spirit. Kalau diibaratkan mobil yang sedang berjalan, pengetahuan sebagai teknik memang sama dengan mobil itu sendiri yang bisa berbelok ke mana-mana. Dan pengetahuan sebagai spirit serupa dengan pengemudinya, yang menentukan ke mana arah mobil akan diarahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baik teknik maupun spirit, keduanya memang saling membutuhkan. Serupa dengan mobil bersama supirnya, keduanya memang saling membutuhkan. Hanya saja, dalam tataran belajar dan pencaharian saya, terlalu banyak ruang pengetahuan yang berisi teknik. Karena tidak mau diproduksi menjadi mesin kepalsuan semacam inilah, maka arah pencaharian sedang diimbangi dengan spirit-spirit yang menjernihkan. Anda tertarik ?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2040832203992827244-1006428359691613480?l=yohannaarifin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/feeds/1006428359691613480/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/2010/04/produsen-produsen-kepalsuan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2040832203992827244/posts/default/1006428359691613480'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2040832203992827244/posts/default/1006428359691613480'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/2010/04/produsen-produsen-kepalsuan.html' title='PRODUSEN-PRODUSEN KEPALSUAN'/><author><name>YOHANNA ARIFIN NOTE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15040018906039989275</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_XZIFKIW2b5Q/S6xY9onUsZI/AAAAAAAAAAU/_wVET1CIAnY/S220/DSC05831.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2040832203992827244.post-6476755627166325229</id><published>2010-04-05T06:25:00.000-07:00</published><updated>2010-04-05T06:26:44.577-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='RENUNGAN MOTIVASI'/><title type='text'>KOSONG ITU ISI</title><content type='html'>Ada sebuah wilayah yang jarang ditelusuri ilmu pengetahuan, wilayah tersebut diberi sebutan kosong. Dalam matematika, ia diberi simbul angka nol. Dalam tataran wacana yang biasa, ia diidentikkan dengan ketiadaan. Sesuatu yang memang tidak ada, tidak bisa dijelaskan, tidak terlihat, apa lagi bisa diraba. Pokoknya, kosong itu berarti tidak ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agak berbeda dengan orang barat memandang kekosongan, orang timur mengenal istilah koan. Sebagaimana hakekat kosong yang tidak bisa dijelaskan, ide terakhir juga bersifat unexplainable. Ia mungkin hanya bisa ditanyakan. Pertanyaa koan yang paling terkenal berbunyi begini : bagaimanakah bunyi tepuk tangan yang hanya dilakukan oleh sebelah tangan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa saja akan mengalami kesulitan dalam menjawab pertanyaan terakhir. Lebih-lebih kalau sumber jawaban yang dimiliki hanya bersumber pada logika-logika empiris. Sulit dibayangkan, ada seseorang atau sekumpulan orang yang pernah mendengar bunyi tepuk tangan yang hanya dilakukan sebelah tangan. Sama sulitnya dengan membuat nyata angka nol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa bermaksud menjawab pertanyaan terakhir, sekarang coba perhatikan cangkir, gelas, piring, rumah, lapangan sepak bola, sampai dengan alam semesta. Bukankah semua itu jadi berguna karena menyimpan ruang kosong. Sulit dibayangkan, bagaimana kita manusia bisa memetik guna dan manfaat dari cangkir, gelas, rumah dan lapangan sepak bola yang penuh. Apa lagi ruang kosong super besar yang menutup alam semesta. Andaikan ruang kosong terakhir tertutup benda yang memungkinkan kekosongan tadi lenyap, dari mana manusia menghirup udara ? Bukankah semua kehidupan akan mati percuma dan tiada guna ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bingkai-bingkai pertanyaan (bukan pernyataan) seperti ini, saya menjaga jarak terhadap sinyalemen matematika yang mengidentikkan kekosongan dengan angka nol yang berarti tiada. Kekosongan, setidaknya dalam bingkai pertanyaan di atas, memiliki arti, guna, serta manfaat yang tidak kalah dengan apa-apa yang sejauh ini disebut berisi. Bahkan, sebagaimana dicontohkan oleh lapangan sepak bola dan alam semesta di atas, kekosongan lebih ‘berisi’ dari apa-apa yang sejauh ini disebut dengan isi. Bahkan, dalam beberapa bukti (seperti udara yang bermukim di ruang kosong) kekosongan menghadirkan substansi manfaat yang lebih besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah dibuat berkerut sebentar oleh penjelasan di atas, mari kita bawa perdebatan tentang kekosongan terakhir ke dunia mind. Ilmu pengetahuan dan sekolah memang membuat mind jadi penuh dengan isi. Ada isi yang bernama fisika, matematika, statistika, manajemen dan masih banyak lagi yang lain. Dan berbeda dengan isi rumah, atau isi cangkir, isi mind memiliki pengaruh yang besar dalam hal bagaimana mata melihat dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang yang tahu dan paham betul akan statistika, memiliki penglihatan berbeda dengan mereka yang awam akan statistika. Serupa dengan itu, sebagai orang yang lahir dan tumbuh di dunia manajemen, saya memiliki pandangan yang sering kali berbeda dengan sahabat-sahabat yang tidak pernah tumbuh di lahan manajemen. Hanya kedewasaan dan kearifan yang memungkinkan perbedaan terakhir kemudian bergerak maju ke dalam pengkayaan-pengkayaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, tidak banyak yang memiliki kedewasaan dan kearifan terakhir. Sehingga jadilah fully occupied mind – baik karena penuh oleh pengetahuan, pengalaman, kepentingan maupun yang lain – tidak sebagai sumber dari banyak hal yang berisi. Sebaliknya, menjadi awal dari penghancuran-penghancuran yang tidak berguna dan berbahaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebutlah wacana-wacana dikotomis benar-salah, sukses-gagal, sedih-gembira. Ia adalah hasil ikutan dari over intelectualizing yang dilakukan oleh kepala-kepala yang penuh dengan isi. Ia memang memenuhi banyak buku, jurnal, majalah, koran. Dan pada saat yang membuat semuanya jadi fully occupied. Sehingga tidak menyisakan sedikitpun ruang kosong wacana. Sebagai hasilnya, sudah mulai ada orang yang gerah kepanasan, bahkan ada yang mulai tidak bisa bernafas, dan pada akhirnya mati suri tanpa disadari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu spirit dengan kekosongan alam semesta yang memungkinkan manusia menghirup udara gratis, mungkin ada manfaatnya untuk menoleh pada unoccupied mind, unborn mind, atau apa yang kerap saya sebut dengan unschooled mind. Sebagaimana tubuh yang memerlukan udara segar, mind juga memerlukan kesegaran-kesegaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan di titik ini, kekosongan adalah alternatif yang layak untuk direnungkan. Coba Anda perhatikan apa reaksi orang-orang kalau tiba-tiba di depannya ada mobil bergerak menuju dirinya. Entah orang kaya, orang miskin, orang desa, orang kota, orang tua maupun muda, beresponnya sama : lari atau melompat ketakutan. Saya kerap memperhatikan bunyi anak-anak menangis. Entah itu di Inggris, Australia, Prancis, Amerika atau Indonesia, tangisan bayi senantiasa sama. Ini hanya sebagian contoh dan bukti the unborn mind. Percaya atau tidak, dalam keadaan-keadaan tertentu, semua manusia bisa kembali ke sana, ke alam kosong yang penuh dengan isi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada orang yang takut memang pergi ke sana. Dan saya termasuk orang yang rajin bereksplorasi di sana. Mirip dengan alam pegunungan yang tidak terjamah manusia, di mana udaranya demikian segar dan menjernihkan, unborn mind juga serupa. Kesegaran, kejernihan dan kebeningan hadir dalam dunia kosong yang berisi. Paradoksnya, bukankah tulisan pendek ini juga penuh dengan isi ? Karena itulah saya menyesal besar pernah menulis tulisan ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2040832203992827244-6476755627166325229?l=yohannaarifin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/feeds/6476755627166325229/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/2010/04/kosong-itu-isi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2040832203992827244/posts/default/6476755627166325229'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2040832203992827244/posts/default/6476755627166325229'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/2010/04/kosong-itu-isi.html' title='KOSONG ITU ISI'/><author><name>YOHANNA ARIFIN NOTE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15040018906039989275</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_XZIFKIW2b5Q/S6xY9onUsZI/AAAAAAAAAAU/_wVET1CIAnY/S220/DSC05831.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2040832203992827244.post-655539665554079730</id><published>2010-04-05T06:24:00.000-07:00</published><updated>2010-04-05T06:25:17.266-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='RENUNGAN MOTIVASI'/><title type='text'>AWAN PENGHALANG PEMAHAMAN</title><content type='html'>Di suatu malam yang suntuk, ada beberapa bapak muda dengan wajah lesu dan layu menunggui isterinya melahirkan. Dalam suasana sepi penuh penantian, tiba-tiba keluar dari pintu seorang dokter dengan senyum gembira. Sambil menyalami seorang bapak, dokter ini berucap : "Selamat, anak Anda kembar dua". Seperti sudah tahu sebelumnya, bapak tadi berucap datar : "Saya sudah tahu dokter, karena telah lama saya bekerja di dua kelinci". Empat puluh lima menit kemudian, dokter yang sama keluar lagi lengkap dengan senyumnya yang khas. Kali ini yang disalami seorang bapak yang lain : ‘Anda hebat, anak Anda kembar tiga". Mirip dengan bapak tadi, iapun hanya berucap datar : "saya juga sudah ramalkan dokter, karena sejak dulu saya bekerja di tiga roda". Satu jam setelah kejadian terakhir, keluar lagi dokter yang peramah ini. Kali ini ia senyum penuh keheranan. Sambil menyalami bapak yang lain, ia berucap kagum : ‘Anda paling hebat, anak Anda kembar empat !". Tanpa ada tanda-tanda kejadian ini disutradarai manusia, bapak yang memiliki anak kembar empat ini juga hanya menjawab biasa-biasa saja : "saya sudah duga dari dulu dokter, karena saya bekerja di empat sekawan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mendengar dialog antara dokter dengan suami-suami pasien ini, tiba-tiba saja seorang bapak jatuh pingsan. Dan repotlah semua pihak dibuatnya. Setelah tidak sadarkan diri selama dua jam, dan membuat banyak orang khawatir, tiba-tiba ia sadar dan langsung bertanya pada dokter : "nasib isteri saya bagaimana dokter, sebab saya bekerja lama di Auto 2000 ?".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah sebelum tertawa disamakan dengan kegiatan teroris, karena akhir-akhir ini banyak penguasa amat takut sama teroris, sebaiknya Anda tertawalah sebanyak-banyaknya. Lebih banyak Anda tertawa lebih bagus. Terutama mentertawakan kedunguan pikiran sebagai jembatan pemahaman. Berbeda dengan jembatan yang sebenarnya yang menyeberangkan siapa saja dari satu daratan ke daratan lain tanpa perlu melakukan pemerkosaan, pikiran menyeberangkan manusia dari satu pengertian ke pengertian lain lengkap dengan pemerkosaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serupa dengan lelucon di atas, ada banyak sekali manusia yang pikiran dan mind-nya tidak menjadi jembatan pengertian, sebaliknya malah menjadi awan penghalang pengertian. Ada Amerika yang pengertiannya tentang Afghanistan menjadi demikian menyimpang, ada Osama yang pemahamannya tentang Amerika jauh panggang dari api. Dalam keseharian saya bertemu banyak sekali orang yang mata dan penglihatannya dibuat demikian kotor oleh mind dan pikiran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika tulisan ini dibuat, saya barusan habis dimaki-maki dan dibentak-bentak oleh seorang sahabat pengusaha yang sejarah hidupnya banyak sekali dipermainkan dan dikhianati orang. Sehingga kehadiran orang lain seperti saya, dipotret dengan kaca mata kecurigaan yang diproduksi pengalaman masa lalu. Dan sayapun tampil dengan potret penjahat di wajah mind demikian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam tataran pengertian ini, saya rindu sekali dengan J. Krishnamurti, penulis karya spektakuler dengan judul "Freedom From The Known". Dimana tugas setiap orang yang menginginkan kejernihan dalam hidup adalah "to set him/herself totally and unconditionally free". Membuat diri kita bebas secara total tanpa syarat dari segala keterkondisian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterkondisian yang datang dari luar (pengetahuan, pengalaman, ideologi, agama, dll) lebih mudah untuk diseleksi dan dipilah-pilah, karena memang ia berasal dan berada di luar. Akan tetapi, keterkondisian yang datang dari dalam seperti keyakinan dan kepercayaan, ia lebih bahaya dari sekadar musuh dalam selimut. Keterkondisian dari luar mirip dengan tamu yang datang berkunjung, dan kalau kita tidak suka tinggal menutup pintu rumah kehidupan rapat-rapat. Tetapi keyakinan dan kepercayaan kita sendiri, ia adalah pemilik rumah kehidupan itu sendiri. Disamping berada di dalam rumah, sulit dibayangkan kita bisa mengusir pemilik rumah dari rumahnya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di satu kesempatan, Krishnamurti pernah berucap : ‘It is words, explanations, memories, that clouds the understanding of the fact’. Kata-kata, penjelasan, ingatan adalah rangkaian awan yang bisa menutupi pengertian. Dan lebih berbahaya lagi, ada tidak sedikit orang yang mengidentikkan pengertiannya dengan awan-awan penghalang tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pengalaman saya berinteraksi dengan orang yang memorinya penuh dengan kecurigaan, setiap kata dan penjelasan selalu " sekali lagi selalu - dikaitkan dengan memori masa lalu yang diyakininya. Sebagai akibatnya, setiap usaha untuk melihat kejadian dan orang baru, selalu dihalangi oleh memori masa lalu. Lebih dari itu, maka kejadian dan orang barupun terlihat persis sama dengan kejadian dan orang kemaren dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau saja semua orang seperti ini, saya, Anda dan semua orang kualitas penglihatannya lebih buruk dari kualitas penglihatan orang-orang buta. Pengetahuan, kearifan, kebijaksanaan, ideologi dan bahkan agama sekalipun, lewat begitu saja di depan mata tanpa sempat kita selami pada kedalaman-kedalaman pengertian yang penuh keheningan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena alasan itulah, telah lama saya terbang di dunia pengertian melalui dua sayap : hening dan ikhlas. Jangankan dipecat, matipun ikhlas. Keduanya tidak memerlukan kata-kata, penjelasan apa lagi memori. Mirip dengan sudah sampai di ketinggian, agar tetap bisa tinggal di sana, tugas kita sekarang adalah menendang tangga-tangga yang membawa kita sampai di sini. Termasuk menendang tulisan yang tidak menarik ini !&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2040832203992827244-655539665554079730?l=yohannaarifin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/feeds/655539665554079730/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/2010/04/awan-penghalang-pemahaman.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2040832203992827244/posts/default/655539665554079730'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2040832203992827244/posts/default/655539665554079730'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/2010/04/awan-penghalang-pemahaman.html' title='AWAN PENGHALANG PEMAHAMAN'/><author><name>YOHANNA ARIFIN NOTE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15040018906039989275</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_XZIFKIW2b5Q/S6xY9onUsZI/AAAAAAAAAAU/_wVET1CIAnY/S220/DSC05831.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2040832203992827244.post-3634855711204360972</id><published>2010-04-05T06:22:00.000-07:00</published><updated>2010-04-05T06:24:01.781-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='RENUNGAN MOTIVASI'/><title type='text'>BICARA BAIK ATAU DIAM</title><content type='html'>Ada sejenis kecemburuan tersendiri kalau saya melihat seorang pelukis sedang melukis. Melalui kegiatan bercakap-cakap dengan diri sendiri, seorang pelukis kemudian mengungkapkan hasil percakapan tadi ke dalam sebuah lukisan. Sehingga bagi siapa saja yang cukup peka untuk memaknai karya seni, ia bisa menerka percakapan apa yang terjadi di balik banyak lukisan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agak berbeda dengan pelukis di mana lukisanlah salah satu hasil percakapannya dengan diri sendiri, kita manusia biasa memiliki juga hasil dari percakapan panjang kita bersama diri sendiri. Dan hasil yang paling representatif adalah badan yang kita bawa kemana-mana selama hidup. Atau kalau mau lebih dalam, jiwa adalah salah satu hasil lain dari percakapan jenis terakhir ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dilihat dalam bingkai berpikir seperti ini, hidup ini isinya serupa dengan kegiatan melukis. Bedanya dengan pelukis, kita sedang melukis diri kita sendiri. Mirip dengan pelukis, ada aspek yang disengaja ada juga aspek yang tidak disengaja. Dan percakapan adalah kuas, kertas, warna yang menjadi bahan-bahan kita dalam melukis. Dalam tingkat penyederhanaan tertentu, apapun yang kita percakapkan dengan diri sendiri akan memberikan warna terhadap lukisan (baca : wajah) kita sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba Anda perhatikan orang-orang yang suka sekali bicara negatif. Dari ngerumpi kejelekan orang lain, iri, dengki, menempatkan orang lain dalam posisi tidak pernah benar, sampai dengan suka berkelahi dengan banyak orang. Perhatikan badan dan sinar mukanya, bukankah berbeda sekali dengan orang lain yang percapakannya lebih banyak berisi hal-hal yang positif ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih dari sekadar memiliki wajah berbeda, orang yang isi percakapannya hanya dan hanya negatif, juga berhobi memproduksi penyakit yang akan dihadiahkan pada tubuhnya sendiri. Berbagai jenis penyakit siap menawarkan diri secara amat suka rela kepada orang-orang jenis ini. Dari penyakit fisik sampai dengan penyakit psikis. Di luar kesengajaan mereka, atau bersembunyi di balik ‘kesenangan’ sesaat, orang-orang seperti ini sedang memukul, menusuk dan bahkan menghancurkan badan dan jiwanya. Kalau kemudian lukisan kehidupannya berwajah hancur lebur, tentu bukan karena sengaja dihancurkan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bingkai renungan seperti ini, layak dicermati kembali bagaimana persisnya kita bercakap-cakap dengan diri sendiri setiap harinya. Entah ketika di depan cermin, entah tatkala berhadapan dengan banyak perkara, entah di manapun kita selalu bercakap-cakap dengan diri sendiri. Tidak hanya sejak bangun pagi sampai tidur malam kita melakukan percakapan, bahkan ketika tidurpun kita bercakap-cakap dengan diri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau semuanya bisa digerakkan dari tataran kesadaran semata, semua orang hanya mau bercakap-cakap yang positif saja. Sayangnya, kekuatan di balik percakapan tidak saja berada di wilayah kesadaran. Ia juga berakar dalam pada wilayah-wilayah di luar kesadaran. Di sinilah letak tantangannya. Orang-orang yang terlalu lama memformat lukisannya dengan percakapan-percakapan negatif, tentu dihadang tantangan yang lebih besar. Demikian juga sebaliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, seberapa besarpun tantangannya, pilihan diserahkan ke kita, akankah kita membuat lukisan diri sendiri yang berwajah indah, atau bopeng mengerikan di sana-sini. Sebagaimana telah dikemukakan sebelumnya, percakapan memang kendaraan yang amat menentukan dalam hal ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang sahabat jernih pernah memberikan pedoman amat sederhana dalam hal ini : speak good, or be silent. Bicaralah hal-hal yang baik saja, kalau tidak bisa diamlah. Tampaknya terlalu sederhana, tetapi menangkap esensi yang paling esensi. Sekaligus memberikan kompas, ke arah mana perjalanan percakapan sebaiknya dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tertawa tentu saja boleh dan bahkan sehat. Namun tertawa dengan cara mentertawakan kekurang fisik orang lain tentu saja layak untuk dikurangi. Waspada dan hati-hati juga tidak salah, namun curiga apa lagi menuduh orang lain tanpa bukti mungkin perlu rem yang menentukan dalam hal ini. Demikian juga ketika melihat kekurangan orang lain, atau juga kekurangan diri sendiri. Serakah misalnya, kenapa tidak dibelokkan menjadi serakah belajar dan berusaha. Kebiasaan mumpung sebagai contoh lain, mumpung berkuasa kenapa tidak segera menjadi contoh dari hidup yang lurus dan bersih. Iri hati juga serupa, bisa saja energi-energi iri hati digunakan sebagai mesin pendorong kemajuan yang amat menentukan. Bentuk tubuh yang tidak menarik sebagai contoh lain, kenapa tidak digunakan sebagai cambuk untuk mengembangkan kecantikan dari dalam diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari serangkaian contoh ini, yang diperlukan sebenarnya kesediaan untuk senantiasa berdisiplin di dalam diri. Terutama disiplin untuk mendidik mulut dan pikiran, serta membelokkan setiap energi negatif ke tempat-tempat yang lebih produktif. Kalau ada yang menyebutnya susah, tentu saja tidak salah. Karena mirip dengan lukisan indah yang senantiasa dihasilkan pelukis dengan penuh perjuangan, demikian juga dengan lukisan kehidupan. Kita hanya perlu mengingat sebuah kalimat sederhana : bicaralah yang baik, atau diam sekalian. Dan atas rahmat Tuhan lukisan kehidupanpun mungkin berwajah lebih menarik. Setidaknya, itulah yang sedang saya percakapkan dengan sang diri ketika tulisan ini dibuat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2040832203992827244-3634855711204360972?l=yohannaarifin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/feeds/3634855711204360972/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/2010/04/bicara-baik-atau-diam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2040832203992827244/posts/default/3634855711204360972'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2040832203992827244/posts/default/3634855711204360972'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/2010/04/bicara-baik-atau-diam.html' title='BICARA BAIK ATAU DIAM'/><author><name>YOHANNA ARIFIN NOTE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15040018906039989275</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_XZIFKIW2b5Q/S6xY9onUsZI/AAAAAAAAAAU/_wVET1CIAnY/S220/DSC05831.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2040832203992827244.post-6266387364184150351</id><published>2010-04-05T06:20:00.000-07:00</published><updated>2010-04-05T06:22:01.557-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='RENUNGAN MOTIVASI'/><title type='text'>HARTA KARUN DARI AIR TERJUN</title><content type='html'>Ada berbagai macam cara melakukan silaturahmi. Salah satunya melalui SMS. Dan karena keterbatasan waktu dan tenaga, kadang saya mengunjungi sejumlah teman melalui SMS. Pada sebuah kesempatan, salah satu SMS tadi dikirim dengan gambar kupu-kupu diikuti pesan sederhana : "kupu-kupu ini membawa dompet yang isinya tidak pernah habis, yakni persahabatan." Banyak sahabat yang berespon positif dan merasakan diri ini hadir dalam kehidupan mereka sesaat kemudian. Tidak sedikit yang mengatakan tersentuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, di sebuah kesempatan pernah ada suara Ibu yang marah-marah ke saya akibat pesan SMS di atas. Seperti sedang mewawancarai calon karyawan, ditanyalah saya ke sana dan ke mari. Setelah didengarkan secara sabar, rupanya ia curiga sama suaminya. Dia kira pesan SMS di atas datang dari wanita lain dan nama saya hanya dipinjam sebagai judul tipuan. Dan ditutuplah telepon dengan keras tanpa mengucapkan terimakasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah sekelumit kehidupan dalam kekinian. Di mana kecurigaan, kekakuan, ketakutan sudah menjadi beban berat kehidupan yang digendong orang ke mana-mana. Kalau kemudian, perjalanan kehidupan terasa sangat berat, lebih karena manusia sendiri yang rela menggendongnya ke mana-mana. Tidak hanya Ibu tadi, sayapun pernah menggendong beban-beban berat yang tidak perlu. Ada beban takut masa depan, ada beban khawatir tentang sekolah putera-puteri, ada rasa khawatir ditinggal orang-orang tercinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya saja, setelah mengunjungi kolam-kolam kejernihan, ada rasa bersalah terhadap masa lalu yang tidak berdosa. Masa lalu yang sebenarnya bersih dan jernih, terpaksa harus kotor karena kesukaan untuk takut, ngotot dan memaksa. Dan ketika lelah, baru mengunjungi kejernihan. Dalam salah satu kunjungan saya pada kejernihan, sebuah buku sederhana berjudul Zen Path To Harmony yang berisi kumpulan gambar dan tidak jelas siapa editornya, pernah menghadirkan pesan menyentuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan latar belakang gambar air terjun alami nan indah, buku ini mengutip pendapat Chuang Tzu : Flow with whatever may happen and let your mind be free : Stay centered by accepting whatever you are doing. This is the ultimate. Pertama kali pesan ini terbaca mata, ada keindahan, keteduhan dan ketenteraman yang dibawakan air terjun rupanya. Ketika hidup sudah mengalir dengan apa saja yang mungkin terjadi, kemudian dengan modal tadi manusia belajar "terpusat" dengan menerima proses yang sedang terjadi, tatkala itu juga perjalanan sampai di puncak kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengalir itu modal pertama. Terpusat pada proses yang sedang terjadi, itu modal kedua. Serupa dengan aliran air di sungai, kehidupan tidak saja terus berjalan. Tetapi yang lebih inspiratif, kelenturanlah yang membuat air bisa melewati setiap rintangan. Demikian juga dengan kehidupan. Ada seorang peneliti yang pernah meneliti ciri-ciri kejiwaan orang yang pernah terkena serangan jantung. Rupanya, lebih delapan puluh persen dari lima ratus responden menunjukkan tanda-tanda hidup yang ngotot dan kaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak selamanya sikap ngotot dan kaku itu berwajah buruk tentu saja. Banyak kemajuan justru didorong oleh kengototan untuk mencapai tujuan. Cuman, kengototan di semua tempat dan semua keadaan, sungguh sebuah kegiatan yang mencelakakan. Lebih-lebih kalau kengototan itu ditujukan ke orang yang kita temui di cermin setiap harinya. Tidak hanya sering memproduksi penyakit, melainkan juga wajah kehidupan kita hadir di diri sendiri maupun orang lain dengan penuh kerut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang menyebut kehidupan mengalir seperti ini sebagai sikap pasrah yang tidak produktif. Dan tentu saja boleh menyebutnya demikian. Cuman, dalam kedalaman kolam kontemplasi, justru dalam mengalir itu sendirilah terletak banyak misteri kehidupan yang tidak bisa diberikan oleh reputasi, harta dan bahkan tahta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih-lebih kalau keadaan mengalir tadi dilengkapi dengan keterpusatan pada proses yang sedang terjadi ? dan menyongsong hasilnya hanya dengan kendaraan keikhlasan. Sejumlah sahabat jernih menyebutkan, inilah yang kerap disebut dengan pencerahan. Sangat sedikit orang yang pernah sampai di sana. Dan ternyata, harta karun kehidupan terakhir tersembunyi di setiap air terjun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kesadaran seperti ini, tentu saja tidak disarankan untuk meninggalkan pekerjaan, keluarga dan bahkan masyarakat untuk pergi ke air terjun. Air terjun simbolik tadi sebenarnya ada di mana-mana, kita bawa ke mana-mana. Suara-suara jernihnya pun berbisik setiap saat. Cuman, melalui kesukaan orang untuk hidup secara ngotot akan hasil, kemudian telinga-telinga kehidupan menjadi tuli akan suara terakhir. Apa lagi kengototan tadi bertemu dengan pikiran yang tidak pernah terpusat di hari ini. Jadilah ia semacam kombinasi yang berujung pada kehidupan tidak nyata. Jauh dari keseharian, jauh juga dari dari kejernihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak berani menghakimi kehidupan demikian sebagai kehidupan yang keliru. Hanya merasa sayang saja, kalau harta karun yang demikian berharga, yang tersembunyi di air terjun yang kita bawa kemana-mana, kemudian jadi kekayaan yang terbuang percuma. Lebih dari sekadar sayang karena terbuang, keadaan seperti ini juga yang membuat Kabir pernah tertawa : "Saya tertawa, ikan mati kehausan di dalam air!"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2040832203992827244-6266387364184150351?l=yohannaarifin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/feeds/6266387364184150351/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/2010/04/harta-karun-dari-air-terjun.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2040832203992827244/posts/default/6266387364184150351'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2040832203992827244/posts/default/6266387364184150351'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yohannaarifin.blogspot.com/2010/04/harta-karun-dari-air-terjun.html' title='HARTA KARUN DARI AIR TERJUN'/><author><name>YOHANNA ARIFIN NOTE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15040018906039989275</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_XZIFKIW2b5Q/S6xY9onUsZI/AAAAAAAAAAU/_wVET1CIAnY/S220/DSC05831.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2040832203992827244.post-7348018013328481021</id><published>2010-04-05T06:16:00.000-07:00</published><updated>2010-04-05T06:20:40.026-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='RENUNGAN MOTIVASI'/><title type='text'>MERENDAH ITU INDAH</title><content type='html'>Di satu kesempatan, ada turis asing yang meninggal di Indonesia. Demikian baiknya turis ini ketika masih hidup, sampai-sampai Tuhan memberikan kesempatan untuk memilih : surga atau neraka. Tahu bahwa dirinya meninggal di Indonesia, dan sudah teramat sering ditipu orang, maka iapun meminta untuk melihat dulu baik surga maupun neraka. Ketika memasuki surga, ia bertemu dengan pendeta, kiai dan orang-orang baik lainnya yang semuanya duduk sepi sambil membaca kitab suci. Di neraka lain lagi, ada banyak sekali hiburan di sana. Ada penyanyi cantik dan seksi lagi bernyanyi. Ada lapangan golf yang teramat indah. Singkat cerita, neraka jauh lebih dipenuhi hiburan&lt;br /&gt;dibandingkan surga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yakin dengan penglihatan matanya, maka turis tadi memohon ke Tuhan untuk tinggal di neraka saja. Esok harinya, betapa terkejutnya dia ketika sampai di neraka. Ada orang dibakar, digantung, disiksa dan kegiatan-kegiatan mengerikan lainnya. Maka proteslah dia pada petugas neraka yang asli Indonesia ini. Dengan tenang petugas terakhir menjawab : 'kemaren kan hari terakhir pekan kampanye pemilu". Dengan jengkel turis tadi bergumam : 'dasar Indonesia, jangankan pemimpinnya, Tuhannya saja tidak bisa dipercaya!'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda memang tidak dilarang tersenyum asal jangan tersinggung karena ini hanya lelucon. Namun cerita ini menunjukkan, betapa kepercayaan(trust) telah menjadi komoditi yang demikian langka dan mahalnya di negeri tercinta ini. Dan sebagaimana kita tahu bersama, di masyarakat manapun di mana kepercayaan itu mahal dan langka, maka usaha-usaha mencari jalan keluar amat dan teramat sulit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangankan dalam komunitas besar seperti bangsa dan perusahaan dengan ribuan tenaga kerja, dalam komunitas kecil berupa keluarga saja, kalau kepercayaan tidak ada, maka semuanya jadi runyam. Pulang malam sedikit, berujung dengan adu mulut. Berpakaian agak dandy sedikit mengundang cemburu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di perusahaan malah lebih parah lagi. Ketidakpercayaan sudah menjadi kanker yang demikian berbahaya. Krisis ekonomi dan konglomerasi bermula dari sini. Buruh yang mogok dan mengambil jarak di mana-mana, juga diawali dari sini. Apa lagi krisis perbankan yang memang secara institusional bertumpu pada satu-satunya modal : trust capital.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila Anda rajin membaca berita-berita politik, kita dihadapkan pada siklus ketidakpercayaan yang lebih hebat lagi. Polan tidak percaya pada Bambang. Bambang membenci Ani. Ani kemudian berkelahi dengan Polan. Inilah lingkaranketidakpercayaan yang sedang memperpanjang dan memperparah krisis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam lingkungan seperti itu, kalau kemudian muncul kasus-kasus perburuhan seperti kasus hotel Shangrila di Jakarta yang tidak berujung pangkal, ini tidaklah diproduksi oleh manajemen dan tenaga kerja Shangrila saja. Kita semua sedang memproduksi diri seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andaikan di suatu pagi Anda bangun di pagi hari, membuka pintu depan rumah, eh ternyata di depan pintu ada sekantong tahi sapi. Lengkap dengan pengirimnya : tetangga depan rumah. Pertanyaan saya sederhana saja : bagaimanakah reaksi Anda ? Saya sudah menanyakan pertanyaan ini ke ribuan orang. Dan jawabannyapun amat beragam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang jelas, mereka yang pikirannya negatif, 'seperti sentimen, benci, dan sejenisnya ', menempatkan tahi sapi tadi sebagai awal dari permusuhan (bahkan mungkin peperangan) dengan tetangga depan rumah. Sebaliknya, mereka yang melengkapi diri dengan pikiran-pikiran positif 'sabar, tenang dan melihat segala sesuatunya dari segi baiknya' menempatkannya sebagai awal persahabatan dengan tetangga depan rumah. Bedanya amatlah sederhana, yang negatif melihat tahi sapi sebagai kotoran yang menjengkelkan. Pemikir positif meletakkannya sebagai hadiah pupuk untuk tanaman halaman rumah yang&lt;br /&gt;memerlukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan serupa dengan tahi sapi. Ia tidak hadir lengkap dengan dimensi positif dan negatifnya. Tapi pikiranlah yang memproduksinya jadi demikian. Penyelesaian persoalan manapun 'termasuk persoalan perburuhan ala Shangrila' bisa cepat bisa lambat. Amat tergantung pada seberapa banyak energi-energi positif hadir dan berkuasa dalam pikiran kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita tentang tahi sapi ini terdengar mudah dan indah, namun perkara&lt;br /&gt;menjadi lain, setelah berhadapan dengan kenyataan lapangan yang teramat berbeda. Bahkan pikiran sayapun tidak seratus persen dijamin positif, kekuatan negatif kadang muncul di luar kesadaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini mengingatkan saya akan pengandaian manusia yang mirip dengan&lt;br /&gt;sepeda motor yang stang-nya hanya berbelok ke kiri. Wanita yang terlalu sering disakiti laki-laki, stang-nya hanya akan melihat la
